Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

bot

Moderators
  • Jumlah Konten

    130.055
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

    Never

Everything posted by bot

  1. Jakarta - Dalam memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) berbagai cara dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Bank BNI. Selama masa pandemi COVID-19 ini, BNI memberlakukan 9 protokol khusus bagi para nasabah dan juga pegawainya. Dikutip dari keterangan pers resmi dari BNI, protokol khusus yang diberlakukan oleh BNI tersebut antara lain pertama, memberlakukan buka tutup outlet. Kedua, pengaturan physical distancing di Banking Hall dan ATM. Ketiga, pembersihan area kerja dan premisis sebelum dan sesudah jam kerja. Keempat, penyiapan hand sanitizer, masker, thermal gun, dan sarung tangan. Lalu yang kelima, menjalankan protokol pemantauan kesehatan pegawai. Keenam, memberlakukan work from home. Ketujuh, melarang pegawai bepergian ke luar kota dan luar negeri. Kedelapan, pegawai tidak menggunakan alat transportasi massal untuk bekerja dan yang terakhir mendorong pemanfaatan digital channel. BNI juga membatasi layanan selama masa pandemi kali ini, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan layanan perbankan tetap dapat diberikan kepada nasabah melalui channel-channel elektronik BNI setiap harinya, baik ATM, internet banking, SMS banking, mobile banking, Agen46, maupun Call Center BNI pada nomor 1500046, 7 x 24 jam. BNI juga mengoptimalkan Layanan Digital dalam pembukaan rekening atau BNI Sonic di 126 lokasi. "Sebanyak 18.669 ATM atau CRM BNI juga siap digunakan untuk transaksi dan tersebar di lokasi strategis. Nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas transfer online hingga Rp 400 juta melalui BNI Mobile Banking," ujar Susi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020). BNI juga memprediksi akan terjadi penurunan kebutuhan akan uang tunai, namun BNI akan mengantisipasi kebutuhan akan uang tunai dengan mempersiapkan Rp 10,4 T per minggunya terhitung sejak 26 April 2020 hingga 23 Mei 2020. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI YB Hariantono memperkirakan, kebutuhan terhadap uang tunai akan mencapai puncaknya pada periode 17 - 23 Mei 2020, atau minggu terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti. "Kebutuhan tersebut diperkirakan akan mencapai puncak di Minggu ke - 4 sebesar Rp 14,34 triliun," pungkasnya. Simak Video "Advertorial BNI" [==] (ega/hns) Sumber
  2. Jakarta - Mungkin ada beberapa orang yang merasa bosan dengan puasa tahun ini. Hal tersebut dikarenakan tidak bisa buka bersama atau ngabuburit bareng teman di luar. Berbagai cara dilakukan untuk mengisi waktu selama di rumah agar tetap menyenangkan. Mulai dari video call bareng keluarga, main game online bersama teman, serta masak bareng keluarga untuk mengisi waktu ngabuburit. Hal tersebut cukup membantu menghilangkan rasa jenuh selama di rumah. Satu hal lagi yang bisa kamu lakukan selama menjalani puasa di rumah, yakni ikutan Live Quiz THR Detik Ini Juga. Selain bisa seru-seruan menghabiskan waktu, kamu juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik. Selama Ramadhan, detikcom bekerja sama dengan Smartfren membagikan hadiah melalui program THR Detik Ini Juga. Periode pendaftaran berlangsung mulai dari 23 April - 22 Mei 2020. Saat ini, program Live Quiz THR Detik Ini Juga telah memasuki periode ketiga yang akan berlangsung hari Jumat, 15 Mei 2020. Live Quiz pada periode ini menawarkan hadiah menarik, mulai dari Playstation 4 Pro, Smart TV, Speaker Bluetooth Harman Kardon Onyx, hingga voucher belanja total jutaan rupiah. Wah menarik sekali, bukan? Buat yang ingin berpartisipasi, harus daftar terlebih dahulu. Caranya sangat mudah, yakni sebagai berikut: Isi data pada Google Form yang disediakan Peserta harus mengisi data sebenar-benarnya di tiap kolom Tulislah alasan menarik kenapa kami harus mengundang kamu untuk ikutan Live Quiz Instagram @detikcom untuk memenangkan hadiah THR. Follow akun Instagram @smartfrenworld dan @detikcom Untuk memperbesar peluang kamu, share link artikel ini melalui akun facebook atau twitter kamu, tag temanmu, gunakan hashtag #AntiPuasaKuota, #KuotaAntiWasWas dan #detikcomxsmartfren Yang memiliki alasan paling menarik akan berpeluang untuk ikutan Live Quiz. Namun, untuk menjadi pemenang hadiah-hadiah menarik tersebut, pastikan kamu memenuhi syarat dan ketentuan berikut: Terbuka untuk seluruh detikers di manapun Hadiah tidak dapat diuangkan atau dipindahtangankan atas alasan apapun Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat Syarat dan ketentuan hadiah berlaku Syarat dan ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan persetujuan peserta. Periode pendaftaran mulai dari 23 April hingga 22 Mei 2020. Bila kamu menjadi pemenang Live Quiz, kamu juga perlu memperhatikan syarat dan ketentuan lainnya, sebagai berikut: 6 orang detikers yang telah menjadi peserta dengan alasan paling menarik Pengumuman 6 pemenang akan diumumkan saat Live Quiz setiap Jumat di jam 16.00 WIB Pemenang yang telah disebutkan namanya wajib mengikuti Live Quiz di Instagram @detikcom untuk memilih sendiri hadiah bersama dengan host Pemenang yang tidak merespons saat dihubungi untuk mengikuti Live Quiz akan dinyatakan gugur Jadi, bagaimana? Mau menghabiskan waktu puasa di rumah saja tanpa melakukan apa-apa? Atau mencoba sesuatu yang menarik dan berkesempatan mendapatkan hadiah yang luar biasa? Yuk segera daftarkan diri kamu buat ikutan Live Quiz THR Detik Ini Juga dan raih hadiah menariknya. Jangan lupa ajak teman, keluarga, dan saudara untuk ikutan Live Quiz ini biar makin seru, ya! Simak Video "Cerita Ratna Maya Sari, Pemenang Undian Rumah Smartfren WOW Tahap 4" [==] (ads/ads) smartfren thr Sumber
  3. Jakarta - Jelang lebaran yang terhitung 10 hari lagi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menerapkan pelayanan terbatas selama libur Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, BNI juga menyediakan layanan penerimaan Online Payment Banking System (OPBS) Pertamina. Untuk layanan ini, BNI membuka operasionalnya mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat di 23 outlet. "Dengan demikian, selama masa libur tanggal 21, 22, 23, dan 25, seluruh outlet BNI libur, kecuali di 23 outlet. Namun, khusus pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, tanggal 24 Mei 2020, seluruh outlet kami tutup. Mulai tanggal 26 Mei 2020, operasional berjalan seperti biasa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020). Susi menuturkan, layanan perbankan tetap dapat diberikan melalui channel-channel elektronik BNI setiap harinya, baik ATM, internet banking, SMS banking, mobile banking, Agen46, maupun Call Center BNI pada nomor 1500046, 7 x 24 jam. BNI juga mengoptimalkan Layanan Digital dalam pembukaan rekening atau BNI Sonic di 126 lokasi. Sebanyak 18.669 ATM atau CRM BNI juga siap digunakan untuk transaksi dan tersebar di lokasi strategis. Nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas transfer online hingga Rp 400 juta melalui BNI Mobile Banking. Khusus untuk korporasi, fasilitas BNI Direct juga sangat ampuh melayani Cash Manajemen Perusahaan. Begitu juga bagi para pencari kerja, BNI eForm sudah siap dipakai sebagai bagian dari persyaratan dalam mendapatkan Kartu Prakerja "Kami sarankan nasabah mengaktifkan seluruh channel-channel elektronik tersebut dengan mendatangi outlet BNI terdekat. Dengan demikian seluruh channel layanan yang BNI miliki sudah dapat dinikmati setiap saat dan lebih maksimal," jelas Susi. Selama bulan suci Ramadhan, Jam Pelayanan di outlet disesuaikan menjadi mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 waktu setempat. Pada bulan-bulan selain Ramadhan, jam pelayanannya adalah mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat. Ini merupakan waktu pelayanan yang diterapkan selama wabah Covid - 19 masih melanda. "Untuk memaksimalkan Pelayanan sebelum dan setelah Lebaran, BNI menambah jumlah outlet pada tiga hari sebelum dan sesudah Lebaran," pungkas Susi. Sebagai informasi, Informasi outlet dapat diperoleh pada situs resmi BNI. Simak Video "Sah! Agus Martowardojo Jadi Komut BNI" [==] (ega/hns) Sumber
  4. Jakarta - Komitmen membuka lahan persawahan baru kian matang disiapkan oleh pemerintah. Adapun tujuan dari dibukanya lahan cetak sawah baru ini adalah untuk mengantisipasi peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi COVID-19. Rencananya, pemerintah akan melakukan case study di wilayah yang sudah ditentukan. Case study ini akan berjalan lebih kurang selama 3 minggu ke depan. Adapun luas lahan sawah yang berpotensi dikembangkan kira-kira lebih dari 255 ribu hektare (ha) yang berada di Kalimantan Tengah. "Namun, fokus dalam 3 minggu ke depan adalah lahan sebesar 164.598 ha, yang mana dari jumlah tersebut yang sudah punya jaringan irigasi adalah sebesar 85.456 ha, dan ada sekitar 57.195 ha yang sudah dilakukan penanaman padi selama ini oleh keluarga transmigran di sana, dan juga ada potensi ekstensifikasi sebesar 79.142 ha," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rilis resmi yang diterima detikcom, Rabu (13/5/2020). Kajian yang akan dilakukan pada lahan tersebut adalah Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), kemudian akan dilaksanakan juga review Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan tanah (IP4T), serta kajian ketersediaan tenaga kerja di lokasi tersebut. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa pihaknya sudah siap untuk menjalankan proses kajian selama 3 minggu ke depan itu. Setelah dikaji, Kementerian Pertanian (Kementan) pun sudah siap menangani pengembangan lahan tersebut, khususnya lahan rawan gambut seluas 164 ribu ha. "Dalam tahap pertama di 2020, kami akan berkonsentrasi pada (lahan seluas) 164 ribu ha dulu, karena penanganan di lahan rawa itu dibutuhkan extra power. Ini tidak seperti lahan sawah di Jawa atau dataran rendah/gunung, dia membutuhkan perhatian khusus. Hal ini dilakukan sambil menunggu pematangan lahan yang sebesar 250-300 ribu ha yang masih berpotensi untuk dikembangkan," kata Syahrul. Syahrul menambahkan bahwa dalam pengembangan lahan tersebut harus diperhatikan juga masalah kepemilikan lahan dan ketersediaan sumber daya manusianya, yaitu para petani yang akan mengolahnya. Menurutnya, untuk lahan seluas 1 (satu) ha dibutuhkan minimal 2-3 petani, sehingga untuk lahan seluas 100 ribu ha, harus ada sekitar 300 ribu petani yang dimukimkan di sana. "Belajar dari kegagalan yang lalu adalah kita kekurangan petani di situ, sehingga setelah selesai serbuan tanah, satu musim ditinggalkan oleh petaninya, jadi lahan itu tertinggal lagi. Maka itu, kami berharap di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, kita akan mempersiapkan dengan lebih matang, dan juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi," tambahnya. Simak Video "Melihat Kampung Narkoba Ala Markas Kartel Kolombia" [==] (eds/eds) Sumber
  5. Outlet BNI tetap buka saat Lebaran termasuk menerima OPBS Pertamina ==  JAKARTA -- Bank BNI tetap menyediakan layanan penerimaan Online Payment Banking System (OPBS) Pertamina pada hari–hari libur Idul Fitri 1441 H, yaitu pada tanggal 21, 22, 23, dan 25 Mei 2020. Untuk layanan ini, BNI membuka operasionalnya mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat di 23 outlet. Informasi outlet dapat diperoleh pada situs resmi BNI. Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan, selama masa libur tanggal 21, 22, 23, dan 25, seluruh outlet BNI libur, kecuali di 23 outlet. "Namun, khusus pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, tanggal 24 Mei 2020, seluruh outlet kami tutup. Mulai tanggal 26 Mei 2020, operasional berjalan seperti biasa,” ujar Susi dalam konferensi pers virtual BNI, Rabu (13/5). Susi menuturkan, layanan perbankan tetap dapat diberikan melalui channel-channel elektronik BNI setiap harinya, baik ATM, internet banking, SMS banking, mobile banking, Agen46, maupun Call Center BNI pada nomor 1500046, 7 x 24 jam. BNI juga mengoptimalkan Layanan Digital dalam pembukaan rekening atau BNI Sonic di 126 lokasi. Sebanyak 18.669 ATM atau CRM BNI juga siap digunakan untuk transaksi dan tersebar di lokasi strategis. Nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas transfer online hingga Rp 400 juta melalui BNI Mobile Banking. Khusus untuk korporasi, fasilitas BNI Direct juga sangat ampuh melayani Cash Manajemen Perusahaan. Begitu juga bagi para pencari kerja, BNI eForm sudah siap dipakai sebagai bagian dari persyaratan dalam mendapatkan Kartu Prakerja "Kami sarankan nasabah mengaktifkan seluruh channel-channel elektronik tersebut dengan mendatangi outlet BNI terdekat. Dengan demikian seluruh channel layanan yang BNI miliki sudah dapat dinikmati setiap saat dan lebih maksimal,” jelas Susi. Selama bulan suci Ramadan, Jam Pelayanan di outlet disesuaikan menjadi mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 waktu setempat. Pada bulan-bulan selain Ramadan, jam pelayanannya adalah mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat. Ini merupakan waktu pelayanan yang diterapkan selama wabah Covid - 19 masih melanda. Untuk memaksimalkan Pelayanan sebelum dan setelah Lebaran, BNI menambah jumlah outlet pada tiga hari sebelum dan sesudah Lebaran. Selama masa pandemi Covid - 19 ini, BNI pun memberlakukan protokol khusus yaitu Pertama, Memberlakukan buka tutup outlet. Kedua, Pengaturan physical distancing di Banking Hall dan ATM. Ketiga, Pembersihan area kerja dan premisis sebelum dan sesudah jam kerja. Keempat, Penyiapan hand sanitizer, masker, thermal gun, dan sarung tangan. Kelima, menjalankan protokol pemantauan kesehatan pegawai. Keenam, memberlakukan work from home. Ketujuh, Melarang pegawai bepergian ke luar kota dan luar negeri. Kedelapan, pegawai tidak menggunakan alat transportasi massal untuk bekerja. Kesembilan, Mendorong pemanfaatan digital channel. Sumber
  6. Jakarta - Berbeda dengan tahun sebelumnya, bulan Ramadhan kali ini terasa cukup berjarak. Dengan adanya situasi pandemi, kunjungan silaturahmi juga berkurang. Oleh karena itu, sekarang banyak masyarakat yang beralih ke media digital untuk mempererat hubungan tanpa harus berada di dekat keluarga atau sahabat. Ada beberapa aplikasi mobile untuk mendukung silaturahmi dan kekompakan. Berikut daftarnya dilansir berbagai sumber. 1. WhatsApp Aplikasi ini dapat digunakan untuk chat, telepon, maupun video call. Selain itu fitur Group di dalam WhatsApp juga mempermudah pengguna untuk memasukkan lingkaran teman atau keluarga agar bisa berdiskusi dari jarak jauh. 2. Zoom Aplikasi video conference Zoom mempermudah pengguna untuk melihat lawan bicara dari jarak jauh. Jumlah pengguna yang bisa melakukan meeting bersamaan pun bisa mencapai 100 orang dengan aplikasi ini. Fitur screen sharing juga dapat digunakan ketika ingin mengajari teman dari jarak jauh. 3. Facebook Facebook menjadi salah satu aplikasi yang dapat digunakan dengan mudah oleh semua kalangan. Fitur membagikan foto hingga chat messenger, akan mempermudah pengguna untuk membagikan momen di rumah aja selama bulan Ramadhan kepada keluarga dan teman yang tinggal jauh. 4. Instagram Instagram lebih cocok untuk membagikan momen melalui foto. Namun silaturahmi juga bisa dilakukan dengan Live IG Story ataupun sekadar memberikan komentar pada foto yang dibagikan. Nah, semua aplikasi tersebut dapat berjalan dengan baik dengan internet yang lancar. Tapi kamu tak perlu khawatir kok! Dengan program "Kompak Walau Berjarak" dari Axis, kamu bisa menikmati paket internet lancar dengan harga yang terjangkau. Untuk melancarkan silaturahmi dan tetap kompak walau berjarak bersama teman serta keluarga, kamu bisa memanfaatkan Paket Sahur & Bedug spesial Ramadhan yang dapat digunakan pada saat sahur (00.00 - 06.00) serta bedug (17.00 - 20.00) dengan penawaran 2GB/7 hari seharga Rp 5.000. Axis juga menawarkan Paket Warnet dengan mekanisme penggunaan per jam dengan harga paling murah dari Rp 490 untuk 1GB/jam. Lewat campaign Kompak Walau Berjarak ini, Axis pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia di manapun mereka berada agar tetap bersatu meskipun terpisahkan oleh social/physical distancing dengan tetap Kompak Walau Berjarak. (prf/fay) Sumber
  7. Jakarta - Berita terpopuler detikFinance Rabu (13/5/2020) Iuran BPJS Kesehatan kembali naik. Sebelumnya, Mahkamah Agung sudah membatalkan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan lewat Perpres nomor 64 Tahun 2020. Dalam Perpres tersebut, iuran kelas I dan II langsung naik, sedangkan untuk kelas III baru naik pada 2021. Berikut ini rincian kenaikan iuran BPJS Kesehatan: Iuran Kelas III Tahun 2020 sebesar Rp 25.500, Tahun 2021 dan tahun berikutnya menjadi Rp 35 ribu Iuran Kelas II yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama peserta. Iuran Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama peserta. Masalahnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini terjadi di tengah anjloknya daya beli gara-gara hantaman wabah Corona. Selain itu, berita yang juga terpopuler di detikFinance adalah ekonom Faisal Basri mengkritik undang-undang (UU) mineral dan batu bara (minerba) yang baru saja disahkan DPR. Dalam kritiknya, Faisal menyinggung nama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan pengusaha Aburizal Bakrie. Pengin tahu informasi selengkapnya? Baca 5 berita detikFinance terpopuler berikut ini. (hns/dna) Sebelumnya Buruh Janji Nggak Demo, Faisal Basri Kritik Penanganan Corona 1 / 6 Selanjutnya Kok Iuran BPJS Kesehatan Naik Saat Daya Beli Turun? Sumber
  8. Jakarta - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) memaparkan sejumlah penyebab petani sawit sulit mendapatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). ISPO sendiri merupakan sertifikat yang wajib dimiliki pihak pengelola perkebunan sawit termasuk petani sawit sebagai verifikasi bahwa pengelola sudah terdaftar dan diakui negara. Sebagaimana diketahui, pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang diundangkan pada tanggal 16 Maret 2020. Adanya penyelenggaraan sistem sertifikasi ISPO ini ditujukan untuk memastikan dan meningkatkan pengelolaan serta pengembangan perkebunan kelapa sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO, meningkatkan keberterimaan dan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit Indonesia di pasar nasional dan internasional, juga meningkatkan upaya percepatan penurunan emisi gas rumah kaca. Namun, sejak diterbitkan banyak petani sawit yang justru kesulitan mengurus sertifikasi tersebut. Kendala utamanya ialah banyak kebun sawit yang secara administrasi masih dalam kawasan hutan dan masih banyak yang belum memiliki sertifikat kepemilikan. "Jadi dari hasil penelitian kita, ternyata petani sawit itu 62% berada di HPT (Hutan Produksi Terbatas) dan hanya 1% dalam hutan lindung. Ini yang kita lakukan di 3 kabupaten di provinsi Riau berdasarkan RTRW Riau. Jadi ada yang aneh, sebelum RTRW Riau ada, APL (areal penggunaan lain) itu petani berada 44%, tetapi setelah RTRW Riau ada petani itu hanya tinggal 6,9% yang berada pada APL, kok bisa berkurang, setelah kita cari tau ternyata banyak yang dulunya putih tetapi setelah RTRW yang baru, karena petani tidak punya kemampuan untuk akses maka dia kembalikan ke hutan. Ini menjadi persoalan serius bagi kami petani sawit di Riau. Nah inilah permasalah kenapa petani itu tidak bisa ber-ISPO," terang Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung dalam telekonferensi, Rabu (13/5/2020). Selanjutnya, masalah pendanaan. Menurut Gulat, untuk melakukan pra-kondisi atau mempersiapkan berbagai hal seperti persyaratan untuk sertifikasi ISPO, dibutuhkan bantuan dana. Untuk masalah satu ini, Gulat berharap pemerintah bisa memberikan sertifikat secara cuma-cuma saja seperti yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo kepada petani di sektor lain. "Pemerintah sudah memberikan sertifikat gratis yang dibagikan pak Presiden secara masif di mana-mana. Tetapi perlu diketahui, bahwa petani sawit itu masih belum tersentuh yang dibagikan itu hanyalah pada level perumahan, pekarangan dan sejenisnya. Kami dari Apkasindo telah berusaha menggandeng BPN di provinsi Riau dan terakhir kami mengundang BPN pusat, tetapi semuanya hanya hit and run, artinya tidak berkeujungan. Nah, kalau kita lihat, kenapa ISPO jadi kendalanya petani. Karena kami tidak mempunyai legalitas hak milik dan lain sebagainya," tambahnya. Tak hanya itu, masih ada petani yang tidak tergolong dalam koperasi atau kelompok tani. Padahal, salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat ISPO pun harus lembaga atau koperasi yang berbadan hukum. "Petani terbagi dua ada petani plasma satu lagi petani independen. Nah, petani plasma ini sekitar 14%, yang dominan adalah 86% petani kelapa sawit yang mandiri," ungkapnya. Simak Video "Jokowi Curiga Ada Permainan Harga Bawang Merah dan Gula Pasir!" [==] (dna/dna) Sumber
  9. Jakarta - Omnibus law diyakini bisa memperbaiki ekosistem bisnis kelapa sawit terutama masalah lahan. Beleid ini dapat mempermudah administrasi, serta rezim hukum untuk berbisnis hingga isu tumpang-tindih regulasi di bisnis kelapa sawit bisa diatasi dengan kemudahan aturan tersebut. Sehingga aturan yang selama ini bertele-tele bisa segera diatasi. "Omnibus law atau UU Sapu Jagat itu mau mem-by pass semua itu, merangkumnya menjadi satu kesatuan (regulasi) yang solid," ujar Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra dalam telekonferensi bertajuk Omnibus Law dan Terobosan Kebijakan Pertanahan di Sektor Sawit, Rabu (13/5/2020) Menurut Surya, yang melatarbelakangi pemerintah menciptakan omnibus law ini salah satunya ialah karena selama ini permasalahan lahan di sektor sawit seperti tak ada ujungnya. Data lahan di sektor ini dianggap tak pernah bisa dipantau secara baik. Sehingga dibutuhkan kebijakan yang solid dan tegas untuk mengatur ini. "Saya cek ke beberapa teman peneliti dan pengusaha, data khususnya peta (lahan) kerap terjadi overlapping, atau peta batasnya yang jelas mana yang memang bisa untuk usaha mana yang tidak mana. Itu jadi krusial. Nah bagaimana soal data ini dijawab di RUU Cipta Kerja. Itu juga perlu kita perdalam nanti kemudian juga soal pengetahuan. Baik dari pelaku usaha maupun petani. Karena sejak ada moratorium, perusahaan sawit tidak bisa memperluas lahan. Tapi kan petani tidak bisa kita bendung terus terjadi pembukaan lahan-lahan baru untuk sawit," tuturnya. Menurutnya bila hal perluasan lahan ilegal ini dibiarkan akan menjadi masalah ketidakpastian terhadap bisnis sawit itu sendiri. "Ini di satu sisi bisa dimaklumi barangkali walaupun ini tidak sesuai dengan kebijakan presiden misalnya untuk moratorium tetapi yang jelas dia menimbulkan konsekuensi baru yaitu ketidakpastian lagi yang baru. Begitu datanya clear kemudian berubah lagi, karena terjadi pembukaan lahan, atau pergeseran dan seterusnya," sambungnya. Di sisi lain, produk sawit sendiri memang menjadi prioritas Presiden RI Joko Widodo dalam kaitannya untuk dimanfaatkan sebagai energy security kita di masa mendatang. "Di sisi lain, sawit ini sudah menjadi target dan menjadi program prioritas bagi pemerintah. Terakhir bahkan presiden menyebutkan soal kaitan sawit dengan energy security kita, keamanan energi kita," imbuhnya. Meski sudah banyak perusahaan yang merumuskan upaya pemanfaatan sawit sebagai energy security, namun skalanya masih dalam skala kecil sehingga kebermanfaatannya belum bisa dipakai secara lebih luas. Sehingga dibutuhkan omnibus law untuk merancang ini bersama menjadi sebuah master plan untuk kebermanfaatan yang lebih luas. "Barangkali sudah ada strategi-strategi yang secara mikro sudah dilakukan perusahaan, oleh serikat petani, oleh pemda dan sebagian dari kementerian-kementerian yang ada yang terlibat. Tetapi kita butuh barangkali juga master plan yang besar, jadi bagaimana utilisasi tanah untuk sawit ini benar-benar efektif," tutupnya. Simak Video "Di Omnibus Law Jokowi Bisa Ubah UU Pakai PP, DPR: Mungkin Salah Ketik" [==] (eds/eds) Sumber
  10. IPO merupakan strategi Bank Sumut untuk meningkatkan modal dasar. == MEDAN -- Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) memutuskan untuk menunda penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Awalnya IPO ditargetkan pada 2021 mundur menjadi 2022. "Pandemi Covid-19 mengganggu kinerja bank. Jadi, Bank Sumut memutuskan penundaan IPO menjadi ke tahun 2022," ujar Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo di Medan, Sumut,Rabu (13/5). Namun, meski ada penundaan, katanya, segala tahapan IPO terus dijalankan Bank Sumut mulai pembenahan internal dan belajar dari BPD lain yang sudah lebih dulu melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni Bank Jabar (BJB). Budi menyebutkan pembenahan internal antara lain untuk sumber daya manusia, teknologi hingga cara mempromosikan bank. "Bank Sumut serius untuk IPO dengan harapan antara lain meningkatkan akses permodalan, untuk meningkatkan brand image serta meningkatkan pengelolaan good corporate governance. Pelepasan sebagian saham ke publik merupakan strategi Bank Sumut untuk meningkatkan modal dasar dari Rp 2 triliun menjadi Rp 5 triliun. sumber : Antara Sumber
  11. Jakarta - Keputusan pemerintah soal mudik masih membuat banyak pihak bertanya-tanya, apalagi pemerintah mengaku terbitnya berbagai surat edaran (SE) terkait operasional transportasi umum membuat kebingungan di tengah masyarakat. Pelaku usaha transportasi menilai pelaksanaan kebijakan pengecualian pembatasan perjalanan orang dengan menggunakan semua moda transportasi sangat berisiko menularkan COVID-19. Dengan tingginya risiko yang dihadapi operator transportasi, butuh penyaringan penumpang yang ketat. Pemerintah juga diminta memberi ketegasan dalam menunjuk otoritas yang bertugas melakukan penyaringan. Kalau terlalu banyak pihak yang terlibat, dikhawatirkan pengawasan malah jadi tak jelas. Menurut Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, kebijakan penyaringan itu sebaiknya diserahkan kepada Gugus Tugas. "Kebijakan Pengecualian pembatasan perjalanan orang dengan menggunakan semua moda transportasi sebaiknya diterapkan pada satu garis komando. Kalau aturan menyatakan bahwa Satuan Gugus Tugas yang harus menangani itu, kita serahkan saja kepada Satuan Gugus Tugas. Tidak boleh abu-abu, harus jelas," kata dia di Jakarta, Rabu (13/5/2020). Carmelita bilang implementasi kebijakan tersebut melibatkan berbagai kementerian/lembaga (K/L) baik pusat maupun daerah. Sehingga diperlukan kekompakan dalam penanganan COVID-19, baik dalam pelaksanaan dan pengawasannya agar tidak menimbulkan kebingungan pada petugas di lapangan dan terutama keresahan pada masyarakat pengguna jasa transportasi. "Mestinya para menteri dan pejabat tinggi lainnya bergerak berdasarkan satu komando dan menanggalkan kepentingan ego sektoral terutama dalam mengimplementasikan perintah Bapak Presiden," ujarnya. Sementara Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan, pengecualian aturan mudik berisiko besar pada penularan Corona antar penumpang. "Jelas, dengan dibukanya penumpang tertentu untuk dilayani akan memberikan revenue bagi operator. Tetapi, ini berisiko bagi semua karena sangat bergantung pada proses seleksi dan kelengkapan dokumen penumpang," kata Andre. Untuk itu, dibutuhkan ketegasan dalam hal pengawasan seleksi penumpang. Apalagi, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan SE sebagai petunjuk teknis Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Sedangkan menurut Ketua DPP INACA Denon Prawiraatmadja, kebijakan tersebut sesuai harapan pelaku usaha di sektor penerbangan. Meski demikian penumpangnya harus diawasi dengan ketat. Denon memahami untuk mengurangi penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerbitkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, Surat Edaran (SE) Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, dan Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara Nomor 32 Tahun 2020. "INACA merespons positif dibukanya kegiatan transportasi. Sebab transportasi udara tidak boleh berhenti untuk kepentingan logistik dan komunikasi. Jadi, kebijakan ini sudah tepat," kata Denon. Simak Video "Cegah Pemudik Bandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat" [==] (dna/dna) Sumber
  12. Jakarta - Peserta BPJS Kesehatan merasa jadi korban bercanda alias 'prank' Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, awalnya iuran BPJS Kesehatan dinaikkan olehnya, lalu dibatalkan Mahkamah Agung (MA), sekarang dinaikkan lagi oleh Jokowi. Banyak netizen protes dan merasa emosi dengan kenaikan iuran tersebut. Bahkan ada juga yang masih belum percaya dengan keputusan pemerintah yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah krisis pandemi COVID-19. Keluhan semacam itu terlihat di kolom komentar salah satu artikel berita detikcom yang berjudul 'Akui Daya Beli Masyarakat Turun Kok Malah Naikkan BPJS, Pak Jokowi?'. Di sana mayoritas pembaca mengeluhkan hal serupa. "Pliss beneran kan ini cuman Prank ?," kata salah satu pembaca detikcom, Rabu (13/5/2020). Ada juga yang merasa kecewa dengan Jokowi karena tega menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi krisis virus Corona (COVID-19). "Anda telah melukai jutaan hati rakyat indonesia pak de ....," ucapnya. Bahkan ada yang mengibaratkan pemerintah sedang naik roller coaster, sehingga dalam membuat kebijakan naik-turun. "Apa pemerintah sedang bermain rolercoaster ya . . . . up and down ... up and down kebijakannya," herannya. "Tdk punya empati, udh dibatalin MK yg membuat rakyat bs bernafas sedikit. Ini dicekik lagi," timpalnya. Nah bagaimana menurut detikers sendiri? Apakah iuran BPJS Kesehatan yang naik turun ini memberatkan? Sampaikan opini di kolom komentar. Simak Video " BPJS Kesehatan Care Center, Siap Melayani Masyarakat 24 jam " [==] (fdl/fdl) Sumber
  13. Jakarta - Kebijakan pengecualian boleh ke luar kota untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) alias pegawai negeri sipil (PNS) dalam rangka perjalanan dinas dinilai perlu diawasi. Hal itu kemungkinan adanya penyalahgunaan surat tugas untuk mudik. Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai bisa saja surat tugas disalahgunakan oleh PNS untuk mudik jika tak diawasi oleh atasan. Jika itu benar terjadi, maka atasannya juga perlu ikut ditindak. "Keahlian ASN kan memang mengakali. Sudah pasti digitukan kalau atasannya tidak mengawasi. Kalau tidak atasannya harus ikut ditindak," kata Agus kepada detikcom, Rabu (13/5/2020). Agus pun heran mengapa ada kebijakan tersebut. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya memutuskan bahwa PNS dilarang bepergian ke luar daerah. "Menpan-RB nya nggak jelas. Orang Presiden sudah nggak boleh ASN mudik, ya nggak boleh. Kenapa bikin pengecualian-pengecualian lagi? Kalau nggak boleh, ya nggak boleh. Kalau dibikin pengecualian kan sudah pasti begitu," ucapnya. Kebijakan PNS boleh ke luar kota tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. 55/2020 tentang Perubahan atas SE Menteri PANRB No. 46/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19. Padahal sebelumnya pemerintah melarang PNS melakukan perjalanan ke luar daerah melalui SE Menteri PANRB No. 46/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19. Simak Video "Ini 12 Kategori PNS yang Nggak Dapat THR" [==] (fdl/fdl) Sumber
  14. Follow detikFinance Rabu, 13 Mei 2020 19:14 WIB Foto Bisnis Getty Images - detikFinance Inggris - Pandemi Corona berdampak pada harga perumahan mewah yang semakin tidak menentu. Di Inggris sektor ini terus menurun. Foto 1 dari 5 Tukang kebun merawat tanaman di pemukiman mewah di distrik Battersea, London (12/5/2020). Harga rumah mewah mengalami dampak signifikan akibat pandemi Corona yang terus memperlambat pertumbuhan ekonomi. Baca Juga detikNews Update Global: Kasus Terinfeksi Corona Masih Terus Meningkat detikNews Iran Membuka Masjid Khusus di Malam Lailatul Qadr detikHealth Imam Tarawih Positif Corona dan Masalah Kesadaran di Masyarakat detikNews Perkuat Daya Beli, Jokowi Harap Bansos Jangkau 55% Penduduk detikNews Lika-liku Tukang Cukur Ber-APD Mengais Rezeki di Tengah Wabah Corona detikNews Ojol-Pemulung di Bandung Antre Beli Paket Makanan Seharga Rp 3 Ribu detikNews Sekolah di Wuhan Kembali Dibuka Sepakbola Foto: Aksi Pemain Real Madrid Merumput Lagi Sumber
  15. Program bank jangkar akan cukup berisiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. == JAKARTA -- Krisis ekonomi yang terjadi saat ini dinilai berpotensi melebar ke krisis perbankan apabila pandemi Covid-19 tidak bisa ditangani dengan baik. Menurut Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, tanda-tanda krisis perbankan bahkan sudah mulai terlihat. Krisis perbankan ini salah satunya ditandai dengan terganggunya aktivitas bisnis. Sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, aktivitas bisnis dari berbagai sektor mulai melambat. "Sekarang bisnis mulai berhenti. Kalau bisnis berhenti mereka tidak bisa bayar pinjaman sehingga bank akan bermasalah," kata Hans dalam diskusi virtual bertajuk Investasi Saham di Saat Pandemi Covid-19, Rabu (13/5). Di Indonesia, menurut Hans, ekonomi dipompa oleh perbankan yang kuat. Sehingga apabila perbankan berhenti, perekonomian Indonesia bis tumbang dan menjalar menjadi krisis sosial. Di sisi lain, bank jangkar yang dicanangkan pemerintah sebagai penyangga likuiditas di industri perbankan akan sangat memberatkan bagi pelaksana bank jangkar. Menurut Hans, program bank jangkar akan cukup berisiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Hans melihat, program bank jangkar ini sekaligus menjadi sentimen negatif bagi saham-saham perbankan. "Kalau bank kecilnya collapse, kredit macetnya kan ada di bank jangkar, untuk itu pelaksanaannya harus hati-hati," kata Hans. Sumber
  16. Tertekannya sektor pariwisata turut menekan pertumbuhan konsumsi pada kuartal I 2020. == JAKARTA -- Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan stimulus untuk pariwisata pada Kuartal III-2020. Stimulus tersebut akan diberikan jika telah terjadi pergerakan ekonomi. “Kuartal III sudah nggak sabar untuk jalan-jalan karena sudah bosan di rumah, maka akan kami siapkan stimulus untuk pariwisata, restoran, transportasi. Mudah-mudahan lebih banyak di Kuartal IV-2020,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (13/5). Febrio mengatakan, stimulus tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memperluas konsumsi untuk kelas menengah ke atas yaitu terdiri atas diskon tiket pesawat ke destinasi wisata serta insentif pajak hotel atau restoran. “Itu dilakukan untuk mendorong konsumsi karena tahun ini jelas di Kuartal I-2020 saja sudah tertekan cukup dalam konsumsinya,” ujar Febrio. Febrio menuturkan tertekannya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 turut mengakibatkan pertumbuhan konsumsi pada Kuartal I-2020 hanya mampu mencapai 2,8 persen dan diperkirakan akan semakin turun pada Kuartal II-2020. “Ekonomi terberat di Kuartal II yaitu pariwisata berhenti, perdagangan turun tajam, dan manufaktur terganggu jadi kita harus siap-siap. Stimulus konsumsi kita harapkan mulai terjadi untuk kelas menengah yaitu pariwisata, restoran, dan transportasi,” jelasnya. Ia menyatakan, stimulus untuk pariwisata diharapkan dapat meningkatkan konsumsi lapisan masyarakat pada desil empat dan lima sebab untuk desil satu hingga tiga telah diupayakan pemerintah melalui bantuan sosial (bansos). “Jadi bukan lagi di desil satu, dua, dan tiga karena sudah cukup banyak dialokasikan ke sana totalnya Rp 65 triliun. Ini sedang dipikirkan bagaimana melakukan perluasan stimulus konsumsi ke kelas menengah,” katanya. Febrio melanjutkan, rencana pemerintah untuk memberikan stimulus pariwisata juga merupakan upaya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak tertekan lebih dalam dari 2,97 persen pada Kuartal I-2020. “Harapannya untuk perekonomian kita tertekan pasti tertekan tapi bagaimana cara supaya tekanan itu bisa diredam semaksimal mungkin,” katanya. sumber : Antara Sumber
  17. Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk Kelas I dan II. Sedangkan untuk kelas III baru akan naik tahun 2021. Kenaikan besaran iuran mulai berlaku 1 Juli 2020. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kebijakan ini mendapat kritikan karena diputuskan saat pandemi krisis virus Corona (COVID-19). Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi COVID-19 tidak tepat waktu. "Intinya kebijakan ini tidak tepat waktu, nggak pas, harusnya tidak dilakukan saat kondisi-kondisi seperti ini," kata Piter kepada detikcom, Rabu (13/5/2020). Piter menilai kebijakan pemerintah menjadi tidak jelas. Di satu sisi menyebut ingin membantu masyarakat, tetapi di sisi lain malah menambah beban masyarakat dengan menaiki iuran BPJS Kesehatan tersebut. "Kebijakannya menjadi nggak jelas arahnya, mau membantu atau apa. Satu sisi usaha untuk memberikan bantuan sosial, mengurangi tekanan pada masa-masa wabah COVID-19, tapi di sisi lain menaikkan iuran BPJS," ucapnya. Berikut jumlah besaran iuran setelah dinaikkan: Kelas I dari Rp 80.000 jadi Rp 150.000 Kelas II dari Rp 51.000 jadi Rp 100.000 Kelas III dari Rp 25.500 jadi Rp 35.000, baru akan berlaku 2021. Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah" [==] (fdl/fdl) Sumber
  18. Pemerintah tetap memberikan subsidi iuran BPJS untuk masyarakat tak mampu. == JAKARTA – Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebutkan, penyesuaian tarif BPJS kesehatan yang baru dilakukan tidak akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini. Termasuk di tengah pembatasan aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19. Askolani mengatakan, pemerintah tetap akan memberikan subsidi terhadap kelompok masyarakat yang dianggap paling membutuhkan, yakni kelas tiga peserta mandiri. "Untuk kelas III yang jumlahnya paling besar, masih diberikan subsidi tarifnya oleh pemerintah tahun ini," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (13/5). Pemerintah memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan iuran berlaku pada 1 Juli 2020. Tapi, untuk peserta kelas tiga, tetap membayar tarif sesuai dengan besaran sebelum Perpres 64/2020 berlaku, yakni Rp 25.500. Sebab, mereka mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar Rp 16.500. Pada Januari 2021, mereka akan membayar tarif baru, yakni Rp 35 ribu. Askolani menambahkan, pemerintah juga sudah memberikan beberapa bentuk bantuan sosial (bansos) maupun stimulus kepada UMKM untuk menahan laju perlambatan pertumbuhan konsumsi masyarakat. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi ‘bantalan’ pada kuartal ketiga dan keempat. "Dengan langkah-langkah penanganan kesehatan dan social safety net, serta dukungan pada dunia usaha dan UMKM, dapat memacu ekonomi kembali meningkat di triwulan tiga dan empat," kata Askolani. Sebagai informasi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama 2020 mengalami perlambatan signifikan menjadi 2,84 persen. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, pertumbuhannya dapat mencapai 5,07 persen. Sumber
  19. Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menolak usulan Badan Anggaran DPR yakni mencetak Rp 400-600 triliun yang diyakini dapat mengatasi masa krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Namun, usulan itu kembali disuarakan oleh anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun dari fraksi Golkar dalam sebuah diskusi panas bersama Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dikutip dari tulisan Dahlan di laman disway.id, Misbakhun mengungkapkan alasan fraksi Golkar yang sudah bulat terkait usulan cetak uang ke BI. Menurut Misbakhun, partainya itu punya kepedulian besar agar ekonomi Indonesia kembali pulih akibat gempuran virus Corona (COVID-19). "Golkar sangat peduli bagaimana membangun kembali ekonomi yang hancur ini. Coba, siapa yang tidak setuju cetak uang ini. Tanya mereka, lantas apa jalan keluarnya?. Nggak ada kan? Hanya utang kan. Golkar harus cari jalan keluar," ungkap Misbakhun seperti yang dikutip detikcom, Selasa (12/5/2020). Menurut Misbakhun, partainya itu sudah bertekad untuk tetap meneruskan usulan pencetakan uang. Ia pun yakin usulan dari Golkar ini punya posisi yang kuat. "Kuat sekali. Apalagi posisi Golkar di pemerintahan sangat kuat. Ketua Umum Golkar, Ir. Airlangga Hartarto kan menjadi Menko Perekonomian," kata Misbakhun. Namun, menurut keterangan Dahlan, Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir yang juga hadir dalam diskusi itu mengingatkan skenario bisnis dibalik usulan cetak uang tersebut. "Sutrisno Bachir kelihatannya cocok dengan ide cetak uang itu. Mungkin karena ia juga pengusaha sukses. Hanya ia mengingatkan jangan-jangan ada skenario bisnis di balik cetak uang itu," tulis Dahlan. Bahkan, Sutrisno menyinggung soal program Kartu Pra Kerja yang dinilainya juga sangat diperjuangkan Golkar agar terlaksana. "Motornya semua ini kan Golkar. Kita semua tahu bagaimana Golkar. Coba yang di balik Kartu Prakerja itu siapa?" ujar Sutrisno. Dalam kesempatan yang sama, pakar ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Dr. Didik J. Rachbini terus mengingatkan Misbakhun terkait risiko inflasi tinggi yang menghantui usulan cetak uang. Ia mengingatkan sejarah Indonesia yang sudah pernah merasakan pahitnya krisis ekonomi akibar inflasi tinggi pada tahun 1950. "Itu pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara dari Partai Masyumi. Inflasi langsung naik 1000%," tutur Didik. Didik pun terus meminta agar usulan ini kembali dipikirkan secara matang. "Saya tidak mengatakan teori yang disampaikan Pak Misbakhun itu salah. Di sini tidak ada salah atau benar.Yang ada adalah risiko-risiko. Mana yang buruk dan mana yang lebih buruk," imbuh Didik. "Pada akhirnya politik yang akan menang. Bukan teknokrat," sambung Didik. Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo" [==] (dna/dna) Sumber
  20. Jakarta - Perum Bulog telah merealisasi impor gula kristal putih (GKP) sebanyak 22.000 ton yang berasal dari India. Menurut Direktur Komersial Bulog Mansur, gula tersebut sudah masuk sejak Kamis (7/5) Mei lalu. "Jumlahnya 22.000 ton. Mulainya itu hari Kamis (7/5), itu masuk ke gudang, baru dikirim ke mana-mana," kata Mansur kepada detikcom, Rabu (13/5/2020). Bulog sendiri mendapatkan penugasan impor GKP dari pemerintah sebanyak 50.000 ton. Perusahaan pelat merah itu memastikan sisa kuota impornya langsung ke Surabaya, Jawa Timur pada pekan depan. Sehingga, keseluruhan kuota impornya dapat dipenuhi sebelum bulan Mei ini berakhir. Mansur mengungkapkan, pihaknya langsung menyebarkan gula impor tersebut ke seluruh Rumah Pangan Kita (RPK) atau agen yang bekerja sama dengan Bulog yang lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, juga kepada distributor lainnya. "Bulog menjual ke distributor juga kita kan ada melalui jaringan di RPK," imbuh dia. Adapun harga yang dijual oleh Bulog kepada RPK dam distributor sebesar Rp 11.900/kg. Dengan harga itu, pihaknya memastikan masyarakat bisa membeli gula ke RPK dan juga distributor dengan harga acuan penjualan di konsumen Rp 12.500/kg. Pasalnya, setiap RPK dan distributor yang membeli gula dari Bulog sudah menuliskan pernyataan akan menjual sesuai harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET) tersebut. "Kita jual Rp 11.900/kg. Jualnya ke seluruh Indonesia. Jadi kita menjaga HET. Setiap pembelian di Bulog siapa pun yang membeli baik RPK, maupun distributor ada pernyataan menjual sesuai dengan HET. Kalau ada yang menjual di atas HET kita dapat, langsung kita cabut," pungkasnya. Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula" [==] (dna/dna) Sumber
  21. Jakarta - Perum Bulog telah merealisasi impor gula kristal putih (GKP) sebanyak 22.000 ton yang berasal dari India. Menurut Direktur Komersial Bulog Mansur, gula tersebut sudah masuk sejak Kamis (7/5) Mei lalu. "Jumlahnya 22.000 ton. Mulainya itu hari Kamis (7/5), itu masuk ke gudang, baru dikirim ke mana-mana," kata Mansur kepada detikcom, Rabu (13/5/2020). Bulog sendiri mendapatkan penugasan impor GKP dari pemerintah sebanyak 50.000 ton. Perusahaan pelat merah itu memastikan sisa kuota impornya langsung ke Surabaya, Jawa Timur pada pekan depan. Sehingga, keseluruhan kuota impornya dapat dipenuhi sebelum bulan Mei ini berakhir. Mansur mengungkapkan, pihaknya langsung menyebarkan gula impor tersebut ke seluruh Rumah Pangan Kita (RPK) atau agen yang bekerja sama dengan Bulog yang lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, juga kepada distributor lainnya. "Bulog menjual ke distributor juga kita kan ada melalui jaringan di RPK," imbuh dia. Adapun harga yang dijual oleh Bulog kepada RPK dam distributor sebesar Rp 11.900/kg. Dengan harga itu, pihaknya memastikan masyarakat bisa membeli gula ke RPK dan juga distributor dengan harga acuan penjualan di konsumen Rp 12.500/kg. Pasalnya, setiap RPK dan distributor yang membeli gula dari Bulog sudah menuliskan pernyataan akan menjual sesuai harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET) tersebut. "Kita jual Rp 11.900/kg. Jualnya ke seluruh Indonesia. Jadi kita menjaga HET. Setiap pembelian di Bulog siapa pun yang membeli baik RPK, maupun distributor ada pernyataan menjual sesuai dengan HET. Kalau ada yang menjual di atas HET kita dapat, langsung kita cabut," pungkasnya. Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula" [==] (dna/dna) Sumber
  22. Jakarta - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dilonggarkan. Relaksasi itu hanya akan diberikan untuk wilayah yang penambahan kasus positifnya sudah melandai. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, dalam proyeksi yang dibuat oleh Bappenas dan UI, beberapa daerah sudah menunjukkan kelandaian dari penambahan kasus positif, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah dan beberapa wilayah. "Proyeksi UI dan Bappenas untuk beberapa daerah utamanya Jakarta, Jateng sedang menunjukkan kelandaian. Tapi itu pun belum menjamin muncul generasi keduanya. Sementara di luar jawa pertambahan itu masih terlihat dan karena itu setiap daerah akan menghadapi situasi yang berbeda-beda," tuturnya saat membuka Rakorbangpus 2020 secara virtual, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Suharso mengungkapkan ada rencana dari pemerintah untuk memberikan relaksasi PSBB. Relaksasi itu akan diberikan kepada wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. "Ada gagasan relaksasi PSBB, dimulai dari daerah yang menunjukkan kasus sangat kecil penambahannya. Saat ini seperti Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng. Tetapi Jatim, Yogyakarta dan beberapa luar jawa justru menunjukkan sebaliknya," ucapnya. Relaksasi PSBB juga akan diberikan terhadap sektor usaha. Beberapa sektor akan diberikan relaksasi dari penerapan PSBB. Namun dia menegaskan meski diberikan relaksasi, penerapan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga tes COVID-19. Simak Video "Aneka Penindakan ke Mal dan Pertokoan di DKI yang Abaikan PSBB" [==] (das/eds) Sumber
  23. Jakarta - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dilonggarkan. Relaksasi itu hanya akan diberikan untuk wilayah yang penambahan kasus positifnya sudah melandai. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, dalam proyeksi yang dibuat oleh Bappenas dan UI, beberapa daerah sudah menunjukkan kelandaian dari penambahan kasus positif, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah dan beberapa wilayah. "Proyeksi UI dan Bappenas untuk beberapa daerah utamanya Jakarta, Jateng sedang menunjukkan kelandaian. Tapi itu pun belum menjamin muncul generasi keduanya. Sementara di luar jawa pertambahan itu masih terlihat dan karena itu setiap daerah akan menghadapi situasi yang berbeda-beda," tuturnya saat membuka Rakorbangpus 2020 secara virtual, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Suharso mengungkapkan ada rencana dari pemerintah untuk memberikan relaksasi PSBB. Relaksasi itu akan diberikan kepada wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. "Ada gagasan relaksasi PSBB, dimulai dari daerah yang menunjukkan kasus sangat kecil penambahannya. Saat ini seperti Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng. Tetapi Jatim, Yogyakarta dan beberapa luar jawa justru menunjukkan sebaliknya," ucapnya. Relaksasi PSBB juga akan diberikan terhadap sektor usaha. Beberapa sektor akan diberikan relaksasi dari penerapan PSBB. Namun dia menegaskan meski diberikan relaksasi, penerapan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga tes COVID-19. Simak Video "Aneka Penindakan ke Mal dan Pertokoan di DKI yang Abaikan PSBB" [==] (das/eds) Sumber
  24. Rasio alat likuid perbankan kini mencapai 16,9 persen. == JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai, kondisi likuiditas perbankan nasional saat ini masih cukup untuk mendukung program restrukturisasi UMKM. Secara agregat, Surat Berharga Negara (SBN) yang dipegang perbankan mencapai Rp 700 triliun dengan sebanyak Rp 400 triliun di antaranya bisa diajukan untuk repurchase agreement (REPO) ke Bank Indonesia (BI). Dengan kondisi tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menilai, belum terlihat ada masalah pelik di perbankan. Terutama untuk melakukan restrukturisasi kredit UMKM selama enam bulan. "Jadi, benar-benar tidak ada masalah likuiditas," katanya dalam teleconference dengan jurnalis, Rabu (13/5). Selain itu, Febrio menambahkan, rasio alat likuid perbankan kini mencapai 16,9 persen. Besaran tersebut dinilai memadai karena masih jauh di atas persentase ketentuan minimal rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yakni minimal enam persen. Febrio mengakui, kemungkinan akan ada sedikit perbankan yang terdampak likuiditasnya karena fasilitas restrukturisasi. Tapi, ia menyebutkan, persoalan tersebut kemungkinan besar muncul bukan murni karena restrukturisasi kredit UMKM, melainkan sudah ada sejak jauh-jauh hari. Oleh karena itu, pemerintah menyiapakan mekanisme penempatan dana di perbankan yang terdampak restrukturisasi dengan total anggaran Rp 35 triliun. Meski demikian, Febrio menilai, mekanisme ini kemungkinan hanya akan digunakan oleh sedikit perbankan. "Paling satu sampai dua bank yang butuh likuiditas untuk restrukturisasi," ujar mantan Kepala Kajian Makro LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut. Febrio menekankan, penempatan dana hanya ditujukan untuk bank yang sehat. Tujuannya, memberikan dukungan likudiitas kepada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit atau memberikan tambahan pembiayaan modal kerja. Penempatan dana akan dilakukan pemerintah kepada bank peserta. Dalam paparannya, Febrio menjelaskan, kriteria bank peserta adalah harus bank umum Indonesia yang berada dalam kondisi sehat dan termasuk dalam kategori 15 bank beraset terbesar. Selain itu, mereka ditetapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bank peserta berdasarkan informasi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Bank peserta ini bertugas menyediakan dana penyangga likuiditas bagi bank pelaksana yang memberikan restrukturisasi kredit kepada UMKM. Bank pelaksana bisa dalam bentuk bank umum konvensional maupun syariah. Sumber
  25. Jakarta - Pihak BPJS Kesehatan akhirnya buka suara terkait rencana iuran yang akan naik mulai 1 Juli 2020 untuk kelas I dan II, serta kelas III yang berlaku mulai 2021. Pihaknya menyebut Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur kenaikan iuran telah memenuhi aspirasi masyarakat. Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan kenaikan iuran tersebut untuk membantu peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri dan Bukan Pekerja kelas III. "Perpres yang baru ini juga telah memenuhi aspirasi masyarakat seperti yang disampaikan wakil-wakil rakyat di DPR RI, khususnya dari para Anggota Komisi IX, untuk memberikan bantuan iuran bagi peserta PBPU)/mandiri dan Bukan Pekerja kelas III," kata Anas lewat keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020). Kebijakan baru yang mengatur besaran iuran BPJS Kesehatan juga disebut merupakan komitmen pemerintah dalam menjalankan putusan Mahkamah Agung. "Pemerintah telah menerbitkan kebijakan baru yang mengatur besaran iuran JKN-KIS yang baru. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjalankan putusan Mahkamah Agung," ucapnya. Anas memastikan dengan begini pembayaran ke rumah sakit (RS) akan jauh lebih tertib. Ia pun menginfokan jika data pembayaran RS bisa diakses untuk umum di website BPJS Kesehatan. "Kondisinya sekarang jauh lebih baik untuk keuangan rumah sakit. Tentu sesuai dengan regulasi, artinya sistem akan disesuaikan. Kami sudah punya pengalaman untuk hal ini," ucapnya. Simak Video " BPJS Kesehatan Care Center, Siap Melayani Masyarakat 24 jam " [==] (fdl/fdl) Sumber
×
×
  • Create New...