bot
Moderators-
Jumlah Konten
129.997 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Jakarta - NASA akan mengirimkan robot penjelajah Perseverance menuju Mars dalam waktu dekat. Selain menjelajahi permukaan Mars, robot ini juga akan terlibat dalam misi mengirimkan sampel bebatuan Mars ke Bumi. Tapi, begitu sampai di Bumi sampel bebatuan ini harus mengikuti karantina. Pasalnya, bebatuan ini dikhawatirkan mengandung virus asing yang berbahaya bagi manusia. Professor of Aeronautics and Astronautics Stanford University Scott Hubbard mengatakan perlindungan untuk Bumi harus ditingkatkan ketika menyambut apapun atau siapapun yang datang dari Mars. "Menurut opini saya, dan komunitas sains, kemungkinan batu dari Mars yang sudah jutaan tahun akan mengandung bentuk kehidupan yang aktif yang bisa menginfeksi Bumi sangat rendah," kata Hubbard seperti dikutip detikINET dari New York Post, Senin (11/5/2020). "Tapi sampel Mars yang dikembalikan oleh NASA akan dikarantina dan diperlakukan seolah-olah itu adalah virus Ebola sampai terbukti aman," sambungnya. Selain misi Martian Sample Return (MSR) yang dilakukan NASA, Hubbard juga menyinggung keinginan Elon Musk dan SpaceX untuk mengirimkan manusia ke Planet Merah pada tahun 2024. Jika misi tersebut menjadi kenyataan, maka manusia yang kembali dari Mars juga harus mengikuti karantina sampai terbukti bahwa mereka tidak membawa sesuatu yang membahayakan kehidupan di Bumi. "Untuk manusia, astronaut Apollo dari beberapa misi awal dikarantina untuk memastikan nereja tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Ketika ditemukan bahwa Bulan tidak memiliki risiko, karantina ini dihilangkan," jelas Hubbard. "Prosedur seperti ini tidak diragukan lagi akan dihidupkan kembali untuk manusia yang kembali dari Mars," pungkasnya. Simak Video "Helikopter Pertama Akan Diterbangkan di Mars" [==] (vmp/rns) Sumber
-
Kemampuan berkamuflase atau berbaur dengan lingkungan adalah bagian dari keahlian bertahan hidup yang penting bagi hewan. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Dengan berkamuflase, seekor hewan bisa luput dari penglihatan pemangsa atau pemburu. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Ada banyak hewan berwarna aneh di alam, yang tidak dapat dengan mudah dilihat oleh sembarang orang. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Salah satu hewan yang ahli dalam berkamuflase adalah Theloderma corticale atau lebih dikenal dengan sebutan katak lumut Vietnam. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Spesies katak ini diberi nama sesuai dengan penampilannya. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Meski mungkin terlihat menggelikan bagi sebagian orang, katak ini punya pola dan warna unik pada kulitnya yang membuatnya terlihat seperti gumpalan lumut yang tumbuh di bebatuan. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Kamuflase yang keren ini sangat efektif karena memungkinkan katak berbaur dengan lingkungannya yang berlumpur dan berlumut dengan mudah. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Selain kulit mereka yang unik, katak berlumut Vietnam dapat dikenali dari bantalan lengket besar di jari kakinya dan perutnya yang lembut untuk membantu katak mudah bergerak di lingkungannya. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Katak lumut Vietnam punya ukuran tubuh rata-rata sekitar 61 mm. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Tapi betina biasanya lebih besar daripada jantan dan dapat mencapai ukuran 8–9 cm. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Habitat alami mereka terutama adalah hutan hujan hijau dan hutan subtropis di seluruh Asia selatan. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Namun, terkadang ada yang memperjualbelikan hewan ini sebagai peliharaan. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Katak ini juga bisa ditemui di berbagai kebun binatang seluruh dunia. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Semoga saja populasi katak ini tidak terancam. Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Hewan ini adalah salah satu ahli menyamar yang unik! Foto: A Tree Frog Collective via Bored Panda Sumber
-
Jakarta - Meski tetap di rumah saja, bukan berarti tidak ada aktivitas seru yang bisa dilakukan. Terlebih jika aktivitas tersebut bisa memberikan kita keuntungan. Salah satunya adalah memainkan Grab Ramadhan Challenge yang bakal memberikan kesempatan untuk memenangkan motor Yamaha Freego dan berbagai hadiah menarik lainnya, Grab pun telah menyiapkan 15 unit motor matic yang diberikan oleh #Generasi125. Hadiah seru ini pastinya bakal buat kita #MENANGBANYAK, irit, keren dan kuat untuk aktivitas sehari-hari. Nah, dengan menggunakan berbagai layanan Grab, ada berbagai tantangan di Grab Ramadhan Challenges dari rumah untuk memenangkan hadiah 1 unit Mitsubishi Xpander persembahan FRESTEA dan 15 motor Yamaha FreeGo presented by #GENERASI125. Caranya bagaimana ya buat memenangi motor matic 125 cc ini dan hadiah lainnya? Wah mudah sekali, yang harus dilakukan adalah menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh Grab dari rumah. Terdapat 2 level yang harus diselesaikan. Di minggu ketiga Ramadhan kali ini ini, ada 2 level tantangan yang harus diselesaikan untuk bisa mendapatkan 6 tiket undian hadiah utama. Di level 1 kamu harus melakukan 1x pesan GrabFood tanpa promo (minimal Rp 40.000) dengan OVO. Lalu pada level 2 cobalah untuk 1x kirim paket dengan GrabExpress dan bayar dengan menggunakan OVO. Selesaikan juga tantangan minggu selanjutnya untuk dapatkan kesempatan menang hadiah utama lebih besar. Yang pasti, apapun momennya, Grab selalu #SiapAntarRamadanmu. Simak Video "Yuk Pesan Menu Eksklusif Lewat GrabFood Signature" [==] (akn/fay) Sumber
-
Jakarta - Di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini, segala aktivitas di luar rumah telah dibatasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Mendukung imbauan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bank Mandiri memberikan keleluasaan bagi nasabah yang ingin bertransaksi melalui Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Cash Management (MCM) dan Mandiri Smart Account (MSA). MIB merupakan layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan nonfinansial yang diperuntukkan bagi nasabah bisnis dari segmen perorangan dan perusahaan, khususnya untuk kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui MIB, nasabah bisa mengatur transaksi keuangan perusahaan dengan mudah. Bank Mandiri memberi keleluasaan dengan menaikkan limit transfer ke bank lain secara online dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta. Untuk SKN bahkan bisa sampai Rp 1 miliar serta pembayaran tagihan hingga Rp 200 juta. "Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami lakukan agar dapat menekan penyebaran COVID-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun retail sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi dalam keterangan tertulis. Selain itu, menggunakan MIB juga sangat hemat dan menguntungkan, karena nasabah tidak dikenakan biaya bulanan dan limit transaksi yang tidak terbatas. Sementara itu, pengguna MCM memiliki keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan cukup dengan mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM. MCM merupakan solusi perbankan elektronik bagi segmen perusahaan yang dapat memudahkan pemantauan aktivitas dana masuk (collection), dana keluar (payment), dan likuiditas rekening kelolaan secara real-time online. Sedangkan untuk keamanan, nasabah tak perlu khawatir karena aplikasi MIB dilengkapi dengan sistem keamanan SSL. Untuk masuk ke dalam layanan MIB, nasabah diminta untuk mengisi Company ID, User ID dan password. Untuk bertransaksi nasabah akan diminta menggunakan token. "Dalam kondisi pandemi COVID-19 di mana individu dituntut tetap produktif dalam bekerja dari rumah seperti saat ini, terutama dalam operasional dan pengelolaan keuangan, MCM akan sangat membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, serta ditunjang fitur-fitur yang dibutuhkan nasabah," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan. Dia menambahkan, saat ini MCM telah memiliki fitur-fitur andal seperti layanan transfer domestik dan internasional, pembayaran tagihan, monitoring aktivitas transaksi serta otorisasi bertingkat yang dilengkapi dengan teknologi keamanan terkini. "Dengan berbagai keunggulan tersebut, MCM semakin diminati para pelaku usaha. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga mencapai 450 ribu perusahaan sejalan dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar Rp 1.303 triliun atau naik 16 % dari periode yang sama tahun lalu yaitu Februari 2019," Imbuhnya. Ia juga mengatakan dengan layanan MCM, akan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi waktu karena proses transaksi perbankan secara real time online. Keamanannya pun terjamin karena proses pembuatan dan otorisasi transaksi dilakukan secara berjenjang. Lalu penyimpanan data di MCM juga secara elektronik. Artinya akan memberi kemudahan dalam pemantauan dan pengarsipan data finansial. "Meski kondisi dunia usaha global dan domestik saat ini tertekan oleh dampak finansial akibat pandemi COVID-19, kami optimis solusi cash management Bank Mandiri salah satunya seperti MCM tetap menjadi pilihan utama nasabah wholesale untuk membantu pengelolaan keuangan," pungkasnya. Di sisi lain, nasabah korporasi juga dapat melakukan perampingan kepemilikan rekening dengan mudah melalui konsep budgeting atau alokasi dana operasional berbasis virtual account dalam rangka optimalisasi likuiditas dan return dana perusahaan melalui solusi Mandiri Smart Account (MSA). Kontrol likuiditas merupakan hal penting yang menunjang kestabilan keuangan perusahaan di samping kemudahan transaksi. Sentralisasi dana dengan perampingan jumlah rekening akan menjadi faktor pendorong utama perusahaan dalam menciptakan tata kelola yang efisien dan akurat melalui kombinasi solusi MCM dan MSA. Layanan MCM dan MSA cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan solusi transaksi keuangan serta struktur rekening operasional yang kompleks dan besar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan MIB & MCM, Anda dapat menghubungi Mandiri Call 14000 atau mengunjungi website Bank Mandiri dengan cara klik di sini. (adv/adv) Sumber
-
Jakarta - Di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini, segala aktivitas di luar rumah telah dibatasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Mendukung imbauan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bank Mandiri memberikan keleluasaan bagi nasabah yang ingin bertransaksi melalui Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Cash Management (MCM) dan Mandiri Smart Account (MSA). MIB merupakan layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan nonfinansial yang diperuntukkan bagi nasabah bisnis dari segmen perorangan dan perusahaan, khususnya untuk kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui MIB, nasabah bisa mengatur transaksi keuangan perusahaan dengan mudah. Bank Mandiri memberi keleluasaan dengan menaikkan limit transfer ke bank lain secara online dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta. Untuk SKN bahkan bisa sampai Rp 1 miliar serta pembayaran tagihan hingga Rp 200 juta. "Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami lakukan agar dapat menekan penyebaran COVID-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun retail sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi dalam keterangan tertulis. Selain itu, menggunakan MIB juga sangat hemat dan menguntungkan, karena nasabah tidak dikenakan biaya bulanan dan limit transaksi yang tidak terbatas. Sementara itu, pengguna MCM memiliki keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan cukup dengan mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM. MCM merupakan solusi perbankan elektronik bagi segmen perusahaan yang dapat memudahkan pemantauan aktivitas dana masuk (collection), dana keluar (payment), dan likuiditas rekening kelolaan secara real-time online. Sedangkan untuk keamanan, nasabah tak perlu khawatir karena aplikasi MIB dilengkapi dengan sistem keamanan SSL. Untuk masuk ke dalam layanan MIB, nasabah diminta untuk mengisi Company ID, User ID dan password. Untuk bertransaksi nasabah akan diminta menggunakan token. "Dalam kondisi pandemi COVID-19 di mana individu dituntut tetap produktif dalam bekerja dari rumah seperti saat ini, terutama dalam operasional dan pengelolaan keuangan, MCM akan sangat membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, serta ditunjang fitur-fitur yang dibutuhkan nasabah," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan. Dia menambahkan, saat ini MCM telah memiliki fitur-fitur andal seperti layanan transfer domestik dan internasional, pembayaran tagihan, monitoring aktivitas transaksi serta otorisasi bertingkat yang dilengkapi dengan teknologi keamanan terkini. "Dengan berbagai keunggulan tersebut, MCM semakin diminati para pelaku usaha. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga mencapai 450 ribu perusahaan sejalan dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar Rp 1.303 triliun atau naik 16 % dari periode yang sama tahun lalu yaitu Februari 2019," Imbuhnya. Ia juga mengatakan dengan layanan MCM, akan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi waktu karena proses transaksi perbankan secara real time online. Keamanannya pun terjamin karena proses pembuatan dan otorisasi transaksi dilakukan secara berjenjang. Lalu penyimpanan data di MCM juga secara elektronik. Artinya akan memberi kemudahan dalam pemantauan dan pengarsipan data finansial. "Meski kondisi dunia usaha global dan domestik saat ini tertekan oleh dampak finansial akibat pandemi COVID-19, kami optimis solusi cash management Bank Mandiri salah satunya seperti MCM tetap menjadi pilihan utama nasabah wholesale untuk membantu pengelolaan keuangan," pungkasnya. Di sisi lain, nasabah korporasi juga dapat melakukan perampingan kepemilikan rekening dengan mudah melalui konsep budgeting atau alokasi dana operasional berbasis virtual account dalam rangka optimalisasi likuiditas dan return dana perusahaan melalui solusi Mandiri Smart Account (MSA). Kontrol likuiditas merupakan hal penting yang menunjang kestabilan keuangan perusahaan di samping kemudahan transaksi. Sentralisasi dana dengan perampingan jumlah rekening akan menjadi faktor pendorong utama perusahaan dalam menciptakan tata kelola yang efisien dan akurat melalui kombinasi solusi MCM dan MSA. Layanan MCM dan MSA cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan solusi transaksi keuangan serta struktur rekening operasional yang kompleks dan besar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan MIB & MCM, Anda dapat menghubungi Mandiri Call 14000 atau mengunjungi website Bank Mandiri dengan cara klik di sini. (adv/adv) Sumber
-
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengimbau kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menunda rencana kepulangannya ke tanah air di masa pandemi Corona. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir rantai penyebaran virus Corona. Apabila terpaksa harus pulang, Ida meminta agar para pekerja bisa memenuhi terlebih dahulu standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, kita imbau PMI untuk menunda kepulangannya sampai wabah Corona dapat teratasi. Kepulangan PMI dapat dilakukan bagi yang habis masa kontrak kerjanya, PMI yang habis masa visa kerjanya, atau PMI yang dideportasi," kata Ida dalam keterangannya, Minggu (10/5/2020). Ida mengatakan akan berkoordinasi dengan perwakilan negara Indonesia di negara penempatan dan Atase Ketenagakerjaan untuk memastikan pelindungan bagi pekerja yang bertugas di luar negeri. Pihaknya juga menyatakan telah berkomunikasi dengan pengguna atau majikan, maupun agen penempatan. Hal ini dilakukan agar pekerja yang telah habis masa kontrak dapat terus dibantu dan difasilitasi untuk tetap tinggal sementara di negara penempatan. "Kami juga berkoordinasi agar PMI yang tidak bekerja sebagai akibat kebijakan physical distancing, agar gajinya tetap dibayar dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh negara penempatan, " kata Ida. Selain itu, Ida juga mengimbau seluruh PMI agar tidak keluar dari tempat tinggal, kecuali dalam keadaan mendesak. Itu pin harus dengan menggunakan masker, serta menjauhi pusat keramaian. "Kami koordinasi secara teknis dengan labour departmen negara tujuan penempatan untuk memberikan imbauan kepada para pemberi kerja, agar PMI menjauhi pusat keramaian dan menggunakan masker apabila akan keluar dari tempat tinggal," ujar Ida. Kemnaker juga sudah membentuk tim pelaksanaan piket dalam rangka memonitor dan menjawab secara aktif hotline layanan pelindungan WNI. Termasuk bagi pekerja terkait COVID-19, serta menyampaikan update informasi tentang kondisi para pekerja di negara penempatan masing-masing. Simak Video "Menaker: Jika Ada Relaksasi Jamsostek, Perusahaan Wajib Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengimbau kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menunda rencana kepulangannya ke tanah air di masa pandemi Corona. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir rantai penyebaran virus Corona. Apabila terpaksa harus pulang, Ida meminta agar para pekerja bisa memenuhi terlebih dahulu standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, kita imbau PMI untuk menunda kepulangannya sampai wabah Corona dapat teratasi. Kepulangan PMI dapat dilakukan bagi yang habis masa kontrak kerjanya, PMI yang habis masa visa kerjanya, atau PMI yang dideportasi," kata Ida dalam keterangannya, Minggu (10/5/2020). Ida mengatakan akan berkoordinasi dengan perwakilan negara Indonesia di negara penempatan dan Atase Ketenagakerjaan untuk memastikan pelindungan bagi pekerja yang bertugas di luar negeri. Pihaknya juga menyatakan telah berkomunikasi dengan pengguna atau majikan, maupun agen penempatan. Hal ini dilakukan agar pekerja yang telah habis masa kontrak dapat terus dibantu dan difasilitasi untuk tetap tinggal sementara di negara penempatan. "Kami juga berkoordinasi agar PMI yang tidak bekerja sebagai akibat kebijakan physical distancing, agar gajinya tetap dibayar dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh negara penempatan, " kata Ida. Selain itu, Ida juga mengimbau seluruh PMI agar tidak keluar dari tempat tinggal, kecuali dalam keadaan mendesak. Itu pin harus dengan menggunakan masker, serta menjauhi pusat keramaian. "Kami koordinasi secara teknis dengan labour departmen negara tujuan penempatan untuk memberikan imbauan kepada para pemberi kerja, agar PMI menjauhi pusat keramaian dan menggunakan masker apabila akan keluar dari tempat tinggal," ujar Ida. Kemnaker juga sudah membentuk tim pelaksanaan piket dalam rangka memonitor dan menjawab secara aktif hotline layanan pelindungan WNI. Termasuk bagi pekerja terkait COVID-19, serta menyampaikan update informasi tentang kondisi para pekerja di negara penempatan masing-masing. Simak Video "Menaker: Jika Ada Relaksasi Jamsostek, Perusahaan Wajib Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Bhinneka.com sedang investigasi kabar penjualan data pengguna mereka di dark web. Sebagai pencegahan mereka meminta pengguna mengganti password. "Kami mengimbau pelanggan untuk segera melakukan penggantian password sebagai langkah pencegahan," kata Group Head Brand Communication & PR (BCPR) Bhinneka.com, Astrid Warsito kepada detikINET, Minggu (10/5/2020). Bhinneka.com menyarankan penggunanya melakukan hal sebagai berikut: 1. Mengganti password secara berkala dan ini saat yang tepat untuk mengganti yang baru. 2. Tidak menggunakan password yang sama untuk berbagai layanan 3. Menggunakan email yang berbeda untuk aktivitas transaksi online 4. Segera menggunakan strong password, minimum delapan karakter, kombinasi huruf besar dan kecil, kombinasi angka, jangan gunakan identitas atau informasi terkait dengan diri dan kombinasi simbol. "Kami informasikan juga bahwa password pelanggan di database selalu dienkripsi. Kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit," kata Astrid. Menurut dia semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Selain itu tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem. "Dengan melakukan langkah pencegahan di atas, artinya tiap pelanggan turut membantu kami untuk menjaga keamanan akun pengguna," kata Astrid. Sebelumnya, Zdnet memberitakan grup hacker ShinyHunters mengklaim membobol 10 perusahaan berbagai negara dan menjual data pengguna mereka di dark web. Total ada 73,2 juta data pengguna yang dijual USD 18.000. Dari data itu termasuk 1,2 juta pengguna e-commerce Bhinneka.com. Simak Video "Pentingnya Ganti Kata Sandi Medsos Secara Berkala" [==] (fay/fay) Sumber
-
Jakarta - Kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta terus bergulir. Kini, KSP Indosurya Cipta tengah menyiapkan proposal perdamaian atau restrukturisasi utang atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada anggota koperasi atau para nasabahnya yang mencapai angka sekitar Rp 10 triliun. Pihak nasabah atau anggota sebenarnya sempat menuntut kepailitan. Kuasa Hukum KSP Indosurya Cipta, Bosni Tambunan menilai proses perdamaian melalui PKPU merupakan opsi terbaik untuk mencari jalan tengah menyelamatkan dana nasabah. Dia berpandangan hal itu lebih baik ketimbang jika harus melalui proses kepailitan seperti yang diinginkan Aliansi Korban KSP Indosurya. "Dalam kasus gagal bayar Koperasi Indosurya kepada para kreditur, Kepailitan adalah opsi yang harus dihindari dan itu malah akan merugikan para nasabah," tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Justru, lanjut Bosni, dengan memberikan kesempatan melalui perdamaian dalam Proses PKPU, Koperasi Indosurya Cipta dapat menyelesaikan kewajiban-kewajibannya kepada para kreditur melalui skema yang akan dibahas bersama dengan para kreditur. Menurut Boni, dengan melalui proses kepailitan justru akan merugikan para kredit. Dia mencontohkan kasus kepailitan PT. Metro Batavia (Batavia Air) dengan tumpukan utang sebesar Rp 2,54 triliun yang ternyata tidak tuntas terbayarkan dengan aset-aset yang ada dan sangat jauh dari total utang perusahaan. "Sedangkan dalam kasus yang melibatkan Koperasi yang berujung pailit misalnya Koperasi Cipaganti, dan Koperasi Pandawa, proses pemberesannya sangat berbelit-belit dan belum menuntaskan kewajiban yang ada kepada para kreditur," tutur Bosni. Hal itu dikarenakan, saat melalui kepailitan hal yang harus dibereskan terlebih dahulu adalah biaya-biaya kepailitan itu sendiri termasuk fee kurator sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Imbalan Jasa Bagi Kurator dan Pengurus. "Kepailitan harus menjadi Ultimum Remedium bukan Premium Remedium," jelas Bosni. Bosni mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proposal perdamaian termasuk menyiapkan beberapa source of fund atau sumber dana yang akan disuntikan ke dalam Koperasi Indosurya PKPU. "Kami percaya kreditur akan mendukung langkah yang ditempuh oleh Koperasi Indosurya Cipta. Kami yakin para anggota dan calon anggota masih banyak yang percaya dan sayang dengan Koperasi Indosurya Cipta," tandasnya. PKPU KSP Indosurya Cipta sendiri ditetapkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat dengan surat putusan Nomor: 66/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jakarta Pusat. Proses PKPU ini dibagi dalam enam tahap mulai dari rapat kreditur pertama pada 8 Mei 2020 dan batas akhir pengajuan tagihan pada 15 Mei 2020. Dilanjutkan rapat pencocokan piutang pada 20 Mei 2020. Sementara rapat pembahasan rencana perdamaian tanggal 29 Mei 2020 kemudian rapat pemungutan suara (voting) rencana perdamaian pada 5 Juni 2020 sedangkan sidang permusyawaratan majelis hakim pada 12 Juni 2020. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta terus bergulir. Kini, KSP Indosurya Cipta tengah menyiapkan proposal perdamaian atau restrukturisasi utang atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada anggota koperasi atau para nasabahnya yang mencapai angka sekitar Rp 10 triliun. Pihak nasabah atau anggota sebenarnya sempat menuntut kepailitan. Kuasa Hukum KSP Indosurya Cipta, Bosni Tambunan menilai proses perdamaian melalui PKPU merupakan opsi terbaik untuk mencari jalan tengah menyelamatkan dana nasabah. Dia berpandangan hal itu lebih baik ketimbang jika harus melalui proses kepailitan seperti yang diinginkan Aliansi Korban KSP Indosurya. "Dalam kasus gagal bayar Koperasi Indosurya kepada para kreditur, Kepailitan adalah opsi yang harus dihindari dan itu malah akan merugikan para nasabah," tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Justru, lanjut Bosni, dengan memberikan kesempatan melalui perdamaian dalam Proses PKPU, Koperasi Indosurya Cipta dapat menyelesaikan kewajiban-kewajibannya kepada para kreditur melalui skema yang akan dibahas bersama dengan para kreditur. Menurut Boni, dengan melalui proses kepailitan justru akan merugikan para kredit. Dia mencontohkan kasus kepailitan PT. Metro Batavia (Batavia Air) dengan tumpukan utang sebesar Rp 2,54 triliun yang ternyata tidak tuntas terbayarkan dengan aset-aset yang ada dan sangat jauh dari total utang perusahaan. "Sedangkan dalam kasus yang melibatkan Koperasi yang berujung pailit misalnya Koperasi Cipaganti, dan Koperasi Pandawa, proses pemberesannya sangat berbelit-belit dan belum menuntaskan kewajiban yang ada kepada para kreditur," tutur Bosni. Hal itu dikarenakan, saat melalui kepailitan hal yang harus dibereskan terlebih dahulu adalah biaya-biaya kepailitan itu sendiri termasuk fee kurator sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Imbalan Jasa Bagi Kurator dan Pengurus. "Kepailitan harus menjadi Ultimum Remedium bukan Premium Remedium," jelas Bosni. Bosni mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proposal perdamaian termasuk menyiapkan beberapa source of fund atau sumber dana yang akan disuntikan ke dalam Koperasi Indosurya PKPU. "Kami percaya kreditur akan mendukung langkah yang ditempuh oleh Koperasi Indosurya Cipta. Kami yakin para anggota dan calon anggota masih banyak yang percaya dan sayang dengan Koperasi Indosurya Cipta," tandasnya. PKPU KSP Indosurya Cipta sendiri ditetapkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat dengan surat putusan Nomor: 66/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jakarta Pusat. Proses PKPU ini dibagi dalam enam tahap mulai dari rapat kreditur pertama pada 8 Mei 2020 dan batas akhir pengajuan tagihan pada 15 Mei 2020. Dilanjutkan rapat pencocokan piutang pada 20 Mei 2020. Sementara rapat pembahasan rencana perdamaian tanggal 29 Mei 2020 kemudian rapat pemungutan suara (voting) rencana perdamaian pada 5 Juni 2020 sedangkan sidang permusyawaratan majelis hakim pada 12 Juni 2020. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Di tengah situasi pandemi saat ini, banyak sektor harus beradaptasi. Tidak terkecuali berbagai bidang keinsinyuran, yang juga dituntut memberi kontribusi nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi normal baru. "Sekarang banyak hal berubah. Insinyur sebagai kalangan cerdik cendekia wajib memberi kontribusi konkret dalam kehidupan masyarakat kini di masa pandemi dan nanti. Di sinilah insinyur harus berperan dan berinovasi agar dalam situasi apapun kita semua siap beradaptasi," ujar Heru Dewanto, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam Focus Group Discussion yang diinisiasi PII secara daring pada Rabu (6/5/2020). FGD diikuti oleh hampir 400 orang peserta mengikuti paparan 23 bidang keinsinyuran PII yang menjelaskan berbagai skema kondisi normal baru ke depan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Secara khusus Heru menyoroti pentingnya identifikasi normal baru di setiap bidang, sekaligus mempersiapkan masyarakat untuk menghadapinya. "Ini FGD yang holistik dari A sampai Z, dimana PII dan seluruh bidang keinsinyuran melakukan identifikasi, apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi pasca-pandemi, apa tantangannya bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, juga bagaimana cara beradaptasi di setiap bidang keinsinyuran itu, sekaligus tentu saja apa peluang di masa depan dari berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang ini," tambah Heru. FGD juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat PII, Airlangga Hartarto, yang menyoroti kehidupan normal baru di masyarakat termasuk kehidupan berekonomi yang menyesuaikan dengan penyakit, lalu bagaimana kemampuan beradaptasi dengan penyakit dan cara penanganannya. Untuk menekan dampak negatif akibat situasi yang tidak pasti saat ini, Airlangga mengatakan pemerintah terus mengkaji sejumlah langkah relaksasi. "Sekuat tenaga kita berupaya agar bencana kesehatan ini tidak menjadi bencana ekonomi, apalagi kemudian menjadi bencana keuangan dan politik", kata Airlangga. FGD daring yang juga dihadiri beberapa pejabat eselon-I dari berbagai kementerian terkait menekankan pentingnya kejelian melihat berbagai peluang dalam masa yang menantang ini. "Insinyur Indonesia harus mampu mengubah semua tantangan sekarang ini menjadi potensi dan peluang-peluang baru di masa depan," tambah Heru. Simak Video "Kemendikbud Gandeng Pelajar Islam Indonesia Perangi Hoax" [==] Sumber
-
Jakarta - Di tengah situasi pandemi saat ini, banyak sektor harus beradaptasi. Tidak terkecuali berbagai bidang keinsinyuran, yang juga dituntut memberi kontribusi nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi normal baru. "Sekarang banyak hal berubah. Insinyur sebagai kalangan cerdik cendekia wajib memberi kontribusi konkret dalam kehidupan masyarakat kini di masa pandemi dan nanti. Di sinilah insinyur harus berperan dan berinovasi agar dalam situasi apapun kita semua siap beradaptasi," ujar Heru Dewanto, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam Focus Group Discussion yang diinisiasi PII secara daring pada Rabu (6/5/2020). FGD diikuti oleh hampir 400 orang peserta mengikuti paparan 23 bidang keinsinyuran PII yang menjelaskan berbagai skema kondisi normal baru ke depan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Secara khusus Heru menyoroti pentingnya identifikasi normal baru di setiap bidang, sekaligus mempersiapkan masyarakat untuk menghadapinya. "Ini FGD yang holistik dari A sampai Z, dimana PII dan seluruh bidang keinsinyuran melakukan identifikasi, apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi pasca-pandemi, apa tantangannya bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, juga bagaimana cara beradaptasi di setiap bidang keinsinyuran itu, sekaligus tentu saja apa peluang di masa depan dari berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang ini," tambah Heru. FGD juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat PII, Airlangga Hartarto, yang menyoroti kehidupan normal baru di masyarakat termasuk kehidupan berekonomi yang menyesuaikan dengan penyakit, lalu bagaimana kemampuan beradaptasi dengan penyakit dan cara penanganannya. Untuk menekan dampak negatif akibat situasi yang tidak pasti saat ini, Airlangga mengatakan pemerintah terus mengkaji sejumlah langkah relaksasi. "Sekuat tenaga kita berupaya agar bencana kesehatan ini tidak menjadi bencana ekonomi, apalagi kemudian menjadi bencana keuangan dan politik", kata Airlangga. FGD daring yang juga dihadiri beberapa pejabat eselon-I dari berbagai kementerian terkait menekankan pentingnya kejelian melihat berbagai peluang dalam masa yang menantang ini. "Insinyur Indonesia harus mampu mengubah semua tantangan sekarang ini menjadi potensi dan peluang-peluang baru di masa depan," tambah Heru. Simak Video "Kemendikbud Gandeng Pelajar Islam Indonesia Perangi Hoax" [==] Sumber
-
Jakarta - Pandemi Corona telah membuat pembiayaan APBN 2020 membengkak. Gara-gara menangani penyebaran dan dampak dari wabah COVID-19, defisit anggaran pun melebar. Badan Anggaran DPR Ri mengusulkan Bank Indonesia (BI) melakukan cetak uang untuk menutupi kebutuhan itu. Namun dengan mempertimbangkan dampaknya, usulan itu tidak lantas dituruti. Lalu adakah cara lain selain cetak uang? Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai ada alternatif lain untuk menutupi kebutuhan anggaran itu selain cetak uang. Pemerintah bisa melakukan penerbitan surat utang hingga pinjaman luar negeri. "Alternatif di luar relokasi anggaran dan menggunakan uang pajak, pembiayaan keuangan negara dilakukan dengan mencetak surat utang dan juga melakukan pinjaman luar negeri baik itu multilateral maupun bilateral," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Menurut Yusuf, penerbitan surat utang merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan. Sementara pinjaman luar negeri secara proporsi masih sedikit dilakukan oleh pemerintah. "Dengan bunga yang relatif lebih rendah, sekitar 1-2%, saya kira pinjaman ini yang akan menjadi alternatif pembiayaan keuangan negara di saat sekarang. Meskipun pilihan ini juga mempunyai resiko selisih kurs karena dilakukan dalam bentuk valas dan adanya comitment fee yang harus ditanggung pemerintah," tutupnya. Sekadar informasi, Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan pembiayaan APBN 2020 di tengah pandemi Corona mencapai Rp 1.439,8 triliun. Angka tersebut salah satunya berasal dari pembiayaan defisit Rp 852,9 triliun. Pembiayaan defisit meningkat lantaran pemerintah melebarkan menjadi 5,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) dari yang sebelumnya 1,76%. Pelebaran juga untuk menanggulangi Corona yang menghantam perekonomian nasional. Salah satu pemenuhan pembiayaan itu akan dipenuhi oleh Bank Indonesia (BI). Melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2020, BI akan menambal sekitar Rp 125 triliun atau 25% dari total penerbitan SBN yang dilakukan pemerintah. Dalam strategi pembiayaan di tengah pandemi Corona, BI menjadi last resort atau cara terakhir pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penanggulangan COVID-19. Simak Video "Menkeu: Nilai Rupiah Menguat Dibanding Maret" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Pandemi Corona telah membuat pembiayaan APBN 2020 membengkak. Gara-gara menangani penyebaran dan dampak dari wabah COVID-19, defisit anggaran pun melebar. Badan Anggaran DPR Ri mengusulkan Bank Indonesia (BI) melakukan cetak uang untuk menutupi kebutuhan itu. Namun dengan mempertimbangkan dampaknya, usulan itu tidak lantas dituruti. Lalu adakah cara lain selain cetak uang? Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai ada alternatif lain untuk menutupi kebutuhan anggaran itu selain cetak uang. Pemerintah bisa melakukan penerbitan surat utang hingga pinjaman luar negeri. "Alternatif di luar relokasi anggaran dan menggunakan uang pajak, pembiayaan keuangan negara dilakukan dengan mencetak surat utang dan juga melakukan pinjaman luar negeri baik itu multilateral maupun bilateral," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Menurut Yusuf, penerbitan surat utang merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan. Sementara pinjaman luar negeri secara proporsi masih sedikit dilakukan oleh pemerintah. "Dengan bunga yang relatif lebih rendah, sekitar 1-2%, saya kira pinjaman ini yang akan menjadi alternatif pembiayaan keuangan negara di saat sekarang. Meskipun pilihan ini juga mempunyai resiko selisih kurs karena dilakukan dalam bentuk valas dan adanya comitment fee yang harus ditanggung pemerintah," tutupnya. Sekadar informasi, Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan pembiayaan APBN 2020 di tengah pandemi Corona mencapai Rp 1.439,8 triliun. Angka tersebut salah satunya berasal dari pembiayaan defisit Rp 852,9 triliun. Pembiayaan defisit meningkat lantaran pemerintah melebarkan menjadi 5,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) dari yang sebelumnya 1,76%. Pelebaran juga untuk menanggulangi Corona yang menghantam perekonomian nasional. Salah satu pemenuhan pembiayaan itu akan dipenuhi oleh Bank Indonesia (BI). Melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2020, BI akan menambal sekitar Rp 125 triliun atau 25% dari total penerbitan SBN yang dilakukan pemerintah. Dalam strategi pembiayaan di tengah pandemi Corona, BI menjadi last resort atau cara terakhir pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penanggulangan COVID-19. Simak Video "Menkeu: Nilai Rupiah Menguat Dibanding Maret" [==] (das/dna) Sumber
-
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan memberdayakan pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan melalui program Padat Karya Infrastruktur. Program ini dikemas dalam bentuk kegiatan penyemprotan disinfektan. Selain bermanfaat untuk mencegah penyebaran COVID-19, program ini juga membantu perekonomian pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan. "Kemnaker punya program reguler yang dilaksanakan, yaitu Padat Karya Produktif dan Padat Karya Infrastruktur. Kali ini programnya tidak seperti umumnya, tapi dialihkan ke penyemprotan disinfektan di lingkungan industri atau kampung-kampung. Dan yang nyemprot itu teman-teman yang terpaksa tidak bisa bekerja karena di-PHK atau dirumahkan," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020). Berdasarkan data Kemnaker per 1 Mei 2020, jumlah pekerja sektor formal yang telah dirumahkan akibat pandemi COVID-19 sebanyak 1.032.960 orang dan pekerja sektor formal yang di-PHK sebanyak 375.165 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak COVID-19 sebanyak 314.833 orang. Total pekerja sektor formal dan informal yang terdampak COVID-19 sebanyak 1.722.958 orang. "Itu data yang sudah clear, by name dan by address serta dilengkapi NIK KTP. Ada juga 1,2 juta pekerja yang diproses tahap verifikasi dan validasi sehingga totalnya sekitar 3 juta pekerja yang terdampak," ungkapnya. Ia menjelaskan melalui kegiatan penyemprotan disinfektan ini, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akan mendapatkan insentif dari Kemnaker. Saat ini, kegiatan ini baru dijalankan di wilayah Jabodetabek mengingat pemerintah masih memberlakukan pembatasan ke luar daerah. "Jadi, untuk program Padat Karya Infrastruktur disesuaikan dengan penanganan dampak COVID-19, diarahkan agar penerimanya itu teman-teman yang di-PHK dirumahkan. Mari kita terus berdoa, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir," ujarnya. Ida juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, tidak ke luar rumah kecuali ada kebutuhan mendesak, serta menjaga physical distancing. "Hanya fisiknya saja yang nggak boleh dekat, tetapi hati harus tetap dekat," tandasnya. Simak Video "Menaker Harap Penambahan Cuti Bersama 2020 Tingkatkan Produktivitas" [==] (mul/ega) Sumber
-
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan memberdayakan pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan melalui program Padat Karya Infrastruktur. Program ini dikemas dalam bentuk kegiatan penyemprotan disinfektan. Selain bermanfaat untuk mencegah penyebaran COVID-19, program ini juga membantu perekonomian pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan. "Kemnaker punya program reguler yang dilaksanakan, yaitu Padat Karya Produktif dan Padat Karya Infrastruktur. Kali ini programnya tidak seperti umumnya, tapi dialihkan ke penyemprotan disinfektan di lingkungan industri atau kampung-kampung. Dan yang nyemprot itu teman-teman yang terpaksa tidak bisa bekerja karena di-PHK atau dirumahkan," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020). Berdasarkan data Kemnaker per 1 Mei 2020, jumlah pekerja sektor formal yang telah dirumahkan akibat pandemi COVID-19 sebanyak 1.032.960 orang dan pekerja sektor formal yang di-PHK sebanyak 375.165 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak COVID-19 sebanyak 314.833 orang. Total pekerja sektor formal dan informal yang terdampak COVID-19 sebanyak 1.722.958 orang. "Itu data yang sudah clear, by name dan by address serta dilengkapi NIK KTP. Ada juga 1,2 juta pekerja yang diproses tahap verifikasi dan validasi sehingga totalnya sekitar 3 juta pekerja yang terdampak," ungkapnya. Ia menjelaskan melalui kegiatan penyemprotan disinfektan ini, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akan mendapatkan insentif dari Kemnaker. Saat ini, kegiatan ini baru dijalankan di wilayah Jabodetabek mengingat pemerintah masih memberlakukan pembatasan ke luar daerah. "Jadi, untuk program Padat Karya Infrastruktur disesuaikan dengan penanganan dampak COVID-19, diarahkan agar penerimanya itu teman-teman yang di-PHK dirumahkan. Mari kita terus berdoa, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir," ujarnya. Ida juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, tidak ke luar rumah kecuali ada kebutuhan mendesak, serta menjaga physical distancing. "Hanya fisiknya saja yang nggak boleh dekat, tetapi hati harus tetap dekat," tandasnya. Simak Video "Menaker Harap Penambahan Cuti Bersama 2020 Tingkatkan Produktivitas" [==] (mul/ega) Sumber
-
Jakarta - Data pengguna Bhinneka.com dilaporkan dijual di dark web. Lagi-lagi keamanan siber jadi masalah serius, investigasi pun dilakukan. Zdnet memberitakan grup hacker ShinyHunters mengklaim membobol 10 perusahaan dan menjual data pengguna mereka di dark web. Menurut Zdnet ini adalah grup yang sama dengan peretas Tokopedia pekan kemarin. Total ada 73,2 juta data pengguna dari 10 perusahaan teknologi berbagai negara yang dijual USD 18.000. Dari data itu termasuk 1,2 juta pengguna e-commerce Bhinneka.com. Group Head Brand Communication & PR (BCPR) Bhinneka.com, Astrid Warsito mengatakan sedang melakukan investigasi terkait hal ini. Dia meminta maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait kabar peretasan data pengguna. "Hingga saat ini kami masih melakukan investigasi mengenai kebenaran berita tersebut dan juga melakukan investigasi di sistem internal Bhinneka sehubungan dengan dugaan tersebut," kata Astrid kepada detikINET, Minggu (10/5/2020). Astrid menegaskan, keamanan dan kenyamanan pelanggan saat berbelanja di Bhinneka.com selalu menjadi prioritas. Mereka telah menerapkan standar keamanan global Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) dari TUV Rheinland untuk melindungi pelanggan. "Masih terlalu dini untuk menilai tapi tentu insiden ini tidak diharapkan. Di kami standar keamanannya global, jadi seharusnya tidak semudah itu terjadi peretasan," kata dia. Bhinneka menggandeng pihak terkait untuk investigasi ini yaitu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). "Kami akan memberi update jika hasil investigasi sudah ada," kata dia. Simak Video "BSSN Minta DPR Segera Sahkan RUU Keamanan Siber" [==] (fay/fay) Sumber
-
Jakarta - Untuk menutupi kebutuhan anggaran yang membengkak dalam penanganan wabah COVID-19, Badan Anggaran DPR RI menyarankan Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 400-600 triliun. Hal ini dinilai bisa memicu terjadinya hiperinflasi berupa jatuhnya nilai uang. Hal itu pernah terjadi di salah satu negara Afrika, Zimbabwe. Karena terlalu banyak uang beredar, nilai uang jadi turun bahkan jadi tak berharga. Saking tak berharganya, butuh sampai 30 juta dolar Zimbabwe untuk membeli sosis yang semula harganya hanya dari sebelumnya hanya 379 dolar Zimbabwe. Informasi itu jadi yang terpopuler di detikFinance sepanjang hari ini. Selain informasi tersebut, ada juga berita-berita terpopuler lainnya seperti tips mengatur keuangan bila tunjangan hari raya tak cair hingga penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi RI sejak pandemi viru Corona terjadi di Indonesia. Berikut selengkapnya: Sumber
-
Jakarta - Pada bulan Ramadan kali ini bahan-bahan pokok akan lebih banyak dibutuhkan karena kondisi PSSB yang mewajibkan seluruh orang berada di dalam rumah. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto telah memastikan stok kebutuhan bahan pokok cukup hingga memasuki Hari Raya Idul Fitri. Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian yang berlebihan, tidak menimbun, dan juga menyetok bahan pokok di rumah. Menanggapi hal itu, Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh mengatakan minimarket Alfamart dan Alfamidi akan terus melayani masyarakat untuk mendapatkan bahan-bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari. "Kami ingin menginformasikan bahwa Alfamart dan Alfamidi masih terbuka melayani masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, kami mendorong orang untuk menghindari panic buying. Oleh karena itu, kami mendorong orang untuk menghindari panic buying," jelas Ryan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Alfamart dan Alfamidi juga bangga telah menjadi salah satu bagian dari gerakan yang diprakarsai oleh Heinz ABC yaitu Gerakan untuk Lansia di Bulan Ramadan. Ini merupakan gerakan untuk mendukung lansia di bulan Ramadan dan juga selama pandemi kali ini. Heinz ABC berkolaborasi dengan FOI, Alfamart, dan Indomaret Alfamart dan Indomaret akan memberikan bantuan bahan pokok kepada lansia dengan total bantuan sebesar Rp 7,5 miliar, yang akan diberikan di 8 wilayah di Pulau Jawa yakni DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, Solo, DI Yogyakarta, Surabaya, dan Pasuruan. Managing Director Kraft Heinz ABC Indonesia dan Papua Nugini, Steven Debrabandere mengatakan ABC ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk bergabung dengan kegiatan ini. Melalui Gerakan untuk Lansia di Ramadan ini, Heinz ABC akan mendonasikan Rp 7,5 miliar bagi para lansia selama masa pandemi. "Gerakan Untuk Lansia di Bulan Ramadan yang kami buat bertujuan untuk mendukung lansia di bulan Ramadan, di saat pandemi ini terjadi. Kami juga ingin untuk mengajak publik menyebarkan kebaikan selama bulan Ramadan," ujar Steven. Program ini sudah dimulai dan akan dilanjutkan hingga 31 Mei 2020. Adapun untuk pendistribusian donasi yang diberikan oleh masyarakat tersebut, Heinz ABC bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI). Nantinya bantuan tersebut akan diberikan oleh masyarakat dan dipastikan sampai kepada para lansia yang membutuhkan lewat bantuan dari FOI "Lansia merupakan salah satu fokus dari Foodbank of Indonesia (FOI). FOI bergabung di gerakan sosial ini untuk memastikan bahwa semua donasi yang telah dilakukan dengan pembelian produk Heinz ABC di Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret diberikan kepada pihak yang tepat," ujar Pendiri FOI Hendro Utomo. Masyarakat pun dapat memberikan dukungan tersebut dengan membeli produk-produk Heinz ABC yang tersedia di minimarket seperti Alfamart, Alfamidi dan juga Indomaret. Nantinya setiap pembelian produk ABC tersebut, konsumen akan membantu Heinz ABC menyumbangkan Rp 1.000 untuk donasi yang akan diberikan kepada lansia tersebut. Simak Video " Efek Panic Buying Bikin Harga Gula Meroket" [==] (akn/hns) Sumber
-
Foto yang diambil di kawasan Vietnam ini menggambarkan seorang warga yang tengah merawat bunga krisan. Bunga-bunga krisan itu mulai bermekaran saat musim semi tiba. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@thuanvo. Kebun bunga tulip berbagai warna bermekaran di kawasan Noordoostpolder, Belanda. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@erwindoorn. Dua orang anak di Vietnam tampak asyik berbincang dengan membawa keranjang berisi bunga. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@thongnguyengallery. Seorang fotografer di Vietnam mengabadikan momen bunga yang bermekaran di saat musim semi tiba. Tampak pula seekor kupu-kupu berada di bunga yang sedang mekar tersebut. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@ngocson. Potret Kuil Senso-ji di Tokyo, Jepang, dengan bingkai bunga-bunga bermekaran di saat musim semi. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@alvarovaliente_. Seorang pekerja sedang memetik daun teh di kebun teh yang berada di kawasan Vietnam. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@phamngocthach. Seorang pengunjung sedang memotret bunga-bunga yang sedang bermekaran di kebun bunga tulip yang berada di kawasan Noordwijkerhout, Belanda. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@michelle.wandering. Seorang anak hendak menanam bunga di kawasan Mallorca, Spanyol. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@mcarmen. Sejumlah wanita di kawasan Hanoi, Vietnam tampak mengenakan pakaian tradisional Vietnam, Ao Dai, saat melintasi jembatan sembari membawa tangkai bunga berwarna merah muda. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@quytran. Potret tempat wisata alam di kawasan Sa Pa, Vietnam. Sa Pa diketahui merupakan salah satu tempat wisata di kawasan Vietnam yang memiliki iklim yang unik dan dapat merepresentasikan empat musim dalam satu hari, yakni, musim semi saat pagi hari, musim panas di siang hari, musim gugur di sore hari, dan musim dingin saat malam hari. Istimewa/Dok. Boredapanda/Agora/@nguyenvietcuong. Musim semi diketahui menjadi waktu berbagai bunga mulai kembali bermekaran setelah musim dingin usai. Seperti halnya bunga tulip yang bermekaran di salah satu taman yang berada di Buenos Aires, Argentina ini. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@regulogomez. Potret bunga-bunga bermekaran di kawasan Lago di Sorapis, Italia. Istimewa/Dok.Boredpanda/Agora/@jp.photoart. Potret seorang wanita berada di sebuah kebun bunga yang sedang bermekaran di kawasan Olot, Spanyol. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@carlesalonsophotography. Penampakan seekor lebah yang sedang mengumpulkan serbuk sari dari bunga matahari. Pemandangan unik nan menarik itu diabadikan seorang fotografer saat sedang berkunjung ke Pentapoli Serres, Yunani. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@irokiorapostolou. Potret dua orang anak laki-laki di kawasan Barisal, Bangladesh, tampak mengenakan payung saat sedang mengumpulkan bunga teratai untuk kembali di jual di pasar setempat. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@azimronnie. Potret hamparan bunga yang bermekaran di dekat air terjun yang berada di kawasan Pleiku, Vietnam. Istimewa/Dok. Boredpanda/Agora/@hoacarol. Sumber
-
Jakarta - Mantan CEO Google Eric Schmidt tidak lagi menjabat sebagai penasihat di raksasa teknologi tersebut dan perusahaan induknya Alphabet. Saat menjadi pemimpin Google, Schmidt merupakan sosok yang mengubah Google dari startup Silicon Valley menjadi raksasa global. Mundurnya Schmidt dari Google pertama kali dilaporkan oleh Cnet. Dikutip detikINET, Minggu (10/5/2020) Schmidt mundur dari jabatannya sebagai penasihat pada Februari 2020. Pria berusia 65 tahun ini pertama kali bergabung sebagai CEO Google pada 2001. Ia dibawa sebagai 'orang dewasa' yang mengawasi kerja co-founder Sergey Page dan Larry Brin yang dianggap masih sangat muda. Saat dipimpin Schmidt, Google melebarkan sayapnya dari sekedar menawarkan mesin pencari ke teknologi lainnya, termasuk smartphone dan video online. Schmidt juga bertanggung jawab membawa Google menuju IPO pada 2004. Pada tahun 2011, Page menggantikan Schmidt sebagai CEO Google, tapi ia tetap menjadi executive chairman dewan direksi. Pada tahun 2015, Google melakukan restrukturisasi dan menciptakan perusahaan induk bernama Alphabet. Scmhidt kemudian menjadi executive chairman untuk entitas baru tersebut. Pada tahun 2017, ia mundur dari jabatan di Google dan Alphabet lalu menjabat sebagai penasihat yang fokus dalam isu sains dan teknologi. Sejak perannya di Google semakin mengecil, Schmidt banyak bekerja dengan sektor militer. Sejak tahun 2016 ia menjadi chairman U.S. Defense Innovation Board, kelompok penasihat yang bertugas menghadirkan teknologi baru untuk Pentagon. Baru-baru ini, Schmidt ditunjuk Walikota New York Andrew Cuomo untuk mengepalai komisi yang mengurus isu teknologi selama dan sesudah pandemi virus Corona. Mundurnya Schmidt dari jabatan terakhirnya di Google dan Alphabet menandakan ia tidak lagi mendapatkan gaji, tapi ia masih memegang saham perusahaan sebesar USD 5,3 miliar. Sebagai penasihat, ia mendapatkan gaji sebesar USD 1 setiap tahunnya. Simak Video "Karyawan Google Akan Ngantor Lagi pada 1 Juni 2020" [==] (vmp/rns) Sumber
-
Jakarta - Pemerintah memberikan kelonggaran untuk pembayaran THR bagi pengusaha. Pengusaha dibolehkan menunda pembayaran THR hingga waktu yang disepakati dengan pekerja. Apabila pembayarannya ditunda, artinya pekerja tidak akan merayakan Lebaran dengan THR. Lalu bagaimana atur keuangannya? Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho tanpa THR dia menyarankan jangan terlalu bermewah-mewahan dalam merayakan Lebaran. Dia menegaskan pengeluaran harus difokuskan untuk kebutuhan pokok, makanan sehat, suplemen, dan kuota internet. "Mengaturnya bagaimana, menurut saya Lebaran tahun ini lebih baik menahan diri dari bermewah-mewahan dulu. Prioritas utama ya tetap pada makanan sehat dan suplemen, serta kuota internet karena banyak ini kegiatan lebaran pakai gadget," papar Andy kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Dia menegaskan, saat Lebaran tidak usah banyak belanja. Dia mencontohkan untuk kebutuhan makanan dan kue lebaran misalnya, lebih baik tidak berlebihan. "Daripada belanja macam-macam, mending kita penuhi kebutuhan utama saja. Kalau kita beli kue dan makanan ya cukup keluarga kecil di rumah aja, tidak berlebihan," jelas Andy. Andy justru menilai dalam merayakan Lebaran tahun ini baik ada THR maupun tidak ada, bahkan gaji dipotong sekalipun harusnya tidak ada masalah keuangan terjadi. Pasalnya, Lebaran tahun ini pun tidak akan seramai tahun lalu. "Seharusnya, nggak ada isu ya karena walaupun THR ditunda dan beberapa orang gajinya dipotong, karena Lebarannya juga cukup di rumah aja jadi harusnya nggak banyak pengeluaran," kata Andy. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (Herdi Alif Al Hikam/dna) Sumber
-
Jakarta - Pemerintah menegaskan kepada pengusaha untuk membayarkan THR jelang Lebaran. Pengusaha sendiri mengaku kesulitan membayar THR. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menilai bahwa sebetulnya di tengah kondisi seperti THR justru bukan sebuah urgensi. Menurutnya pekerja masih bisa mendapatkan gaji pokok. "THR kalau dilihat itu menurut saya dengan kondisi sekarang ini kebutuhan pegawai untuk THR nggak besar. Justru mesti disyukuri itu para pegawai mereka masih dapat gaji dan penuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Piter kepada detikcom, Minggu (10/5/2020). Dia menegaskan THR bukan sebuah kebutuhan mendesak di tengah situasi seperti ini. Namun, dia menegaskan pengusaha tetap harus membayar THR karena ini hak pekerja. "Pegawai menurut saya nggak terlalu butuh THR saat ini, tapi ingat ini hak pegawai," ucap Piter. Di tengah wabah, menurut Piter hari raya tidak akan seramai dan senormal seperti biasanya. Dia mengatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk merayakan Lebaran. "Di tengah wabah COVID kan tidak ada kebutuhan berlebih. THR juga kan terbitnya tambahan, nah di tengah COVID ini tidak ada kebutuhan beli baju baru, berpesta, segala macam. Semangat keprihatinan itu ada," papar Piter. Meski begitu Piter menegaskan bahwa THR tetap wajib dibayar, tapi tidak sekarang. Pemerintah pun meringankan benan pengusaha untuk membayar THR. "Jadi win-win solutionnya adalah kalau kata saya THR tetap wajib dibayar, tapi nggak sekarang," sebut Piter. Simak Video "Menaker: Jika Ada Relaksasi Jamsostek, Perusahaan Wajib Bayar THR Karyawan" [==] (dna/dna) Sumber
-
Jakarta - Work from home alias bekerja dari rumah menjadi bagian dari kehidupan dan pekerja saat pandemi. Namun karenanya, hal ini berpotensi mengaburkan garis antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Karena itu pula, setengah (51%) dari mereka yang bekerja dari rumah mulai menonton lebih banyak konten dewasa di perangkat yang sama yang mereka pakai untuk bekerja. Ini merupakan salah satu temuan Kaspersky dalam laporannya yang berjudul 'How COVID- 19 changed the way people work'. Kehidupan 'normal baru' yang dihadapi para karyawan saat ini mulai berdampak pada keseimbangan kehidupan pekerjaan mereka. Hampir sepertiga (31%) karyawan mengatakan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada sebelumnya. Namun, 46% mengatakan mereka menghabiskan jumlah waktu lebih banyak untuk kegiatan pribadi. Perubahan spesifik seperti ini mungkin terjadi karena para karyawan sekarang tidak harus bolak-balik atau bepergian sebanyak sebelumnya. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa semakin sulit bagi para karyawan untuk memisahkan kegiatan pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama dalam urusan IT. Temuan yang cukup mengkhawatirkan bagi bisnis, 51% karyawan mengakui telah mulai menonton lebih banyak konten dewasa pada perangkat kantor sejak mereka bekerja dari rumah. Hampir seperlima (18%) karyawan bahkan melakukannya pada perangkat yang disediakan oleh perusahaan, dengan 33% mengaku menonton konten dewasa di perangkat pribadi mereka yang juga digunakan untuk bekerja. Selain itu, 55% karyawan mengatakan mereka membaca berita lebih banyak dibandingkan saat sebelum memulai bekerja dari rumah. Meskipun hal ini sangat wajar karena setiap orang tetap ingin mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan virus corona, fokus laporan ini adalah bagaimana 60% dari kegiatan ini dilakukan pada perangkat yang digunakan untuk bekerja. Pasalnya, hal ini berpotensi menyebabkan infeksi malware, terutama jika karyawan tidak memperhatikan sumber daya dan situs web yang mereka kunjungi. Para karyawan juga mulai menerapkan kebiasaan menggunakan layanan pribadi mereka untuk tujuan pekerjaan sehingga meningkatkan risiko potensial dari bayang-bayang keamanan IT, termasuk pengungkapan informasi sensitif. Misalnya, 42% karyawan menggunakan akun email pribadi untuk hal-hal terkait dengan pekerjaan, dan 49% mengakui penggunaannya meningkat ketika bekerja dari rumah. Sebanyak 38% menggunakan messenger pribadi yang belum disetujui oleh departemen IT kantor mereka, dengan 60% dari mereka melakukannya lebih sering dalam situasi baru seperti saat ini. "Sebuah organisasi atau perusahaan tidak bisa hanya memenuhi seluruh permintaan pengguna, seperti mengizinkan staf untuk menggunakan layanan apa pun yang mereka inginkan," komentar Andrey Evdokimov, Chief Information Security Officer di Kaspersky dalam keterangan resminya. Menurutnya, penting untuk menemukan keseimbangan antara kenyamanan pengguna, kebutuhan bisnis, dan keamanannya. Untuk mencapai hal ini, perusahaan harus menyediakan akses ke layanan berdasarkan pada prinsip hanya menyediakan minimal, hak istimewa yang diperlukan, mengimplementasikan VPN dan menggunakan sistem perusahaan yang aman dan sudah disetujui. "Jenis perangkat lunak seperti ini mungkin memiliki batasan tertentu yang sedikit mengurangi kegunaan, tetapi menawarkan jaminan lebih besar dalam menyediakan standar keamanan," ujarnya. Demi memastikan bisnis melakukan seluruh upaya untuk menjaga karyawan dan data perusahaan tetap aman, Kaspersky merekomendasikan pemilik bisnis untuk mengikuti langkah-langkah berikut: Jadwalkan pelatihan kesadaran keamanan dasar untuk karyawan. Ini dapat dilakukan secara online dan mencakup praktik-praktik penting, seperti manajemen akun dan kata sandi, keamanan email, keamanan endpoint Pastikan seluruh perangkat, software, aplikasi dan layanan tetap diperbarui dengan patch terbaru Instal perlindungan software yang telah terbukti, seperti Kaspersky Endpoint Security Cloud di seluruh end point, termasuk perangkat seluler, dan mengaktifkan firewall. Solusi apa pun yang digunakan harus mencakup perlindungan dari ancaman web dan email phishing. Untuk para karyawan dan pengguna rumahan yang harus bekerja dari perangkat pribadi mereka, Kaspersky menyarankan: Menggunakan solusi keamanan yang andal, seperti Kaspersky Security Cloud, untuk perlindungan komprehensif dari berbagai ancaman Hanya mengunduh konten edukasi dan hiburan dari sumber tepercaya. Simak Video "Tips Work From Home Tetap Menyenangkan Versi Cowok" [==] (rns/rns) Sumber
-
Jakarta - Pandemi Corona yang muncul di Indonesia sejak awal Maret yang lalu memang memberikan dampak yang signifikan di sektor ekonomi dan salah satunya menyerang sektor UMKM. Di antara mereka yang terkena imbas dari Corona tersebut adalah salah satu bengkel las di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan yaitu bengkel las Kurnia Jaya. Pemiliknya Yaya Nurcahya (40) mengatakan bisnis tersebut nyaris gulung tikar akibat pandemi yang menyerang Indonesia tersebut. Usaha las yang biasa ia kerjakan seperti pengelasan teralis, pagar kanopi dan lain-lain sepi peminat. Bahkan pada pertengahan Maret lalu, empat orang karyawan sempat dimintanya untuk 'pulang kampung'. Namun mereka memilih tetap tinggal di bengkel. "Waktu itu usaha sepi. Kalaupun ada, satu dua order saja untuk las yang sifatnya perbaikan," ujar Yaya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020). Dia pun hanya bisa pasrah sampai suatu saat usahanya kedatangan pesanan wastafel portabel. Hanya bermodal contoh gambar dan tenggat waktu selama 3 hari, dirinya langsung menyanggupi. Meski dirinya belum pernah membuat sebelumnya, ia mengupayakan untuk menyelesaikan secepatnya. Awalnya, pesanan sejumlah 6 wastafel portable untuk Puskesmas di wilayah Jakarta. Hingga akhirnya datang pemesanan kedua, sebanyak 14 unit. "Alhamdulillah dalam kondisi seperti ini, saya masih bisa bekerja. Saya bersyukur sekali, rezeki ini tak hanya membantu saya. Tetapi juga membantu pegawai bengkel las kakak dan adik saya yang sempat tutup, kini ikut membantu," tambahnya. Usut punya usut ternyata pesanan tersebut merupakan bantuan untuk kegiatan Pertamina Peduli COVID-19. Yaya mengakui, bertambahnya pesanan tentu menuntut tambahan modal. Beruntung, tak hanya pesanan, Pertamina juga menawarkan program kemitraan, yakni program untuk wiraswasta menjadi mitra binaan Perusahaan. Dengan menjadi Mitra Binaan, Bengkel Las Kurnia Jaya bisa mendapat pinjaman modal sebesar Rp 50 juta, yang lalu digunakan untuk membeli bahan dan perlengkapan membuat wastafel. Total saat ini sudah 60 wastafel portabel yang dipesan Pertamina di Bengkel Las Kurnia Jaya, dengan harga sekitar Rp 3,2 juta per unit. "Dengan menjadi mitra binaan, saya dapat diprioritaskan untuk membantu Pertamina Group menyediakan wastafel portable atau kebutuhan lain sesuai bidang usaha saya," jelasnya optimistis. Yaya hanya salah satu kisah pengusaha mikro yang bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Selain dirinya masih banyak UMKM binaan Pertamina yang mampu bangkit dan tidak menyerah dengan kondisi. Simak Video "Jangan Tunggu Bangkrut! Jokowi Minta Bantuan UMKM Segera Cair" [==] (akn/hns) Sumber