bot
Moderators-
Jumlah Konten
134.000 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi China tak lagi seoptimis dulu. Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini di kisaran 4,5% hingga 5%, yang menjadi level terendah sejak 1991. Angka tersebut juga menandai penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pertama sejak 2023. Target itu diumumkan dalam rangkaian sidang tahunan Two Sessions, forum politik penting di China yang mencakup pertemuan National People's Congress (NPC) dan Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC), beberapa saat lalu. Dalam sidang pembukaan Kongres Rakyat Nasional di Great Hall of the People, di Beijing pada Maret 2026, Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan langsung laporan kerja pemerintah yang memuat target tersebut. Turunnya target pertumbuhan ini mencerminkan bahwa ekonomi China memang sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan. Sejumlah indikator terbaru menunjukkan perlambatan itu terjadi di banyak sisi, mulai dari sektor properti yang belum pulih, konsumsi rumah tangga yang masih lemah, tekanan deflasi, berkurangnya penduduk usia kerja, hingga pasar tenaga kerja yang semakin menantang. Di tengah kondisi itu, ekspor memang masih menjadi penopang, tetapi belum sepenuhnya bisa menutup lemahnya permintaan domestik. Lalu, seperti apa gambaran terbaru ekonomi China? berikut lima indikator utama yang menjelaskan kenapa laju ekonomi negara tersebut diproyeksi melambat. 1. Sektor Properti Belum Keluar dari Tekanan Selama beberapa dekade, perumahan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi China yang paling kuat. Sektor properti bahkan menjadi tempat utama penyimpanan kekayaan rumah tangga. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini justru masuk ke masa penurunan. Pengetatan aturan terhadap utang berlebihan oleh pengembang pada 2020, lalu disusul lockdown pandemi yang menekan penjualan dan merusak kepercayaan rumah tangga, membuka kelemahan dari boom properti yang selama ini ditopang utang. Setelah itu, sektor ini terjebak dalam lingkaran buruk berupa permintaan yang turun, pembiayaan yang makin ketat, dan proyek-proyek yang belum selesai. Menurut perkiraan ekonom, harga rumah secara nasional telah jatuh 30% dari puncaknya pada 2021. Kondisi ini menggerus kekayaan rumah tangga. Calon pembeli memilih menunggu karena khawatir harga masih bisa turun lebih dalam dan enggan mengambil utang jangka panjang untuk aset yang nilainya belum tentu pulih. Pemilik rumah yang sudah ada pun sering kali tidak bisa menjual tanpa menanggung kerugian. Di saat yang sama, pengembang yang sarat utang dibebani apartemen yang belum terjual, proyek yang mandek, serta kewajiban yang terus menumpuk, sehingga banyak yang akhirnya gagal bayar. Sejak pertengahan 2024, pemerintah China berupaya menopang sektor ini. Langkah yang diambil antara lain memangkas suku bunga kredit pemilikan rumah untuk pinjaman yang sudah berjalan, melonggarkan pembatasan pembelian rumah di kota-kota besar, dan menurunkan pajak transaksi. Namun langkah tersebut baru memberi stabilisasi sementara dan belum mampu membalikkan tren penurunan. Pada masa puncaknya, sektor properti dan industri terkait menyumbang hingga seperempat produk domestik bruto, melansir dari Bloomberg. Kini kontribusinya turun menjadi kurang dari seperlima, dan kemungkinan masih akan terus menurun seiring pemerintah China mengalihkan fokus ke manufaktur berteknologi tinggi dan industri hijau. Masalahnya, sektor-sektor baru ini lebih padat modal dan menciptakan lebih sedikit lapangan kerja, sehingga sulit menggantikan properti sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi secara luas. 2. Belanja Warga Masih Tertahan Kelesuan sektor properti China menjalar ke ekonomi yang lebih luas. Ketika nilai rumah turun, rumah tangga merasa lebih miskin dan menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Permintaan yang lemah telah menekan harga berbagai barang dan jasa sejak 2023. Untuk menarik konsumen yang semakin hemat, perusahaan memangkas harga agar bisa mengalahkan pesaing. Kondisi ini justru memperkuat siklus deflasi. Deflasi yang berlangsung lama menjadi tantangan besar. Saat konsumen memperkirakan harga akan turun lagi, mereka cenderung menunda pembelian. Akibatnya, margin keuntungan perusahaan tertekan, investasi melemah, dan perusahaan makin sulit menaikkan upah. Pada akhirnya, permintaan makin lemah dan penurunan harga semakin mengakar. Pemerintah China menyebut persaingan yang berlebihan sebagai "involution" dan menjadikan upaya menekan perang harga yang merusak sebagai prioritas utama di berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik hingga layanan pesan-antar makanan. Otoritas China terus berupaya memulihkan daya tawar harga agar perusahaan dapat membangun kembali margin keuntungan dan menaikkan upah, dengan harapan konsumsi ikut pulih. Namun ketika deflasi sudah telanjur terjadi, membalikkannya bukan perkara mudah. 3. Populasi Menyusut, Tantangan Jangka Panjang Membesar Jumlah penduduk China yang sekitar 1,4 miliar jiwa kini menyusut dengan kecepatan yang tidak terlihat selama beberapa dekade. Ini menjadi perubahan besar bagi negara yang selama ini dikenal karena besarnya populasi. Jumlah kelahiran turun menjadi 7,93 juta pada 2025, level terendah setidaknya sejak 1949. Angka ini turun setiap tahun sejak 2016, kecuali sempat naik tipis pada 2024 yang kemungkinan dipengaruhi Tahun Naga dalam kalender China, yang secara tradisional dianggap sebagai waktu baik untuk memiliki anak. Penduduk usia kerja China, yaitu kelompok umur 16 hingga 59 tahun, juga terus menyusut. Pada 2025, kelompok ini mencakup sekitar 61% dari total populasi, turun dari lebih dari 70% satu dekade sebelumnya. Dengan populasi yang menua cepat, rasio penduduk usia kerja terhadap penduduk berusia di atas 65 tahun, yang saat ini sekitar empat banding satu, diperkirakan turun setengah dalam dua dekade ke depan. Tenaga kerja yang semakin sedikit dan populasi yang menua cepat akan berdampak pada banyak hal, mulai dari permintaan konsumen, output manufaktur, hingga inovasi teknologi. Kondisi ini pada akhirnya menekan potensi pertumbuhan jangka panjang China. Beijing berharap kenaikan produktivitas melalui otomatisasi bisa mengimbangi berkurangnya jumlah pekerja. Presiden Xi Jinping menekankan bahwa investasi di bidang sains dan teknologi, terutama bioteknologi, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan robotika, menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi China. 4. Pasar Kerja Semakin Sulit, Terutama bagi Anak Muda Meski tingkat pengangguran secara umum relatif stabil, pengangguran usia muda melonjak seiring jutaan lulusan baru masuk ke pasar kerja yang sedang melemah. Para lulusan ini umumnya mencari pekerjaan kantoran. Akibatnya muncul ketidaksesuaian struktural antara keterampilan yang mereka miliki dan kebutuhan pasar tenaga kerja, terutama di sektor pabrik yang justru kesulitan mencari pekerja. Ketidakpastian kerja dan lemahnya pertumbuhan upah membuat upaya memulihkan konsumsi semakin sulit. Rumah tangga yang tidak yakin terhadap prospek pendapatannya cenderung memilih menabung daripada belanja, sehingga perlambatan ekonomi makin berlanjut. Adopsi otomatisasi yang sangat cepat juga menambah tekanan baru. Penggunaan teknologi seperti robot dan kecerdasan buatan (AI) di sektor manufaktur maupun jasa kini mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya ketergantungan pada sistem kerja kontrak atau fleksibel, yang umumnya menawarkan manfaat lebih sedikit dan tingkat kepastian kerja yang lebih rendah. 5. Ekspor Masih Menolong, Tapi Tidak Bisa Jadi Andalan Selamanya Ekspor menjadi penopang penting bagi ekonomi domestik China yang sedang melemah. Ekspor neto menyumbang sekitar sepertiga pertumbuhan PDB pada 2025, proporsi tertinggi sejak 1997. Meski tarif Amerika Serikat terhadap barang-barang China terus naik dan bahkan sempat menyentuh 145% pada awal 2025, sehingga menekan pendapatan eksportir di pasar AS, pengiriman ke Eropa dan pasar negara berkembang di Asia Tenggara mampu menyerap sebagian tekanan tersebut. Permintaan terhadap peralatan dan mesin industri buatan China khususnya diuntungkan oleh pergeseran rantai pasok global. Pada saat yang sama, produsen China juga naik kelas dalam rantai nilai dengan meningkatkan penjualan produk bernilai lebih tinggi seperti kendaraan listrik, panel surya, dan peralatan manufaktur. Hal ini membantu surplus perdagangan China mencapai rekor US$1,2 triliun pada 2025. Meski begitu, ketergantungan pada ekspor untuk menopang ekonomi China dalam jangka panjang tetap mengandung risiko. Ekonomi China perlu tumbuh rata-rata 4,17% dalam 10 tahun ke depan agar pemerintah dapat mencapai target menjadikan negara itu sebagai ekonomi dengan tingkat pembangunan menengah pada 2035. Namun tensi dagang masih tinggi. Semakin banyak negara, bukan hanya AS, mulai menahan lonjakan impor dari China melalui tarif, kuota, dan berbagai langkah perlindungan lainnya. Hal ini memunculkan pertanyaan, sampai kapan permintaan dari luar negeri bisa terus menopang ekonomi China. (fab/fab) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo[1] memastikan anggaran program antisipasi dampak fenomena kekeringan ekstrem alias Godzilla El Nino[2] menjadi prioritas. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan terjaga. Dody mengungkapkan pemerintah akan melakukan penyesuaian anggaran dari program yang kurang prioritas guna memastikan upaya mitigasi El Nino berjalan optimal. "Karena kalau itu gagal, kan berarti swasembada pangan di tahun 2026-2027 bisa gagal," ujar Dody dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (11/4), seperti dikutip Antara. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Pemerintah, sambung Dody, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak Godzilla El Nino. Sebagian langkah itu sudah dilakukan. "Kalau masalah mitigasi terhadap El Nino, itu sebenarnya sudah kita mulai. Kementerian PU sudah mulai," ujarnya. Langkah antisipasi itu salah satunya berupa pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi di berbagai wilayah yang memiliki bendungan utama. Menurut Dody, seluruh bendungan diupayakan berada pada kondisi volume maksimal agar mampu menyuplai kebutuhan air irigasi meskipun curah hujan menurun drastis selama musim kemarau panjang berlangsung di berbagai daerah. Misalnya, Bendungan Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mampu mengairi lahan pertanian tanpa hujan hingga September atau Oktober 2026 jika kapasitas airnya berada dalam kondisi penuh sesuai batas maksimal yang telah ditentukan. "Beberapa saat lalu saya kan jalan-jalan ke Bendungan Gajah Mungkur. Saya pengen melihat seperti apa kondisi (Bendungan) Gajah Mungkur dan di situ saya dikasih info memang sekarang semua bendungan sedang posisi berusaha dibikin penuh," ujarnya. Namun demikian, Dody mengingatkan kemampuan bendungan memiliki batas waktu sehingga diperlukan langkah tambahan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari periode yang dapat ditopang oleh cadangan air tersebut. Guna mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan menyasar wilayah hulu bendungan. Tujuannya agar hujan buatan dapat menambah pasokan air yang mengalir ke waduk secara optimal. Ia menegaskan operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan langsung di bendungan untuk menghindari risiko kesalahan yang justru dapat menimbulkan dampak lebih besar terhadap pengelolaan air. "Kita tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di bendungan karena kita takut meleset. Kalau meleset kita lebih repot lagi. Jadi pengalaman kita lebih baik melakukan operasi modifikasi cuaca di hulu-hulu bendungan," tambah Dody. Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan pompa air berukuran kecil bekerja sama dengan Kementerian Pertanian guna memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Penggunaan pompa tersebut akan dioptimalkan pada daerah yang mengalami penurunan debit air signifikan, sehingga distribusi air ke sawah tetap dapat berjalan meskipun kondisi sumber air terbatas. Selain itu, Kementerian PU juga mendorong pembangunan irigasi tersier sebagai bagian dari solusi agar distribusi air menjadi lebih efektif dan efisien serta mampu menjangkau area pertanian secara optimal. [Gambas:Youtube][3] (sfr) Add as a preferred source on Google [4] References^ Dody Hanggodo (www.cnnindonesia.com)^ Godzilla El Nino (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi besar kembali terjadi di pasar saham. Pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yakni Green Era Energy Pte Ltd, tercatat melepas saham dengan nilai mencapai Rp1,58 triliun di pasar. Langkah ini dilakukan tak lama setelah saham BREN masuk dalam daftar high shareholder concentration (HSC), yang menandakan tingginya kepemilikan saham oleh segelintir pihak. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian struktur kepemilikan. Dalam transaksi tersebut, sebanyak 350 juta saham dilepas ke publik. Berdasarkan keterbukaan informasi, penjualan dilakukan pada 6 April 2026 dengan harga Rp4.510 per saham. Aksi korporasi ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik, sehingga perdagangan saham BREN diharapkan menjadi lebih likuid. "Tujuan transaksi ini adalah untuk meningkatkan porsi free float serta likuiditas saham di pasar," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI. Sebelum transaksi, Green Era Energy Pte Ltd menguasai sebanyak 30,67 miliar saham atau setara 22,9271% dari total saham beredar. Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 30,32 miliar saham. Sebagai informasi Green Era Energy merupakan perusahaan milik putri Prajogo Pangestu, Nancy Pangestu. Sejak awal tahun ini Green Era beberapa kali melakukan divestasi saham BREN. ADapun sebelumnya, BREN diketahui masuk dalam salah satu saham denagn pemegang saham terkonsentrasi tinggi atau HSC. Sederhananya, saham dalam daftar HSC adalah saham yang dipegang oleh orang atau pihak-pihak "itu-itu saja", bukan dimiliki banyak investor seperti saham pada umumnya. Data ini dapat dimanfaatkan sebagai early warning bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan. Data HSC tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat, dengan posisi per 31 Maret 2026. Berdasarkan data yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%. Posisi teratas ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan tingkat kepemilikan mencapai 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) sebesar 98,35%. Selanjutnya, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,75%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 97,31%. Emiten lainnya yang juga masuk dalam daftar ini antara lain PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), dengan tingkat kepemilikan di atas 95%. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga indeks global FTSE Russell kembali memberikan angin segar bagi pasar keuangan Indonesia. Dalam pengumuman hasil evaluasi sementara periode Maret 2026, Indonesia dipastikan masih bertahan dalam kategori pasar negara berkembang sekunder. Keputusan ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia belum mengalami perubahan dalam klasifikasi global tersebut. Dengan demikian, Indonesia juga belum masuk ke dalam daftar pemantauan untuk potensi perubahan status dalam waktu dekat. Langkah ini sekaligus memberi sinyal bahwa FTSE Russell masih melihat stabilitas tertentu di pasar modal domestik, meskipun tetap mencermati sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan seiring perkembangan reformasi yang berjalan. Di sisi lain, pelaku pasar tetap diminta mencermati dinamika ke depan, terutama terkait implementasi kebijakan yang berpengaruh terhadap transparansi dan kepercayaan investor. "Pada tahap ini, status Pasar Berkembang Sekunder Indonesia tetap tidak berubah," tulisnya dalam sebuah keterangan. Artinya, FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta berinteraksi dengan para pelaku pasar. Dalam keterangannya, FTSE Russell terus memantau dengan cermat reformasi integritas pasar modal di Indonesia. Disebutkan bahwa, dalam peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret 2026, FTSE Russell terus meninjau kemajuan langkah-langkah reformasi yang dirancang untuk memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar secara keseluruhan. "Sebagaimana diuraikan dalam FAQ FTSE Russell mengenai perlakuan terhadap Sekuritas Indonesia," sebutnya. Menurutnya, Indonesia telah memperkenalkan serangkaian inisiatif yang luas, termasuk pengungkapan pemegang saham yang ditingkatkan, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan free float minimum, dan alat pengawasan pasar yang ditingkatkan. "Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya diidentifikasi terkait transparansi dan keandalan data," ungkapnya. FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi dan berinteraksi dengan peserta pasar untuk mengumpulkan masukan. Selain itu, FTSE Russell akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang tinjauan indeks pada Juni 2026 mendatang, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan pemangku kepentingan. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia- Konflik Timur Tengah yang mengancam keamanan dan risiko pelayaran yang melintas di Selat Hormuz menjadi sentimen yang berdampak pada bisnis jasa pelayaran bidang logistik baik angkutan kargo maupun kapal tanker. Direktur Utama PT Samudera Indonesia, Bani Mulia menyebutkan ketegangan yang terjadi saat ini memuat SDMR sebagai penyedia layanan logistik dan kargo melakukan sejumlah penyesuaian operasional. Samudera Indonesia senantiasa memantau pergerakan rute pelayaran hingga memastikan keamanan pasokan, akses hingga harga bunker (bahan bakar) Saat ini SMDR menghentikan sementara rute pelayaran terkait di Timur Tengah utamanya yang mendekati area konflik. Di sis lain, kondisi ketidakpastian ini menekan kapasitas angkut operator pelayaran sementara permintaan masih sangat tinggi. Kondisi ini mendorong lonjakan harga freight trade sehingga biaya pengiriman barang menjadi semakin mahal sehingga menjadi peluang bagi bisnis logistik untuk memperluas layanan. Lalu seperti apa dampak perang Timur Tengah ke emiten pelayaran dan logistik? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)[1], Bani Mulia dalam Focus On Infra, CNBC Indonesia (Rabu, 08/04/2026) References^ PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 168 peserta program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) "diwisuda" PT Pertamina (Persero) seagai wirausahawan yang siap berkembang. Program UMiMAX dirancang membantu masyarakat ekonomi lemah dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk menjadi pelaku usaha ultra mikro yang mandiri. Saat ini, program telah menjangkau enam wilayah, yakni Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung; terdiri 65 usaha warmindo (warung makan Indomie), 63 usaha kopling (kopi keliling), dan 40 usaha mini ATM (anjungan tunai mandiri). Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto mengatakan bahwa UMiMAX yang berjalan sejak Desember 2025 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Pertamina. Angkatan pertama diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan usaha ultra mikro. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha," ujar Rudi di sela seremoni wisuda peserta UMiMAX di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (7/4). Pertamina mencatat, dari program ini, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar 30juta rupiah. Beberapa di antaranya bahkan meraih laba lebih dari Rp10 juta rupiah per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai 2,75 miliar rupiah, dengan laba bersih hingga Rp858 juta. "Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," ujar Rudi. Vice Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menambahkan, Program UMiMAX merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro sehingga dapat mandiri, berkembang, dan naik kelas. "Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal," ujar Baron. Untuk tahun 2026, Pertamina akan memperluas jangkauan program dengan target menjaring hingga 1.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama program tetap pada wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi, serta masyarakat berpenghasilan rendah. Proses pemetaan wilayah akan dilakukan secara cermat berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN). Salah seorang peserta, Ristianti menuturkan bahwa UMiMAX menyalakan kembali harapannya setelah dirinya dan suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Lewat UMiMAX, ia mendapat bekal berupa gerobak warkop serta pelatihan dan pembimbingan usaha. Kini, Ristianti bertransformasi menjadi pengusaha ultra mikro mandiri dengan omzet jutaan rupiah, hingga mampu menjamin pendidikan anak-anaknya. Seorang peserta UMiMAX lainnya, Tasya Putri Nabilah menilai program ini bukan hanya meningkatkan pendapatan saja, namun juga mampu menyekolahkan adik hingga ke perguruan tinggi. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya yang baru saja masuk perguruan tinggi," pungkas Tasya. (rea/rir) Add as a preferred source on Google ==== [2] [1]References^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Video: Ada Perang, Kontraktor Tambang Yakin Ekspansi Bisnis Emas
bot posted a topic in Berita Bisnis
Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur PT Dharma Henwa, Ricardo Silaen mengungkapkan optimisme terhadap prospek sektor pertambangan menghadapi tahun bisnis 2026 di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. DEWA dalam jangka panjang menargetkan untuk melebarkan bisnis jasa kontraktor hingga asset management menjadi dapat membentuk investment holding company. Salah satunya sektor yang dijajaki DEWA adalah sektor tambang emas yang dinilai prospek seiring dengan tren kenaikan harga komoditas emas. Seperti apa strategi bisnis DEWA hadapi ketidakpastian global? Selengkapnya simak dialog Mercy Widjaja dengan Direktur PT Darma Henwa Tbk (DEWA)[1], Ricardo Silaen dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 08/04/2026) References^ PT Darma Henwa Tbk (DEWA) (www.cnbcindonesia.com)Sumber -
Bappebti Perketat Pengawasan Emas Digital Demi Lindungi Konsumen
bot posted a topic in Berita Bisnis
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti[1]) tengah memperketat pengawasan dan regulasi perdagangan emas[2] fisik digital di tengah lonjakan minat masyarakat terhadap instrumen investasi ini. Langkah tersebut diambil untuk mencegah potensi penipuan sekaligus memastikan keamanan dana dan aset investor di tengah maraknya platform ilegal. Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menegaskan meski pemerintah telah membuka ruang bagi perdagangan emas digital melalui platform resmi, risiko penyimpangan tetap ada, terutama dari entitas yang tidak berizin. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Walaupun kita sudah mengatur legalitas platform, saat ini baru ada tujuh perusahaan yang terdaftar resmi di Bappebti. Sementara, di luar itu masih ada juga yang ilegal, dan ini yang harus diwaspadai masyarakat," ujar Tirta dalam wawancara khusus bersama CNN Indonesia, Kamis (9/4). Ia menjelaskan kehadiran regulasi ini berangkat dari kekhawatiran pemerintah sejak awal terhadap maraknya penawaran investasi emas digital tanpa underlying aset yang jelas. Sebelum diatur, banyak platform, termasuk dari luar negeri, yang menawarkan transaksi emas hanya berbasis pencatatan digital tanpa kepastian fisik. Berkaca dari Kasus GlobalTirta menuturkan penguatan sistem pengawasan juga dilakukan dengan berkaca pada kasus internasional, salah satunya kasus platform emas digital JieWoRui (JWR) di China yang sempat mengguncang pasar. "Kasus di China menunjukkan bahwa meskipun platform berizin, tetap bisa bermasalah jika tidak mengantisipasi kenaikan harga dan tidak memiliki likuiditas yang cukup. Ketika harga naik, banyak investor ingin menarik dananya, tapi emasnya tidak cukup dan uangnya juga tidak tersedia," jelasnya. Menurutnya, persoalan utama dalam investasi tak cuma terletak pada potensi keuntungan, tetapi juga pada aspek likuiditas. Ketika banyak investor melakukan penarikan secara bersamaan, platform harus mampu menyediakan aset atau dana secara cepat. Untuk itu, Bappebti menerapkan skema ketat berbasis underlying asset guna memastikan keamanan transaksi. Setiap pembelian emas digital wajib ditopang oleh emas fisik yang tersimpan di kustodian. "Kami memastikan bahwa setiap transaksi emas digital harus didukung fisik satu banding satu. Jadi kalau masyarakat membeli 1 gram, maka emas fisiknya juga tersedia dan tercatat atas nama pemilik di kustodian," tegas Tirta. Ia menjelaskan setiap perusahaan wajib memiliki cadangan emas minimal saat memperoleh izin, serta melakukan penambahan jika stok mendekati batas minimum. Selain itu, dana investor tidak disimpan secara bebas, melainkan ditempatkan dalam rekening terpisah (segregated account) agar tidak tercampur dengan operasional perusahaan. Pengawasan juga dilakukan secara berkala, mulai dari laporan harian, bulanan, hingga tahunan. Bappebti memantau kondisi keuangan perusahaan, termasuk ekuitas dan ketersediaan emas di kustodian, untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan. Regulasi Diperkuat, Fokus Lindungi KonsumenDari sisi kebijakan, penguatan regulasi telah dilakukan secara bertahap sejak 2018 melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Aturan ini kemudian diperjelas melalui Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka. Tirta menyebut revisi tersebut menjadi respons atas lonjakan transaksi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. "Perba terakhir di 2025 itu memang untuk menyesuaikan dengan lonjakan transaksi. Tahun 2024 sekitar Rp60 triliun, lalu naik menjadi Rp118 triliun di 2025. Tahun 2026 ini bahkan berpotensi melampaui angka tersebut," ungkapnya. Menurutnya, regulasi yang ada saat ini telah dirancang untuk mendukung perkembangan ekosistem perdagangan emas digital yang sehat, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen. "Dulu sebelum diatur, banyak platform dari luar negeri yang masuk tanpa izin. Risiko terbesarnya adalah dana masyarakat keluar, lalu ditipu dan tidak bisa kembali. Itu yang ingin kami cegah," tegas Tirta. Ia menambahkan setiap platform wajib memenuhi persyaratan ketat, mulai dari permodalan minimal, kepemilikan emas fisik, hingga standar keamanan teknologi informasi seperti ISO 27001. Selain itu, sistem platform harus terintegrasi secara real-time dengan lembaga kliring, kustodian, dan bursa untuk memastikan transparansi transaksi. Ke depan, Bappebti akan terus memperkuat pengawasan dengan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach). Perusahaan yang menunjukkan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian laporan akan diawasi lebih intensif melalui pemeriksaan langsung. "Kalau dari laporan-laporan itu kita petakan, mana perusahaan yang banyak catatan, misalnya laporan sering bermasalah, ekuitas menurun, atau di kustodian tidak cepat melakukan top up, itu pasti akan lebih banyak kita awasi secara langsung," ujarnya. Ia menambahkan pengawasan intensif tersebut dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan sejak dini, sekaligus memastikan tidak terjadi kasus yang merugikan masyarakat. "Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian seperti itu, dan jangan sampai terjadi. Kalau sampai ada, berarti memang kita harus benar-benar melakukan langkah lebih jauh," ujar Tirta. [Gambas:Youtube][3] (del/sfr) Add as a preferred source on Google [4] References^ Bappebti (www.cnnindonesia.com)^ emas (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber -
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia mulai membuka informasi terkait saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Kebijakan ini menjadi langkah baru untuk meningkatkan transparansi di pasar modal. Melalui publikasi tersebut, investor kini bisa melihat gambaran struktur kepemilikan emiten, khususnya saham yang sebagian besar dikuasai oleh segelintir pihak atau kelompok yang saling terafiliasi. Secara sederhana, saham dalam kategori ini adalah saham yang kepemilikannya tidak tersebar luas di publik, melainkan terkonsentrasi pada pihak-pihak tertentu saja. Kondisi ini berbeda dengan saham pada umumnya yang dimiliki oleh banyak investor. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku pasar dalam memahami potensi risiko yang mungkin muncul dari struktur kepemilikan yang tidak merata. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa publikasi data ini akan menjadi informasi tambahan yang penting bagi investor. "Ini bukan karena pelanggaran tertentu, tapi sebagai bentuk keterbukaan informasi untuk saham-saham yang terkonfirmasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026). Menurutnya, data ini dapat dimanfaatkan sebagai early warning bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan. Data HSC tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat, dengan posisi per 31 Maret 2026. Berdasarkan data yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%. Posisi teratas ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan tingkat kepemilikan mencapai 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) sebesar 98,35%. Selanjutnya, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,75%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 97,31%. Emiten lainnya yang juga masuk dalam daftar ini antara lain PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), dengan tingkat kepemilikan di atas 95%. OJK menegaskan bahwa ke depan, bersama Self-Regulatory Organization SRO, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan publikasi data serupa secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk "menendang" alias melakukan delisting pada sejumlah emiten. Dalam pengumumannya, BEI merilis 18 nama perusahaan terbuka yang memenuhi kriteria delisting. Kriteria delisting yang dimaksud merujuk pada Pengumuman Bursa terkait Penghentian Sementara, Pengumuman Bursa nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 tanggal 30 Desember 2025 perihal Potensi Delisting Perusahaan Tercatat; dan berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa. Lantas, 18 emiten tersebut akan resmi hengkang dari BEI pada 10 November mendatang. "Sehubungan dengan telah terpenuhinya salah satu kondisi sebagaimana tersebut pada Peraturan Bursa Nomor I-N, maka Bursa memutuskan Penghapusan Pencatatan Efek (Delisting) kepada Perusahaan Tercatat yang efektif tanggal 10 November 2026," kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Sabtu (11/4/2026). Selanjutnya, sesuai dengan Peraturan Bursa No. I-N, maka Bursa mengimbau agar Perusahaan Tercatat melaksanakan buyback saham. BEI menegaskan bahwa Perusahaan Tercatat yang telah diputuskan delisting tetap memiliki kewajiban sebagai Perusahaan Tercatat, sampai dilakukannya efektif delisting sebagaimana ditetapkan oleh Bursa. "Persetujuan penghapusan pencatatan Efek Perseroan ini tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh Perseroan kepada Bursa," lanjur bursa. BEI menetapkan tanggal 10 Mei 2026 menjadi batas penyampaian Keterbukaan Informasi buyback dan mulai pelaksanaan buyback oleh Perseroan. Sementara masa pelaksanaan buyback emiten yang delisting ditetapkan mulai 11 Mei hingga 9 November 2026. Berikut daftar perusahaan tercatat yang diputuskan delisting: a. Perusahaan yang dinyatakan pailit 1. PT Cowell Development Tbk (COWL) 2. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) 3. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 4. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) 5. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) 6. PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM) 7. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) b. Perusahaan Tercatat yang telah berada pada masa suspensi lebih dari 50 bulan 1. PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) 2. PT Sugih Energy Tbk (SUGI) 3. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) 4. PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) 5. PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) 6. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) 7. PT Golden Plantation Tbk (GOLL) 8. PT Polaris Investama Tbk (PLAS) 9. PTTriwiraInsanestariTbk (TRIL) 10.PT Nusantara Inti CorporaTbk (UNIT) 11. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan perannya sebagai mitra utama pembiayaan perumahan nasional setelah menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak tahun 1976 hingga awal April 2026 senilai Rp530 triliun. Capaian ini mencerminkan kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem perumahan nasional. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa capaian 6 juta unit KPR merupakan refleksi dari perjalanan panjang BTN dalam membangun fondasi pembiayaan perumahan nasional. "Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Jumlah 6 juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan. Ke depan, kami terus memperkuat transformasi menuju beyond mortgage, di mana BTN tidak hanya melayani pembiayaan rumah, tetapi juga kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang masyarakat. Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi," ujar Nixon dala keterangan tertulisnya, Kamis (9/4). Nixon menambahkan, sesuai dengan visi sebagai Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia, BTN senantiasa menemani perjalanan hidup nasabah dengan layanan yang lengkap, dari sejak anak dengan produk tabungan "Juara" , fase remaja dimana BTN hadir dengan digital payment ecosystem, saat fase bekerja dilayani dengan tabungan rencana, payroll, KPR, layanan priority banking hingga fase ketika nasabah pensiun dengan produk kredit pensiunan, asuransi dan investasi lain. Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menambahkan bahwa capaian tersebut didorong oleh konsistensi BTN dalam menjaga kinerja penyaluran serta memperluas akses pembiayaan di berbagai wilayah. "Permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat," jelas Hirwandi. Dari sisi profil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan, yang didominasi oleh pekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta sektor formal seperti aparatur sipil negara, karyawan swasta, dan pegawai kontrak. Hal ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan BTN menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh hunian layak. Selain melalui penyaluran KPR, BTN juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, BTN mencatatkan realisasi penyaluran KPP dengan total plafon sekitar Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur. Secara rinci, penyaluran KPP dari sisi supply mencapai sekitar Rp1,47 triliun kepada 399 debitur yang difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan. Sementara dari sisi demand, BTN menyalurkan sekitar Rp700 miliar kepada 2.892 debitur yang dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah. Skema ini memperkuat keterhubungan antara sisi pasokan dan permintaan dalam ekosistem perumahan. Di luar sektor perumahan, BTN juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Hingga Maret 2026, penyaluran KUR BTN mencapai sekitar Rp2,72 triliun, dengan komposisi KUR kecil sebesar Rp2,04 triliun (75%) dan KUR mikro sebesar Rp687 miliar (25%). Penyaluran KUR tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 59,22%, diikuti sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36%, serta konstruksi sebesar 10,08%. BTN juga mencatat peningkatan kapasitas usaha debitur melalui program KUR naik kelas sebanyak 4.719 debitur, termasuk peralihan dari KUR mikro ke KUR kecil serta peningkatan plafon pembiayaan. Seiring dengan transformasi bisnis, BTN kini tidak hanya berfokus pada pembiayaan KPR, tetapi juga memperluas perannya melalui pendekatan beyond mortgage. Salah satu inisiatif utama yang dikembangkan adalah platform digital Bale Properti, yang menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari pencarian hunian hingga proses pembiayaan secara end-to-end. Melalui Bale Properti, BTN telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti, dengan jumlah pengajuan KPR secara online yang mencapai rata-rata 780 aplikasi per bulan, serta menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti. Platform ini memungkinkan proses pengajuan KPR dilakukan secara lebih cepat dengan waktu pemrosesan rata-rata 3 hari, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan secara digital. Selain itu, BTN juga menghadirkan berbagai inovasi berbasis keberlanjutan, salah satunya melalui program pembayaran angsuran KPR berbasis pengelolaan sampah. Program ini memungkinkan nasabah untuk tetap menjaga kelancaran kewajiban pembayaran sekaligus berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan. Di sisi lain, BTN juga mengembangkan program BTN Housingpreneur sebagai bagian dari penguatan ekosistem dari sisi supply, dengan mendorong kapasitas dan kapabilitas pengembang perumahan, khususnya skala kecil dan menengah. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem perumahan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR sebanyak 240.950 unit pada tahun 2026, sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung program perumahan nasional. Melalui penguatan ekosistem digital, inovasi berbasis keberlanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN akan terus menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Menhub Antisipasi Pariwisata Turun Imbas China Tutup Ruang Udara
bot posted a topic in Berita Bisnis
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi [1]memperkirakan keputusan China[2] menutup sebagian wilayah udaranya selama 40 hari akan berdampak pada berkurangnya arus pariwisata[3]. "Kita menjaga sedemikian rupa supaya masyarakat Indonesia masih berpergian karena kita juga mengantisipasi kalau terjadinya pengurangan arus wisata dari mana-mana," ucap Dudy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4) lalu. Menurut Dudy, penutupan sebagian ruang udara merupakan keputusan masing-masing negara yang harus dihormati. Pasalnya, setiap negara memiliki kondisi berbeda, sehingga Indonesia tidak bisa mencampuri kebijakan yang diambil negara lain. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dalam hal ini, Indonesia tidak dapat melarang negara lain untuk mengurangi frekuensi penerbangannya. Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat domestik tidak terlalu tinggi di tengah kenaikan harga avtur dunia. Harapannya, masyarakat tetap dapat bepergian. Dudy mencontohkan saat terjadi krisis maupun pandemi Covid-19, pasar domestik menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. Oleh sebab itu, pemerintah ingin menjaga mobilitas masyarakat dalam negeri tetap berjalan. Pemerintah China mendadak merilis pemberitahuan penutupan wilayah udara untuk sebagian wilayah selama 40 hari. Wall Street Journal pada Minggu (5/4) melaporkan penutupan itu dilakukan sejak 27 Maret hingga 6 Mei mendatang di wilayah lepas pantai, termasuk lepas pantai utara dan selatan Shanghai. Menurut Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS), wilayah yang ditutup membentang dari Laut Kuning yang menghadap Korea Selatan hingga Laut China Timur yang menghadap Jepang. Pemberitahuan ini dirilis tiba-tiba tanpa ada penjelasan apapun. Dilansir dari Anadolu Agency, pemberitahuan semacam ini pernah dikeluarkan Beijing saat hendak melakukan latihan militer. Biasanya, penutupan wilayah udara untuk latihan militer berlangsung selama beberapa hari saja. Kali ini, China tidak mengumumkan agenda militer apa pun sehingga menimbulkan misteri penerbangan baru, terutama setelah pesawat militer China berhenti beroperasi tanpa penjelasan di sekitar Taiwan. Sebelumnya, nyaris setiap hari Taiwan melaporkan aktivitas militer China di sekitar mereka. Pada akhir tahun lalu, Beijing bahkan menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut. Taipei telah mengecam aktivitas tersebut karena dianggap sebagai tekanan berkelanjutan terhadap pemerintahan Taiwan. China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Sementara itu, Taipei ingin merdeka dan memiliki pemerintahan sendiri. Wilayah udara yang ditutup dalam pemberitahuan China kali ini terletak ratusan mil jauhnya dari Taiwan. Kendati penerbangan sipil tampaknya tidak terpengaruh, koordinasi tetap diperlukan agar pesawat dapat melintasi wilayah tersebut. Wilayah udara yang diberikan peringatan ini juga tak memiliki batas ketinggian vertikal. [Gambas:Youtube][4] (dhz/sfr) Add as a preferred source on Google [5] References^ Dudy Purwagandhi (www.cnnindonesia.com)^ China (www.cnnindonesia.com)^ pariwisata (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber -
Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Executive Officer JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengajak berbagai pihak untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai "idealisme Amerika Serikat (AS)" di tengah upaya perusahaannya menghadapi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi, hingga disrupsi besar dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). Melansir CNBC International, dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham, Dimon menilai peringatan 250 tahun AS sebagai momentum penting untuk kembali menguatkan prinsip-prinsip dasar yang membentuk negara tersebut, yakni kebebasan, kemerdekaan, dan kesempatan. "Tantangan yang kita semua hadapi sangat signifikan," ujarnya memberi peringatan, dikutip Sabtu (11/4/2026). "Daftarnya panjang, tetapi yang paling utama adalah perang dan kekerasan mengerikan yang terus berlanjut di Ukraina, perang saat ini di Iran dan permusuhan yang lebih luas di Timur Tengah, aktivitas teroris, serta ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama dengan China," kata Dimon. "Bahkan di masa-masa sulit, kami memiliki keyakinan bahwa Amerika akan melakukan apa yang selalu dilakukannya-melihat kembali pada nilai-nilai yang telah mendefinisikan bangsa unik kita dan mempertahankan kepemimpinan kita di dunia bebas." Perlu diketahui, Dimon, pemimpin lama bank terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut, merupakan salah satu pemimpin korporasi AS yang paling vokal. Surat tahunannya tidak hanya menawarkan catatan kinerja perusahaannya, tetapi juga perspektif luas mengenai keadaan global. Dalam surat hari Senin tersebut, ia mencatat adanya hambatan termasuk konflik global, inflasi yang persisten, gejolak pasar swasta, hingga apa yang disebutnya sebagai regulasi bank yang buruk. Dimon mengatakan bahwa meskipun regulasi seperti yang diterapkan setelah krisis keuangan 2008 telah mencapai beberapa hal baik, aturan tersebut juga menciptakan sistem yang terfragmentasi dan bergerak lambat. Belum lagi kenyataan bahwa aturan serta regulasi mahal, tumpang tindih, dan berlebihan-beberapa serta membuat sistem keuangan menjadi lebih lemah dan mengurangi pinjaman produktif. Di surat yang sama, ia pun secara khusus mengutip konsekuensi negatif dari persyaratan modal dan likuiditas, konstruksi uji ketahanan (stress test) bank sentral Federal Reserve (The Fed) saat ini, serta proses di Federal Deposit Insurance Corp, lembaga independen pemerintah di Amerika Serikat yang didirikan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan, yang dinilai ditangani dengan buruk. Dimon juga menyebut bahwa reaksi JPMorgan terhadap revisi proposal Basel III Endgame, aturan final di Amerika yang menyelesaikan implementasi standar paket regulasi global yang dirancang agar bank lebih kuat menghadapi krisis, dan biaya tambahan bank sistemik global (GSIB) yang dikeluarkan regulator AS bulan lalu bersifat campur aduk. "Meskipun senang melihat proposal terbaru untuk Basel III Endgame dan GSIB berusaha mengurangi kenaikan modal yang diwajibkan dari proposal tahun 2023, masih ada beberapa aspek yang sejujurnya tidak masuk akal," tutur Dimon. CEO tersebut menjelaskan bahwa dengan total usulan biaya tambahan sekitar 5%, bank perlu menahan modal hingga 50% lebih banyak di sebagian besar pinjaman kepada konsumen dan bisnis AS jika dibandingkan dengan bank non-GSIB besar untuk set pinjaman yang sama. "Sejujurnya, itu tidak benar, dan itu tidak mencerminkan nilai Amerika (un-American)," tegasnya. Perdagangan dan Geopolitik Terkait perdagangan dan geopolitik, Dimon mengidentifikasi ketegangan geopolitik sebagai risiko utama yang dihadapi banknya. Ini terutama perang di Ukraina dan Iran serta dampaknya terhadap komoditas dan pasar global, dengan menyebut perang sebagai ranah ketidakpastian. "Hasil dari peristiwa geopolitik saat ini mungkin saja menjadi faktor penentu bagaimana tatanan ekonomi global masa depan terungkap. Namun sekali lagi, mungkin juga tidak," jelas Dimon. Ia juga mengutip adanya penataan kembali hubungan ekonomi di dunia yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS. Presiden AS Donald Trump telah menjadikan tarif sebagai kebijakan khas di masa jabatan keduanya dengan