Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

bot

Moderators
  • Jumlah Konten

    129.987
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

    Never

Everything posted by bot

  1. Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkomitmen mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini merupakan bagian penting dalam menyukseskan target 3 juta rumah yang telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti dikutip dari laman resmi BRI[1]. Sebagai BUMN Terdepan di sektor perbankan, BRI berperan strategis mendukung program pemerintah untuk percepatan pembangunan ekonomi nasional, di antaranya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Selain itu, dukungan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui layanan transaksi agen Brilink, dan program 3 juta rumah dengan menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat berpenghasilan rendah. BRI juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU), menyelesaikan penyaluran dana penempatan pemerintah, dan dukungan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS KESRA) untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Profil BRIPT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu kandidat pemenang di ajang CNN Indonesia Awards yang digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. CNN Indonesia Awards yang digelar di Jakarta ini merupakan ajang penghargaan ke delapan. Sebelumnya, pada 2024 CNN Indonesia Awards telah sukses digelar di berbagai provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Jawa Barat, Bali, Sumatra Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. BRI adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja tanggal 16 Desember 1895. Dikutip dari laman resmi BRI[2], misi BRI adalah memberikan yang terbaik, menyediakan pelayanan yang prima, dan bekerja dengan optimal dan baik. Sementara untuk core values BRI adalah AKHLAK yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. (juh) References^ BRI (www.cnnindonesia.com)^ BRI (www.cnnindonesia.com)Sumber
  2. Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya transaksi BI FAST adalah yang termurah di dunia. Hal ini diutarakan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memberikan sambutan pada pembukaan FEKDI dan IFSE di JICC, Jakarta pada Kamis (30/10/2025). "BI FAST Rp2.500 per transaksi, Rp2.500 itu dalam bentuk dolar itu one of the cheapest," ucap Perry. "Murah banget dari the cheapest transaksi di dunia karena kalau dipikirkan hampir paling 25 sen atau 30 sen per transaksi. One of the most efficient transaksi BI FAST di dunia," katanya. Perry pun mengatakan bahwa dengan biaya paling murah, BI FAST menjadi transaksi paling efisien di dunia karena nilainya jika dikonversi menjadi dolar masih seharga beberapa sen saja. Perry mengatakan bahwa BI FAST bersama QRIS adalah merupakan blueprint sistem pembayaran Indonesia. "Semuanya ini adalah blueprint sistem pembayaran Indonesia yang menyatukan satu visi, satu strategi, dan juga program. Visinya satu Nusa, satu bangsa, satu negara Indonesia." Sebagaimana diketahui, perkembangan pemanfaatan BI Fast di Indonesia juga terus mengalami peningkatan yang besar dari tahun ke tahunnya. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.223,82 juta atau tumbuh 32,34% (yoy) dengan nilai transaksi menyentuh Rp3.024,08 triliun pada triwulan III 2025. Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Sistem BI-RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengan nilai sebesar Rp56.422,87 triliun pada triwulan III 2025. Secara total, volume transaksi pembayaran digital saat ini di Indonesia telah mencapai 12,99 miliar transaksi atau tumbuh 38,08% (yoy) pada triwulan III 2025 didukung oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11% (yoy) dan 17,80% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. (haa/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Daftar Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Daftar Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  3. Jakarta, CNBC Indonesia - Data terakhir nominal utang pemerintah yang kian membesar yakni Rp 9.138,05 Triliun per akhir Q2-2025 menjadi sorotan sejumlah ekonom dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Menara Bank Mega, Rabu 29 September 2025. Simak informasi selengkapnya dalam program Profit CNBC Indonesia (Kamis 30/10/2025) berikut ini. Sumber
  4. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/10/2025). Melansir dari Refintiv, mata uang Garuda ditutup terdepresiasi sebesar 0,15% ke posisi Rp16.635/US$, sekaligus menjadi level penutupan terlemah di sepanjang Oktober 2025. Dalam perdagangan hari ini, rupiah sempat menguat pada pembukaan perdagangan ke level Rp16.590/US$ atau naik 0,12%. Akan tetapi, seiring perdagangan rupiah justru berbalik melemah hingga ditutup di zona merah. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,07% ke level 99,148. Setelah di perdagangan sebelumnya, Rabu (29/10/2025), DXY menguat tajam hingga 0,56% di posisi 99,220. Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi setelah rilis hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Kamis (30/10/2025) dini hari waktu Indonesia. Dalam keputusan terbarunya, The Fed kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%. Langkah ini seharusnya menekan kekuatan dolar AS. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, dolar AS menguat di pasar global setelah pernyataan dari Gubernur The Fed Jerome Powell. Powell menegaskan bahwa peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember semakin kecil, dan meminta pasar untuk tidak berasumsi bahwa pelonggaran moneter akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Pernyataan tersebut segera mengubah ekspektasi pelaku pasar. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember turun menjadi sekitar 62%, dari sebelumnya 85% sebelum keputusan FOMC diumumkan. (evw/evw) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.570 [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.570 (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  5. Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Gizi Nasional[1] (BGN) menyebut serapan anggaran[2] program makan bergizi gratis[3] (MBG) telah mencapai Rp35,6 triliun dari total anggaran Rp71 triliun di 2025. "Hari ini penyerapan anggaran makan bergizi sudah mencapai 35,6 triliun, sudah mencakup 50,1 persen," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (29/10). Ia menjelaskan saat ini juga sudah terbentuk total 13.514 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 7.022 kecamatan dan 509 kabupaten. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dadan mengatakan saat ini program MBG juga sudah dinikmati oleh 39,5 juta penerima manfaat dan ditargetkan mencapai 40 juta penerima pada akhir bulan nanti. "Kita kejar terus target sampai akhir tahun, mudah-mudahan 82,9 juta bisa kita layani di akhir tahun," tuturnya. Lebih lanjut, Dadan menyebut setiap harinya juga terdapat penambahan sekitar 200 SPPG di seluruh wilayah yang berpotensi melayani total 600 ribu penerima manfaat setiap hari. "Kita akan kejar di dua bulan terakhir ini agar bisa tercapai 82,9 juta dan Pak Presiden akan mengapresiasi itu, meskipun akan memaklumi kalau misalnya katakanlah (baru) 75 juta bisa tercapai," imbuhnya. ====[4] (fiq/agt) References^ Badan Gizi Nasional (www.cnnindonesia.com)^ anggaran (www.cnnindonesia.com)^ makan bergizi gratis (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  6. Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang tembaga dan emas PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) membukukan rugi sepanjang periode Januari-September 2025. Hal ini dikarenakan kendala dalam peningkatan kapasitas ramp-up smelter dan aturan larangan ekspor konsentrat. Merujuk pada laporan keuangan terbaru, perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar US$175,05 juta atau setara Rp2,91 triliun (Rp16.630/US$). Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Amman masih mencatat laba bersih sebesar US$720 juta (Rp 11,97 triliun). "Hal ini mencerminkan dampak transisi jangka pendek seiring dengan selesainya peralihan perusahaan menuju operasi hilir. Dengan penjualan katoda tembaga yang kembali dimulai sejak Q2 dan penjualan emas murni sejak Q3, kinerja keseluruhan mulai menunjukkan pemulihan," sebagaimana disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI. Dari sisi pendapatan, Amman meraup penjualan bersih sebesar US$545 juta. Angka ini anjlok 78,1% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,49 miliar. Seperti diketahui, mulai tahun 2025, Perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Transisi ini menyebabkan penurunan penjualan bersih di kuartal III-2025. Dari penjualan tersebut, penjualan katoda tembaga menyumbang sekitar US$389 juta sejak Q2, sementara penjualan emas murni, yang dimulai pada Q3. berkontribusi sekitar US$155 juta. Sisanya sebesar USS1 juta berasal dari penyesuaian harga akhir dan volume atas penjualan konsentrat tahun 2024. "Perseroan sedang mengajukan izin ekspor konsentrat dan setelah izin tersebut diperoleh, Perseroan akan dapat menjual baik konsentrat maupun produk logam jadi," ungkapnya. Berdasarkan laporan posisi keuangan, total aset perseroan mencapai US$12,81 miliar, naik 15,2% dari US$11,12 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas dan ekuitasnya masing-masing tercatat sebesar US$5,00 miliar. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  7. Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pergerakan pasar ekuitas yang sempat bergerak volatil, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)[1] menyatakan akan meninjau potensi untuk membeli kembali sebagian saham atau melakukan buyback saham. Pasalnya, manajemen BRI mengakui, menurut perseroan, harga saham BRI tengah dalam fase undervalue. Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Kamis, 30/10/2025) berikut ini. References^ PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  8. Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia terpantau bergerak melemah tipis pada awal perdagangan Kamis (30/10/2025), setelah menguat di sesi sebelumnya. Pelaku pasar menahan aksi beli sambil menunggu hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan. Mengutip Refinitiv pukul 10.10 WIB, harga minyak Brent tercatat di level US$64,54 per barel, turun dari posisi sebelumnya US$64,92 per barel. Sementara harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di US$60,13 per barel, melemah dari US$60,48 per barel. Pelemahan tipis ini terjadi di tengah ekspektasi pasar terhadap pertemuan Trump-Xi yang diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang kedua negara. Konflik perdagangan yang berkepanjangan selama ini membayangi prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi dunia. Trump sebelumnya menyatakan keinginannya untuk menurunkan tarif impor terhadap barang-barang China, dengan imbalan komitmen Beijing untuk menekan ekspor bahan prekursor pembuatan fentanyl-narkotika sintetis yang banyak memicu kasus overdosis di AS. Pasar menilai langkah ini berpotensi membuka ruang dialog baru antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Selain isu geopolitik, pasar juga merespons kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu malam, sejalan dengan ekspektasi pasar. Pemangkasan ini memberi sentimen positif bagi aset berisiko dan komoditas, termasuk minyak. Namun, The Fed mengisyaratkan bahwa pemangkasan lanjutan belum tentu terjadi dalam waktu dekat karena terbatasnya data ekonomi akibat penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS. Claudio Galimberti, Kepala Ekonom Rystad Energy, menyebut kebijakan The Fed kali ini menunjukkan arah yang lebih mendukung reflasi dan pertumbuhan ekonomi. "Ini memberi angin segar bagi komoditas yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi seperti minyak," ujarnya dalam catatan riset, dikutip dari Reuters. Sementara itu, dukungan harga juga datang dari laporan penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah AS turun 6,86 juta barel menjadi 416 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Oktober 2025, jauh di bawah proyeksi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 211.000 barel. Meski demikian, tren harga minyak dunia masih rentan fluktuasi jangka pendek. Pasar kini menantikan hasil konkret dari pertemuan di Busan yang dapat menentukan arah kebijakan perdagangan global ke depan-sekaligus menjadi penentu sentimen utama bagi harga minyak di pekan terakhir Oktober ini. CNBC Indonesia (emb/emb) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Harga Minyak Dunia Kian Panas, Brent Tembus US$ 67 [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Harga Minyak Dunia Kian Panas, Brent Tembus US$ 67 (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  9. Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berhasil mencatat perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp6,7 triliun hingga sembilan bulan pertama 2025. Jumlah ini naik sebesar 1,7% year-on-year (yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp209,57. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, perolehan positif tersebut didukung oleh peningkatan kredit serta current account and savings account (CASA). Hal ini menunjukkan peningkatan operasional dan profitabilitas, yang didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Selain itu, BNGA juga terus menjaga kualitas aset dengan prinsip kehati-hatian, dengan rasio gross non-performing loan (NPL) sebesar 1,98%. Hal tersebut disertai posisi modal kuat dan solid, yang menegaskan fundamental serta ketahanan finansial Bank terjaga dengan baik. "Sesuai purpose Advancing Customers and Society, kami tetap fokus menjalankan strategi Forward30 untuk mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitable. Melalui investasi berkelanjutan di bidang teknologi dan inovasi digital, kami terus meningkatkan customer experience serta memperkuat pertumbuhan yang berfokus pada nasabah dengan senantiasa bekerja dari hati," ungkap Lani dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025). Untuk diketahui, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,7% dan 81,1%. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp369,5 triliun per 30 September 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Di sisi lain, total Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp278,0 triliun (+8,6% yoy), menunjukkan rasio CASA yang baik sebesar 67,9%. CASA tumbuh 10,6% yoy menjadi Rp188,8 triliun, sebagai hasil dari upaya untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital. "Kami yakin bahwa dengan fundamental yang kuat, tim yang berdedikasi, serta pendekatan yang berorientasi pada purpose, kami dapat terus menghadirkan nilai jangka panjang dan dampak positif bagi nasabah dan masyarakat Indonesia," ujar Lani. Sedangkan jumlah kredit/pembiayaan yang disalurkan juga tercatat naik 4,6% yoy menjadi Rp228,7 triliun, didukung oleh kinerja yang baik di seluruh segmen utama. Di mana Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,7% yoy, diikuti oleh Perbankan Korporat yang tumbuh 5,4% yoy dan Perbankan Konsumer yang meningkat 4,3% yoy. Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 18,7% yoy. Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Per 30 September 2025, total pembiayaan mencapai Rp58,2 triliun. Meskipun terdapat pergerakan yang moderat secara tahunan, CIMB Niaga Syariah tetap berkomitmen menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Adapun DPK tercatat sebesar Rp57,9 triliun, mencerminkan loyalitas dan kepercayaan nasabah. CIMB Niaga Syariah juga secara aktif memperkuat komposisi pendanaannya dengan memperluas sumber dana berbiaya rendah melalui kemitraan strategis berbasis prinsip syariah dan keterlibatan yang mendalam dengan komunitas Islam. "Dengan keberlanjutan (sustainability) menjadi salah satu prioritas utama kami, hampir 24% dari total pembiayaan Bank (atau sekitar Rp54,7 triliun) mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB," kata dia. "Pada September 2025, kami meluncurkan Sustainability-Linked FX and Derivatives Program, yang dirancang untuk nasabah dalam penerapan prinsip ESG pada operasional bisnis mereka, sejalan dengan Kerangka Kerja Green, Social, and Sustainable Impact Products/Services milik Bank. Pencapaian ini mencerminkan fokus strategis kami untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek solusi keuangan, sejalan dengan komitmen jangka panjang kami menuju masa depan yang lebih hijau," tambah Lani. Inovasi Digital Berkelanjutan dan Jaringan Inovasi dan customer centricity tetap menjadi fokus CIMB Niaga dalam pengembangan digital. Pada 9M25, 91,1% dari total transaksi finansial nasabah telah dilakukan melalui layanan branchless banking seperti OCTO (Aplikasi dan Website), BizChannel@CIMB, Automated Teller Machines (ATM) dan OCTO Pay (e-money). Selain itu, CIMB Niaga juga menghadirkan digital experience melalui model Digital Branch yang memadukan fitur Cabang Konvensional dan Digital Lounge. Untuk mendorong adopsi digital di kantor cabang lainnya, CIMB Niaga juga memperkenalkan Digital Hub yang dilengkapi mesin Self Service Banking dan Self Service Tablet untuk mempercepat layanan kepada nasabah. Adapun konsep cabang ini menawarkan pengalaman perbankan yang komprehensif dan serba digital, dengan tetap mempertahankan sentuhan layanan personal yang ramah khas CIMB Niaga. Hingga 30 September 2025, konsep ini diimplementasikan di 58 kantor cabang seluruh Indonesia, terdiri dari 30 Digital Branch dan 28 Digital Hub. Dengan mengintegrasikan perangkat digital self-service, termasuk tablet dan mesin Self-Service Banking, kantor cabang ini memungkinkan nasabah untuk melakukan layanan penting seperti pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File (CIF) dalam waktu kurang dari lima menit. Sementara itu, OCTO Mobile dan OCTO Clicks kini bertransformasi menjadi OCTO, yang mengintegrasikan layanan mobile dan internet banking dalam satu platform. Melalui transformasi ini, nasabah dapat menikmati pengalaman perbankan digital yang konsisten, aman, dan nyaman menggunakan user ID yang sama di aplikasi dan website. Kini, OCTO bukan sekadar aplikasi perbankan harian, melainkan jembatan yang menghubungkan nasabah dengan CIMB Niaga secara lebih cerdas, cepat, dan personal. Selain fitur-fitur utama seperti transfer BI-FAST, top-up e-wallet, dan pembayaran QRIS, CIMB Niaga terus melengkapi Aplikasi OCTO dengan berbagai inovasi seperti QRIS Tap, QRIS lintas negara untuk Jepang, NFC Tap and Pay, konversi Poin Xtra ke miles, pengajuan kartu kredit dan pinjaman personal, serta layanan asuransi Sun Life. Bagi investor, kampanye #GetWealthSoon mendukung pertumbuhan wealth secara digital dengan rangkaian produk seperti reksa dana, obligasi ritel, dan korporasi, dilengkapi dengan fitur monitoring portofolio dan performance insights. Aplikasi OCTO kini juga terintegrasi dengan OCTO Call (panggilan berbasis data) dan OCTO WhatsApp yang memungkinkan koneksi langsung ke Contact Center CIMB Niaga. Adapun CIMB Niaga menjadi bank pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan panggilan melalui WhatsApp. Memperkokoh pengalaman digital banking, OCTO versi website siap melayani kebutuhan finansial nasabah yang lebih kompleks, mulai dari jual beli emas, pengelolaan transaksi massal, hingga pengajuan kartu kredit dan pinjaman pribadi. OCTO juga menawarkan salah satu pengalaman digital wealth yang memungkinkan nasabah membandingkan kinerja berbagai reksa dana dan obligasi hingga lima tahun ke belakang, serta memantau portofolio setiap bulan. Berbagai inovasi dan pengembangan di segmen digital wealth telah direncanakan untuk tahun 2025 guna menjawab tingginya permintaan. Seiring dengan kemajuan ini, transaksi finansial melalui aplikasi dan website OCTO tumbuh 44% sepanjang 9M25. Melalui transformasi digital ini, CIMB Niaga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi perbankan yang lebih simple, lebih baik, lebih cepat (simpler, better, faster), sesuai dengan gaya hidup nasabah yang terus berkembang. Selain itu, anak perusahaan PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) juga telah memiliki aplikasi digitalnya bernama CNAF Mobile yang memungkinkan calon nasabah untuk mengajukan pembiayaan melalui ponselnya. Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 393 cabang dan jaringan. Per 30 September 2025, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 2.883 ATM (termasuk Cash Remittance Machine and Multidenom Deposit Machine) dan 674.844 EDC, QR dan e-Commerce. CIMB Niaga Luncurkan GreenBizReady untuk Transisi Keberlanjutan Nasabah UKM dan Komersial Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perseroan, CIMB Niaga menghadirkan GreenBizReady, platform kolaboratif untuk mendukung nasabah segmen UKM serta perbankan komersial dalam transisi menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ekosistem keberlanjutan satu pintu ini bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses transformasi bagi bisnis yang ingin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional mereka. Melalui GreenBizReady, CIMB Niaga menghubungkan nasabah dan calon nasabah dengan berbagai penyedia solusi keberlanjutan, seperti platform pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK), penyedia teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi, capacity building, serta konsultasi dan assurance terkait kinerja lingkungan dan sosial. Platform ini berperan sebagai penghubung strategis yang menyelaraskan tujuan bisnis dengan solusi keberlanjutan yang praktis dan berdampak. "Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif ini seiring dengan pertumbuhan kebutuhan dan kesiapan pasar. Tentunya, dukungan dari pemerintah, regulator, dan pelaku usaha sangat penting agar ekosistem keuangan berkelanjutan semakin kokoh. GreenBizReady merepresentasikan bentuk kemitraan strategis yang menghadirkan solusi pembiayaan dan non-pembiayaan terintegrasi," ungkap dia. "Kami berharap upaya ini dapat menjadi katalisator perubahan nyata menuju ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia selaras dengan pesan keberlanjutan CIMB Niaga #SekarangUntukMasaDepan dan strategi bisnis jangka panjang Forward30 serta purpose kami Advancing Customers and Society," ujar Lani. (rah/rah) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article RUPS Setuju Spin-Off CIMB Niaga Syariah, Quraish Shihab Mundur [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article RUPS Setuju Spin-Off CIMB Niaga Syariah, Quraish Shihab Mundur (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  10. Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia[1] (BI) meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard Tanpa Pindai (QRIS[2] Tap) In & Out di lima moda transportasi di Jabodetabek[3]. Peluncuran tersebut berlangsung dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10). Peluncuran dihadiri Gubenur BI Perry Warjiyo, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lima moda transportasi tersebut di antaranya KAI Commuter Line, TransJakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan MRT Jakarta. "Kita akan melakukan peluncuran QRIS Tap In & Out di lima moda transportasi Jakarta," kata Perry. QRIS Tap merupakan inovasi dalam sistem pembayaran digital yang diluncurkan BI pada Maret lalu. Dengan QRIS TAP, transaksi dilakukan cukup dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Perry dalam sambutannya saat peluncuran Maret lalu mengatakan manfaat QRIS TAP berbasis Near Field Communication (NFC) ini akan meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi nirsentuh bagi masyarakat. Pada Maret lalu, QRIS Tap baru bisa digunakan di beberapa lokasi layanan transportasi, parkir, rumah sakit, serta ritel dan UMKM di antaranyaStasiun MRT Bundaran HI dan Stasiun MRT Lebak Bulus, Transjakarta (terbatas pada Royaltrans), DAMRI (terbatas pada JR Connexion Jabodetabek), RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika. BI kemudian memperluas implementasi Qris Tap pada lima moda transportasi tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Perry mengatakan pihaknya mulai melakukan uji coba QRIS antar negara dengan Korea Selatan (Korsel). Korsel menambah deretan negara yang telah terlebih dulu bisa menggunakan QRIS. "Crossborder Internasional QR kita sudah sanggupkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan kita sudah sanggupkan dengan Jepang, Sudah kemudian sanggupkan dengan China. Hari ini, mulai kita akan sanggupkan dengan Korea Selatan," kata Perry. Perry mengatakan ke depan QRIS cross border akan diperluas ke negara lainya, seperti India dan Arab Saudi. ====[4] (agt/agt) References^ Bank Indonesia (www.cnnindonesia.com)^ QRIS (www.cnnindonesia.com)^ Jabodetabek (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  11. Jakarta, CNBC Indonesia- Bank sentral Jepang atau Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya di level 0,5% pada rapat kebijakan moneter di bulan Oktober 2025. Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Kamis, 30/10/2025) berikut ini. Sumber
  12. Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Bank Indonesia[1] (BI) Perry Warjiyo menargetkan volume transaksi ekonomi dan keuangan[2] digital (EKD) Indonesia tembus 147,3 miliar transaksi pada 2030. Jumlah itu naik empat kali lipat dibandingkan volume transaksi hari ini sebanyak 37 miliar transaksi. Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo saat membuka Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) yang bersinergi dengan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10). "Kami perkirakan yang sekarang EKD, ekonomi keuangan digital, volume transaksinya 37 miliar transaksi akan naik 4 kali lipat, 147,3 miliar transaksi," kata Perry. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Tak hanya volume transaksi, nilai transaksi EKD juga diperkirakan naik empat kali lipat dari Rp520 ribu triliun menjadi Rp2,08 juta triliun. Ia juga memperkirakan transaksi sistem pembayaran digital yang sekarang 13 ribu transaksi akan naik menjadi 48,6 miliar transaksi pada 2030. "Nilainya tadi kurang lebih sekitar Rp14 triliun-Rp15 triliun per tahun, kalikan empat," katanya. Perry yakin RI akan menjadi negara yang paling cepat mengalami pertumbuhan ekonomi dan sistem pembayaran digital di dunia. "Lima tahun lagi kita terus bergerak maju ke 2030 menjadi the best fastest digital dunia," ucap Perry. Dalam kesempatan itu, Perry melaporkan pencapaian sejumlah sistem keuangan yang telah dijalankan BI. Salah satunya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Ia berkata BI telah menjalankan QRIS di beberapa negara. BI pun menguji coba QRIS untuk dipakai di sejumlah negara tujuan destinasi wisata WNI. "Crossborder Internasional QR kita sudah sanggupkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan kita sudah sanggupkan dengan Jepang, Sudah kemudian sanggupkan dengan China. Hari ini, mulai kita akan sanggupkan dengan Korea Selatan," ujarnya. ====[3] (fby/dhf) References^ Bank Indonesia (www.cnnindonesia.com)^ keuangan (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  13. Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membidik pertumbuhan kredit mencapai 7% hingga 9% hingga akhir 2025. Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto meyakini bahwa pihaknya dapat meneruskan kinerja positif bank pelat merah itu hingga akhir tahun. Ia menyampaikan bank pelat merah itu tengah memperkuat fondasi bisnis BRI dengan fokus pada fundamental yang kuat, melingkupi portfolio kredit yang sehat, dan terutama sedang meningkatkan dana murah (CASA). Agus menyampaikan saat ini komposisi CASA mendekati 70% dari keseluruhan dana pihak ketiga (DPK). "Kami optimis juga bisa menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan sustain," kata Agus saat Paparan Kinerja BRI Triwulan III-2025 secara virtual, Kamis (30/10/2025). Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan bank pelat merah itu sudah menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemegang saham. Ia mengatakan RKAP BRI itu sudah diteken dan harapannya dapat dipenuhi. "Nah, sejauh ini sampai dengan kuartal ketiga ini kita melihat banyak sekali signal yang positif ya terhadap pertumbuhan BRI," pungkas Hery. Hal itu terlihat dari pertumbuhan simpanan masyarakat di BRI. Hery menyebut BRI memperkkuat infrastruktur dan mesin transaksi melalui aplikasi digital (BRImo dan Qlola), merchant, EDC, QRIS, hingga Agen BRILink. "Ini adalah mesin yang dimiliki BRI yang luar biasa jumlahnya besar dibandingkan dengan kompetitor dan ini mulai kita hangatkan mesinnya," tukasnya. Hery mencontohkan volume transaksi BRImo mencapai sekitar Rp14 triliun per Maret 2025, sudah meningkatn menjadi Rp25 triliun per hari ini. "Jadi ini adalah signal positif bahwa dengan men-generate makin banyak volume transaksi, dan makin banyak nasabah melakukan, menggunakan infrastruktur transaksi bankingnya BRI, maka dana masyarakat ataupun DPK murahnya juga akan makin banyak," terangnya. Dari penyaluran kredit, BRI bisnis proses pada bisnis mikro, dan juga mulai menerapkan productivity management di unit-unit yang tersebar di seluruh Indonesia. "Harapannya memang nanti sebentar lagi mikro ini akan back on track, kembali lagi seperti apa yang kita harapkan," kata Hery. Di sisi lain, yakni consumer, kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) disebut mulai hidup dan membaik. Hery menyampaikan pihaknya selalu merapihkan semua bisnis proses dan bisnis modelnya, memperkuat lini-lini yang ada di wilayah. "Nah ujung-ujungnya adalah kita ingin mendeliver apa yang kita janjikan kepada pemegang saham dan kepada investor, kepada regulator bahwa mohon doanya Insya Allah nanti Desember 2025, kita akan bisa sesuai dengan apa yang sudah kita tulis di dalam RKP," tuturnya. Untuk diketahui, BRI secara konsolidasi telah membukukan laba bersih periode berjalan Rp41,23 triliun pada kuartal III-2025. Perolehan itu turun 9,10% secara tahunan atau year on year (yoy), dari sebesar Rp45,36 triliun pada periode yang sama setahun sebelumnya. Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp1.438,11 triliun, tumbuh 6,26% yoy pada periode yang berakhir 30 September 2025. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.150,73 triliun, dengan komposisi sebesar 80,02% terhadap total portofolio kredit. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article OJK: Bankir Masih Pede Kredit Tumbuh 9%-11% Tahun Ini [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article OJK: Bankir Masih Pede Kredit Tumbuh 9%-11% Tahun Ini (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  14. Jakarta, CNN Indonesia -- Rintik gerimis baru saja reda ketika Bu Sri sibuk memandu ibu-ibu yang sedang mengantre di teras rumah sederhana di Kelurahan Tegalreja, Cilacap[1], Jawa Tengah[2]. Dengan rambut ikalnya yang mulai memutih, perempuan 75 tahun itu tampak cekatan menata botol-botol bekas berisi minyak jelantah. "Ayo satu-satu, sini ditimbang dulu minyaknya," ujarnya sambil tersenyum. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Rutinitas itu sudah menjadi bagian hidupnya sejak 2023. Setiap pekan, Bu Sri mengumpulkan minyak jelantah dari warga sekitar melalui Bank Sampah Beo Asri yang ia kelola. Dari tangan-tangan ibu rumah tangga, terkumpul rata-rata 175 kilogram minyak jelantah setiap bulan. Bu Sri bercerita bahwa minyak jelantah dari ibu-ibu tersebut ditukar seharga Rp5.000 per kilogram (kg). Dari Bank Sampah Bank Sampah Beo Asri, minyak jelantah kemudian dijual ke Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) dengan harga Rp7.2000 - Rp7.300 per kg. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin kecil. Tapi bagi warga Tegalreja, setiap tetes jelantah kini punya nilai. Bukan hanya rupiah, tapi tetesan jelantah itu kini menjadi harapan; perbaikan lingkungan. "Biasanya (minyak jelantah) dibuang. Itu kan juga buat limbah lingkungan, jadinya pencemaran. Tapi kalau ini sedikit-sedikit dikumpulkan bisa jadi uang,"kata Sri. Dari Bank Sampah Beo Asri, minyak jelantah disalurkan ke Pertamina RU IV Cilacap. Di tempat itu, jelantah kemudian diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Langkah ini menjadi bukti bahwa transisi energi hijau bisa dimulai dari dapur rumah tangga. Di balik setiap botol yang Bu Sri catat, tersimpan secercah harapan bahwa dari rumah sederhana di Cilacap, Indonesia ikut menjaga langitnya tetap biru. "Dan jelas dengan program Pertamina pengumpulan minyak jelantah ini ternyata di wilayah lokal dibutuhkan langsung oleh Pertamina. Ini menambah semangat kita dan keuntungan kita untuk wilayah di sekitar Pertamina ini, kata," Sri. Program ini pun mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Camat Cilacap Selatan Basuki Priyo Nugroho menyebut program Pertamina ini bukan hanya soal energi, tapi juga soal pemberdayaan masyarakat. "Tentunya harapan kami dengan adanya program ini, kita harapkan Pertamina untuk terus bisa melakukan pembinaan terhadap bank sampah - bank sampah yang ada, khususnya di Beo Asri," katanya. Basuki menjelaskan saat ini Beo Asri mengumpulkan jelantah dari tiga RW. Ia berharap ke depan seluruh 80 RW dan 425 RT di Cilacap Selatan bisa ikut serta, termasuk para pelaku UMKM seperti warung Lamongan. "Tentunya kalau ini bisa kita sosialisasikan, bisa dioptimalkan, akan bisa membantu untuk bisa penanganan masalah minyak jelantah ini," kata Basuki. Pertamina dan Misi Energi HijauMelalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina memang terus memperluas inovasi energi rendah karbon. Produk Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dihasilkan dari minyak jelantah menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan di sektor penerbangan. Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menyebut produksi SAF saat ini baru dilakukan di Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dengan kapasitas mencapai 8.000 barel per hari. "Alhamdulillah, tanggal 22 sampai 29 Juli kita berhasil merampungkan tugas memproduksi minyak jelantah dengan komposisi 2,5 sampai 3 persen menjadi SAF ," katanya dalam acara Jejak Berkelanjutan di Cilacap, Jawa Tengah, Agustus lalu. Didik mengatakan SAF berbahan baku minyak jelantah telah digunakan pertama kali untuk penerbangan maskapai Pelita Air pada 20 Agustus lalu. Penerbangan itu dilakukan pada rute Jakarta-Bali. Produk SAF berbahan baku minyak jelantah sudah memenuhi standar kualitas internasional DefStan 91-091. SAF juga telah mengantongi sertifikat Pertamina SAF juga sudah tersertifikasi oleh Renewable Energy Directive European Union (RED EU), serta International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) sesuai standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari mulai pengumpulan UCO, fasilitas produksi di kilang, sampai kepada fasilitas transportasi dan distribusi SAF Lebih lanjut, Didik mengatakan PT Kilang Pertamina Internasional akan melebarkan produksi energi ramah lingkungan ke RU II Dumai dan RU VI Balongan. Kilang ini diperkirakan bisa memproduksi SAF sebanyak 1.236.000 KL per tahun. "Dan insyaallah ini bisa comply kebutuhan seluruh sub-domestic flight di Indonesia," katanya. Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan SAF berbahan dasar minyak jelantah yang diproduksi Pertamina berpotensi diekspor. Apalagi Indonesia menjadi yang pertama di ASEAN dalam memproduksi SAF berbahan dasar minyak jelantah. "Kalau sudah melihat hasil daripada SAF kita, pasti negara lain akan melirik ke kita, dan tentunya harganya nanti harus bersaing dengan produk-produk yang lainnya. Yang jelas di ASEAN ini kita yang pertama," katanya. Namun, pengembangan SAF bukan hanya langkah bisnis bagi Pertamina. Lebih dari itu, langkah ini merupakan wujud kontribusi Pertamina dalam mendukung target pemerintah Indonesia dalam Net Zero Emission (NZE). "Perjalanan menuju net zero emission (NZE) harus kolektif dan kolaboratif, saya yakin dengan semangat kolaborasi kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia," katanya. ====[3] (agt) References^ Cilacap (www.cnnindonesia.com)^ Jawa Tengah (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  15. Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya[1] Yudhi Sadewa [2]mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto mau membolehkan pemerintah daerah (pemda[3]), BUMN, dan BUMD berutang ke pemerintah pusat[4]. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat, utang itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beleid tersebut diteken Prabowo pada 10 September 2025, tepat dua hari setelah Purbaya menjabat sebagai menkeu. "Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun, kadang-kadang pemda kekurangan uang, ya untuk itu saja. Utamanya itu untuk menutup kekurangan uang jangka pendek, tapi kita lihat juga kalau butuh jangka panjang. Selama ada proyek-proyeknya jelas, ya bisa kita lihat juga (utang jangka panjang)," kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/10). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Akan tetapi, Purbaya menegaskan belum ada ketetapan lanjutan mengenai skema pinjaman tersebut. Ia masih akan mengkaji lagi secara keseluruhan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengizinkan pemerintah daerah (pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berutang ke pemerintah pusat. Ketentuan itu dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat, yang diteken Prabowo pada 10 September 2025. PP ini menjadi dasar hukum baru bagi pemerintah pusat untuk bertindak sebagai kreditur, bukan sekadar penyalur dana transfer. Dalam Pasal 2 PP tersebut, pemerintah pusat dinyatakan berwenang memberikan pinjaman kepada pemda, BUMN, dan BUMD. Namun, ketentuan ini tidak berlaku untuk pinjaman luar negeri, hibah, atau pembiayaan proyek yang dilakukan melalui penerbitan surat berharga negara dan surat berharga syariah negara. "Pemberian pinjaman oleh Pemerintah Pusat dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung kegiatan penyediaan infrastruktur, pelayanan umum, pemberdayaan industri dalam negeri, pembiayaan sektor ekonomi produktif, serta pembangunan atau program lain sesuai kebijakan strategis Pemerintah Pusat," bunyi pasal 4 aturan tersebut. Adapun pasal 8 menegaskan sumber dana pinjaman berasal sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ====[5] (skt/pta) References^ Purbaya (www.cnnindonesia.com)^ (www.cnnindonesia.com)^ pemda (www.cnnindonesia.com)^ pemerintah pusat (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  16. Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem pembayaran digital QR Indonesia Standard (QRIS) yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) saat ini bisa digunakan di sembilan negara selain Indonesia. Per Agustus 2025 sudah ada beberapa negara yang bisa melakukan pembayaran dengan QRIS, diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Jepang, China. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba QRIS antarnegara dengan Korea Selatan. Adapun, QRIS antarnegara dengan Korea Selatan ditargetkan akan berjalan penuh tahun depan. Tidak berhenti sampai di Korea Selatan, Perry mengatakan akan terus melakukan ekspansi QRIS Crossborder ke sejumlah negara. "Hari ini, mulai kita akan sanggupkan dengan Korea Selatan. Dan terus kita perluas dengan India, Saudi Arabia, hingga negara-negara lain-lain," kata Perry dalam pembukaan Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) dan IFSE 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Dalam kesempatan ini, Perry mengatakan QRIS sudah digunakan 57 juta pengguna, di mana sebanyak 40 juta adalah pengguna UMKM. Keberadaan QRIS juga makin mendorong perkembangan transaksi digital, yang sebelumnya hanya dilayani melalui mobile dan internet banking. Jumlah transaksi digital kata dia per saat ini sudah menembus 13 ribu transaksi dengan nilai Rp 60 triliun. (haa/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Daftar Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Daftar Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  17. Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto[1] menargetkan kontribusi ekonomi digital[2] mencapai 15,5 persen - 19,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB[3]) pada 2045. Jumlah itu meningkat dari sekitar 4 persen - 5 persen saat ini. Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mencapai target itu "Dengan berbagai tindakan dan kebijakan strategis antara lain telah diterbitkan Buku Putih Strategi Nasional Ekonomi Digital yang menjadi pedoman pengembangan digital ke depan agar terarah dan berkelanjutan," kata Airlangga dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Airlangga mengatakan ekonomi digital menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Ekonomi digital RI telah tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pada 2024, sambung Airlangga, nilai ekonomi digital RI mencapai US$90 miliar atau Rp 1.497 triliun (kurs Rp16.636 per dolar AS). Angka itu ditargetkan tumbuh US$400 miliar atau Rp6.654 triliun pada 2030. "Salah satu yang didukung adalah sektor keuangan digital," kata Airlangga. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menargetkan volume transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD) Indonesia tembus 147,3 miliar transaksi pada 2030. Jumlah itu naik 4 kali lipat dibandingkan volume transaksi hari ini sebanyak 37 miliar transaksi. "Kami perkirakan yang sekarang EKD, ekonomi keuangan digital, volume transaksinya 37 miliar transaksi akan naik 4 kali lipat, 147,3 miliar transaksi," katanya. Ia juga memperkirakan transaksi sistem pembayaran digital yang sekarang 13 ribu transaksi akan naik menjadi 48,6 miliar transaksi pada 2030. "Nilainya tadi kurang lebih sekitar Rp14 triliun - Rp15 triliun per tahun, kalikan 4 kali," katanya. ====[4] (fby/agt) References^ Airlangga Hartarto (www.cnnindonesia.com)^ ekonomi digital (www.cnnindonesia.com)^ PDB (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  18. Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 2,62% pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Merujuk pada laporan keuangan terbaru, laba tahun berjalan emiten pelat merah ini per September 2025 tercatat sebesar US$52,45 juta atau setara Rp872,24 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$51,10 juta. Di sisi lain, pendapatan perseroan tercatat sebesar US$705,38 juta, turun 0,45% dibandingkan US$708,56 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban pokok penjualan naik 0,56% secara tahunan menjadi US$631,90 juta. Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale Rizky Putra mengatakan, raihan ini didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dari produk nikel matte dan bijih saprolit. Harga rata-rata realisasi nikel matte tetap stabil di angka US$12.272 per ton, mencerminkan kondisi pasar yang stabil meskipun terjadi normalisasi harga secara umum dibandingkan tahun lalu. "Hasil keuangan kami pada triwulan ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang didorong oleh produksi yang lebih tinggi, peningkatan nilai jual nikel, dan pengendalian biaya yang disiplin. Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi," ungkap Rizky dalam keterangan terpisah. Sebagai informasi, produksi nikel dalam matte INCO mencapai 19.391 metrik ton, meningkat 4% dibandingkan triwulan sebelumnya. Untuk sembilan bulan pertama tahun 2025, total produksi mencapai 54.975 metrik ton, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain operasi utama nikel matte, PT Vale juga memperkuat portofolio komersialnya dengan penjualan perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Awalnya direncanakan pada triwulan keempat, namun tambang Bahodopi berhasil melakukan pengiriman lebih awal pada Juli 2025. Selama periode sembilan bulan, total penjualan bijih nikel saprolit mencapai 896.263 metrik ton basah, menegaskan kelincahan operasional PT Vale dan responsivitas terhadap peluang pasar. Per 30 September 2025, kas dan setara kas PT Vale tercatat sebesar US$496,3 juta, dibandingkan US$506,7 juta pada akhir Juni. Belanja modal selama periode sembilan bulan mencapai US$331,4 juta, lebih tinggi dibandingkan US$200,9 juta pada tahun sebelumnya. (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Pendapatan Naik, Laba Emiten Prajogo (PTRO) Tergerus Pajak [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Pendapatan Naik, Laba Emiten Prajogo (PTRO) Tergerus Pajak (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  19. Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa[1] menyatakan tidak akan melanjutkan kebijakan burden sharing [2]atau pembagian beban bunga utang Surat Berharga Negara (SBN) antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI). Ia juga menegaskan Presiden Prabowo Subianto tak pernah meminta penerapan skema tersebut dalam kebijakan fiskal pemerintahannya. "Saya semaksimal mungkin tidak akan memakai burden sharing itu," kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia INDEF di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Menurutnya, skema burden sharing berpotensi mengaburkan batas antara kebijakan fiskal dan moneter. Padahal, BI sengaja dibuat sebagai lembaga independen agar kebijakannya tak dipengaruhi oleh perubahan politik maupun pemerintahan. "BI dipisahkan dari pemerintah agar berdiri sebagai bank sentral independen. Dengan begitu, politik dan pergantian pemerintahan tidak akan memengaruhi kebijakan bank sentral yang berdampak jangka panjang," ujarnya. Purbaya menambahkan kerja sama pembagian beban dengan BI hanya relevan pada kondisi luar biasa, seperti krisis ekonomi, tapi tetap harus ada batas yang tegas agar fungsi keduanya tidak tumpang tindih. "Biarkan moneter di pihak moneter, jalan sendiri sesuai dengan pakemnya. Saya akan jalan dengan pakem-pakem fiskal," tutur Purbaya. Lantas, apa itu skema burden sharing? Sederhananya, burden sharing adalah pembagian beban pembiayaan antara pemerintah dan bank sentral. Skema ini memungkinkan BI ikut menanggung sebagian bunga utang pemerintah dari penerbitan SBN, kebijakan yang biasanya dilarang dalam kondisi normal karena berisiko terhadap independensi moneter. Burden sharing pertama kali diterapkan pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah menghadapi kebutuhan dana besar untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi. Melalui serangkaian Surat Keputusan Bersama (SKB) I hingga III, BI setuju untuk membeli SBN langsung dari pemerintah di pasar perdana dan ikut menanggung sebagian bunga utangnya. Dalam praktiknya, burden sharing dibagi dalam dua kategori pembiayaan. Pertama, public goods, yakni kebutuhan publik seperti kesehatan, perlindungan sosial, serta program kementerian dan pemerintah daerah. Untuk kategori ini, beban bunga ditanggung seluruhnya oleh BI melalui mekanisme private placement dengan tingkat kupon setara BI Reverse Repo Rate. Kedua, non-public goods, yaitu pembiayaan untuk pemulihan ekonomi seperti dukungan bagi UMKM dan korporasi non-UMKM. Dalam skema ini, beban bunga ditanggung pemerintah sepenuhnya mengikuti tingkat bunga pasar (market rate). Pada 2021, BI membeli SBN senilai Rp358,32 triliun untuk mendukung program pemulihan ekonomi. Program burden sharing ini berakhir pada akhir 2022 sesuai kesepakatan dalam SKB terakhir. Namun, kebijakan tersebut sempat disorot oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang meminta BI membatasi pembelian SBN di pasar primer agar tetap menjaga mekanisme pasar. "IMF merekomendasikan (BI) untuk membatasi pembelian (SBN) di pasar primer lebih lanjut di bawah mekanisme pasar tahun ini," tulis IMF pada 2021 lalu. Terbaru, pada September 2025, Kemenkeu dan BI sempat berencana menerapkan kembali burden sharing untuk mendukung program perumahan rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, bagian dari agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan bersama, kedua lembaga menyebut pembagian beban bunga dilakukan secara rata atas realisasi alokasi anggaran program, setelah dikurangi hasil penempatan dana pemerintah di lembaga keuangan domestik. "Kesepakatan ini mulai berlaku tahun 2025 sampai dengan berakhirnya program pemerintah tersebut," tulis Kemenkeu dan BI dalam pernyataan bersama di Jakarta, Senin (8/9). Pembagian beban dilakukan melalui pemberian tambahan bunga pada rekening pemerintah di BI, dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik untuk menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral telah membeli SBN senilai Rp200 triliun di pasar sekunder untuk mendukung pendanaan program ekonomi kerakyatan dalam Asta Cita. "Pembelian SBN dari pasar sekunder kami update kemarin dan sejak kemarin kami telah membeli SBN sebesar Rp200 triliun data terbaru kemarin termasuk untuk debt switching," kata Perry dalam rapat dengan Komisi IV DPD, Selasa (3/9). "Sebagian dana dari SBN ini untuk pendanaan program-program ekonomi kerakyatan dalam Asta Cita seperti perumahan rakyat, Koperasi Desa Merah Putih dengan burden sharing atau pembagian beban bunga yang tentu saja bersama BI dan Kementerian Keuangan dan karenanya akan mengurangi beban pembiayaan dari program-program untuk ekonomi kerakyatan dalam Asta Cita," ujarnya. Berbeda dengan masa pandemi, pembelian kali ini dilakukan di pasar sekunder, yaitu pasar di mana surat utang diperdagangkan antar investor setelah diterbitkan, bukan langsung dari pemerintah seperti di pasar perdana. ====[3] (del/pta) References^ Purbaya Yudhi Sadewa (www.cnnindonesia.com)^ burden sharing (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  20. Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan hingga Triwulan III 2025. Hal tersebut ditunjukkan dari kemampuan Perseroan yang membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun dengan indikator kinerja kunci yang sehat, serta mencatatkan pertumbuhan positif pada aset, kredit, dan dana pihak ketiga. Capaian positif ini menjadi landasan bagi BRI untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong dan mengakselerasi perekonomian nasional melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah dan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif terutama UMKM. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa capaian positif BRI turut ditopang oleh kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil di sepanjang 2025. Di mana, PDB diproyeksikan akan stabil di atas 5% dengan ruang fiskal yang masih cukup luas. Sementara itu, dari sisi moneter inflasi berada pada level yang stabil, dengan laju inflasi sekitar 2,65%, serta kondisi nilai tukar dan cadangan devisa yang kuat mendukung pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. "Dengan kondisi makro perekonomian Indonesia dan kebijakan moneter yang positif, hal ini berdampak terhadap stabilitas industri perbankan nasional. BRI melihat prospek pertumbuhan ke depan akan semakin kuat, ditopang oleh penurunan biaya dana (cost of fund), perbaikan likuiditas, serta peningkatan permintaan kredit di sektor produktif dan konsumtif," ujarnya dikutip Kamis (30/10/2025). Lebih lanjut, Hery menegaskan sebagai bank dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, BRI terus konsisten memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah. BRI telah menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur (setara 74,4% dari total alokasi Rp175 triliun) pada periode Januari-September 2025. Sebagai wujud dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional, BRI turut berperan aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tercatat 3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah memperoleh layanan perbankan dari BRI. Dari sisi pembiayaan, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp104,4 miliar untuk pembangunan Dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia. BRI juga turut berkomitmen mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui pendampingan dan pemberdayaan terhadap koperasi, serta menyediakan layanan transaksi perbankan masyarakat melalui Agen BRILink. Selain itu BRI berpartisipasi aktif dalam mendukung program 3 Juta Rumah dengan menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia, dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp15,07 triliun hingga akhir September 2025. BRI juga telah mengoptimalkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pembiayaan di sektor produktif. Di mana pada 16 Oktober 2025 dana tersebut telah dialokasikan secara penuh pada segmen mikro sebesar Rp28,08 triliun, korporasi Rp11,07 triliun, komersial Rp10,13 triliun, dan konsumer Rp6,58 triliun. Bahkan, BRI juga mengambil peran dalam penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp2,25 triliun kepada 3,7 juta penerima, serta pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu masyarakat berpenghasilan rendah dengan nilai penyaluran Rp15,07 triliun. Di samping itu, Perseroan juga mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan akan berperan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) guna menjaga daya beli masyarakat. Hery menegaskan bahwa pencapaian BRI juga didorong oleh transformasi bisnis yang berkelanjutan melalui program "BRIVolution Reignite", yang berfokus pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding dan penguatan core business yang berkelanjutan. "Sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pertumbuhan, BRI juga terus mengembangkan 'Second Engines of Growth' melalui penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas," kata Hery. Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga Triwulan III 2025 pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, dengan fokus strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang berhasil mendorong efisiensi biaya dana dan menopang fundamental bisnis perseroan. Tercatat, total aset BRI tumbuh 8,2% YoY, menjadi Rp2.123,4 triliun. Selanjutnya, dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, yang tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Sementara dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tercatat tumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1.438,1 triliun. "Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir Triwulan III 2025," tegasnya. Kinerja keuangan yang solid tersebut juga tercermin dari aspek permodalan dan likuiditas. Direktur Finance dan Strategy BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan bahwa BRI memiliki permodalan yang kuat. "Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI ada di 25,4%, di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi ini menunjukkan kemampuan BRI menyerap risiko sekaligus menyediakan ruang untuk ekspansi bisnis sehat dan berkelanjutan," ujar Viviana. Selain itu, dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 86,5%. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Kondisi likuiditas yang memadai tersebut juga didukung oleh perbaikan struktur pendanaan BRI yang tercermin dari rasio dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 67,6% pada akhir Triwulan III 2025. "Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal," ujarnya. Dari sisi manajemen risiko, BRI terus menjaga kualitas aset dan disiplin prudential banking. Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menjelaskan bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI berada di level 3,08%, dengan NPL Coverage Ratio mencapai 183,1%. "Angka ini menunjukkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi. Dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan sekaligus memberikan keyakinan kepada investor dan regulator," jelasnya. Selanjutnya, pertumbuhan DPK BRI secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Secara kualitas, komposisi dana juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6% dari total DPK. Pertumbuhan CASA mencapai 14,1% YoY, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 24,5% YoY dan tabungan tumbuh 7,2% YoY. "Keberhasilan BRI untuk terus meningkatkan DPK utamanya pada dana murah tak lepas dari berbagai strategi Retail Funding and Transaction yang kami terapkan. Di antaranya Optimalisasi Digital Channel, Penguatan Produk dan fungsi pemasar, Optimalisasi bisnis Wealth Management, Kolaborasi dengan perusahaan anak, dan Peningkatan Payroll yang berkualitas," ungkap dia. Transformasi struktur pendanaan yang dijalankan BRI melalui penguatan ekosistem digital seperti BRImo, Qlola by BRI, QRIS, dan perluasan transaksi merchant telah menunjukkan hasil positif. Inisiatif ini mendorong peningkatan volume transaksi sekaligus memperkuat pertumbuhan dana murah (CASA). Jumlah pengguna BRImo meningkat 19,4% YoY menjadi 44,4 juta user, dengan volume transaksi naik 25,6% YoY menjadi Rp5.067,1 triliun. Selain itu, Qlola by BRI, platform digital untuk nasabah wholesale dan korporasi, juga mencatat peningkatan volume transaksi sebesar 35,4% YoY menjadi Rp9.317 triliun. "Volume transaksi bisnis merchant BRI meningkat 20,8% secara yoy, menjadi Rp160,7 triliun. Sementara itu volume transaksi QRIS BRI meningkat 133,1% YoY menjadi Rp59,4 triliun dengan jumlah transaksi meningkat 161,4% YoY menjadi 527,5 miliar transaksi," terang dia. Semakin kuatnya ekosistem digital banking BRI juga tercermin dari komposisi transaksi melalui channel digital yang mencapai 99,4% dari total transaksi BRI. Hal ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam mendorong migrasi nasabah dari transaksi berbasis outlet ke kanal digital yang lebih efisien, cepat, dan aman. Komposisi CASA yang meningkat berkontribusi langsung pada penurunan biaya dana pihak ketiga. "Dengan demikian, transformasi digital BRI tidak hanya memperluas akses layanan dan kenyamanan nasabah, namun juga memperkuat profitabilitas perseroan serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan BRI secara berkelanjutan," tambah Viviana. Selain penguatan di sisi funding, BRI juga memperkokoh bisnis mikro dan sinergi di bawah Holding Ultra Mikro (UMi). Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI terus melakukan business process reengineering untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan mikro, termasuk redesain peran mantri dan optimalisasi platform BRIspot. "Hingga akhir September 2025, Holding UMi yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro. Kami juga memiliki 1.035 outlet SenyuM, serta 3,8 juta nasabah emas dengan total simpanan 13,7 ton, tumbuh 66,9% YoY," ujar Akhmad. Sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai Agen BRILink. Hingga akhir September 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 17,8% secara YoY. Agen-agen tersebut tersebar di 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri. "Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp1.293,5 triliun atau tumbuh 10,6% yoy, menunjukkan peran yang semakin vital dalam memberikan akses layanan keuangan formal kepada masyarakat," papar Akhmad. Di samping melalui pembiayaan dan sharing economy AgenBRILink, BRI juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan. Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyampaikan sejumlah program yang menyentuh masyarakat dan UMKM terus dioptimalkan oleh BRI. Salah satunya, melalui Desa BRILian, yang hingga akhir September 2025, BRI telah memiliki 4.909 desa binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku BRI juga telah mengembangkan 41.715 klaster usaha sebagai bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas. BRI juga menghadirkan LinkUMKM yang tercatat dimanfaatkan oleh lebih dari 13,6 juta pelaku UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas. Tak hanya itu, untuk menumbuhkembangkan UMKM, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan 17 ribu pelatihan. Selain berbagai program pemberdayaan melalui berbagai layanan perbankan, BRI juga terus berkomitmen untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan secara lebih luas dan terintegrasi yang dilakukan secara Group. "Sinergi dengan perusahaan anak menjadi elemen penting yang memperkuat BRI sebagai satu kesatuan entitas untuk memberikan layanan keuangan secara menyeluruh dan mendukung pencapaian kinerja keuangan secara group," ungkap Agus. Agus mengungkapkan bahwa keberhasilan sinergi perusahaan anak BRI Group ini ditunjukkan dari kontribusi laba Perusahaan Anak yang mencapai sebesar 19,9% dari total laba konsolidasi dan aset sebesar 11,45% dari total aset konsolidasian perseroan. Menutup paparannya, Direktur Utama Hery Gunardi menegaskan bahwa kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite. "Didukung oleh semangat seluruh Insan BRILiaN dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, BRI optimistis dapat mempertahankan kinerja yang positif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," tutup Hery. (dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Dorong UMKM, BRI Sukses Salurkan KUR Rp54,9 T Hingga April 2025 [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Dorong UMKM, BRI Sukses Salurkan KUR Rp54,9 T Hingga April 2025 (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  21. Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan hingga Triwulan III 2025. Hal itu ditunjukan dari laba yang dibukukan sebesar RO41,2 triliun dengan indikator kinerja kunci yang sehat, serta mencatatkan pertumbuhan positif pada asset, kredit dan dana pihak ketiga. Capaian positif ini menjadi landasan bagi BRI untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong dan mengakselerasi perekonomian nasional melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah dan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif terutama UMKM. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto, Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya serta Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom. Membuka paparannya, Hery menjelaskan bahwa capaian positif BRI turut ditopang oleh kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil di sepanjang 2025. Di mana, PDB diproyeksikan akan stabil di atas 5% dengan ruang fiskal yang masih cukup luas. Sementara itu, dari sisi moneter inflasi berada pada level yang stabil, dengan laju inflasi sekitar 2,65%, serta kondisi nilai tukar dan cadangan devisa yang kuat mendukung pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. "Dengan kondisi makro perekonomian Indonesia dan kebijakan moneter yang positif, hal ini berdampak terhadap stabilitas industri perbankan nasional. BRI melihat prospek pertumbuhan kedepan akan semakin kuat, ditopang oleh penurunan biaya dana (cost of fund), perbaikan likuiditas, serta peningkatan permintaan kredit di sektor produktif dan konsumtif," ujarnya. Lebih lanjut, Hery menegaskan sebagai bank dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, BRI terus konsisten memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah. BRI telah menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur (setara 74,4% dari total alokasi Rp175 triliun) pada periode Januari s.d September 2025. Sebagai wujud dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional, BRI turut berperan aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tercatat 3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah memperoleh layanan perbankan dari BRI. Dari sisi pembiayaan, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp104,4 miliar untuk pembangunan Dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia. BRI juga turut berkomitmen mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui pendampingan dan pemberdayaan terhadap koperasi, serta menyediakan layanan transaksi perbankan masyarakat melalui Agen BRILink. Selain itu BRI berpartisipasi aktif dalam mendukung program 3 Juta Rumah dengan menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia, dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp15,07 triliun hingga akhir September 2025. BRI juga telah mengoptimalkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pembiayaan di sektor produktif. Di mana pada 16 Oktober 2025 dana tersebut telah dialokasikan secara penuh pada segmen mikro sebesar Rp28,08 triliun, korporasi Rp11,07 triliun, komersial Rp10,13 triliun, dan konsumer Rp6,58 triliun. BRI juga mengambil peran dalam penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp2,25 triliun kepada 3,7 juta penerima, serta pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu masyarakat berpenghasilan rendah dengan nilai penyaluran Rp15,07 triliun. Di samping itu, Perseroan juga mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan akan berperan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) guna menjaga daya beli masyarakat. Masih dalam paparannya, Hery menegaskan bahwa pencapaian BRI juga didorong oleh transformasi bisnis yang berkelanjutan melalui program "BRIVolution Reignite", yang berfokus pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding dan penguatan core business yang berkelanjutan. "Sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pertumbuhan, BRI juga terus mengembangkan "Second Engines of Growth" melalui penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas," kata Hery. Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga Triwulan III 2025 pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, dengan fokus strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang berhasil mendorong efisiensi biaya dana dan menopang fundamental bisnis perseroan. Tercatat, total aset BRI tumbuh 8,2% YoY, menjadi Rp2.123,4 triliun. Selanjutnya, dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, di mana dana pihak ketiga tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1.438,1 triliun. "Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir Triwulan III 2025," tegasnya. Kinerja keuangan yang solid tersebut juga tercermin dari aspek permodalan dan likuiditas. Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan bahwa BRI memiliki permodalan yang kuat. "Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI ada di 25,4%, di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi ini menunjukkan kemampuan BRI menyerap risiko sekaligus menyediakan ruang untuk ekspansi bisnis sehat dan berkelanjutan," ujar Viviana. Selain itu, dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 86,5%. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Kondisi likuiditas yang memadai tersebut juga didukung oleh perbaikan struktur pendanaan BRI yang tercermin dari rasio dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 67,6% pada akhir Triwulan III 2025. "Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal," ujarnya. Dari sisi manajemen risiko, BRI terus menjaga kualitas aset dan disiplin prudential banking. Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menjelaskan bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI berada di level 3,08%, dengan NPL Coverage Ratio mencapai 183,1%. "Angka ini menunjukkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi. Dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan sekaligus memberikan keyakinan kepada investor dan regulator," jelasnya. Selanjutnya, pertumbuhan dana pihak ketiga BRI secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Secara kualitas, komposisi dana juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6% dari total DPK. Pertumbuhan CASA mencapai 14,1% YoY, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 24,5% YoY dan tabungan tumbuh 7,2% YoY. (inh) Sumber
  22. Jakarta, CNBC Indonesia- Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Kejagung telah mengambil alih jutaan hektare lahan sawit dari sejumlah perusahaan sawit kemudian diserahkan dan dikelola oleh BUMN pangan yakni PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Mahkota Group menjadi salah satu perusahaan sawit yang menyerahkan 68,33 hektare kebun di Kabupaten Indragiri Hulu, Ria kepada Satgas PKH sebagai bagian dari komitmen perusahaan menyelesaikan persoalan keterlanjuran kegiatan perkebunan di kawasan hutan. Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk (MGRO)[1], Usli Sarsi mengatakan penyerahan kebun sawit ini bagian dari kepatuhan MGRO terkait program penertiban kawasan hutan. Namun hal ini tidak berarti MGRO melakukan pelanggaran. Kondisi ini terjadi akibat adanya perbedaan antara batas lahan pada saat proses pembelian lahan kebun sawit di masa lampau dengan aturan batas lahan yang digunakan oleh Satgas PKH saat ini. Usli Sarsi berharap pemerintah menyelesaikan kasus sengketa lahan sawit dengan bijak utamanya terkait lahan sawit di daerah karena menyangkut petani dan pengusaha kecil. Selain itu lahan yang disita Satgas PKH sudah banyak yang memiliki Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sehingga dapat menghambat produksi sawit nasional. Seperti apa kata pengusaha terkait penyitaan lahan sawit ini? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Wakil Ketua APINDO Sumatera Utara sekaligus Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk (MGRO)[2], Usli Sarsi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 30/10/2025) References^ PT Mahkota Group Tbk (MGRO) (www.cnbcindonesia.com)^ PT Mahkota Group Tbk (MGRO) (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  23. Jakarta, CNBC Indonesia - Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia terus mengalami perkembangan hingga saat ini, setelah Bank Indonesia (BI) mengeluarkan cetak biru atau Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2019. Pada saat itu, Gubernur BI Perry Warjiyo memulai garapan digitalisasi sistem pembayaran dengan memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem itu membuat seluruh transaksi bisa dilakukan tanpa uang tunai. Setelah tujuh tahun beroperasi, QRIS kini sudah digunakan oleh 57 juta pengguna, termasuk di dalamnya ialah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM sebanyak 30 juta pengguna. "Dan alhamdulillah QR Indonesia Standard menyelamatkan Indonesia dari Covid-19 karena membantu distribusi bantuan sosial dan semuanya," kata Perry dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis (30/10/2025). Keberadaan QRIS kini makin mendorong perkembangan transaksi digital, yang sebelumnya hanya dilayani melalui mobile dan internet banking. Jumlah transaksi digital kata dia per saat ini sudah menembus 13 ribu transaksi dengan nilai Rp 60 triliun. Dengan kehadiran sistem transaksi digital itu, volume dan nilai transaksi ekonomi keuangan digital Indonesia juga makin membebsar, bahkan tumbuh drastis dalam lima tahun ke depan. Perry mengatakan, ekonomi keuangan digital yang didorong salah satunya oleh peningkatan aktivitas perdagangan daring atau e-commerce volumenya sudah mencapai 37 miliar transaksi dengan nilai Rp 400 ribu-Rp 500 ribu triliun. "Akan naik empat kali lipat pada 2030 yakni menjadi 147,7 miliar transaksi. Nilainya dikalikan saja Rp 520 ribu triliun dikalikan empat," tegas Perry. Sistem QRIS pun terus dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Layanan terbaru QRIS yang diperkenalkan saat ini bernama QRIS Tap In & Out ini membuat penggunanya tak lagi harus memindai kode QR lewat ponsel. QRIS Tap In & Out per hari ini telah diresmikan penggunaannya untuk masyarakat untuk 5 moda transportasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok (Jabodetabek). Adapun, lima moda transportasi ini mencakup KAI Commuter Line, Trans Jakarta, TemanBus/Damri, LRT, dan MRT. Di sisi lain, layanan QRIS sebetulnya tidak hanya beroperasi di dalam negeri.Terbaru, bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, QRIS resmi dapat digunakan di Jepang. Hal itu sebagai tanda perluasan penggunaan QRIS di luar Asia Tenggara (ASEAN), setelah sebelumnya dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura. "Dan hari ini kita launching juga dengan Korea Selatan untuk uji coba sandboxing. Insya Allah tahun depan mulai nyambung QRIS nya," tegas Perry. Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia sendiri juga telah dilanjutkan untuk periode 2030. Di dalamnya tidak lagi hanya berbicara tentang digitalisasi transaksi dan rupiah, melainkan juga sudah masuk pada upaya digitalisasi sekuritas. "Kita akan keluarkan bagaimana sekuritas Bank Indonesia, kita ada versi digitalnya, digital rupiah Bank Indonesia dengan underlying SBN, versi stablecoin-nya nasional Indonesia," kata Perry. Dengan adanya rencana ini, BI akan fokus mengembangkan 3 pilar keuangan digital, yakni perluasan akseptasi dan inovasi, penguatan struktur industri dan menjaga stabilitas industri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto megakui, digitalisasi ekonomi keuangan di Indonesia seperti dengan kehadiran QRIS dan elektronifikasi sistem pembayaran memang telah membuat layanan transaksi kini turut berkontribusi pada inklusi keuangan. "Pemanfaatan sektor keuangan digital melalui QRIS telah menjangkau pelaku usaha termasuk warung kecil, dilakukan oleh UMKM. Dan ini menunjukkan bahwa digitalisasi telah tumbuh secara organik dari masyarakat," tegas Perry. Dengan proses digitalisasi terhadap ekonomi itu, Airlangga pun turut meyakini nilai ekonomi digital Indonesia akan menjadi salah satu yang terbesar di ASEAN hingga 2030. Ia menyebutkan, pada 2024 nilai ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan mencapai $ 90 miliar atau setara Rp 1.496,15 triliun. Namun, dalam lima tahun ke depan atau tepatnya pada 2030 akan mencapai Rp 400 miliar atau setara Rp 6.649,63 miliar. "Ekonomi digital telah tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN," kata Airlangga (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] Next Article Bos BI: 39 Juta UMKM Sudah Pasang QRIS, Ini Bukti RI Melek Digital! [2] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)^ Next Article Bos BI: 39 Juta UMKM Sudah Pasang QRIS, Ini Bukti RI Melek Digital! (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  24. Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu[1]) buka suara soal besaran bunga utang[2] pemerintah daerah (pemda[3]) ke pemerintah pusat. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan bunga pinjaman tersebut akan rendah. "Berdasarkan penjelasan tersebut, pinjaman dari pemerintah pusat kepada daerah merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan bagi daerah yang bunganya rendah," katanya pada CNNIndonesia.com, Rabu (29/10). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Deni mengatakan tingkat bunga tertentu pinjaman pemda ke pemerintah pusat belum diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat. Tingkat bunga katanya akan ditetapkan dalam Peraturan Presiden tentang Kebijakan Pemberian Pinjaman. Sementara ketentuan teknis lain akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Perjanjian Pinjaman antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah/Badan Usaha Milik Daerah. Lebih lanjut, Deni menjelaskan dalam PP 38/2025 disebutkan pemberian pinjaman oleh pemerintah pusat bertujuan untuk mendukung program Pemerintah Pusat di berbagai bidang atau sektor antara Iain infrastruktur, energi, transportasi, dan air minum yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, BUMN, dan/atau BUMD. "Pemberian pinjaman oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, BUMN, dan/atau BUMD diharapkan akan mendorong pembangunan nasional dan daerah melalui pendanaan yang relatif murah," katanya. Presiden Prabowo Subianto resmi mengizinkan pemerintah daerah, BUMN, dan BUMN untuk berutang ke pemerintah pusat. Ketentuan itu dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat, yang diteken Prabowo pada 10 September 2025. PP ini menjadi dasar hukum baru bagi pemerintah pusat untuk bertindak sebagai kreditur, bukan sekadar penyalur dana transfer. Dalam Pasal 2 PP tersebut, pemerintah pusat dinyatakan berwenang memberikan pinjaman kepada pemda, BUMN, dan BUMD. Namun, ketentuan ini tidak berlaku untuk pinjaman luar negeri, hibah, atau pembiayaan proyek yang dilakukan melalui penerbitan surat berharga negara dan surat berharga syariah negara. Pemberian pinjaman dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, manfaat, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, serta kehati-hatian, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 3. Prinsip tersebut dirancang agar mekanisme pinjaman dilakukan secara terbuka, bermanfaat bagi perekonomian nasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. "Pemberian pinjaman oleh Pemerintah Pusat dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung kegiatan penyediaan infrastruktur, pelayanan umum, pemberdayaan industri dalam negeri, pembiayaan sektor ekonomi produktif, serta pembangunan atau program lain sesuai kebijakan strategis Pemerintah Pusat," bunyi Pasal 4 aturan tersebut. Berdasarkan Pasal 7, pemberian utang dilakukan untuk dan atas nama pemerintah pusat serta dikelola oleh Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara. Setiap penyaluran pinjaman harus memperoleh persetujuan DPR RI, karena merupakan bagian dari persetujuan terhadap APBN atau APBN Perubahan. Adapun Pasal 8 menegaskan sumber dana pinjaman berasal sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ====[4] (fby/sfr) References^ Kemenkeu (www.cnnindonesia.com)^ utang (www.cnnindonesia.com)^ pemda (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber
  25. Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten perbankan Syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 9,03% secara tahunan. Alhasil laba bersih perseroan tercatat tembus 5,57 Triliun Rupiah di akhir september 2025. Simak informasi selengkapnya dalam program Profit CNBC Indonesia (Kamis 30/10/2025) berikut ini. Sumber
×
×
  • Create New...