bot
Moderators-
Jumlah Konten
134.009 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih memiliki kapasitas untuk menguat, menurun sejumlah ekonom dan pejabat Bank Indonesia (BI). Meskipun, beberapa hari terakhir dalam tren pelemahan, hingga betah bertengger di level atas Rp 17.000/US$. Salah satu yang percaya diri kurs rupiah akan mengalami penguatan dalam jangka menengah panjang ialah Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan, di dasari oleh sejumlah indikator acuan. "Kami sangat yakin bahwa dalam jangka menengah panjang bahwa rupiah akan punya kecenderungan untuk menguat," kata Erwin dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026). Setidaknya ada tiga indikator yang menjadi acuan Erwin menilai, kurs rupiah akan menguat dalam periode jangka menengah panjang. Ia mengatakan, yang pertama ialah masih rendahnya defisit transaksi berjalan Indonesia yang saat ini di kisaran 0,69% dari produk domestik bruto (PDB). Didukung oleh terjaganya surplus neraca perdagangan. "Jadi ketika neraca perdagangan kita inefisien, mau tidak mau terjadi memang koreksi pada nilai tukar. Namun, kalau kita surplus ya nilai tukar akan cenderung menguat," ucap Erwin. Indikator kedua, ia sebut inflasi yang masih berada di kisaran target BI sepanjang tahun ini, 2,5% plus minus 1%, yakni 3,48% angka terakhir yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2026. Tekanan inflasi yang terjaga ini memberi ruang bagi Indonesia untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi, yang bisa memperkuat stabilitas kurs. "Sehingga dari sisi inflasi, fundamental kita menunjukkan bahwa stabilitas nilai rupiah dalam konteks inflasi itu terjaga," paparnya. Ketiga, ialah cadangan devisa yang kini masih di kisaran US$ 148,2 miliar. Besaran cadev ini setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Masih terjaganya level cadev ini memberi ruang bagi BI untuk menjaga jaring pengaman valas untuk melakukan intervensi ketika kurs melemah. Artinya, pasokan dolar darurat di dalam negeri masih tersedia untuk mengamankan stabilitas kurs. "Ini juga fundamental yang kita gunakan untuk menjaga stabilitas dan juga memfasilitasi seluruh pembayaran luar negeri adalah cadangan devisa. Angka cadangan devisa kita terakhir 148 million dolar. Angka ini masih memenuhi 6 bulan kewajiban untuk kita melakukan pembayaran impor," papar Erwin. Kepala Ekonom BCA David Sumual sependapat dengan Erwin. Ia mengatakan, kurs rupiah sebetulnya memang dalam posisi yang cenderung menguat. Pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir menurutnya lebih disebabkan sentimen risk off investor jangka pendek terhadap kondisi eksternal, yakni perang Presiden AS Donald Trump dengan Iran. "Jadi walaupun tadi dari sisi relative strength, rupiah itu sebenarnya layak menguat, tapi ada persoalan-persoalan jangka pendek mungkin yang dilihat oleh investor terutama portfolio," kata David. "Karena memang dalam 70 bulan berturut-turut sebenarnya kita mengalami trade surplus. Sejak Mei 2022, sejak perang Ukraina-Rusia sampai sekarang kita mengalami penguatan trade surplus kita. Di samping itu juga inflasi kita sebenarnya under control," tegasnya. Namun, terkait kapannya rupiah bisa menguat terhadap dolar AS, David menuturkan, hanya akan terjadi bila sentimen risk off, yakni perang berakhir dan membuat pergerakan dolar kembali normalisasi atau dalam tren penurunan indeks DXY. Sebagaimana diketahui, saat pembukaan perdagangan pasar keuangan di Indonesia kemarin, dan rupiah langsung tertekan ke level Rp17.100/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09% dibanding perdagangan akhir pekan lalu, DXY memang tengah mengalami penguatan hebat, hingga ke level 99,01 berdasarkan data Revinitif pukul 09.00 WIB. DXY terpantau menguat 0,37% saat itu. "Tidak bisa misalnya kondisi dolar menguat 3%, kita menguat juga 10% misalnya, enggak bisa seperti itu. Memang kelihatannya kalau kita lihat seperti bermain surfing. gelombangnya arahnya seperti apa, ya kita bermanuver dengan gelombang yang terjadi, terutama gelombang globalnya yang belum kita pastikan arahnya ke mana," ucap David. Selain itu, David menekankan, dalam melihat tren penguatan rupiah, juga tidak bisa hanya mengandalkan seberapa besar level penguatan yang akan dicapai. Melainkan seberapa kuat rupiah dalam meredam volatilitas atau gejolak indeks dolar AS. "Ini sebenarnya kalau saya ngobrol-ngobrol dengan banyak pengusaha itu sebenarnya utamanya buat mereka itu bukan level atau threshold tertentu dari Rupiah. Tapi yang dilihat oleh mereka itu volatilitasnya. Kalau terlalu volatil seperti ada satu negara South Africa 4%-5% menguat atau melemah itu buat mereka malah menurunkan confidence mereka untuk mengambil keputusan bisnis," tegas David. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fsikal (DJSEF) Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad menegaskan, terkait volatilitas rupiah, sebetulnya hingga saat ini masih lebih baik dibanding negara lain. Ini disebabkan fundamental makro ekonomi Indonesia yang memang kuat untuk mendukung pertumbuhan. Terlihat dari purchasing managers index (PMI) manufaktur yang masih di level ekspansi 50,1 pada Maret 2026, hingga pertumbuhan kredit yang masih mencapai kisaran 9,37% secara tahunan atau year on year. "Jadi tekanan RI masih moderat dibandingkan peers. Depresiasi rupiah masih terkendali," kata Faisal dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. 7 Negara itu seperti India rupee 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah ke level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan ini sejak awal tahun hanya 2,91%, padahan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Jadi Indonesia kuat dibanding peers, inflasi terkendali, fiskal prudent, kita jaga defisit prudent. Rasio utang di bawah batas 60%," tutur Faisal. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mendukung percepatan program prioritas penyediaan tiga juta rumah melalui kelonggaran kebijakan kredit bagi masyarakat. Dalam hal ini, OJK yang berperan sebagai pengawas dan regulator jasa keuangan memberikan dukungan melalui kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, OJK telah memutuskan hanya akan menampilkan kredit dengan nominal di atas Rp 1 juta di SLIK. "Dalam Rapat Dewan Komisioner kemarin, kami memutuskan bahwa dalam laporan SLIK, informasi yang akan ditampilkan adalah kredit dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya," kata Friderica dalam keterangan tertulis dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, dikutip Selasa (14/4/2026). Sebagaimana diketahui, SLIK merupakan catatan informasi yang digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses analisis kredit atau pembiayaan. SLIK kerap digunakan bank untuk melakukan penilaian untuk menyetujui permintaan KPR. Selain itu, OJK juga memutuskan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan. "Ketika seseorang telah melunasi pinjamannya, maksimal dalam tiga hari status pelunasan tersebut sudah muncul dalam SLIK yang akan diimplementasikan paling lambat akhir Juni 2026. Hal ini penting untuk membantu rekan-rekan pengembang mempercepat proses pembiayaan perumahan," ujar Friderica. Di sisi lain, untuk mendukung percepatan program perumahan, OJK juga memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera. Selanjutnya, OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun akan menerbitkan penegasan mengenai pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah. Penegasan tersebut dinilai penting karena memiliki implikasi terhadap aspek penjaminan dalam pembiayaan perumahan. OJK bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah. Satuan tugas ini akan melibatkan OJK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan terkait lainnya guna memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala program perumahan yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan. Di samping itu, OJK akan menambahkan penegasan informasi di SLIK bahwa data dalam SLIK tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya pemberian kredit atau pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan. Sebelumnya, OJK juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain melalui Surat OJK Nomor S-2/D.03/2025 tanggal 14 Januari 2025 perihal Dukungan terhadap Program Pemerintah dalam Pengadaan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Peningkatan Kualitas Pelaporan SLIK. Melalui surat tersebut, OJK menegaskan bahwa SLIK berisi informasi yang bersifat netral dan bukan merupakan daftar hitam. OJK juga menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan yang melarang pemberian kredit atau pembiayaan kepada debitur yang memiliki kredit dengan kualitas selain lancar, termasuk apabila dilakukan penggabungan dengan fasilitas kredit atau pembiayaan lain, khususnya untuk kredit atau pembiayaan bernilai kecil. Selain itu, keputusan pemberian KPR kepada MBR tetap merupakan kewenangan masing- masing bank dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. OJK juga terus meminta bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK, termasuk melakukan pengkinian data secara berkala. "OJK akan terus mendukung dan mendorong berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah tersebut. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," tutupnya. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa pagi (14/4/2026), setelah reli tajam sehari sebelumnya. Pasar mulai merespons sinyal bahwa jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terbuka, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan sedikit mereda. Merujuk data Refinitiv pada pukul 08.35 WIB, harga Brent berada di US$97,34 per barel, turun 2,03% dibanding penutupan Senin di US$99,36 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$96,80 per barel, melemah 2,30% dari posisi sebelumnya US$99,08 per barel. Melansir Reuters, penurunan ini terjadi sehari setelah pasar sempat melonjak kuat. Pada Senin, Brent ditutup naik lebih dari 4%, sedangkan WTI menguat hampir 3%. Lonjakan itu dipicu langkah militer AS yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran, termasuk jalur strategis Selat Hormuz. Investor mulai menimbang kemungkinan negosiasi baru setelah sejumlah sumber menyebut komunikasi Washington-Teheran masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan Iran "ingin membuat kesepakatan" pada Senin, 13 April 2026 waktu Amerika Serikat . Nada tersebut cukup menenangkan pasar yang sebelumnya bersiap menghadapi skenario terburuk. Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena merupakan jalur vital energi global. Gangguan di kawasan itu dapat menghambat aliran minyak dari Timur Tengah menuju Asia, Eropa, dan Amerika. Data ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan crude telah terdampak secara efektif. Jika blokade berlangsung lama, tambahan 3-4 juta barel per hari pengiriman minyak berisiko tertahan. Meski harga turun pagi ini, level minyak masih jauh lebih tinggi dibanding pekan lalu. Pada 8 April, Brent sempat berada di US$94,75 per barel dan kini masih bertahan dekat US$97. Artinya, premi risiko geopolitik belum benar-benar hilang dari pasar. Di sisi lain, faktor fundamental juga ikut berubah. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global kuartal II sebesar 500 ribu barel per hari dalam laporan bulanan terbarunya. Revisi ini memberi sinyal bahwa konsumsi energi global tidak sekuat perkiraan sebelumnya. Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan IEA juga meminta negara-negara dunia tidak menimbun pasokan energi atau menerapkan larangan ekspor. Jika aksi panik itu terjadi, tekanan harga bisa datang lagi dalam waktu singkat. CNBC Indonesia (emb/emb) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama bulan ini melemah hingga betah bertengger di level atas Rp 17.000/US$. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada 1 April menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar diperdagangkan antar bank rata-rata di level Rp 17.002. Sejak saat, Jisdor tak mencatat mata uang garuda mampu bergerak di level bawah Rp 17.000, bahkan terus bergerak naik hingga Rp 17.122/US$ pada 13 April 2026. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, kondisi kurs rupiah itu tak terlepas dari sentimen negatif pelaku pasar keuangan terhadap perkembangan peperangan di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran membuat nilai tukar dolar terhadap berbagai mata uang dunia menguat, tak terkecuali rupiah. Konflik itu memunculkan sentimen risk off atau menghindari faktor risiko di tengah investor global, sehingga mereka melepas investasinya di instrumen portofolio negara-negara berkembang, termasuk Indonesia untuk membeli surat berharga AS beserta dolar. Akibatnya indeks dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia (DXY) menguat. "Makanya, agak aneh juga kalau dalam situasi semua negara mata uangnya melemah terhadap US Dollar, tiba-tiba rupiah menguat. Itu anomali karena gerakannya semuanya yang melemah," ucap Erwin dalam agenda Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, dikutip pada Selasa (14/4/2026). Saat pembukaan perdagangan pasar keuangan di Indonesia kemarin, dan rupiah langsung tertekan ke level Rp17.100/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09% dibanding perdagangan akhir pekan lalu, DXY memang tengah mengalami penguatan hebat, hingga ke level 99,01 berdasarkan data Revinitif pukul 09.00 WIB. DXY terpantau menguat 0,37% saat itu. Akibatnya, bukan hanya rupiah yang tertekan melawan dolar AS. Sejumlah mata uang negara-negara berkembang yang memiliki kapasitas ekonomi setara Indonesia juga mengalami pelemahan mata uang, bahkan lebih buruk dibanding Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. Adapun 7 negara lain seperti India rupee angka indeksnya di level 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah betah di level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan dari sejak awal tahun hanya 2,91%, sedangkan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Ya kita melemah, tapi kalau bisa kita melemahnya jangan yang paling gede. Kita melemahnya terukur. Tentunya kami berharap kita semua lewat sinergi kolaborasi dengan otoritas dan juga bapak ibu sebagai pelaku pasar, pelaku ekonomi kita berada pada bagian dari mengupayakan agar rupiah itu bisa terkelola volatilitasnya," ucap Erwin. Kepala Ekonom BCA David Sumual juga memiliki pandangan serupa dengan Erwin. Ia menekankan, perdagangan mata uang antar negara, khususnya terhadap dolar AS memang tidak bisa satu arah. Misalnya, ketika dolar menguat, kurs rupiah ikut menguat. Maka, ketika dolar menguat rupiah kecenderungannya terdepresiasi, begitu juga sebaliknya. "Tidak bisa misalnya kondisi dolar menguat 3%, kita menguat juga 10% misalnya. Enggak bisa seperti itu. Memang kelihatannya kalau kita lihat seperti bermain surfing, gelombangnya arahnya seperti apa, ya kita bermanuver dengan gelombang yang terjadi," ucap David. Oleh sebab itu, David menilai, untuk mengurangi risiko tekanan terhadap pergerakan kurs dolar, bank sentral sudah sewajarnya mengurangi ketegantungan transaksi Indonesia dengan dolar di pasar global, baik pasar keuangan maupun perdagangan internasional. Caranya ialah dengan mempertebal kesepakatan swap dengan mata uang negara lain. "Kita sudah ada dengan Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, Korea Selatan, itu jumlahnya sekitar US$ 90-100 billion, tolong koreksi jika saya kelir. Itu semacam asuransi juga atau secondary buffer. Mungkin kita masih traumatik kondisi krisis 1998, kita kan tidak ada perjanjian seperti ini, perlu disampaikan juga posisi devisa ada secondary buffer yang US$ 100 miliar, ini bisa menjaga volatilitas kalau dibutuhkan," paparnya. Cara kedua, ia menilai sudah benar BI melakukan pengetatan syarat kebutuhan transaksi tunai dolar di alam negeri untuk transaksi tanpa underlying di pasar spot. "Itu batas keharusan adanya underlying untuk transaksi dinaikkan ke US$ 10 juta. Ini untuk mengurangi tekanan di pasar spot. Karena kebanyakan transaksi kita itu masih terkonsentrasi di spot market. Jadi kita perlu spreading, perlu kita didistribusikan ke pasar NDF, sehingga tidak menumpuk di pasar spot," papar David. "Kebutuhan yang baru 2-3 bulan lagi sudah terjadi sekarang. kita harus aktifkan kembali transaksi yang sifatnya hedging ke depannya," tegasnya. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga emas[1] batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam[2]) naik pada perdagangan Selasa (14/4). Harga dasar emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,863 juta per gram, menguat dibandingkan posisi kemarin. Berdasarkan data resmi situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga emas Antam hari ini naik Rp45 ribu dibandingkan harga pada Senin (13/4) yang berada di level Rp2,818 juta per gram. Penguatan harga juga tercermin pada sisi pembelian kembali. Logam Mulia mencatat harga buyback emas Antam hari ini berada di Rp2,639 juta per gram, naik Rp54 ribu dibandingkan posisi sebelumnya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp224 ribu per gram. Penguatan tidak hanya terjadi pada pecahan 1 gram. Seluruh ukuran emas Antam tercatat ikut naik. Emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1,481 juta, sementara ukuran 5 gram dibanderol Rp14,090 juta dan emas 10 gram naik ke Rp28,125 juta. Untuk ukuran besar, emas 100 gram kini berada di level Rp280,512 juta. Sementara itu, pergerakan harga emas ritel di Pegadaian justru turun meski masih bertahan di level tinggi. [Gambas:Youtube][3] Berdasarkan data situs Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 saat ini berada di Rp2,838 juta per gram, sedangkan emas UBS dipatok lebih mahal di level Rp2,853 juta per gram. Perbedaan harga antarproduk tersebut dipengaruhi oleh produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek. Berikut daftar harga emas per 14 April 2026: Antam (harga dasar, belum termasuk pajak 0,25 persen) 0,5 gram: Rp1.481.500 1 gram: Rp2.863.000 2 gram: Rp5.666.000 3 gram: Rp8.474.000 5 gram: Rp14.090.000 10 gram: Rp28.125.000 25 gram: Rp70.187.000 50 gram: Rp140.295.000 100 gram: Rp280.512.000 250 gram: Rp701.015.000 500 gram: Rp1.401.820.000 1.000 gram: Rp2.803.600.000 Galeri24 0,5 gram: Rp1.489.000 1 gram: Rp2.838.000 2 gram: Rp5.607.000 5 gram: Rp13.916.000 10 gram: Rp27.757.000 25 gram: Rp69.021.000 50 gram: Rp137.932.000 100 gram: Rp275.758.000 250 gram: Rp687.625.000 500 gram: Rp1.375.248.000 1.000 gram: Rp2.750.495.000 UBS 0,5 gram: Rp1.542.000 1 gram: Rp2.853.000 2 gram: Rp5.662.000 5 gram: Rp13.991.000 10 gram: Rp27.834.000 25 gram: Rp69.448.000 50 gram: Rp138.612.000 100 gram: Rp277.115.000 250 gram: Rp692.584.000 500 gram: Rp1.383.540.000 (fln/ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ Harga emas (www.cnnindonesia.com)^ Antam (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI[1]) mencatatkan total nilai transaksi Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif [2](SPPA[3]) mencapai Rp1.382,1 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat sebesar 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Sepanjang tahun 2025, SPPA juga menunjukkan peningkatan kinerja transaksi yang signifikan dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.382,1 triliun atau meningkat sebesar 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dalam acara SPPA Award 2025 di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Manullang mengungkapkan peningkatan jumlah transaksi tersebut karena terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada 10 Maret 2025 lalu. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Peningkatan jumlah transaksi ini disebabkan oleh telah terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement atau Repo pada tanggal 10 Maret 2025 di SPPA dengan total nilai transaksi mencapai Rp751,6 triliun," terangnya. Kemudian, nilai transaksi outright atau jual-beli putus juga melesat 196,2 persen year-on-year menjadi Rp630,5 triliun. Adapun pangsa pasar transaksi outright setara 23 persen dan transaksi REPO sebesar 28 persen. Manullang mengatakan peningkatan nilai transaksi tersebut merupakan dukungan dari berbagai pihak yang memanfaatkan SPPA sebagai platform untuk transaksi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dan REPO dengan underlying Surat Utang Negara (SUN). "Menjawab kebutuhan industri atas sebuah platform transaksi yang terstandardisasi, aman, transparan, dan efisien sekaligus memperkuat likuiditas dan pendalaman pasar surat utang dan pasar uang Indonesia," ujar Manullang. Lebih lanjut, ia menegaskan BEI terus mengembangkan SPPA sebagai bisnis penyelenggara pasar alternatif sebagai sarana perdagangan resmi di pasar sekunder untuk instrumen surat utang. Adapun SPPA akan terus mengacu terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, SPPA telah mengakomodasi perdagangan surat utang oleh 39 pengguna jas, dengan 14 di antaranya merupakan pengguna jasa REPO. Pengguna jasa SPPA pun terdiri dari Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah, dan Sekuritas. "Baik dengan mekanisme order book sampai dengan mekanisme bilateral OTC trading dan menjadikan SPPA sebagai platform dengan mekanisme matching yang paling lengkap khususnya untuk instrumen OTC," imbuhnya. [Gambas:Youtube][4] (fln/sfr) Add as a preferred source on Google [5] References^ BEI (www.cnnindonesia.com)^ Pasar Alternatif (www.cnnindonesia.com)^ SPPA (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (14/4/2026). Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,09% ke level Rp17.110/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (13/4/2026), mata uang Garuda ditutup melemah tipis 0,06% di posisi Rp17.095/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 98,348. Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, DXY terkoreksi 0,29% ke posisi 98,366. Stabilnya dolar AS di level yang relatif lebih rendah menjadi sentimen positif bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah. Kondisi ini memberi ruang bagi rupiah untuk menguat setelah sebelumnya tertekan oleh dominasi dolar AS di pasar global. Pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Dolar AS bergerak cenderung stabil ketika investor menimbang risiko pasokan energi akibat blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz, di tengah peluang berlanjutnya dialog antara Washington dan Teheran yang bisa membuka jalan bagi terobosan baru. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas pergerakan rupiah. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral akan tetap hadir di pasar secara terukur, baik di pasar spot, NDF, maupun DNDF. "Secara terukur, continue BI akan masuk di market, spot, NDF, DNDF, kita juga akan perluas basis pelaku nanti untuk NDF di luar. Hari ini NDF terbang di atas Rp 17.100/US$. Itu belum ada transaksi real di sana," kata Destry dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia, dikutip pada Selasa (14/4/2026). Destry menambahkan, langkah intervensi BI di pasar luar negeri kini juga berada dalam posisi siaga selama 24 jam. Artinya, BI dapat sewaktu-waktu mengambil langkah terukur untuk menjaga pergerakan rupiah di berbagai pusat pasar keuangan global. "Jadi BI 24 jam, karena misal dari jam pasar Singapura buka, kita sudah buka juga. Kita tutup jam 3, Eropa masih jalan pasarnya. Jam 9 pagi AS, Amerika buka, kita melek, kita optimalkan kanwil di luar negeri di London dan New York. Tapi sambil kita jaga likuiditas," ujarnya. (evw/evw) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 1,4% atau 105,19 poin ke level 7.605,38 pagi ini, Selasa (14/4/2026). Sebanyak 425 saham naik, 73 turun, dan 461 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 662,6 miliar, melibatkan 923,7 juta saham dalam 80,560 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.515 triliun. Adapun pergerakan pasar finansial dan komoditas global pada hari ini diwarnai oleh berbagai rilis data makroekonomi utama dari kawasan Asia seperti Neraca Perdagangan China, PPI AS, serta dinamika geopolitik yang masih memanas karena tidak ditemukannya titik tengah negosiasi perang Iran-AS. Militer Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran pada Senin sementara Teheran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk setelah perundingan akhir pekan di Islamabad untuk mengakhiri perang mengalami kegagalan. Seorang pejabat AS mengatakan komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung, dan terdapat kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa upaya penyelesaian konflik masih berjalan. Namun, harga minyak kembali naik menembus US$100 per barel, tanpa tanda-tanda pembukaan cepat Selat Hormuz untuk meredakan gangguan pasokan terbesar yang pernah terjadi, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan gencatan senjata dua pekan yang dicapai pekan lalu. Trump mengatakan Iran telah menghubungi AS pada Senin dan ingin mencapai kesepakatan, tetapi ia tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir. "Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras atau mengancam dunia," kata Trump dikutip dari Reuters. Sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi semua kapal kecuali miliknya sendiri, dengan menyatakan bahwa pelayaran hanya diizinkan di bawah kendali Iran dan dengan pembayaran biaya tertentu. Trump mengatakan Washington akan memblokir kapal-kapal Iran dan kapal mana pun yang membayar biaya tersebut, serta kapal-kapal "serangan cepat" Iran yang mendekati blokade akan dimusnahkan. Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, memperingatkan bahwa upaya militer asing untuk mengawasi selat itu akan memperparah krisis dan ketidakstabilan terhadap keamanan energi global. Sekutu NATO termasuk Inggris dan Prancis mengatakan mereka tidak akan terseret ke dalam konflik dengan ikut serta dalam blokade tersebut. Mereka justru menekankan pentingnya membuka kembali jalur laut itu, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Adapun eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memberikan tekanan pada ekonomi global yang merambat ke Indonesia melalui tiga jalur utama. Pertama adalah jalur finansial, di mana ketidakpastian memicu sentimen risk-off.Modal asing bergerak keluar dari negara berkembang menuju aset safe haven di AS, yang secara otomatis menguatkan indeks dolar (DXY) dan menekan nilai tukar Rupiah. Kedua, jalur komoditas; potensi gangguan pelayaran di Selat Hormuz menaikkan harga minyak mentah dunia. Namun, hal ini memberikan kompensasi tidak langsung bagi Indonesia melalui kenaikan harga komoditas ekspor andalan seperti batu bara, CPO, nikel, dan emas. Ketiga, jalur perdagangan; gangguan rantai pasok dan logistik maritim berpotensi memicu stagflasi global, yaitu kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan lonjakan inflasi. Di tengah tekanan tersebut, fundamental ekonomi domestik dinilai tetap solid. Inflasi yang sempat meninggi pada awal tahun akibat efek basis rendah dari pencabutan subsidi listrik kini mulai melandai dan berada pada target sasaran BI, yakni 2,5% ± 1%. Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi juga dinilai krusial untuk menjaga daya beli sekaligus menstabilkan Rupiah. Dengan indikator produksi yang masih ekspansif, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diyakini mampu mencapai 5,2%. Sebagai bentuk respons mitigasi, Bank Indonesia menyiagakan pemantauan pasar 24 jam dengan mengoptimalkan kantor perwakilan di London dan New York, serta melakukan intervensi likuiditas secara terukur di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF) global, maupun Domestic NDF (DNDF). (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan rupiah yang menembus level Rp 17.000 per dolar AS serta lonjakan harga minyak dunia menyebabkan kekhawatiran akan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua faktor tersebut, dinilai berpotensi melebar defisit fiskal pemerintah yang dijaga untuk tetap berada di bawah level 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Mohammad Faisal Direktur CORE Indonesia menjelaskan pihaknya pernah melakukan simulasi terhadap dampak gejolak kurs dan harga minyak terhadap fiskal pemerintah. Menurutnya, ketika isu stabilitas ekonomi menjadi sorotan, salah satu aspek yang harus dicermati adalah tata kelola fiskal. "Pernah kami lakukan untuk simulasi saat bahasa stabilitas yang jadi sorotan, tata kelola fiskal," ujar Faisal dalam acara Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dalam simulasinya, tambahan beban subsidi energi menjadi salah satu pendorong pelebaran defisit. "Kalau harga minyak US$84 per barrel, atau lebih dgn nilai tukar Rp16.800-17.000/US$ subsidi energi yg dibutuhkan lebih dari Rp 100 triliun, kalau dipresentasikan PDB, sebetulnya sudah tembus 3%," ujarnya. "Sehingga tata kelola fiskal, jadi tantangan yang sangat besar dan dihindari agar tdk sampai 3%," ujarnya. Dalam presentasinya, Faisal menjelaskan pelebaran defisit dapat berubah dalam beberapa skenario harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar akibat ketidakpastian global dampak peran Amerika Serikat dan Iran. Dalam skenario kurs rupiah menembus Rp 17.000/US$ dengan harga minyak berada di US$70-75 per barel sepanjang tahun, defisit diperkirakan berada di level 2,79% terhadap PDB. Sementara untuk skenario kurs rupiah RP 17.000/US$ dengan level harga minyak US$84-90 per barrel defisit dapat melebar ke level 3,13%. Di sisi lain, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah masih menggunakan asumsi harga minyak Indonesian Crude Price (ICP) sebagai acuan dalam perhitungan fiskal. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan, Noor Faisal Achmad menjelaskan saat ini berdasarkan pantauan terkini, harga masih berada di sekitar US$ 78 per barel. "Makanya tadi kita lihat pantauan terkini masih di 78, walaupun tadi berikutnya adalah menggunakannya mana, gitu kan. Kita masih pake ICP, jadi komunikasi kita dengan kementerian ESDM, SKK Migas, ini yang kita gunakan. Pasti ada adjustment dengan brent dan lain-lainnya, ini yang kita gunakan asumsi dasar," ujar Noor Faisal dalam acara Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dirinya menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang penyesuaian apabila perkembangan harga minyak global bergerak jauh dari asumsi awal. "Tapi kalaupun nanti ada, ya pasti kalau gitu masih ada adjustmentnya. Walaupun tadi ada yang spesifik disampaikan, mungkin nanti kami lihat kembali bagaimana pengaruhnya" ujarnya. (mij/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) akan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilain Rp 52,10 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan Rp 346 per saham. Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). "Jumlah tersebut termasuk Dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 15 Januari 2026 sejumlah Rp20.632.254.718.348,00 atau sebesar Rp137 per saham," tulis manajemen salam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4/2026). Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp31.470.159.890.136,00 atau sebesar Rp209,00 per saham. Adapun jadwal pembagian dividen tersebut sebagai berikut: Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen): - Pasar reguler dan negosiasi: 20 April 2026 - Pasar tunai: 22 April 2026 Awal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) - Pasar reguler dan negosiasi: 21 April 2026 - Pasar tunai: 23 April 2026 Tanggal daftar pemegang saham yang berhak dividen (recording date): 22 April 2026 Tanggal pembayaran dividen: 8 Mei 2026 Dividen tunai akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan dan/atau Pemilik Saham Perseroan pada Sub Rekening Efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal 22 April 2026 (Recording Date). Bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan melalui KSEI dan didistribusikan ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian pada tanggal 8 Mei 2026. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/04) di zona hijau dengan kenaikan 0,56% ke level 7.500,19. Penguatan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham-saham grup petrokimia seperti BRPT yang melesat 14,36%, disusul BREN naik 4,74% dan TPIA menguat 6,58%. Sebaliknya, tekanan pada indeks datang dari saham perbankan dan konglomerasi, dengan BBCA terkoreksi 1,87%, SMMA turun 6,12%, dan BMRI melemah 1,50%. Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp626,14 miliar di pasar reguler, meskipun secara keseluruhan pasar mencatatkan pembelian bersih Rp396,77 miliar. Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor ditutup menguat, dengan sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,64%. Sementara itu, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mencatatkan penurunan paling dalam, yakni sebesar 1,31%. Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,63% ke level 48.218, diikuti S&P 500 yang menguat 1,02% ke 6.886, serta Nasdaq yang naik 1,23% ke 23.183. Optimisme pasar dipicu oleh harapan adanya potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong penguatan ETF Indonesia (EIDO) sebesar 1,06%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak relatif datar. Dari sisi kinerja emiten, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 17,35% secara tahunan menjadi Rp76,60 triliun, dibandingkan Rp65,28 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga naik 17,24% menjadi Rp1,32 triliun dari Rp1,12 triliun pada 2024. Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan turut meningkat 17,67% menjadi Rp68,25 triliun. Kontribusi terbesar terhadap penjualan ERAA masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet dengan porsi 78,42%, meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 80,31%. Kinerja ini didukung oleh jaringan distribusi yang luas, mencakup 2.333 gerai ritel dan 70 pusat distribusi. Manajemen menyebutkan bahwa fokus pada segmen menengah ke atas menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga konsistensi kinerja perusahaan. Sementara itu, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp330,36 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp400,48 miliar. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp45, meningkat dari Rp43 pada tahun sebelumnya, dengan rasio pembagian dividen mencapai 82,40%. Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan yang digelar pada 8 April. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler ditetapkan pada 16 April, dengan pembayaran dividen direncanakan pada 28 April. Sisa laba bersih sebesar Rp70,11 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][1] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][2] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][3] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][4] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][5] Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh) References^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok koordinasi khusus yang dibentuk untuk memantau efek ekonomi dari perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengadakan pertemuan perdana, kemarin, Senin (13/4/2026). Seusai pertemuan, kelompok yang terdiri dari para pimpinan International Energy Agency, International Monetary Fund, dan World Bank Group itu menyatakan, dampak perang tersebut sangat besar, berskala global, dan sangat tidak merata, dengan dampak yang secara tidak proporsional dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi, khususnya negara berpendapatan rendah. "Guncangan ini telah menyebabkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, yang juga memicu kekhawatiran terkait ketahanan pangan serta hilangnya lapangan pekerjaan. Beberapa produsen minyak dan gas di Timur Tengah juga mengalami penurunan pendapatan ekspor yang drastis," dikutip dari pernyataan bersama lembaga internasional itu, Selasa (14/4/2026). Mereka menganggap, situasi yang disebabkan perang di kawasan Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, dan pengiriman melalui Selat Hormuz masih belum kembali normal. Bahkan setelah arus pengiriman reguler melalui selat tersebut kembali berlangsung normal, mereka menilai akan diperlukan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk kembali mendekati tingkat sebelum konflik-dan harga bahan bakar serta pupuk kemungkinan tetap tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama akibat kerusakan infrastruktur. "Gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan kekurangan bahan baku utama yang berdampak pada sektor energi, pangan, dan industri lainnya," tegas para pemimpin tiga lembaga internasional itu. Mereka menekankan, perang ini juga telah menyebabkan perpindahan penduduk secara paksa, mempengaruhi lapangan kerja, serta menurunkan aktivitas perjalanan dan pariwisata, yang pemulihannya kemungkinan memerlukan waktu. "Hari ini, kami berbagi penilaian terbaru kami menjelang rilis pada Selasa, 14 April, yaitu laporan bulanan Oil Market Report dari IEA serta laporan World Economic Outlook dari IMF. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan ini serta respons dari lembaga kami masing-masing" ucap mereka. Tim yang dibentuk dalam kelompok koordinasi itu mereka pastikan bekerja secara erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing serta membantu negara-negara melalui rekomendasi kebijakan yang disesuaikan dan, dalam hal dukungan keuangan IMF dan World Bank jika diperlukan. "Kami akan terus memantau secara saksama dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, perekonomian global maupun masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan kami kepada negara-negara anggota-dengan bekerja sama dan memanfaatkan keahlian organisasi internasional lainnya sesuai kebutuhan guna meletakkan dasar bagi pemulihan yang tangguh yang menghasilkan stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja," tulis para pimpinan IEA, IMF, dan World Bank itu dalam joint statement. (arj/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso [1]berharap harga plastik [2]bisa turun pada April ini seiring upaya Indonesia mencari alternatif sumber impor bahan baku biji plastik, nafta, selain Timur Tengah. Budi mengatakan selama ini pasokan nafta banyak berasal dari Timur Tengah. Namun, pengiriman terganggu akibat perang Iran melawan AS dan Israel. Karenanya, pemerintah mencari sumber impor baru dari India, Amerika Serikat, dan Afrika. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Mudah-mudahan (harga plastik bisa turun bulan ini)," ujar Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Ia menjelaskan impor dari ketiga wilayah tersebut saat ini masih dalam proses. Pemerintah masih menunggu ketersediaan stok dari negara asal sebelum pengiriman dilakukan. Selain itu, proses pengapalan juga diperkirakan lebih lambat karena perang di Timur Tengah. Dengan demikian, impor bahan baku baru belum terealisasi dan produsen plastik dalam negeri masih harus mengandalkan stok yang sekarang mereka miliki. Budi menambahkan pemerintah juga terus mencari sumber alternatif lain selain tiga wilayah tersebut melalui perwakilan perdagangan di berbagai negara. Ia mengakui Indonesia juga harus bersaing dengan negara produsen plastik lain seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura dalam mendapatkan pasokan nafta. "Kita terus mencari (dari) negara lain yang bisa mensuplai untuk bahan baku biji plastik," ujar Budi. Ditemui di tempat sama, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebut kenaikan harga plastik menjadi sesuatu yang rumit, khususnya bagi pelaku industri makanan dan minuman. Pelaku industri telah menerima laporan dari pemasok plastik bahwa bahan baku mereka mulai menipis. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan dalam penyediaan kemasan karena dari pemasok sudah mematok harga yang tinggi. "Dari beberapa pemasok ada yang bilang, terakhir bulan Mei atau Juni sudah habis (stok punya mereka). Ini yang harus dicarikan solusinya," ujar Adhi. Ia menyebut kenaikan harga plastik bervariasi, mulai dari sekitar 30 persen hingga 60 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen. Berdasarkan laporan anggota GAPMMI, biaya kemasan plastik untuk produk makanan beku hampir melonjak 100 persen. Di sisi lain, pelaku industri makanan dan minuman tidak dapat menaikkan harga produk setinggi kenaikan biaya kemasan tersebut. Pasalnya, jika kemasan plastik menyumbang sekitar 25 persen dari harga produk, maka kenaikan harga jual akan menjadi sangat tinggi. Kenaikan harga yang terlalu besar berpotensi membuat produk sulit terjual. Meski demikian, ia menyebut sebagian pelaku usaha makanan dan minuman sudah ada yang mulai melakukan penyesuaian harga akibat kenaikan biaya plastik. Ia menerima laporan bahwa harga sejumlah komoditas seperti beras dan minyak goreng mulai meningkat karena menggunakan kemasan plastik. "Itu bukan (harga) barang yang naik, tapi kemasannya yang naik, sehingga ini terjadi kenaikan di pasar," ujar Adhi. [Gambas:Youtube][3] (dhz/sfr) Add as a preferred source on Google [4] References^ Budi Santoso (www.cnnindonesia.com)^ harga plastik (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia menyatakan komitmen penuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Efek perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel merembet ke pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan pesan tegas, "Bank Indonesia akan terus berada di market!" katanya saat memberikan sambutan kunci di Central Banking Forum 2026, Jakarta pada Senin (13/4/2026). Destry mengatakan bank sentral Indonesia itu akan berada di pasar 24 jam untuk menjaga stabilitas rupiah. Terlebih saat dunia sedang tidak baik-baik saja. "Jadi Bank Indonesia sekarang buka 24 jam bapak/ibu," tegas Destry. "Jadi jam di Singapura buka, 1 jam atau di Hongkong kita udah buka juga. Kemudian nanti kita tutup jam 3 tutup, Eropanya masih jalan. Kemudian teman-teman istirahat sebentar nanti jam 8 pagi, jam 9 ya di Amerika, di kita kan sekitar jam 8 malam atau 9 malam buka," terang Destry. Foto: Hal 2. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Hal 2. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Bank Indonesia akan mengoptimalkan kantor Perwakilan di luar negeri untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi agar nilai tukar stabil, sehingga dapat menahan bahkan menarik kembali kepercayaan investor. Sebab, nilai tukar suatu negara juga menjadi salah satu indikator bagi investor di pasar keuangan untuk menilai kondisi ekonomi suatu negara. Sehingga dengan aksi intervensi BI di pasar, diharapkan dapat menjaga rupiah tidak lebih buruk di tengah kondisi dunia yang berpotensi melambat. "Kita akan masuk di spot, kita akan masuk di DNDF, Domestic Non Deliverable Forward , dan kita akan masuk juga di NDF. NDF itu pasar offshore dan kita juga akan memperluas basis pelaku nanti yang untuk NDF di luar," ujar Destry. Bagaimana keadaan rupiah? Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda menutup perdagangan Senin (13/4/2026) di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,06% ke level Rp17.095/US$. Meski masih melemah, posisi ini menunjukkan rupiah tetap bertahan di bawah level psikologis Rp17.100/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menyentuh Rp17.135/US$, namun tekanan tersebut perlahan mereda hingga akhirnya ditutup lebih rendah dari level tersebut. Foto: Hal 4. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Hal 4. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Mata uang Garuda mengalami pelemahan yang signifikan sejak adanya perang di Timur Tengah, tercermin dengan pergerakan yang stabil di rentang Rp16.950-17.100 per 1US$. Meskipun demikian, Destry mengatakan bahwa pelemahan tersebut tidak berarti membuat rupiah menjadi mata uang terlemah di dunia. Pasalnya, pelemahan juga terjadi pada mata uang regional secara umum serta dunia. Bahkan, rupiah termasuk yang mampu bertahan untuk menahan guncangan dunia yang sedang kencang-kencangnya. "Jadi kalau dilihat apakah Indonesia sendirian? Enggak. Kita lihat sejak adanya serangan di Iran, maka beberapa negara termasuk Korea, Thailand, Filipin itu mereka mengalami depresiasi yang cukup dalam. Kita juga sama mengalami kita minus 1,91% dan ini posisi kalau di year to date sejak awal tahun," kata Destry. Setidaknya ada dua hal yang yang memberi dampak kepada pelemahan rupiah terhadap greenback. Pertama adalah terjadinya arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia ke tempat lebih aman. "Jadi bukan hanya ke Indonesia, tapi ke emerging market juga berkurang (inflow) dan di Indonesia pun kita merasakan. Overall kita masih terjadi outflows sekitar Rp21 triliun," ucap Destry. Foto: Hal 5. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Hal 5. Perkembangan Ekonomi Moneter dan Respons Kebijakan Bank Indonesia Dok BI Selain itu, menurut Destry faktor arus modal asing keluar adalah mencari tempat aman, dan salah satunya adalah AS. Termasuk karena keterlibatan Amerika Serikat sebagai financial-hub terbesar di global dalam adu militer dengan Iran juga turut membuat indeks dolar berjaya. "Jadi artinya para pelaku di sektor keuangan ini mereka berusaha untuk menjauh dari risiko, mereka tidak mau mengambil risiko. Dengan ini menyebabkan terjadinya safe haven activity. Jadi untuk amannya cari deh pasar yang kira-kira aman buat mereka dan mau gak mau memang flow akhirnya banyak ke advance economy (country)," imbuhnya. "Termasuk kita juga lihat di Amerika sendiri DXY-nya juga terus mengalami peningkatan. Jadi dolar index dan major currency yang lainnya terus mengalami peningkatan." Sebagai informasi, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,26% ke level 98,906. "Jadi artinya ini ada risiko yang menyebabkan adanya ketidakpastian global, DXY-nya naik, yield 10 years-nya juga naik, aliran modal yang turun, berbagai mata uang itu juga meningkat." Maka dari itu, intervensi BI pasar dalam keadaan penuh ketidakpastian penting. Terlebih lagi amunisi BI yang solid, yakni cadangan devisa setara enam bulan impor, jauh dari standar internasional kecukupan penguatan eksternal selama tiga bulan impor. "Intinya langkah dilakukan ada intervensi baik itu secara global melalui NDF maupun DNDF, dan melalui spot market," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea pada acara yang sama. (ras/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa, (14/4/2026) seiring harapan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran masih mungkin tercapai. Optimisme ini muncul meskipun Amerika Serikat mulai memblokade pengiriman Iran di Selat Hormuz. Melansir CNBC, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlaku meski belum resmi dibatalkan kini semakin rapuh. Kedua negara saling menuduh telah melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut. Amerika Serikat pada Senin menyatakan telah mulai memblokir kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar kembali membuka jalur utama perdagangan minyak setelah pembicaraan damai mengalami kebuntuan. Blokade tersebut mulai berlaku pada pukul 10.00 waktu setempat AS. Menanggapi hal itu, pejabat Iran memperingatkan bahwa kebijakan tersebut justru akan mendorong kenaikan harga energi global. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan menyindir dampak blokade tersebut melalui media sosial. Ia menyebut harga bahan bakar saat ini bisa jadi akan dirindukan jika blokade terus berlangsung. Pelaku pasar di Asia juga mencermati rilis data perdagangan China yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama. Data ini dinilai penting untuk mengukur kekuatan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global. Di pasar komoditas, harga minyak mentah bergerak melemah. West Texas Intermediate turun 2,37% ke level US$96,73 per barel, sementara Brent terkoreksi 1,82% ke US$97,51 per barel. Dari pasar saham, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,5% dan Topix naik 0,74%. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga terapresiasi 0,88%, sementara kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.924, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 25.660,85. Di Wall Street, pergerakan indeks berjangka cenderung datar. Futures S&P 500 naik tipis 0,06%, Dow Jones bertambah 10 poin atau 0,02%, dan Nasdaq-100 menguat hampir 0,2%. Sementara itu, indeks utama AS ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. S&P 500 naik 1,02% ke 6.886,24, Nasdaq Composite melonjak 1,23% ke 23.183,74, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 301,68 poin atau 0,63% ke 48.218,25. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengumumkan pengunduran diri Winarto sebagai Direktur Utama pada Senin (13/4/2026). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, manajemen menyebut telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada tanggal yang sama. "Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Winarto selaku Direktur Utama Perseroan pada tanggal 13 April 2026," tulis manajemen. Meski terjadi perubahan di jajaran pucuk pimpinan, perusahaan menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan. "Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," demikian pernyataan resmi perusahaan. Sebagai informasi, PJAA merupakan pengembang kawasan properti komersial yang dikenal melalui pengelolaan kawasan wisata Ancol di Jakarta. Hingga saat ini, belum diungkap alasan di balik pengunduran diri tersebut maupun siapa kandidat pengganti posisi Direktur Utama ke depan. Sementara itu, saham PJAA naik 0,93% ke level 545 pada perdagangan kemarin. Dalam sebulan terakhir saham PJAA naik 3,81%, tetapi sepanjang tahun berjalan masih koreksi 4,39%. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Bulog[1] Ahmad Rizal Ramdhani [2]mengungkapkan Menteri Keuangan Purbaya[3] Yudhi Sadewa telah memberikan persetujuan subsidi bunga pinjaman bagi perum tersebut. Dukungan ini memperkuat pendanaan penyerapan gabah petani yang nilainya mencapai Rp68,6 triliun. "Kemarin lusa kami juga sudah menghadap Bapak Menteri Keuangan (Purbaya) dan Bapak Menteri Keuangan sudah memberikan green light bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2 persen," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia menjelaskan subsidi bunga tersebut membuat beban pinjaman Bulog menjadi lebih ringan. Dari total bunga pinjaman sebesar 4 persen, separuhnya ditanggung pemerintah dan separuhnya lagi oleh Bulog. "Kaitan dengan ketersediaan dana tersebut sesuai dengan kebijakan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Bapak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi) bahwa Bulog diberi subsidi bunga sejumlah 2 persen dari Bank Himbara, yang mana bunga yang diterima Bulog adalah 4 persen. Dari 4 persen itu ditanggung 2 persen oleh Bulog dan 2 persen oleh pemerintah," ujarnya. Dengan skema ini, biaya pinjaman menjadi lebih rendah sehingga Bulog memiliki ruang lebih besar untuk menyerap hasil panen petani. "Untuk total serapan anggaran untuk gabah kemudian kedelai sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," ujar Rizal. Di sisi lain, realisasi penyerapan beras Bulog hingga 13 April 2026 telah mencapai 48,7 persen dari target 4 juta ton atau setara sekitar 1,9 juta ton. Capaian ini menunjukkan progres signifikan dalam menjaga cadangan pangan nasional. "Kita juga laporkan tadi kepada Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman), Pak Wamentan (Sudaryono) bahwa capaian serapan Bulog sampai dengan hari ini tanggal 13 April 2026 adalah mencapai sekitar 48,7 persen (dari target serapan 4 juta ton) yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini," ujar Rizal. Sementara itu, stok beras Bulog terus meningkat. Hingga pertengahan April, cadangan beras tercatat sebesar 4,27 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. "Sedangkan untuk stok beras Bulog sampai tanggal 13 April 2026 ini adalah sebesar 4,72 juta ton. Ini prediksi kami dalam waktu dekat, prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog," ujarnya. Mentan Amran sebelumnya menetapkan target penyerapan gabah sebesar 4 juta ton pada 2026 dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram di tingkat petani sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan pemerintah. [Gambas:Youtube][4] (del/sfr) Add as a preferred source on Google [5] References^ Bulog (www.cnnindonesia.com)^ Ahmad Rizal Ramdhani (www.cnnindonesia.com)^ Purbaya (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/4/2026), meski sempat dibuka di zona merah. IHSG naik 0,56% atau bertambah 41,69 poin ke level 7.500,19. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif sebelum akhirnya menguat pada penutupan sesi. Aktivitas transaksi terbilang ramai dengan nilai mencapai Rp20,45 triliun, melibatkan 42,51 miliar saham dalam 2,56 juta kali transaksi. Secara rinci, sebanyak 397 saham menguat, 264 melemah, dan 156 stagnan. Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp396,77 miliar di seluruh pasar dan Rp626,16 miliar di pasar reguler. Namun, di pasar negosiasi dan tunai, asing justru mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp229,36 miliar. Di balik net buy tersebut, sejumlah saham justru masuk dalam antrean jual asing. Mengutip data Stockbit, berikut daftar saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan awal pekan ini: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp201,39 miliar PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp34,53 miliar PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp32,39 miliar PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp32,13 miliar PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) - Rp21,44 miliar PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) - Rp16,49 miliar PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp15,75 miliar PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) - Rp15,05 miliar PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp14,64 miliar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp14,44 miliar (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga tiket pesawat[1] terpantau naik secara signifikan akibat lonjakan harga avtur[2] yang melesat hingga lebih dari 70 persen. Kenaikan harga juga terjadi setelah pemerintah menyetujui maskapai penerbangan untuk mengerek harga tiket pesawat maksimal 13 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan ini merupakan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tidak melonjak terlalu tinggi. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen," kata Airlangga di kantornya, Senin (6/4). Airlangga mengatakan terdapat tiga langkah mitigasi tersebut terlebih harga avtur berkontribusi cukup besar hingga 40 persen terhadap harga tiket pesawat. Langkah pertama, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Adapun total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,6 triliun. "Dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp2,6 triliun," ujarnya. Kedua, pemerintah akan menyamaratakan fuel surcharge atau biaya tambahan yang selama ini dikenakan perusahaan transportasi kepada pelanggan menjadi 38 persen untuk semua jenis pesawat. Dengan demikian, maskapai bisa merevisi Tarif Batas Atas (TBA) untuk menutupi kenaikan harga avtur. Ketiga, pemerintah juga memberikan insentif untuk Bea Masuk pembelian suku cadangan pesawat. Di mana, ini juga berkontribusi terhadap komponen harga tiket. "Pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Jadi suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0 persen, sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan," pungkasnya. Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, harga tiket rute Jakarta-Surabaya untuk periode 17-19 April 2026 berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta untuk penerbangan pulang-pergi. Angka ini melampaui harga normal yang biasanya berada di rentang Rp1,65 juta hingga Rp2,15 juta. Untuk rute ini, maskapai Lion Air menawarkan tiket sekitar Rp2.415.174, disusul Citilink Indonesia Rp2.504.599, dan Batik Air Rp2.551.725. Seluruhnya berada di atas batas atas harga historis yang tercatat di platform tersebut. Kenaikan serupa juga terjadi pada rute Jakarta-Medan. Harga tiket pulang-pergi tercatat mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp4,6 juta, jauh di atas kisaran normal Rp2,7 juta hingga Rp3,3 juta. Lion Air tercatat menawarkan tiket Rp3.519.874, Citilink Rp3.668.549, dan Garuda Indonesia bahkan mencapai Rp4.656.265. Kenaikan paling mencolok terjadi pada rute Jakarta-Bali. Harga tiket tercatat di kisaran Rp3,6 juta hingga Rp4 juta, padahal harga normal berada di rentang Rp1,95 juta hingga Rp2,45 juta. Garuda Indonesia menawarkan tiket Rp3.681.817, Citilink Rp3.690.812, Lion Air Rp3.744.186, dan Batik Air mencapai Rp4.084.284. Tidak hanya domestik, lonjakan harga juga terlihat pada rute internasional jarak dekat. Rute Jakarta-Singapura tercatat di kisaran Rp4 juta hingga Rp4,3 juta, lebih tinggi dari harga normal Rp1,75 juta hingga Rp2,65 juta. Maskapai Scoot menawarkan Rp4.004.876, Indonesia AirAsia Rp4.090.255, dan Batik Air Rp4.211.855. Rute Jakarta-Kuala Lumpur juga mengalami kenaikan, dengan harga tiket sekitar Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta, dibandingkan harga normal Rp1,55 juta hingga Rp2,3 juta. Sementara rute Jakarta-Bangkok melonjak hingga Rp6,5 juta hingga Rp7,8 juta, jauh di atas kisaran normal Rp3,25 juta hingga Rp4,85 juta. [Gambas:Youtube][3] (fln/sfr) Add as a preferred source on Google [4] References^ Harga tiket pesawat (www.cnnindonesia.com)^ avtur (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026). Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital. Langkah ini juga merupakan upaya mendorong Asta Cita Pemerintah melalui penguatan peran Bullion Bank lewat monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan. Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60% porsi penjualan emas Antam pada kategori pihak berelasi. Adapun dibandingkan total keseluruhan kategori penjualan emas Antam, BSI menyerap sekitar 11%. BSI dan Antam sepakat meningkatkan kolaborasi mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat. "Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah," ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya, Senin (13/4/2026). Melalui kerja sama ini, BSI dan Antam sepakat untuk naik kelas melalui penguatan ekosistem emas yang mudah dan aman. Langkah ini juga menjadi komitmen Melayani Sepenuh Hati dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta memastikan seluruh implementasi kerja sama dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Di sisi lain, Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menyatakan kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus membuka akses investasi emas yang lebih luas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat. "Pada tahun 2025, