bot
Moderators-
Jumlah Konten
129.997 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Follow detikFinance Minggu, 10 Mei 2020 18:49 WIB Foto Bisnis ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga - detikFinance Jakarta - Pandemi COVID-19 membuat segala macam usaha masyarakat mengalami kesulitan tak terkecuali pedagang parsel yang biasanya ramai saat jelang lebaran. Foto 1 dari 3 Pedagang menata parsel di Barito, Jakarta, Minggu (10/5/2020). Baca Juga detikNews Aksi Warga Malang Tutup Jalan dengan Ditembok Tak Berlangsung Lama detikTravel Garuda Sudah Terbang Lagi, Ini Daftar Rutenya detikNews Pemprov Jateng Siapkan Bantuan untuk 26 Ribu Warganya di Jabodetabek detikNews 6 Tewas di Aksi Demo Menuntut Bantuan Ekonomi di Afghanistan Sepakbola Gegara Corona, Egy Nyaris Ditangkap di Polandia detikNews JK Imbau Bayar Zakat Dipercepat Guna Atasi Krisis di Pandemi detikTravel Pasar Malam di Kanal Banjir Timur Tergilas Pandemi detikNews Potret Wanita di India Beri Makan Hewan Terlantar Saat Lockdown Sumber
-
Jakarta - Untuk menutupi kebutuhan anggaran yang membengkak dalam penanganan wabah COVID-19, Badan Anggaran DPR RI menyarankan Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 400-600 triliun. Lalu apa yang akan terjadi jika RI benar-benar cetak uang dalam kondisi saat ini? Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, pencetakan uang sama dengan menebar likuiditas. Jika penambahan likuiditas melebihi pengadaan barang makan akan mendorong inflasi lebih cepat. "Secara teoritis, jika pencetakan uang berujung peredaran uang yang lebih cepat dibandingkan pengadaan barang, bisa mendorong terhadap inflasi," terangnya saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Sebenarnya Indonesia pernah melakukan cetak uang pada periode 1957-1965. Saat itu Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk berbagai kebutuhan seperti pos prioritas politik yang digunakan untuk operasi keamanan, subsidi BUMN dan swasta. Dampaknya terjadi hiperinflasi. "Bahkan pada menilik pada sejarah Indonesia di medio tahun 1960-an kebijakan mencetak uang dan juga kondisi politik pada saat itu yang tidak stabil bermuara pada hiperinflasi, atau tingkat inflasi yang berada di atas 100%," ucapnya. Yusuf menjelaskan hiperinflasi merupakan laju inflasi yang sangat tinggi. Biasanya di kisaran 100% bahkan lebih. Itu artinya kenaikan harga barang rata-rata bisa mencapai 100% lebih. "Sebagai ilustrasi pada tahun 1966, terjadi kenaikan harga hingga 635%, dengan kenaikan ini, misal harga barang pokok Rp 100 rupiah kenaikan inflasi di atas meningkatkan harga hingga menjadi Rp 735," terangnya. Dia memberikan contoh sederhana lainnya, Zimbabwe pernah mencetak uang dan dampaknya terjadi hiperinflasi sebesar 7,9 miliar%. Hal itu menyebabkan harga sosis meningkat menjadi 30 juta dolar Zimbabwe dari sebelumnya hanya mencapai 379 dolar Zimbabwe. Meski begitu, kondisi ekonomi RI saat itu dengan sekarang ini tentu berbeda. Bisa saja pencetakan uang dengan level tertentu tidak memberikan dampak besar terhadap inflasi. "Beberapa penelitian justru menunjukkan hubungan negatif antara pencetakan uang dan inflasi di masa sekarang. Sehingga, pencetakan uang di level tertentu tidak akan mengerek inflasi terlalu besar di masa sekarang," ucapnya. Simak Video "Imbas Hiperinflasi, Warga Venezuela Beli BBM Pakai Rokok" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Roda ekonomi Indonesia tengah mengalami perlambatan yang cukup dalam. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2020 hanya 2,97% atau terkontraksi 2,41% dibandingkan kuartal IV-2019. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menerangkan, pertumbuhan ekonomi merupakan akibat. Lalu apa yang menjadi penyebabnya? "Sebabnya itu bisa beragam untuk pertumbuhan ekonomi kuartal I yang cuma 2% itu salah satunya disebabkan karena melambat pertumbuhan konsumsi rumah tangga dari 5% di kuartal I-2019 menjadi 2% di Q1-2020," terangnya kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Daya beli atau tingkat konsumsi rumah tangga memang memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan ekonomi tanah air, kontribusinya sekitar 56%. Konsumsi rumah tangga sendiri hanya tumbuh di level 2,84% dibandingkan kuartal I-2019 yang sebesar 5,02%. "Lalu kenapa pertumbuhan konsumsi bisa melambat ya salah satunya karena daya beli masyarakat berkurang, sehingga keinginan untuk melakukan konsumsi tidak seantusias tahun lalu," tambahnya. Pertumbuhan ekonomi yang melambat juga terjadi karena berkurangnya permintaan barang dan jasa. Beberapa industri pun terdampak yang kemudian melakukan PHK. Ujungnya daya beli kembali menurun. "Dampak PHK inilah yang berdampak pada rumah tangga, pendapatan mereka tergerus," tuturnya. Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah sendiri sudah menyiapkan skenario kondisi ekonomi tahun ini. Ada 2 skenario pertumbuhan yakni 2,3% dan skenario terburuknya kontraksi atau -0,5%. Jika ekonomi RI di 2020 berada di skenario terburuk maka konsumsi tahun ini bisa mendekati 0%. Hal itu tentu bergantung pada kondisi pandemi yang saat ini tengah terjadi. "Kalau di 2,3% itu artinya konsumsi masih tumbuh positif. Kalau sampai di -0,5% barangkali konsumsi sebagian mengalami pertumbuhan nyaris 0% secara over all. Kita masih punya 3 kuartal. Jadi kalau kuartal kedua memang kondisi PSBB meluas mungkin akan merosot. Kita berharap di kuartal ketiga dan keempat bisa agak sedikit pulih," terangnya. Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menilai tidak tepat menugaskan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai penyangga likuiditas bank sistemik apapun alasannya. Itu bukan tugas dan tanggung jawab Himbara. Itu adalah tugas BI yang harus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Dia menambahkan harus ada aturan yang jelas jika Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap dipaksakan dan harus menjadi bank penyangga likuiditas bank sistemik. "Setidaknya harus ada aturan dan peraturan yang jelas misalnya sumber pendanaan harus dari penempatan pemerintah (bukan dari DPK bank Himbara). Lalu, porsi penempatan dana ke Himbara harus lebih besar dibanding ke swasta," dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu. Yang juga tak kalah penting lanjut Heri, sifat dari dana talangan ini adalah chanelling (penerusan) sehingga bila banknya gagal, bukan menjadi kerugian bank Himbara. "Kemudian, direksinya juga harus diberi perlindungan hukum dalam menjalankan fungsi sebagai pengelola penyangga likuiditas tersebut," ujarnya. Menurut Heri tugas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sebenarnya sudah tepat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dibawah koordinasi Bank Indonesia yang saat ini sudah berjalan baik. Hanya saja perlu diatur ulang agar tidak ada kesalahan di kemudian hari apalagi setelah pandemi virus Corona (COVID-19) selesai di Indonesia. "Perbankan plat merah yang tergabung dalam Himbara adalah objek kebijakan. Ia tak boleh masuk ke dalam ranah regulator. Itu ranah KSSK," jelasnya. Pilihan terbaik biarlah bank berjalan seperti sekarang membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ekonomi berjalan dan regulator menjamin likuiditas bank aman pada era pandemi Covid-19. Simak Video " Dobrak Pintu, Begini Detik-detik Penangkapan Mafia Perbankan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Sriwijaya Air Group menyatakan siap untuk kembali mengoperasikan penerbangan domestiknya. Maskapai ini mulai kembali beroperasi pada 13 Mei 2020 mendatang. Perusahaan menegaskan, Sriwijaya Air Group akan melayani penerbangan domestik yang hanya ditujukan bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Ketentuannya mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Selain itu perusahaan juga mengacu pada Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. "Dengan kedua panduan tersebut artinya Sriwijaya Air Group hanya akan melayani pelanggan yang melakukan perjalanan kedinasan, repatriasi WNI/pelajar/pekerja migran/pemulangan orang dengan alasan khusus, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat dan pelanggan yang keluarganya sakit keras atau meninggal dunia dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Untuk itu, Sriwijaya Air memberikan syarat kepada penumpangnya agar dapat melengkapi berbagai dokumen perjalanan yang harus ditunjukan pada saat pembelian tiket. Di antaranya adalah surat keterangan sehat dan bebas COVID-19 dari rumah sakit/instansi kesehatan, surat tugas dari kantor maupun instansi terkait, surat pernyataan perjalanan dan berbagai dokumen pendukung lainnya. "Calon pelanggan harus bisa menunjukkan kelengkapan dokumen fisik saat melakukan check-in di counter Sriwijaya Air Group. Seluruh protokol ini kami lakukan dengan sangat ketat untuk memastikan tidak ada pelanggan yang bepergian untuk keperluan mudik Lebaran. Dan mengingat ketatnya proses verifikasi penumpang di bandara, kami himbau pelanggan Sriwijaya Air Group untuk hadir 3 jam sebelum penerbangannya," terang Jefferson. Untuk pelanggan Sriwijaya Air Group yang hendak memeriksa jadwal, rute penerbangan yang tersedia hingga pembelian tiket pesawat Sriwijaya Air Group dapat dilakukan melalui website resmi www.sriwijayaair.co.id atau www.flynamair.com, atau bisa juga mengakses aplikasi Sriwijaya Air di Play Store maupun App Store. Simak Video "Ratu Tisha Tolak Tawaran Jadi Manajer Sriwijaya FC" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Google menjual banyak perangkat lewat tokonya. Jadi sudah wajar jika kadang terjadi kesalahan saat pengiriman barang. Seperti kisah seorang pengguna yang menerima 10 unit Pixel 4, padahal ia hanya memesan satu unit lewat Google Store. Ia pun membagikan ceritanya lewat Reddit di r/GooglePixel. Dikutip detikINET dari Android Authority, Minggu (10/5/2020) pengguna tersebut mengatakan ia hanya memesan satu Pixel 4 64 GB dalam varian Just Black. Ia memutuskan membeli Pixel 4 karena diskon di Google Store yang memangkas harga ponsel tersebut menjadi USD 500. Namun, ketika pesanannya tiba ia menerima paket berukuran besar yang di dalamnya berisi 10 unit Pixel 4. Jika ditotal, pengguna yang beruntung tersebut menerima ponsel seharga USD 5.000! Google Pixel 4 salah kirim Foto: Reddit Pengguna Reddit tersebut sempat berpikir untuk menyimpan semua unit Pixel 4 yang diterimanya, karena hukum di Amerika Serikat menyatakan ia berhak menyimpan perangkat tersebut. Tapi istrinya mendorongnya untuk berbuat baik dan mengirimkannya kembali ke Google. "Untuk sesaat, rasanya seperti memenangkan lotre, tetapi itu hanya sesaat ketika seorang malaikat di pundakku, dan istriku, keduanya angkat bicara, dan saya tahu hanya ada satu pilihan," tulis Redditor tersebut. Dengan berat hati, ia memberitahu kesalahan pengiriman tersebut kepada layanan pelanggan Google. Rupanya proses pengembalian perangkat yang salah kirim tersebut lebih rumit dari perkiraan mereka. Ketimbang mempercayai ucapan pembeli saat melaporkan kesalahan pengiriman, Google meminta foto slip pengemasan dan sembilan ponsel lainnya. Dari situ Google membutuhkan dua hari untuk merespon, dan mengatakan akan ada ekspedisi yang menjemput sembilan unit lainnya. Tapi, Google melakukan kesalahan karena hanya menghitung delapan perangkat dalam slip pelacakan. Akhirnya slip kedua dikirim untuk unit ke-sembilan, dan semua unit yang salah kirim dikembalikan lagi ke Google. Simak Video "Spesifikasi dan Harga Google Pixel 4" [==] (vmp/rns) Sumber
-
San Francisco - Menurut Elon Musk, dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, manusia mungkin memasuki era di mana mereka tidak perlu berbicara dengan kata-kata melalui mulut. Mereka cukup berkomunikasi dengan pikiran, mirip-mirip telepati. Hal itu dikatakan bos SpaceX dan Tesla ini dalam podcast bersama komedian Joe Rogan. Pria yang baru saja dikaruniai anak laki-laki dengan penyanyi Grimes ini memang juga punya perusahaan bernama Neuralink dengan misi menghubungkan otak manusia secara langsung ke komputer. "Suatu hari di masa depan akan datang waktu di mana orang bisa membaca pikiran satu sama lain dan bisa berkomunikasi non verbal, non fisik di mana kita bisa transfer data satu sama lain tanpa memakai mulut?" tanya Joe. "Ya, benar," jawab Musk. Dengan bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, komunikasi tanpa kata bakal memudahkan pembicaraan kompleks. "Otak kita berusaha keras kompres konsep yang kompleks ke kata-kata dan ada banyak informasi hilang karena itu," sebutnya. Nah, integrasi dengan komputer bakal membuat komunikasi rumit bisa lebih cepat dan akurat. Pada saat inipun, manusia sudah bergantung dengan gadget yaitu smartphone sehingga konsep komunikasi non verbal di masa depan menurut Musk bukanlah cuma khayalan. "Kita dalam tahap tertentu sudah menjadi cyborg bukan? Karena kita punya ponsel, laptop, perangkat elektronik. Saat ini jika kita tidak membawa ponsel, rasanya seperti sindrom kehilangan lengan. Seperti benar-benar ada yang hilang," cetusnya. Teknologi komunikasi non verbal tidak akan langsung diimplementasikan, tapi bisa muncul dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. "Hal ini memang akan membutuhkan waktu," imbuh Musk, dikutip detikINET dari Business Insider. Simak Video "Elon Musk Umumkan Nama Unik Sang Anak" [==] (fyk/rns) Sumber
-
Monumen Humble Laboratory Mouse yang berada di depan the Institute of Cytology and Genetics didirikan guna menghargai jasa para tikus untuk mengembangkan obat dan penyembuhan penyakit. Foto: Alexandr Kryazhev/Sputnik Dibuat pada 1935, monumen Pavlov's dog di St. Petersburg adalah salah satu monumen hewan tertua di Rusia. Dibangun untuk menghargai hewan yang disertakan dalam studi dan eksperimen. Foto: FotoRand Kali ini Babon yang dijadikan monumen dan berlokasi di kampus Scientific Research Institute of Experimental Pathology and Therapy, Sukhumi. Didirikan 1977 untuk menghargai jasa monyet yang menjadi astronaut dan uji coba vaksin. Foto: Amusing Planet Kalau ini adalah foto dari Laika, anjing pertama yang menjadi cosmonaut yang pergi keluar orbit Bumi. Laika mati dan monumennya didirikan 50 tahun setelah kepergiannya. Foto: LiveInMsk.ru The Brown Dog Memorial dibuat oleh Nicola Hicks. Patung saat ini adalah patung kedua untuk mengenang seekor anjing yang telah dibedah tanpa anestesi oleh beberapa profesor selama periode dua bulan. Patung asli telah disingkirkan oleh polisi setelah kerusuhan antara mahasiswa kedokteran dan aktivis anti-vivisection. Foto: London Remembers Ini adalah monumen di Ufa tentang seekor anjing besar dan anak anjing Mongrel. Didirikan atas dasar yang sama dengan sebelumnnya -- menghargai teman kita yang rela berkorban demi kemajuan penelitian. Foto: Vsuete Tulane University National Primate Research Center merayakan anniversary ke-50 dan membuat memorial sebagai 'penghargaan atas penelitian primata non-manusia, yang secara signifikan memajukan pengobatan dan kesehatan serta kesejahteraan manusia dan hewan'. Foto: TNPRC Sumber
-
Jakarta - Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lebaran tahun ini. Namun tidak semua PNS akan mendapatkan THR. Ada kategori jabatan yang tidak akan mendapatkan THR karena adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Pemerintah pun telah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Tahun 2020 Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil, dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan. RPP tersebut mengkategorikan pegawai yang dapat THR maupun tidak. RPP tersebut dimuat dalam salinan draf surat Menteri Keuangan tertanggal 30 April yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo. Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin menjelaskan draf RPP tersebut belum final dan masih akan ada perubahan di dalamnya. "Ini versi belum resmi, masih draft dan ada yang akan berubah," kata dia kepada detikcom melalui pesan singkat. Buka halaman berikut untuk lihat daftar lengkapnya. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] Sumber
-
Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa pengusaha harus membayarkan THR. Kalau tidak mampu penuh, pengusaha diizinkan mencicilnya ataupun menunda pembayaran di waktu yang akan datang. Pengusaha pun menegaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk membayar THR karyawan, apapun caranya. Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan bahwa pengusaha tidak akan lari dari tanggung jawab. Sarman menilai membayar THR adalah kewajiban yang dilandaskan oleh undang-undang. "Ini kewajiban pengusaha yang diatur dalam undang-undang. Kita nggak akan lari dari tanggung jawab. Itu hak karyawan, tapi waktunya nggak saat ini karena cashflow kami nggak kuat," kata Sarman kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Sementara itu, Sarman menilai bahwa Kementerian Ketenagakerjaan sudah tepat mengeluarkan (SE) M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Dengan surat edaran ini pengusaha dan pekerja bisa mencari cara agar THR tetap dibayarkan. Mulai dari dicicil, ataupun ditunda. "SE Kemnaker itu udah bagus sehingga pengusaha bisa negosiasi dan kesepakatan sama karyawannya. Kalau nggak mampu ya kita lakukan penundaan paling buruknya, kalau mampu cuma sebagian ya kita bayar sisanya nanti," ujar Sarman. Dia menegaskan bahwa upaya mencicil maupun menunda pembayaran THR bukan dalam rangka menolak untuk membayar THR. "Jadi sekali lagi saya tegaskan, bukan nggak dibayar ya, tapi nanti tunggu cashflow kita baik lagi," tegas Sarman. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
BNI menjadi pelopor digital banking partner dalam menyukseskan penyaluran dana PKH. == JAKARTA -- Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah bertekad segera menyalurkan dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Kementerian Sosial. BNI menjadi pelopor digital banking partner dalam menyukseskan penyaluran dana PKH. Sejak 2016, bersama bank-bank lain yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BNI terus menyalurkan dana PKH tersebut, termasuk saat ini, meskipun berada dalam tekanan wabah covid-19. Pada 2016, BNI menyalurkan dana PKH kepada 1 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nilai Rp 313 miliar. Kemudian, pada 2017, BNI menyalurkan dana kepada 2,7 juta KPM senilai Rp 5 triliun, pada 2018 kepada 3,7 juta KPM senilai Rp 7,1 triliun, dan pada 2019 penyaluran dana PKH oleh BNI menyentuh 4,1 juta KPM atau senilai Rp 12,4 triliun. “Kemudian, semenjak wabah COVID-19 dimulai di Indonesia, sejak awal tahun ini, hingga April lalu, BNI telah menyalurkan dana bantuan sosial kepada 3,9 juta KPM senilai Rp 5,4 triliun, yang terdistribusi ke 411 kabupaten atau kota di Indonesia,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto. BNI juga menyalurkan bantuan pemerintah lainnya, yaitu bantuan pangan nontunai (BPNT), sejak 2017. Sepanjang 2017, BNI menyalurkan BPNT kepada 717 ribu KPM atau senilai Rp 948 miliar. Lalu, pada 2018, penyaluran BPNT oleh BNI melonjak menjadi senilai Rp 8,4 triliun kepada 6,3 juta KPM, pada 2019 menyentuh 6,9 juta KPM atau senilai Rp 9,1 triliun, dan pada 2020, hingga April, BNI telah menyalurkan BPNT kepada 6,4 juta KPM atau senilai Rp 4,6 triliun, yang tersebar di 123 kota atau kabupaten. Selama pandemi covid-19, semua WNI diharuskan melakukan protokol pencegahan, dari menggunakan masker, jaga jarak, hingga membatasi aktivitas di tengah kerumunan, setiap bantuan bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah menjadi sangat krusial. Bantuan tersebut makin mendesak untuk disalurkan karena dampak wabah ini telah menekan perekonomian, menurunkan aktivitas produksi perusahaan, serta berakibat pada banyaknya pemutusan hubungan kerja atau setidaknya banyak karyawan yang dirumahkan. “Di masa seperti sekarang ini, saat menyalurkan bantuan sosial tersebut, BNI selalu menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Untuk perluasan tahun ini, BNI mendapat tugas melakukan penyaluran di 112 kabupaten atau kota se-Indonesia. Hal itu diperkuat dengan sistem penyalurannya yang berbasis online, sehingga dapat meminimalkan pertemuan atau kerumunan,” ujar Sis Apik. BNI menjadi salah satu bank pertama yang menyatakan siap menjadi digital banking partner untuk program yang terkait dengan subsidi ataupun bantuan sosial pemerintah, termasuk bansos PKH dan BPNT. BNI juga yang memperkenalkan kemudahan menggunakan teknologi perbankan untuk menajamkan penyaluran bansos PKH agar bisa dilakukan secara nontunai (cashless) dan memenuhi prinsip 6T seperti yang diharapkan pemerintah, yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat administrasi. Solusi yang diberikan BNI adalah penciptaan kartu combo (satu kartu dengan dua fungsi, yaitu fungsi saving dan fungsi wallet), yang sekarang dikenal sebagai KKS (kartu keluarga sejahtera), sehingga bansos dan subsidi dalam bentuk apa pun, baik uang maupun barang/natura, benar-benar sampai kepada keluarga penerima manfaat. Guna memudahkan masyarakat melakukan transaksi dengan kartu bansos atau KKS tersebut, BNI menginisiasi digitalisasi e-Warong KUBE menjadi agen bank atau Agen46 dengan penempatan mesin electronic data capture (EDC) bank sebagai alat akseptasi kartu pada warung yang ada di sekitar KPM. Dengan demikian, pemberdayaan keekonomian masyarakat akan berjalan seiring dengan berbagai program bansos atau subsidi yang diimplementasikan pemerintah. Program ini juga akurat karena secara teknologi mengharuskan KPM membelanjakan dana bansos hanya untuk pembelian sembako, bukan rokok atau pulsa telepon seluler. Sukses penyaluran bansos PKH melalui KKS tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya terciptanya budaya bertransaksi secara nontunai (cashless society) dan literasi keuangan yang meluas. Maka, dalam perkembangannya, kesuksesan tersebut membuat pemerintah memercayakan penyaluran bantuan lain secara nontunai melalui ATM ataupun e-Warong KUBE, seperti BPNT, bekerja sama dengan Bulog. Saat ini, program digitalisasi penyaluran bansos pemerintah yang awalnya digagas BNI telah berjalan baik dan dalam perkembangannya sudah melibatkan Himbara. Sumber
-
Jakarta - Karena sedang banyak pembobolan data akun pribadi, ada baiknya kalian menggunakan password manager. Pilihannya banyak, dari yang gratis sampai bayar. Seperti kalian ketahui, pandemi virus Corona memaksa semua orang work from home dengan jaringan internet yang tidak seaman di kantor. Kita log in ke berbagai akun untuk urusan kerja atau senang-senang di rumah. Di waktu bersamaan, dalam situasi seperti ini pembobolan data akun pengguna menjadi ancaman yang lebih serius. Hal ini sudah terjadi pada akun Tokopedia dan tahun lalu pernah terjadi pada Bukalapak. Pengamat keamanan internet mengatakan, password yang sama untuk banyak akun, punya risiko besar. Namun dengan banyak akun, kita jadi malas membuat password beda-beda dan harus mengingatnya. Tenang, ada aplikasi password manager untuk mengurus itu semua. Dikutip dari Cnet Minggu (10/5/2020), berikut ini adalah deretan aplikasi password manager terbaik 2020: 1. LastPass LastPass tersedia dalam versi gratis atau berbayar USD 36/tahun. Versi gratisnya saja sudah dianggap yang terbaik untuk aplikasi sejenisnya. Kalian bisa menyimpan password, info user login dan kredensial dan sinkronisasi antara desktop, perangkat mobile dan browser. Versi premiumnya bisa berbagi password, login, membership dan hal lain kepada keluarga dan teman. Kalian dapat pula menggunakan two factor authentication Yubikey dan 1GB penyimpanan terenkripsi. Aplikasi ini bisa dipakai di Windows, MacOS, Linux, Android, iPhone dan iPad serta ekstensi browser untuk Chrome, Firefox, Safari, Internet Explorer, Edge dan Opera. 2. 1Password 1Password tersedia trial 30 hari atau berbayar USD 35,88/tahun. Aplikasi ini dianggap mumpuni untuk mengakses semua akun dan layanan dengan satu master password untuk semua platform perangkat. Untuk bersi berbayar, pengguna dapat 1GB penyimpanan dokumen, dan bisa pakai two factor authentication Yubikey. Ada travel mode dengan fitur menghapus data sensitif selama traveling, dan mengembalikannya setelah pulang dengan satu klik saja. Pada Mac, ada fitur Touch ID kalau iOS ada Face ID. Aplikasi ini bisa dipakai di Windows, MacOS, Linux, Chrome OS, Android, iPhone dan iPad, serta ekstensi browser untuk Chrome, Firefox, Safari, Edge dan Opera. Sumber
-
Jakarta - Pengusaha mengaku kesulitan menjalankan kewajiban bayar THR buat karyawan, pemerintah pun memberikan kelonggaran. THR diperbolehkan dicicil ataupun ditunda. Apabila ditunda, pekerja akan terancam merayakan Lebaran tanpa THR. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho tanpa THR maka harus ada pengeluaran hari raya yang mesti ditekan. Andy menjelaskan bahwa Lebaran tahun ini akan berjalan dengan jaga jarak sosial ketat. Maka dari itu dia menyarankan agar pengeluaran transportasi mudik ditekan dahulu. Bahkan, kalau perlu tak usah dianggarkan sama sekali. "Sepertinya lebaran tahun ini masih akan jaga jarak. Pertama saya sarankan jangan mudik dulu, pemerintah juga sudah imbau kan, nah ongkosnya bisa kita tekan. Malah harusnya nggak jadi pos pengeluaran dulu tahun ini," kata Andy kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Lebih lanjut, Andy menyarankan agar anggaran makanan dan membuat kue Lebaran harus juga ditekan. Pasalnya, dengan kondisi jaga jarak sosial ketat, silaturahmi dan bertemu secara langsung mungkin tidak akan dilakukan. "Kemudian untuk biaya menyiapkan makanan dan segala macam menurut saya juga bisa ditekan juga. Dibuat lebih sesederhana dan sedikit mungkin, toh di kondisi begini juga nggak akan ada yang bertamu kan," jelas Andy. "Masak ketupat dan teman-temannya juga lebih baik hanya untuk makan sendiri," sambungnya. Terakhir, Andy menyarankan masyarakat tak perlu menyiapkan anggaran untuk membeli baju baru. Menurutnya tanpa bertamu ke sanak saudara percuma saja membeli baju baru. "Termasuk juga menurut saya baju lebaran itu perlu atau nggak, kalau mau terapkan social distancing ya saya rasa nggak perlu. Kita beli baju lebaran tapi nggak nerima tamu nggak bisa pergi kemana-mana," ungkap Andy. "Malah kita pakai buat video call doang kan ya nggak asik aja sih gitu beli baju baru," pungkasnya. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (dna/dna) Sumber
-
Sebuah keluarga petani di kawasan Chipaque, Kolombia, punya cara unik untuk mengisi waktu saat karantina untuk mencegah penyebaran Corona di wilayahnya. Keluarga petani itu beralih profesi sementara waktu menjadi YouTuber selama masa karantina Corona. Nubia Rocio Gaona (37) bersama kedua putranya, David (14) dan Alejandro (9) sedang merekam kegiatan mereka melalui kamera ponsel di pekarangan rumah mereka di Chipaque, Kolombia, Sabtu (9/5). Sehari-harinya, Nubia merupakan seorang petani. Di masa-masa karantina pencegahan Corona ini ia bersama kedua anaknya mengisi waktu dengan menjadi YouTuber. Bersama kedua anaknya, Nubia kerap merekam video terkait kiat-kiat menanam sayuran di rumah untuk diunggah ke kanal YouTube miliknya. Alejandro menunjukkan bibit ketumbar yang akan ia tanam untuk kebutuhan video YouTubenya terkait cara menanam tanamanan di rumah. Nubia Rocio Gaona menunjukkan bagaimana cara menanam bibit di kebun kecilnya yang berada di kawasan Chipaque, Kolombia. Tak jarang Nubia meminta bantuan kepada temannya untuk membantu merekam video saat ia menerangkan tentang cara-cara menanam tanaman di rumah. Selain membuat video untuk kanal YouTubenya, Nubia juga menyediakan beragam alat untuk bercocok tanam di rumah yang dapat diantar melalui kurir lokal. Kegiatan merekam video mengenai kiat-kiat bercocok tanam di rumah itu dilakukan Nubia bersama kedua anaknya untuk mengisi waktu di masa karantina pencegahan penyebaran virus Corona. Nubia bersama kedua anaknya melambaikan tangan saat sedang merekam video untuk kanal YouTubenya terkait cara-cara menanam tanaman di rumah. Sumber
-
Jakarta - Badan Anggaran DPR RI mengusulkan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mencetak uang untuk menutupi kebutuhan anggaran yang membengkak akibat wabah COVID-19. Usulan itu menuai perdebatan lantaran dampak negatif yang bisa dihasilkan. Sebenarnya Indonesia pernah melakukan cetak uang dalam jumlah besar pada masa periode demokrasi terpimpin. Saat itu Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk berbagai kebutuhan. "Iya pernah, pada periode tahun 1957-1965 atau masa demokrasi terpimpin. Saat itu kebutuhan untuk belanja negara begitu besar karena ada pos prioritas politik yang digunakan untuk operasi keamanan, subsidi BUMN dan swasta, dan lain-lain," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Saat itu, lanjut Yusuf, BI tidak se-independen saat ini. BI harus mendukung kegiatan pemerintah, termasuk untuk mencetak uang. Penerimaan negara saat itu tidak mencukupi disaat kebutuhan belanja semakin membesar. Pada akhirnya dipilih cara yang paling mudah yakni dengan meminjam dari BI yang kemudian dipenuhi dengan cara mencetak uang. Namun yang terjadi justru membuat kondisi semakin buruk. Salah satunya inflasi yang mengalami kenaikan yang sangat tinggi atau disebut hiperinflasi. "Karena kondisi politik memburuk serta alur distribusi barang yang tidak terukur, kebijakan mencetak uang akhirnya mengubah inflasi biasa menjadi hiperinflasi di periode tahun 1961," terangnya. Simak Video "Mantap! Rupiah Tekuk Dolar AS di Level Rp 13.675" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Badan Anggaran DPR RI mengusulkan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mencetak uang untuk menutupi kebutuhan anggaran yang membengkak akibat wabah COVID-19. Usulan itu menuai perdebatan lantaran dampak negatif yang bisa dihasilkan. Sebenarnya Indonesia pernah melakukan cetak uang dalam jumlah besar pada masa periode demokrasi terpimpin. Saat itu Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk berbagai kebutuhan. "Iya pernah, pada periode tahun 1957-1965 atau masa demokrasi terpimpin. Saat itu kebutuhan untuk belanja negara begitu besar karena ada pos prioritas politik yang digunakan untuk operasi keamanan, subsidi BUMN dan swasta, dan lain-lain," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Saat itu, lanjut Yusuf, BI tidak se-independen saat ini. BI harus mendukung kegiatan pemerintah, termasuk untuk mencetak uang. Penerimaan negara saat itu tidak mencukupi disaat kebutuhan belanja semakin membesar. Pada akhirnya dipilih cara yang paling mudah yakni dengan meminjam dari BI yang kemudian dipenuhi dengan cara mencetak uang. Namun yang terjadi justru membuat kondisi semakin buruk. Salah satunya inflasi yang mengalami kenaikan yang sangat tinggi atau disebut hiperinflasi. "Karena kondisi politik memburuk serta alur distribusi barang yang tidak terukur, kebijakan mencetak uang akhirnya mengubah inflasi biasa menjadi hiperinflasi di periode tahun 1961," terangnya. Simak Video "Mantap! Rupiah Tekuk Dolar AS di Level Rp 13.675" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Sebagai pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun tentu pernah menjajal banyak ponsel yang dikeluarkan oleh vendor asal China tersebut. Rupanya dari sekian banyak ponsel Xiaomi, ia memiliki satu yang dianggap sebagai favoritnya. Dikutip detikINET dari Gizmochina, Minggu (8/5/2020) Lei mengatakan Mi Mix 2 Unibody Ceramic Edition merupakan ponsel favoritnya. Hal ini diungkap Lei lewat postingan di akun media sosialnya. Lei mengatakan ponsel tersebut menjadi favoritnya karena bodinya yang terbuat dari keramik dan mirip dengan batu giok. Pertama kali dirilis pada tahun 2017, Mi Mix 2 memiliki desain yang cukup unik karena bezel bagian atas yang sangat tipis dan kamera depannya ditempatkan di bezel bagian bawah. Mi Mix 2 Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET Begitu Lei mengunggah postingannya, banyak penggemar yang mengira ini menandakan kehadiran Mi Mix 4 dan mereka meninggalkan komentar sudah tidak sabar ingin menjajal ponsel tersebut. Xiaomi juga baru-baru ini mendaftarkan akun Weibo baru untuk seri Mi Mix. Lei memang getol memakai ponsel buatan perusahaannya. Sepanjang tahun 2019, terungkap bahwa dia sempat menggunakan 15 model ponsel Xiaomi. Semua ponsel tersebut ia pakai selama beberapa waktu. Artinya, Lei Jun bertindak sebagai semacam Product Manager 'sapujagat' yang mencoba ponsel-ponsel tersebut pertama kali sebelum diluncurkan. Selama ini, Lei juga cukup sering membocorkan ponsel apa saja yang akan diluncurkan oleh Xiaomi. Mungkin ia menganggap hal itu sebagai salah satu sarana promosi yang efektif. Simak Video "Meluncur saat Pandemi Corona, Redmi 8A Pro Dibanderol Rp 1,5 Jutaan" [==] (vmp/rns) Sumber
-
Jakarta - Pengusaha menyoroti langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang mengatakan bahwa akan ada sanksi apabila THR tidak dibayarkan ke karyawan. Menurut pengusaha, sanksi ini kurang bijak. "Ya saya rasa tidak bijak ya kalau masa sulit kayak gini, pengusaha nggak mampu malah didenda. Berbalik dengan stimulus pemerintah, kan stimulus untuk kurangi beban pengusaha agar bisa berjalan," kata Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Sarman menilai kalau pemerintah memberikan sanksi maka akan berdampak pada pengusaha, apalagi yang terdampak Corona sejak Februari. Pengusaha-pengusaha itu disebut Sarman bagaikan jatuh tertimpa tangga kalau sampai kena denda. "Kalau pemerintah kasih denda, coba lihat lah pengusaha yang sudah terdampak sejak Februari. Lihat pengusaha tempat hiburan, hotel, restoran, kafe nggak ada pemasukan sama sekali. Ini kalau mereka kena denda, ibarat jatuh tertimpa tangga pula," kata Sarman. Di sisi lain, Sarman mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan sudah tepat mengeluarkan (SE) M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Membuat pengusaha bisa bernegosiasi soal THR dengan pekerja. "Nah biarlah dengan SE itu adalah dasar untuk negosiasi," tambahnya. Sarman mengatakan silakan pemerintah memberikan sanksi apabila ada pengusaha benar-benar tak peduli THR pekerjanya. Namun, menurutnya semua pengusaha sadar bahwa membayar THR adalah kewajibannya. "Kecuali kalau ada pengusaha sama sekali nggak mau tanggung jawab silakan ditindak sanksi. Tapi sampai saat ini sih nggak ada, karena ini kan kewajiban tiap tahun, saya nggak mendengar bahwa ada pengusaha yang sama sekali nggak mau peduli," jelas Sarman. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Pengusaha menyoroti langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang mengatakan bahwa akan ada sanksi apabila THR tidak dibayarkan ke karyawan. Menurut pengusaha, sanksi ini kurang bijak. "Ya saya rasa tidak bijak ya kalau masa sulit kayak gini, pengusaha nggak mampu malah didenda. Berbalik dengan stimulus pemerintah, kan stimulus untuk kurangi beban pengusaha agar bisa berjalan," kata Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Sarman menilai kalau pemerintah memberikan sanksi maka akan berdampak pada pengusaha, apalagi yang terdampak Corona sejak Februari. Pengusaha-pengusaha itu disebut Sarman bagaikan jatuh tertimpa tangga kalau sampai kena denda. "Kalau pemerintah kasih denda, coba lihat lah pengusaha yang sudah terdampak sejak Februari. Lihat pengusaha tempat hiburan, hotel, restoran, kafe nggak ada pemasukan sama sekali. Ini kalau mereka kena denda, ibarat jatuh tertimpa tangga pula," kata Sarman. Di sisi lain, Sarman mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan sudah tepat mengeluarkan (SE) M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Membuat pengusaha bisa bernegosiasi soal THR dengan pekerja. "Nah biarlah dengan SE itu adalah dasar untuk negosiasi," tambahnya. Sarman mengatakan silakan pemerintah memberikan sanksi apabila ada pengusaha benar-benar tak peduli THR pekerjanya. Namun, menurutnya semua pengusaha sadar bahwa membayar THR adalah kewajibannya. "Kecuali kalau ada pengusaha sama sekali nggak mau tanggung jawab silakan ditindak sanksi. Tapi sampai saat ini sih nggak ada, karena ini kan kewajiban tiap tahun, saya nggak mendengar bahwa ada pengusaha yang sama sekali nggak mau peduli," jelas Sarman. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Pandemi Corona berdampak buruk bagi banyak bisnis, termasuk di dunia teknologi. Beberapa perusahaan teknologi yang terhitung besar sudah melakukan efisiensi dengan cara PHK. Sebut saja pionir taksi online, Uber, telah mengumumkan keputusan bahwa sebanyak 3.700 pegawainya kena PHK. Angka itu mencakup 14% dari seluruh karyawan. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini dalam keterangannya ke Securities and Exchange Commission menyebut pandemi Corona berimbas pada seluruh bisnis mereka, termasuk performa keuangan, investasi ke produk baru, dan strategi korporat. Pesaingnya, Lyft, mengalami nasib yang kurang lebih sama. Minggu lalu, dikutip detikINET dari Guardian, mereka mengumumkan PHK pada 982 karyawan. Terguncangnya industri travel karena kebijakan lockdown ataupun social distancing, membuat startup sewa penginapan Airbnb kena pengaruh berat. Seperempat pegawainya atau sejumlah 1.900 orang di-PHK. Pandemi Corona memang berdampak sangat besar terhadap bisnis Airbnb. Menurut CEO Brian Chesky, pemasukan mereka pada 2020 bakal menurun setengahnya dibanding pemasukan mereka pada 2019. "Bisnis Airbnb terkena dampak yang besar," singkatnya dalam sebuah pesan yang dikirimkan ke para pegawainya yang berjumlah total 7.500 orang. Perusahaan sejenis yaitu startup agregator hotel melati Airy atau Airy Rooms malah sudah memutuskan untuk menghentikan operasinya secara permanen pada akhir Mei ini. Perusahaan teknologi lain yang juga terpaksa menghentikan sebagian karyawan adalah Yelp di mana 1.000 pegawai terkena PHK. Kemudian startup penyewaan ruang kantor WeWork, PHK 250 karyawan dan kemungkinan akan lebih banyak lagi yang terkena. Menurut data, sekitar 375 startup sejak 11 Maret telah menggelar PHK yang menimpa lebih dari 42 ribu karyawan. Walau demikian, pandemi Corona tak hanya merugikan, tapi bagi sebagian perusahaan justru membuat mereka makin untung. Contohnya Amazon dan Zoom, layanan mereka banyak diandalkan orang yang harus bekerja dari rumah. Simak Video " Kunjungan Sepi, 'Penghuni' Taman Satwa Jurug Lebih Gembira" [==] (fyk/rns) Sumber
-
Jakarta - Berbagai teknologi pengujian dan pemeriksaan penyakit COVID-19 telah dikembangkan di Indonesia. Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki Laboratorium Biomolekuler PCR. Laboratorium itu merupakan milik RS PHC anak perusahaan Pelindo III. Laboratorium Biomolekuler PCR itu berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus COVID-19 melalui metode swab test dengan kapasitas hingga 500 test per day. Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC ditandai dengan pengecekan laboratorium yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC pada Sabtu kemarin. Dalam kunjungannya Erick Thohir yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany memastikan seluruh peralatan laboratorium tersebut bisa bekerja dengan baik sehingga bisa dimaksimalkan untuk penanganan COVID-19 khususnya di Surabaya. Erick menuturkan, keberadaan Laboratorium Biomolekuler PCR di tengah pandemi seperti ini memberikan manfaat besar. Sebab Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC ini bisa digunakan untuk pemeriksaan COVID-19. "Dua hal yang bagus bahwa setelah COVID-19 berakhir yang tentunya kita sama-sama berdoa agar cepat selesai, fasilitas ini juga bisa buat untuk TBC di mana Jawa Timur penderita TBC yang masih tinggi," tuturnya dilansir dari keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC Foto: Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC (Istimewa/Kementerian BUMN) Saat melakukan pengecekan fasilitas itu, Erick mengaku cukup puas. Dia bahkan menilai peralatan yang digunakan merupakan yang terbaik di dunia. "Sehingga fasilitas laboratorium ini tidak hanya digunakan untuk COVID-19 saja kedepan fasilitas laboratorium juga bisa digunakan untuk penyakit lain jadi bisa jangka panjang. Kita lihat tadi di dalam peralatannya juga termasuk yang terbaik di dunia," tuturnya. Dirut Pelindo III Doso Agung mengatakan, ia bersama jajarannya berinisiatif untuk membangun Laboratorium Biomolekuler di RS PHC, lantaran banyak masyarakat yang membutuhkan tes PCR, sementara jumlah rumah sakit atau laboratorium yang bisa melakukan uji PCR COVID-19 sangat terbatas. "Kami melihat, masih banyak masyarakat yang belum bisa test PCR, sementara di sisi lain rumah sakit atau laboratorium yang bisa melakukan tes PCR sangat terbatas jumlahnya, sehingga kami memutuskan untuk membangun laboratorium PCR ini. Harapan kami, dengan adanya laboratorium ini semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan fasilitas tes PCR dengan mudah, sehingga kasus-kasus baru bisa dengan cepat ditekan," tegas Doso Agung. RS PHC Surabaya sendiri merupakan anak perusahaan Pelindo III di bidang kesehatan yang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur melalui SK Gubernur Jawa Timur. Dalam kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, RS PHC kini tak hanya bisa melayani rapid test dan test swab (PCR) tapi juga bisa melayani perawatan pasien suspect maupun positif COVID-19. Bahkan RS PHC juga membuat sebuah inovasi deteksi COVID-19 berupa rapid test secara drive thru bagi masyarakat umum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat umum mendapatkan fasilitas rapid test secara cepat dan mudah. Di sisi lain, RS PHC juga telah menerapkan standar pelayanan ketat bagi pasien kasus COVID-19 mulai dengan memisahkan dan membentuk cluster khusus pasien COVID-19 dengan diperkuat 84 tenaga kesehatan khusus yang terdiri dari dokter dan perawat. Sementara itu induk perusahaan RS PHC yaitu Pelindo III, selain membantu pembangunan Laboratorium Biomolekuler (PCR) juga telah memberikan berbagai bantuan salah satunya adalah 90 ribu APD bagi para tenaga medis di Indonesia hingga fasilitas karantina di hotel bagi petugas kesehatan yang telah usai bertugas. Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC Foto: Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC (Istimewa/Kementerian BUMN) Simak Video "Per 4 April Sudah 7.896 Orang Jalani Tes PCR Untuk Uji Corona" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Berbagai teknologi pengujian dan pemeriksaan penyakit COVID-19 telah dikembangkan di Indonesia. Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki Laboratorium Biomolekuler PCR. Laboratorium itu merupakan milik RS PHC anak perusahaan Pelindo III. Laboratorium Biomolekuler PCR itu berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus COVID-19 melalui metode swab test dengan kapasitas hingga 500 test per day. Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC ditandai dengan pengecekan laboratorium yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC pada Sabtu kemarin. Dalam kunjungannya Erick Thohir yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany memastikan seluruh peralatan laboratorium tersebut bisa bekerja dengan baik sehingga bisa dimaksimalkan untuk penanganan COVID-19 khususnya di Surabaya. Erick menuturkan, keberadaan Laboratorium Biomolekuler PCR di tengah pandemi seperti ini memberikan manfaat besar. Sebab Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC ini bisa digunakan untuk pemeriksaan COVID-19. "Dua hal yang bagus bahwa setelah COVID-19 berakhir yang tentunya kita sama-sama berdoa agar cepat selesai, fasilitas ini juga bisa buat untuk TBC di mana Jawa Timur penderita TBC yang masih tinggi," tuturnya dilansir dari keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC Foto: Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC (Istimewa/Kementerian BUMN) Saat melakukan pengecekan fasilitas itu, Erick mengaku cukup puas. Dia bahkan menilai peralatan yang digunakan merupakan yang terbaik di dunia. "Sehingga fasilitas laboratorium ini tidak hanya digunakan untuk COVID-19 saja kedepan fasilitas laboratorium juga bisa digunakan untuk penyakit lain jadi bisa jangka panjang. Kita lihat tadi di dalam peralatannya juga termasuk yang terbaik di dunia," tuturnya. Dirut Pelindo III Doso Agung mengatakan, ia bersama jajarannya berinisiatif untuk membangun Laboratorium Biomolekuler di RS PHC, lantaran banyak masyarakat yang membutuhkan tes PCR, sementara jumlah rumah sakit atau laboratorium yang bisa melakukan uji PCR COVID-19 sangat terbatas. "Kami melihat, masih banyak masyarakat yang belum bisa test PCR, sementara di sisi lain rumah sakit atau laboratorium yang bisa melakukan tes PCR sangat terbatas jumlahnya, sehingga kami memutuskan untuk membangun laboratorium PCR ini. Harapan kami, dengan adanya laboratorium ini semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan fasilitas tes PCR dengan mudah, sehingga kasus-kasus baru bisa dengan cepat ditekan," tegas Doso Agung. RS PHC Surabaya sendiri merupakan anak perusahaan Pelindo III di bidang kesehatan yang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur melalui SK Gubernur Jawa Timur. Dalam kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, RS PHC kini tak hanya bisa melayani rapid test dan test swab (PCR) tapi juga bisa melayani perawatan pasien suspect maupun positif COVID-19. Bahkan RS PHC juga membuat sebuah inovasi deteksi COVID-19 berupa rapid test secara drive thru bagi masyarakat umum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat umum mendapatkan fasilitas rapid test secara cepat dan mudah. Di sisi lain, RS PHC juga telah menerapkan standar pelayanan ketat bagi pasien kasus COVID-19 mulai dengan memisahkan dan membentuk cluster khusus pasien COVID-19 dengan diperkuat 84 tenaga kesehatan khusus yang terdiri dari dokter dan perawat. Sementara itu induk perusahaan RS PHC yaitu Pelindo III, selain membantu pembangunan Laboratorium Biomolekuler (PCR) juga telah memberikan berbagai bantuan salah satunya adalah 90 ribu APD bagi para tenaga medis di Indonesia hingga fasilitas karantina di hotel bagi petugas kesehatan yang telah usai bertugas. Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC Foto: Erick Thohir Cek laboratorium PCR milik RS PHC (Istimewa/Kementerian BUMN) Simak Video "Per 4 April Sudah 7.896 Orang Jalani Tes PCR Untuk Uji Corona" [==] (das/dna) Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 10 Mei 2020 10:54 WIB Foto Bisnis Antara Foto/Siswowidodo - detikFinance Madiun - Susu jadi salah satu minuman yang diminati oleh warga. Permintaan yang cukup tinggi membuat peternak sapi perah banyak ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Foto 1 dari 3 Seorang peternak sapi perah sedang memerah susu di Desa Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Baca Juga detikNews 2 Pasien PDP di Kabupaten Tangerang Meninggal Dunia detikNews Setahun Jadi Sopir Didi Kempot, Pria Ini Punya Modal Nyalon Kades dan Menang detikNews 2 PDP Corona Meninggal dalam Sehari di Palu, Salah Satunya Balita detikNews Perang-perangan Pakai Kembang Api, Belasan Remaja di Situbondo Diamankan detikHealth Ramuan Penyembuh Corona Tewaskan Ahli Herbal yang Meraciknya detikNews Tolong! Pasutri Tuna Netra di Cimahi Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah detikHealth Selain Corona, 5 Virus Ini Juga Ditemukan di Cairan Sperma detikTravel Bertandang ke Taman Satwa Garut yang Kini Sepi Gegara Pandemi Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 10 Mei 2020 10:54 WIB Foto Bisnis Antara Foto/Siswowidodo - detikFinance Madiun - Susu jadi salah satu minuman yang diminati oleh warga. Permintaan yang cukup tinggi membuat peternak sapi perah banyak ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Foto 1 dari 3 Seorang peternak sapi perah sedang memerah susu di Desa Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Baca Juga detikNews #DiRumahAja Saat Corona, Wagub DKI Ajak Warga Wisata Virtual ke Museum Sepakbola Bundesliga 2 Mau Bergulir, Klub Ini Malah Melakukan Karantina detikTravel Surga Kecil di India Hanya Ingin Turis Kaya di Masa Depan detikNews Pria di Ponorogo Tertangkap Curi Celana Dalam Wanita detikNews Tung Desem Berbagi Tips Agar Sembuh Usai Divonis Positif Corona detikNews Rumah Sakit Terbakar, Ratusan Pasien Covid-19 Dievakuasi detikNews Razia PSBB Jam Malam di Surabaya detikTravel Kembali Dibuka, Disneyland Shanghai Siap Sambut Wisatawan Sumber
-
Jakarta - Wabah virus Corona atau COVID-19 telah membuat pemerintah RI harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menangani dampaknya. Defisit anggaran diyakini akan melebar signifikan karena wabah ini. Badan Anggaran DPR RI pun mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun. Tujuannya untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari akibat yang ditimbulkan Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan pemerintah telah mengambil langkah langkah dalam penanganan untuk mengatasi pandemi virus corona, baik penanganan yang berkaitan dengan penanganan kesehatan masyarakat, maupun penanganan akibat dampak ekonominya. "Namun melihat besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan, Badan Anggaran DPR RI memperkirakan skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya kurang mencukupi," ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurutnya hal itu berdasar pada dua hal yakni ancaman terhadap keringnya likuiditas perbankan sebagai akibat menurunkannya kegiatan ekonomi, sehingga menurunnya kemampuan debitur membayar kredit. Kedua membesarnya kebutuhan pembiayaan APBN yang tidak mudah ditopang dari pembiayaan utang melalui skema global bond, maupun pinjaman internasional melalui berbagai lembaga keuangan. Atas dua hal itu Badan Anggaran DPR RI merekomendasikan kepada Bank Indonesia dan pemerintah beberapa hal. Salah satunya cetak uang dengan jumlah Rp 400-600 triliun. Menanggapi hal tersebut, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira memprediksi akan terjadi inflasi tinggi yang melanda Indonesia akibat pencetakan uang ratusan triliun ini. "Mencetak uang tanpa ada underlying asset yang jelas ini bisa menimbulkan dampak pada inflasi tinggi," kata Bhima kepada detikcom. Dampak itu bukanlah ancaman semata. Negara lain seperti Zimbabwe sudah mengalaminya langsung akibat cetak uang terus-menerus. Berdasarkan catatan detikcom, Zimbabwe pernah mengalami inflasi hingga 11,250 juta persen bahkan pernah menyentuh 231 juta persen pada 2008. Salah satu pemicu ledakan inflasi adalah suplai yang berlebihan. Presiden Robert Mugabe yang memimpin Zimbabwe selama 37 tahun itu mencetak uang yang berlebihan guna mendanai kampanye pemilu. Saat kepemimpinannya, kondisi perekonomian terus-terusan jatuh. Akibat itu, tingkat pengangguran di sana mencapai 80-94%. Banyak pabrik-pabrik manufaktur yang tutup sementara suplai makanan juga langka. Banyak pekerja yang tak merasakan dampak dari gajinya karena harga-harga sangat tinggi akibat stok barang di toko-toko sangat langka. Tingginya inflasi di Zimbabwe membuat negara ini pernah melakukan redenominasi mata uang, dengan menyederhanakan uang 10 miliar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol. Sementara Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pencetakan uang artinya bank sentral menambah uang beredar. Jika tidak mampu akibat kelebihan likuiditas, maka likuiditas tersebut tidak bisa diserap kembali. "Seperti dulu waktu BLBI kan bank sentral mengedarkan uang. Sebagai gantinya dikasih surat utang pemerintah yang tidak tradeable dengan suku bunga mendekati nol persen. Waktu inflasi naik, bank sentral tidak menggunakan SOP ini," kata Perry dalam RDP virtual dengan komisi XI DPR RI, Kamis (30/4/2020). Dia mengungkapkan, pada periode 1998 angka inflasi mencapai 67% akibat pencetakan uang. Hal ini berbeda dengan operasi moneter dan penambahan likuiditas di perbankan. "Nah penambahan likuiditas yang BI lakukan sekarang Rp 503,8 triliun disebut quantitative easing (QE). Semoga ini menjelaskan hal yang kompleks dan berbeda antara pencetakan uang dengan QE," imbuh dia. Simak Video "Menkeu: Nilai Rupiah Menguat Dibanding Maret" [==] (das/dna) Sumber