memperkenalkan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan mitra dagang dan kategori impor. "Pertempuran dagang jelas belum berakhir, dan diperkirakan banyak negara sedang menganalisis bagaimana dan dengan siapa mereka harus membuat perjanjian dagang," tambahnya. "Meskipun beberapa hal ini diperlukan untuk keamanan nasional dan ketahanan yang sangat penting, sulit untuk memperkirakan apa efek jangka panjangnya nanti." Pasar Swasta dan AI Di surat tahunan itu, Dimon juga menyoroti tentang gejolak baru-baru ini di mana kekhawatiran seputar pinjaman yang diberikan kepada perusahaan perangkat lunak memicu permintaan penarikan besar-besaran pada dana kredit swasta. "Secara keseluruhan, kredit swasta cenderung tidak memiliki transparansi yang besar atau penilaian 'tanda' yang ketat atas pinjaman mereka-hal ini meningkatkan kemungkinan orang akan menjual jika mereka berpikir lingkungan akan memburuk-bahkan jika kerugian aktual yang terealisasi hampir tidak berubah," kata Dimon. Eksekutif tersebut menambahkan bahwa kerugian aktual sudah lebih tinggi daripada yang seharusnya relatif terhadap lingkungan saat ini. "Bagaimanapun hal ini terjadi, diperkirakan bahwa pada suatu titik regulator asuransi akan mendesak peringkat atau penurunan nilai yang lebih ketat, yang kemungkinan besar akan menyebabkan permintaan modal yang lebih besar," ungkap Dimon. Mengenai AI, Dimon menegaskan kembali bahwa kecepatan adopsi AI tidak seperti teknologi apa pun yang pernah ada sebelumnya. Ia mengatakan meskipun implementasinya akan bersifat transformasional, masih harus dilihat bagaimana revolusi AI ini akan berlangsung. "Secara keseluruhan, investasi pada AI bukanlah gelembung spekulatif; sebaliknya, itu akan memberikan manfaat yang signifikan. Namun, saat ini, kita tidak dapat memprediksi siapa pemenang dan pecundang akhir dalam industri terkait AI," ujarnya. "Kami tidak akan menyembunyikan kepala di dalam pasir. Kami akan menyebarkan AI, sebagaimana kami menyebarkan semua teknologi, untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik bagi pelanggan dan karyawan kami," tulis Dimon. JPMorgan telah berada di garis depan perusahaan Wall Street yang memperkenalkan AI di setiap tingkat bisnisnya. Pada Februari lalu, Dimon mengatakan AI sedang membentuk kembali tenaga kerja JPMorgan dan bank tersebut memiliki rencana penempatan kembali besar-besaran bagi karyawannya. "Kami telah fokus pada beberapa peristiwa yang 'diketahui dan dapat diprediksi' serta beberapa peristiwa 'ketidaktahuan yang diketahui'. Namun pergeseran teknologi besar seperti AI selalu memiliki efek tingkat kedua dan ketiga yang juga dapat berdampak mendalam bagi masyarakat. Kita harus memantau transformasi semacam ini juga," pungkas Dimon. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Freeport Indonesia (PTFI) menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PTFI ke-24 periode 2026- 2028 bersama tiga serikat pekerja/buruh PTFI, yakni Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI di Jakarta, Jumat (19/4). Perjanjian disepakati oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, bersama Ketua SPSI Yudha Noya, Ketua SBSI Makmesser Kafiar, dan Ketua SPMP. Virgo Solossa. Dalam pidatonya, Tony menyampaikan apresiasi kepada ketiga serikat pekerja yang telah menyelesaikan proses verifikasi, menyusun tata tertib, hingga mencapai kesepakatan penuh setelah proses perundingan yang berlangsung selama 18 hari sejak 23 Februari 2026. "PKB yang kita tandatangani saat ini adalah yang ke-24, jadi sudah 48 tahun kita ada PKB, mungkin salah satu yang terlama di Indonesia," kata Tony. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Perjanjian tersebut memuat sejumlah poin, antara lain kenaikan upah serta peningkatan sejumlah tunjangan, seperti tunjangan akomodasi di luar fasilitas perusahaan, tunjangan pekerja tambang bawah tanah, tunjangan pendidikan sekolah, serta tunjangan hari tua dan lainnya dengan komitmen utama berupa keselamatan kerja. Penandatanganan PKB 2026-2028 merupakan puncak dari perundingan yang dilakukan antara perwakilan manajemen PTFI dengan tiga serikat pekerja/buruh. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan pengesahan tata tertib sebagai landasan bersama dalam menjalankan proses dialog. Adapun komposisi tim perunding terdiri dari Tim Perunding Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Pengusaha sebanyak 8 orang, Tim Perunding PKB Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) sebanyak 9 orang, dan Tim Perumus Pedoman Hubungan Industrial (PHI) Pengusaha sebanyak 9 orang, dan Tim Perumus PHI SP/SB sebanyak 9 orang. PKB merupakan instrumen penting dalam memberikan perlindungan kerja, kepastian hak, serta wujud komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja. Proses pembaruan PKB diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka, konstruktif, dan berlandaskan saling menghormati guna menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan. "Terima kasih atas dukungan dan peran aktif pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan di tingkat provinsi maupun kabupaten, serta Pimpinan Pusat SPSI dan SBSI, yang telah mendukung proses dialog dan tercapainya kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama ini," kata Tony. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang hadir menyaksikan prosesi penandatanganan PKB menyampaikan selamat kepada seluruh karyawan dan tim perunding. Ia berharap PKB yang telah disepakati dapat menjadi landasan yang kokoh dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. "Perjanjian Kerja Bersama ini menjadi momentum penting bagi dua komponen utama perusahaan, yaitu manajemen dan serikat pekerja/buruh sebagai perwakilan pekerja, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun agenda bersama. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat tantangan ke depan yang akan dihadapi tidaklah mudah," kata Yassierli. Ia menyampaikan, Kemnaker memiliki perhatian tinggi terhadap proses perumusan hingga penandatanganan PKB. Kemnaker pun ikut mengawal proses tersebut melalui mediator hubungan industrial yang siap turun apabila terjadi kendala dalam perundingan. Lebih jauh, Menteri juga menyampaikan syukur dan doa kepada PTFI, pekerja, serta masyarakat Papua. "Kita bersyukur PKB telah ditandatangani, saya doakan PT Freeport Indonesia maju, sejahtera pekerja dan rakyat Papua," kata Yassierli. Sementara itu, Ketua Tim Perunding Serikat/Serikat Buruh Yudha Noya berharap dengan pengesahan PKB ini, seluruh pekerja dapat merasakan suasana kerja yang lebih aman dan nyaman, serta keluarga besar PTFI semakin sejahtera dalam naungan perusahaan. "Penandatanganan PKB-PHI PTFI ini bukan sekadar seremonial penandatanganan dokumen. Ini merupakan bukti nyata bahwa kemitraan dan musyawarah mufakat telah benar-benar terwujud," kata Yudha Noya. Tony Wenas menegaskan, bagi manajemen, serikat pekerja/buruh merupakan bagian dari keluarga besar perusahaan yang saling mendukung dan melindungi dalam perjalanan bersama PTFI. "Kesepakatan yang terjadi menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan karyawan, keluarga, dan masyarakat," pungkas Tony. (rea/rir) Add as a preferred source on Google ==== [2] [1]References^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Tren investasi emas[1], terutama dalam bentuk digital, kian menguat di Indonesia di tengah memanasnya tensi geopolitik global. Kondisi ini dipicu konflik beruntun, mulai dari Rusia-Ukraina hingga eskalasi terbaru di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Instrumen ini kembali dilirik sebagai pilihan aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menegaskan lonjakan harga dan minat terhadap emas bukanlah fenomena jangka pendek, melainkan tren yang telah terbentuk dalam beberapa tahun terakhir. "Jadi terkait dengan perkembangan yang investasi emas saat ini, memang kenaikan harga emas saat ini sebenarnya bukan kenaikan yang sesaat dari mulai 2026 kemarin, tapi sebenarnya ini dimulai dari pergerakan yang paling signifikan itu dari akhir-akhir 2023 kemudian 2024 sampai 2025 itu," ujarnya dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Kamis (9/4). Tren harga emas baik global maupun domestik memang tengah berada dalam fase penguatan signifikan. Di pasar dunia, harga emas saat ini bergerak di kisaran US$4.600-US$5.100 per troy ounce, bahkan sempat mencetak rekor di atas US$5.600 per ounce pada awal 2026. Sementara itu di dalam negeri, harga emas batangan seperti Antam sudah berada di kisaran Rp2,8 juta hingga mendekati Rp3 juta per gram, bahkan sempat menembus level Rp3 juta dalam periode tertentu. Konflik global dorong lonjakan harga emasMenurut Tirta, salah satu pemicu utama kenaikan harga emas adalah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong pelaku pasar mencari instrumen lindung nilai yang stabil. "Pemicu awalnya karena memang waktu itu terjadi dari yang tadinya ibaratnya dunia lagi adem-ademnya gitu ya, kemudian ada perang Ukraina-Rusia, yang kemudian dari seluruh dunia itu berpikir bahwa ini pasti bukan hanya perang antara dua negara yang notabene di Eropa Timur, pasti akan ada kelanjutan-kelanjutan lain seperti itu," jelas Tirta. Tirta menjelaskan dalam dinamika global, sejumlah komoditas memang sejak lama menjadi instrumen investasi, salah satunya emas. Dalam situasi ketidakpastian, masyarakat cenderung kembali pada aset yang dianggap aman, sehingga emas semakin dipandang sebagai pilihan utama atau safe haven untuk melindungi nilai invetasi. Ia menambahkan tren ini juga tercermin dari langkah sejumlah negara besar yang mulai memperkuat cadangan emas mereka sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global. "Seperti kayak Amerika, negara besar, itu juga membeli emas. Selain juga kalau kita lihat sejak Donald Trump itu naik, itu kan Donald Trump sendiri juga selain membeli emas, membeli juga bitcoin untuk cadangannya seperti itu. Jadi, komoditi-komoditi yang ibaratnya anti-inflasi itu menjadi komoditi ibaratnya disukai oleh beberapa negara untuk menjadi cadangan," kata Tirta. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran dan Israel yang turut menyeret kepentingan global, sehingga mendorong harga emas kembali menguat setelah sempat terkoreksi. Investor beralih ke emas digital yang lebih praktis Tirta menjelaskan kenaikan investasi emas di Indonesia juga didorong oleh perubahan tren di masyarakat. Ia melihat saat ini masyarakat cenderung mencari instrumen investasi yang lebih praktis, mudah diakses, dan cepat. Hal ini sejalan dengan tingginya penetrasi teknologi digital di Tanah Air, di mana sebagian besar penduduk Indonesia telah menggunakan gadget dan terhubung dengan internet, sehingga mendorong peralihan preferensi investasi ke platform yang lebih sederhana dan efisien. "Mudah dan cepat dalam artian sekarang semua orang Indonesia ini kan hampir dari 280 juta, itu pasti hampir lebih dari 70 persen itu pasti sudah menggunakan gadget dan pengguna internet," tutur dia. "Dengan kemudahan itu maka masyarakat Indonesia ingin mencari investasi tapi yang ada di platform. Salah satunya ya misalkan kripto, tapi kan kripto orang mungkin kurang paham. Kalau emas hampir semua masyarakat baik yang muda sampai tua pasti paham," lanjutnya. Ia menjelaskan investasi emas digital dinilai lebih praktis dibandingkan pembelian fisik secara konvensional yang kerap dihadapkan pada kendala ketersediaan, antrean, hingga risiko keamanan. "Daripada saya ngambil resiko, harus keluar, kalau pulang ngebawa emasnya, sekarang ada yang di platform, amanin di platform aja. Jadi sampai semua sekarang masyarakat itu sudah banyak transaksi, makanya 2025 sampai 2026 begitu melejitnya semua yang transaksi emas secara digital itu seperti itu," ujarnya. Selain itu, emas dinilai memiliki karakteristik yang lebih stabil dibandingkan instrumen lain seperti kripto atau saham yang fluktuatif. "Kalau emas ini emasnya satu. Yang logam mulia ini yang didagangin, gak ada yang lain. Ini yang membuat masyarakat merasa lebih aman karena sulit untuk digoreng," kata Tirta. Tren investasi emas digital diproyeksi berlanjut Tirta memproyeksikan tren investasi emas digital masih akan terus berlanjut, seiring ketidakpastian global yang belum mereda. Masyarakat dinilai semakin menjadikan emas sebagai instrumen utama untuk mengamankan nilai aset. "Kalau kita lihat sebenarnya, di beberapa literasi, kalau terjadi gejolak, maka komoditi seperti minyak bumi, emas, dan silver itu yang akan bergerak. Sekarang emas juga sudah mulai naik lagi, apalagi dengan perkembangan geopolitik saat ini," ujar Tirta. Tirta menilai tren investasi emas berpotensi terus berlanjut ke depan. Menurutnya, masyarakat kini cenderung bersikap lebih antisipatif terhadap ketidakpastian global, sehingga memilih instrumen yang dinilai aman. Dalam kondisi tersebut, emas diperkirakan akan semakin diminati sebagai pilihan investasi utama. Di sisi lain, Bappebti menegaskan pentingnya menjaga integritas perdagangan emas digital melalui pengawasan ketat, terutama terkait ketersediaan underlying aset. "Kita sebagai yang mengawasi perdagangan fisik emas secara digital di platform ini, karena kita kan juga harus memastikan bahwa platform-platform ini emasnya harus ada, karena kita sudah berjanji di dalam waktu mendapatkan izin mereka, emasnya harus satu banding satu. Ada fisiknya dengan jumlah yang ditransaksikan secara digital di platform," tegas Tirta. Ia juga menilai ke depan perdagangan emas fisik digital akan semakin dominan dibandingkan kontrak berjangka, meski keduanya tetap saling menopang dalam ekosistem perdagangan komoditas. "Kalau kita lihat nanti ke depan, tetap perdagangan fisik emasnya di platform akan jauh lebih tinggi dibandingkan perdagangan berjangkanya. Tapi perdagangan berjangka ini sebenarnya bisa meningkat jika fisiknya semakin meningkat," pungkasnya. (del/bac) Add as a preferred source on Google ==== [3] [2]References^ investasi emas (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Livin' by Mandiri Resmi Hadirkan Fitur QR Antar Negara di Korsel
bot posted a topic in Berita Bisnis
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Mandiri menghadirkan fitur QR Antar Negara pada aplikasi Livin' by Mandiri yang sudah dapat digunakan di Korea Selatan (Korsel). Kini, nasabah dapat melakukan transaksi di berbagai merchant di Korsel hanya dengan memindai QR berstandar QRIS, tanpa perlu menukar uang tunai. Dengan melakukan scan QR merchant berlogo SeoulPay di Livin' by Mandiri, transaksi dapat diselesaikan secara real-time. Kehadiran layanan ini memperkuat sinergi ekosistem layanan lintas negara yang semakin seamless, juga menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, aman, dan efisien bagi nasabah di luar negeri. Pengembangan ini juga menandai keunggulan berkelanjutan dari Livin' by Mandiri sebagai platform digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan nasabah. Sebelumnya, layanan QR Antar Negara telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam memperluas konektivitas global. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT SVP Digital Retail Banking Group Bank Mandiri, Yanto Masyap menyatakan langkah ini mewujudkan sinergi terintegritasi antara industri keuangan dan regulator dalam membangun sistem pembayaran yang terkoneksi secara global, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap kedaulatan ekonomi digital ekonomi digital dan daya saing nasional. Menurut Yanto, inovasi ini bertujuan memudahkan transaksi di berbagai destinasi internasional. "Kehadiran QR Antar Negara di Korea Selatan juga memperluas akses penggunaan QRIS, sehingga kebutuhan transaksi harian seperti kuliner dan belanja dapat dilakukan secara praktis," ujar Yanto dalam keterangan resminya, Rabu (8/4). Selain kemudahan pembayaran, Livin' by Mandiri juga menghadirkan fleksibilitas sumber dana, mulai dari rekening tabungan hingga kartu kredit Mandiri. Dalam hal ini, nasabah memiliki kontrol lebih dalam mengelola keuangan selama berada di luar negeri, serta turut meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital. Guna melengkapi kebutuhan finansial, bank berlogo pita emas ini turut menyediakan layanan pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang won (KRW) yang dapat terhubung dengan Mandiri Debit. Nasabah dapat melakukan tarik tunai di ATM berlogo Visa di seluruh Korea Selatan tanpa konversi kurs, menjadikan solusi ini semakin komprehensif. Hingga Februari 2026, Livin' by Mandiri mencatatkan kinerja yang solid dengan lebih dari 38,5 juta pengguna dan total nilai transaksi mencapai Rp802 triliun. Adopsi QRIS pun terus meningkat, tercermin dari pengguna fitur QR Bayar yang mencapai 9,2 juta atau tumbuh 23 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi naik 43 persen menjadi Rp38,9 triliun. Sementara itu, layanan QR Antar Negara menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif, dengan jumlah pengguna meningkat 23 persen YoY menjadi 13 ribu dan nilai transaksi melonjak 52 persen YoY hingga Rp37,4 miliar. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan solusi pembayaran lintas negara yang praktis dan terintegrasi. Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas jangkauan QR Antar Negara ke berbagai destinasi internasional lainnya sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi digital yang adaptif dan relevan. Pada saat bersamaan, juga memperkuat kontribusi perseroan dalam mendorong akselerasi ekonomi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (rea/rir) Add as a preferred source on Google ==== [2] [1]References^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber -
Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Sultan Hamengkubuwono IX memimpin Yogyakarta sejak 1940. Meski menyandang status sebagai raja, ia dikenal memilih gaya hidup bersahaja serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil. Besaran kekayaannya memang tidak pernah tercatat secara pasti. Namun, dalam catatan sejarah, ia dikenal sebagai pribadi dermawan yang kerap membagikan hartanya. Kekayaan yang dimilikinya berasal dari warisan keluarga serta sistem feodal yang berlaku di wilayah kerajaan saat itu. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ia bahkan menyumbangkan sekitar 6,5 juta gulden kepada pemerintah dan 5 juta gulden untuk membantu rakyat yang kesulitan. Jika dikonversikan ke nilai saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp20 hingga Rp30 miliar. Meski banyak uang dan hidup penuh kehormatan, Sri Sultan tak terlena. Banyak orang merekam kebiasaannya hidup tak memamerkan harta. Dalam buku Tahta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono IX (1982), ia tercatat pernah beli es gerobakan di pinggir jalan depan Stasiun Klender, Jakarta, pada 1946. Kala itu, cuaca sangat panas dan Sultan butuh minuman segar. Bisa saja dia pergi ke restoran dan jajan di sana, tapi dia ogah dan memilih minum es di pinggir jalan. Selain itu, Sri Sultan juga pernah menjadi supir truk pengangkut beras. Cerita ini bermula ketika Sri Sultan mengendarai truk Land Rover miliknya dari pedesaan ke pusat kota. Di tengah jalan, dia dihentikan oleh seorang perempuan penjual beras. Perempuan itu ingin ikut serta ke pasar di kota. Bahkan, langsung meminta sopir membantunya mengangkut beras ke dalam truk. Semua terjadi begitu saja tanpa tahu orang yang ditumpanginya adalah Raja Jawa. Sri Sultan lantas langsung manut dan mengangkat dua karung besar ke truk. Dalam otobiografi Pranoto Reksosamodra berjudul Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra (2015) diceritakan, selama perjalanan penjual beras dan Sri Sultan asyik mengobrol tanpa tahu obrolan berlangsung bersama penguasa nomor satu. Saat tiba di pasar, Sri Sultan juga bertugas layaknya supir pada umumnya, yakni menurunkan karung tersebut. Lalu, si penjual beras memberikan upah. Namun, Sri Sultan dengan sopan menolak pemberian dan mengembalikan uang tersebut. Penjual beras malah bersikap reaksioner. Dia marah dan merasa tersinggung sebab mengira supir truk tak mau menerima uang karena nominalnya terlalu sedikit. Sri Sultan segera pergi meninggalkan penjual beras. Sementara perempuan itu masih tak menerima penolakan dan memandang supir tersebut sombong tak butuh uang. Dengan mulut terus-terusan menggerutu, ada orang yang akhirnya memberitahu penjual beras bahwa sebenarnya supir truk yang dimarahi habis-habisan adalah Sultan Hamengkubuwana IX. Saat mendengar ini, penjual beras itu kaget dan pingsan hingga dibawa ke rumah sakit. Kejadian tersebut lantas terdengar ke telinga Sri Sultan. Seketika, Sultan langsung memacu kendaraannya ke rumah sakit dan menjenguk penjual beras tersebut. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Daftar Isi Jakarta, CNN Indonesia -- Ketidakpastian ekonomi[1] global dan domestik belakangan membuat banyak orang memilih bersikap hati-hati. Sebagian bahkan mulai menarik diri dari investasi dan beralih menyimpan uang tunai. Tapi, benarkah langkah itu yang paling tepat? Berikut penjelasan dari perencana keuangan yang bisa dipertimbangkan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT 1. Perbanyak Uang Tunai, Tapi Jangan BerlebihanPerencana keuangan Andi Nugroho menyebutkan dalam kondisi tidak menentu, likuiditas jadi hal utama. "Cash is the king, alias alangkah lebih amannya bila kita memegang uang kita dalam bentuk cash," ujar Andi. Namun, menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai juga bukan solusi jangka panjang karena nilainya bisa tergerus inflasi. 2. Investasi Tetap Perlu, Asal Lebih SelektifMenurut Andi, di tengah gejolak pasar justru bisa membuka peluang baru. Artinya, investasi tetap bisa dilakukan, tapi harus lebih hati-hati dalam memilih instrumen. "Akan selalu ada kesempatan di setiap kekacauan," ujar Andi. 3. Pahami Profil Risiko Sebelum MelangkahAndi menyebutkan, apabila ingin tetap melakukan investasi, maka perlu memahami profil risiko masing-masing. Pasalnya, setiap orang punya toleransi risiko berbeda. Dari sini, investor bisa menentukan apakah cocok bermain aman atau tetap agresif. "Yang penting banget itu tahu dulu profil risiko kita," ujar Andy. 4. Ubah Komposisi PortofolioAndi mengatakan di masa seperti ini, strategi perlu disesuaikan. Investor agresif pun disarankan mulai menambah porsi instrumen rendah risiko. Sementara investor konservatif bisa fokus ke deposito, logam mulia, atau Surat Utang Negara. "Perlu mengalokasikan juga di instrumen yang lebih rendah risikonya," jelas Andi. 5. Siapkan Dana Darurat Sebelum InvestasiSementara, Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Dandy mengatakan perlu memastikan dana darurat aman sebelum berinvestasi di tengah kondisi saat ini. Pasalnya, dana darurat kerap kali dianggap sepele, padahal sangat krusial. Sebab, dana darurat akan jadi penyelamat saat kondisi mendadak tanpa harus mencairkan investasi. "Minimal sekitar 2-3 bulan pengeluaran," kata Dandy. 6. Jangan Takut Pasar Turun, Anggap DiskonSejalan dengan Andi, Dandy mengatakan di tengah kondisi market yang lagi turun sekarang, justru memberikan banyak peluang. Namun memang tetap perlu strategi agar tidak salah timing. "Ibaratnya lagi diskon," ujar Dandy. 7. Masuk Bertahap, Jangan SekaligusMeski banyak peluang hadir, Dandy menekankan di tengah ketidakpastian waktu terbaik masuk pasar untuk menanamkan investasi sulit ditebak, sehingga strategi menjadi kunci utama. "Tapi masuknya jangan langsung besar di awal (lump sum), lebih baik dicicil pakai metode dollar cost averaging biar risikonya lebih terjaga, karena kita juga nggak tahu kapan titik terendahnya," pungkasnya. [Gambas:Youtube][2] (sfr/bac) Add as a preferred source on Google [3] References^ Ketidakpastian ekonomi (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura selama ini dikenal sebagai destinasi favorit para pengusaha Indonesia untuk menyimpan kekayaan. Namun, tak banyak yang menyadari, pernah ada seorang pengusaha asal Indonesia yang menguasai hingga seperempat wilayah negara tersebut. Dari total luas sekitar 728,6 km², sekitar 182 km² di antaranya berada dalam kendalinya. Besarnya pengaruh dan kontribusinya membuat namanya diabadikan sebagai nama jalan hingga bangunan di Singapura. Lantas, siapa sebenarnya sosok pengusaha tersebut? Sang Raja Gula dari Semarang Pengusaha itu bernama Oei Tiong Ham, pria kelahiran Semarang, pemilik salah satu perusahaan gula terbesar di dunia, Oei Tiong Ham Concern (OTHC). OTHC adalah konglomerasi bisnis yang didirikan Oei Tiong Ham pada 1893. OTHC bermula dari satu perusahaan bernama Kian Gwan yang didirikan oleh ayah Oei pada 1863. Kian Gwan awalnya berbisnis properti, tetapi perlahan merambah ke bisnis gula ketika kepengurusan perusahaan jatuh ke tangan Oei. Di tangan Oei inilah, Kian Gwan mencapai puncak kesuksesan. Sejak akhir 1880-an, berkat modernisasi perusahaan, Oei Tiong Ham sukses memonopoli pasar gula di Jawa usai sukses membuka perkebunan tebu dan mendirikan pabrik gula skala besar. Dari sinilah dia mendapat akumulasi cuan dan sukses mendirikan kerajaan bisnis bernama OTHC. Lewat besarnya monopoli gula, tulis Onghokham di Konglomerat Oei Tiong Ham (1992), OTHC berhasil mengekspor gula sebanyak 200 ribu ton hingga mengalahkan banyak perusahaan Barat dalam kurun 1911-1912. Bahkan, di waktu bersamaan, OTHC sukses menguasai 60% pasar gula di Hindia Belanda. Tak berhenti di situ, sayap bisnis OTHC pun tidak hanya di Hindia Belanda, tetapi juga sudah sampai India, Singapura hingga London. Lini bisnisnya pun tak hanya industri gula, tetapi juga pergudangan, pelayaran, dan perbankan. Tak heran, berkat besarnya bisnis itu, Oei disebut memiliki kekayaan 200 juta gulden. Sebagai catatan, uang 1 gulden pada 1925 bisa membeli 20 kg beras. Jika harga beras Rp 10.850/kg, diperkirakan harta kekayaannya senilai Rp 43,4 triliun. Di sisi lain, besarnya keuntungan yang didapat Oei malah menjadi malapetaka bagi dirinya. Sebab, besarnya harta justru menjadi incaran petugas pajak pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sebagaimana dituliskan Liem Tjwan Ling dalam Oei Tiong Ham: Raja Gula dari Semarang (1979), pemerintah kolonial tercatat menagih Oei pajak sebesar 35 juta gulden yang bakal digunakan untuk menutupi kerugian pasca-perang. Tidak hanya itu, Oei juga diharuskan membayar pajak dua kali lipat tanpa alasan jelas. Dari sini, Oei berpikir bahwa dia sedang diperas pemerintah. Pajak hanyalah akal bulus pemerintah untuk mendapatkan uangnya. Alhasil, agar terhindar dari pajak memberatkan, dia meninggalkan Semarang dan tinggal selamanya di Singapura pada 1920. Di Singapura dia kemudian benar-benar bebas. Masih mengutip paparan Liem, di tanah jajahan Inggris itu, Oei membeli banyak tanah dan rumah yang jika ditotal luasnya setara dengan seperempat wilayah Singapura. Saat itu tak semua pengusaha yang mampu membeli tanah di sana. Hanya orang super kaya saja, dan Oei termasuk bagian ini. Pembelian aset ini seluruhnya tercatat atas nama pribadi Oei Tiong Ham. Dalam laman resmi Perpustakaan Nasional Singapura, dia juga diketahui sempat membeli perusahaan pelayaran Heap Eng Moh Steamship Company Limited dan menjadi pemilik awal saham Overseas Chinese Bank (OCB), kini OCBC. Lalu dia juga menyumbang US$ 150.000 untuk pembangunan gedung Raffles College, termasuk membangun beberapa sekolah. Dia juga kerap menjadi donatur utama dalam kegiatan kemanusiaan. Itu semua terjadi sebelum Oei meninggal pada 6 Juli 1924. Sejak sepeninggal Oei inilah, kejayaan bisnisnya mulai goyah. Kegoyahan ini kemudian berujung pada keruntuhan bisnis Oei Tiong Ham dalam sekejap. Pada 1961, pemerintah Indonesia menuntut OTHC karena dianggap melanggar peraturan tentang valuta asing. Bagi putra Oei bernama Oei Tjong Tay, dikutip dari Benny G. Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2003), tuntutan ini adalah upaya pemerintah mencari-cari alasan menyira seluruh aset OTHC di Indonesia karena sebelumnya gagal mengambilalih perusahaan. Singkat cerita, pengadilan Semarang memutus OTHC bersalah. Tepat pada 10 Juli 1961, barang-barang bukti yang tersangkut peristiwa dirampas dan disita negara. Penyitaan yang terjadi dalam waktu sehari itu termasuk juga harta warisan Oei Tiong Ham. Dengan kata lain, seluruh aset OTHC dan keluarga Oei disita. Hasil penyitaan inilah yang menjadi aset untuk modal pendirian BUMN tebu bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 1964. Setelah pengambilalihan oleh negara itulah, jejak bisnis konglomerasi besar OTHC selama puluhan tahun di zaman kolonial hilang begitu saja. Bahkan, keturunan Oei Tiong Ham pun gaungnya tidak lagi terdengar, hanya tinggal sejarah. Termasuk juga soal kepemilikan tanah dan rumah hingga seperempat wilayah Singapura tersebut. Semuanya hilang begitu saja. Meski begitu, jejak kebesaran Oei Tiong Ham di Singapura dapat dilihat di banyak tempat. Di National University of Singapore, terdapat gedung yang dinamai Oei Tiong Ham. Lalu di jalanan kota, terdapat jalan Oei Tiong Ham Park. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Perjalanan hidup seorang anak pejabat di Indonesia ini pernah menjadi sorotan publik. Sosok tersebut adalah Soesalit, putra tokoh emansipasi perempuan R.A. Kartini, yang justru memilih hidup sederhana, bahkan dalam kondisi ekonomi terbatas, tanpa bergantung pada nama besar keluarganya. Nama Soesalit memang tidak sepopuler sang ibu. Namun, hal itu terjadi karena pilihannya sendiri untuk tidak meraih keberhasilan dengan menumpang pada reputasi keluarga. Soesalit lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Djojoadiningrat, menjabat sebagai Bupati Rembang. Sementara sang ibu dikenal luas sebagai pelopor pemikiran kesetaraan perempuan di Indonesia. Meski memiliki peluang besar untuk melanjutkan jabatan ayahnya, Soesalit memilih jalan berbeda. Dalam buku Kartini (2024) karya Wardiman Djojonegoro, disebutkan bahwa ia menolak tawaran menjadi bupati meskipun didesak oleh keluarga. Sebagai gantinya, Soesalit memilih bergabung dengan militer pada 1943. Ia menjalani pelatihan di bawah tentara Jepang dan kemudian menjadi bagian dari Pembela Tanah Air (PETA). Setelah Indonesia merdeka, ia melanjutkan karier di Tentara Keamanan Rakyat. Menurut buku Kartini: Sebuah Biografi (1979) karya Sitisoemandari Soeroto, Soesalit aktif dalam berbagai pertempuran melawan Belanda. Keterlibatannya di medan perang membuat karier militernya menanjak. Puncaknya terjadi pada 1946 saat ia diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang bertugas menjaga ibu kota negara di Yogyakarta. Selain itu, ia juga sempat menduduki jabatan sipil sebagai penasihat Menteri Pertahanan pada era Kabinet Ali Sastroamidjojo pada 1953. Meski memiliki rekam jejak mentereng, Soesalit tetap memilih hidup sederhana. Bahkan, banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah putra Kartini, karena ia tidak pernah mengumbar latar belakang keluarganya. Hal ini juga diungkap oleh atasannya, Abdul Haris Nasution. Dalam catatannya, Nasution menyebut Soesalit sebenarnya bisa hidup layak dengan memanfaatkan nama besar ibunya. "Dia bisa saja tidak hidup melarat dengan mengatakan bahwa dirinya satu-satunya putra Kartini," tulis Nasution, dikutip dari Kartini: Sebuah Biografi (1979). Namun, Soesalit tetap teguh pada prinsipnya untuk tidak "menjual" nama orang tua. Sikap tersebut membuatnya menjalani kehidupan sederhana sebagai veteran tanpa menuntut hak-haknya. Hingga akhir hayatnya pada 17 Maret 1962, Soesalit tetap hidup dalam keterbatasan. Ini merupakan sebuah pilihan hidup yang mencerminkan integritas dan prinsip yang dipegang teguh olehnya sejak awal. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu[1]) membuka ratusan lowongan kerja bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA[2]) untuk memperkuat kinerja teknis, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai[3] (DJBC). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan lowongan itu dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan yang dinilai mendesak. Menurut Purbaya, posisi teknis membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja langsung di lapangan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Kalau di Keuangan sendiri, seperti saya bilang dulu, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ujar Purbaya di kantornya, Selasa (7/4) lalu. Purbaya mendorong pelaksanaan perekrutan kali bisa segera dieksekusi. Sang Bendahara Negara menilai proses rekrutmen sebelumnya berjalan cukup lama. Lebih lanjut, terkait rekrutmen CPNS secara umum tahun ini, Purbaya menegaskan tidak ada kendala anggaran. Namun,Purbaya mengingatkan kewenangan rekrutmen ada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). "CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada," ujarnya. Pada Februari lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Rini Widyantini mengisyaratkan akan ada tes CPNS pada 2026 untuk mengisi posisi kosong yang ditinggalkan PNS yang pensiun tahun lalu. Rini mengungkapkan menyebut jumlah ASN yang pensiun pada 2025 mencapai 160 ribu dan harus segera digantikan. Tes CPNS 2026 akan difokuskan pada rekrutmen lulusan baru (fresh graduate). "Dan kami juga kan sudah menyediakan sekitar 160 ribu pensiun yang memang harus diisi," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2) dikutip Detik. Sebelum membuka tes CPNS 2026, Rini akan melihat lebih lanjut kebutuhan dari segi kompetensi. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemda terkait kebutuhan di daerah. [Gambas:Youtube][4] (bac) Add as a preferred source on Google [5] References^ Kemenkeu (www.cnnindonesia.com)^ SMA (www.cnnindonesia.com)^ Bea dan Cukai (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mengumumkan rencana go private dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelum angkat kaki dari bursa, emiten Grup Djarum ini telah melewati beberapa perjalanan aksi korporasi. Perjalanan SUPR di pasar modal dimulai dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2011 dengan harga Rp3.400 per saham. Saat itu, perseroan menawarkan 100 juta saham atau 16,7% dari modal disetor dengan potensi dana segar sebesar Rp340 miliar. Dalam proses IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin emisi. Dana hasil IPO dialokasikan sebesar 50% atau Rp170 miliar untuk ekspansi melalui akuisisi menara telekomunikasi. Selain itu, sebanyak 35% dana digunakan untuk pembangunan menara baru dan 15% sisanya untuk modal kerja. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan menara telekomunikasi independen. Dicaplok Grup Djarum Memasuki 2021, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang juga bagian dari Grup Djarum resmi mengakuisisi 94,03% saham SUPR. Akuisisi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi mencapai Rp16,73 triliun. Transaksi yang berlangsung pada 1 Oktober 2021 itu dilakukan pada harga Rp15.640 per saham, lebih tinggi dari harga tertinggi saham SUPR pada September yang mencapai Rp14.000. Manajemen TOWR menyebut akuisisi ini bertujuan memperluas jaringan usaha dan memperkuat posisi Protelindo sebagai operator menara independen di Indonesia. Manajemen juga menilai portofolio milik SUPR dapat melengkapi aset yang telah dimiliki Protelindo sebelumnya. Dengan sinergi tersebut, Grup Djarum semakin memperkuat bisnis infrastruktur telekomunikasinya di Tanah Air. Sebagai informasi, Grup Djarum dikendalikan oleh konglomerat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Grup ini memiliki sejumlah perusahaan besar seperti TOWR, Blibli, Ranch Market, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Berakhir Delisting Kini, SUPR mengumumkan rencana untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari BEI. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Manajemen menyebut pelaksanaan go private dan delisting wajib mengikuti ketentuan dalam POJK 45/2024. Langkah ini juga berkaitan dengan kewajiban pemenuhan minimum free float sesuai Peraturan BEI No. I-A. Hingga saat ini, perseroan mengakui belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan. Bahkan, terdapat kemungkinan ketentuan tersebut tidak dapat dipenuhi dalam masa transisi yang ditetapkan. Berdasarkan evaluasi menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang, perseroan memutuskan untuk menempuh aksi go private dan delisting. Langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional melalui restrukturisasi kepemilikan saham. Dalam rencana tersebut, harga pembelian kembali saham ditetapkan lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi harian selama 12 bulan terakhir yang sebesar Rp42.295 per saham. Protelindo akan menawarkan harga Rp45.000 per saham kepada para pemegang saham publik. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mengumumkan rencana go private dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelum angkat kaki dari bursa, emiten Grup Djarum ini telah melewati beberapa perjalanan aksi korporasi. Perjalanan SUPR di pasar modal dimulai dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2011 dengan harga Rp3.400 per saham. Saat itu, perseroan menawarkan 100 juta saham atau 16,7% dari modal disetor dengan potensi dana segar sebesar Rp340 miliar. Dalam proses IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin emisi. Dana hasil IPO dialokasikan sebesar 50% atau Rp170 miliar untuk ekspansi melalui akuisisi menara telekomunikasi. Selain itu, sebanyak 35% dana digunakan untuk pembangunan menara baru dan 15% sisanya untuk modal kerja. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan menara telekomunikasi independen. Dicaplok Grup Djarum Memasuki 2021, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang juga bagian dari Grup Djarum resmi mengakuisisi 94,03% saham SUPR. Akuisisi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi mencapai Rp16,73 triliun. Transaksi yang berlangsung pada 1 Oktober 2021 itu dilakukan pada harga Rp15.640 per saham, lebih tinggi dari harga tertinggi saham SUPR pada September yang mencapai Rp14.000. Manajemen TOWR menyebut akuisisi ini bertujuan memperluas jaringan usaha dan memperkuat posisi Protelindo sebagai operator menara independen di Indonesia. Manajemen juga menilai portofolio milik SUPR dapat melengkapi aset yang telah dimiliki Protelindo sebelumnya. Dengan sinergi tersebut, Grup Djarum semakin memperkuat bisnis infrastruktur telekomunikasinya di Tanah Air. Sebagai informasi, Grup Djarum dikendalikan oleh konglomerat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Grup ini memiliki sejumlah perusahaan besar seperti TOWR, Blibli, Ranch Market, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Berakhir Delisting Kini, SUPR mengumumkan rencana untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari BEI. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Manajemen menyebut pelaksanaan go private dan delisting wajib mengikuti ketentuan dalam POJK 45/2024. Langkah ini juga berkaitan dengan kewajiban pemenuhan minimum free float sesuai Peraturan BEI No. I-A. Hingga saat ini, perseroan mengakui belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan. Bahkan, terdapat kemungkinan ketentuan tersebut tidak dapat dipenuhi dalam masa transisi yang ditetapkan. Berdasarkan evaluasi menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang, perseroan memutuskan untuk menempuh aksi go private dan delisting. Langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional melalui restrukturisasi kepemilikan saham. Dalam rencana tersebut, harga pembelian kembali saham ditetapkan lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi harian selama 12 bulan terakhir yang sebesar Rp42.295 per saham. Protelindo akan menawarkan harga Rp45.000 per saham kepada para pemegang saham publik. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menilai dukungan fiskal pemerintah sudah cukup untuk merealisasikan program-program prioritas pemerintah. Namun, dukungan dari lembaga jasa keuangan (LJK) seperti perbankan dinilai penting. Hal ini menanggapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah melakukan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih mendukung kepada program-program prioritas pemerintah. Penyesuaian tersebut akan dituangkan melalui Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) untuk mengatur arah penyaluran kredit perbankan yang mendukung program nasional. Purbaya mengatakan bank-bank perlu didorong untuk menyalurkan pembiayaan ke program-program pembangunan. Menurutnya, perbankan mungkin selama ini cenderung menempatkan dananya di bank sentral. "Itu sudah cukup semua dari pemerintah tapi kan masih nanti ada program-program pembangunan yang lain di mana mungkin selama ini bank-bank males, sukanya taruh di bank sentral uangnya. Mungkin didorong ke arah sana, ke sektor riil dan pembangunan," kata Purbaya saat ditemui wartawan, Jumat (10/4/2026). Ia menilai peraturan OJK itu akan baik untuk mendorong program-program pembangunan pemerintah. Namun, Purbaya mengatakan ia harus melihat terlebih dahulu secara lengkap peraturannya jika sudah terbit. "Itu kalau dikerjakan mestinya bagus, tapi saya belum lihat seperti apa peraturannya, nanti saya asses dulu peraturannya seperti apa baru saya bisa kasih komentar yang bagus," tutur dia. Purbaya menekankan bahwa penting untuk mendorong perbankan menjalankan fungsi intermediasi untuk mendorong ekonomi. "Tapi yang penting adalah setiap upaya untuk memastikan bank melakukan fungsi intermediasinya yaitu memberi pinjaman, itu bagus buat ekonomi," tukas Purbaya. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan POJK tersebut akan mengarahkan perbankan nasional untuk menyalurkan kredit kepada program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), tiga juta rumah, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). "Kita sedang merancang RPOJK untuk penyesuaian ketentuan RBB. Di dalamnya bagaimana kita juga mendukung bank juga bisa lebih masuk kepada program-program prioritas pemerintah," ujar Friderica atau yang akrab disapa Kiki di Menara Bank Mega, Selasa (7/4/2026). Ia berujar kebijakan ini dapat mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional, memperkuat ekosistem UMKM, serta meningkatkan kredit/pembiayaan industri perbankan. Kendati begitu, Kiki menyatakan penyaluran pembiayaan kepada sektor prioritas pemerintah tidak bersifat wajib, tergantung pada manajemen risiko dan risk appetite dari masing-masing bank. "Nggak wajib, tapi kita dorong untuk itu. Kan semuanya harus sesuai dengan manajemen risiko dan risk appetite dari mereka (bank). Tapi intinya bagaimana OJK sekarang kita mendorong sektor jasa keuangan OJK itu kan bagaimana kita menjaga stabilitas sistem keuangan," imbuhnya. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga plastik dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pedagang di pasaran merasakan lonjakan tersebut. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (6/4), menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan. Mustaroh, penjual es kelapa di kawasan tersebut, mengaku kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia merinci, harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sementara sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Bahkan, plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak. Lantas, apa yang menyebabkan kenaikan harga plastik? Kenaikan harga plastik dipicu tekanan pada bahan bakunya. Pasokan nafta sebagai bahan baku utama tertekan akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan minyak global. Berdasarkan penjelasan di situs Chandra Asri, perusahaan petrokimia di Indonesia yang memproduksi bahan baku plastik dan biji plastik, nafta merupakan cairan hidrokarbon menengah yang diolah dari minyak mentah. [Gambas:Youtube][1] Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan 60 persen nafta masih diimpor dari Timur Tengah. "Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4). Ia menjelaskan ketergantungan terhadap impor bahan baku dari kawasan tersebut membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi. Kondisi ini kemudian berimbas pada kenaikan harga plastik di dalam negeri Untuk mengatasi hal tersebut, Budi mengatakan pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari negara lain. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan menstabilkan harga di pasar. "Nah, apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika. Memang ini butuh waktu ya, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain," ujarnya. Senada, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri tengah mencari sumber alternatif pasokan nafta di luar Timur Tengah, mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga, serta mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi. Meski harga mahal, Agus memastikan ketersediaan produk plastik tetap aman. "Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4). Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), kinerja industri kemasan pada Maret 2026 masih berada pada fase ekspansi tinggi. Hal ini menunjukkan aktivitas produksi tetap berjalan dan stok produk plastik dinilai masih mencukupi. (dhz/ins) Add as a preferred source on Google [2] References^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber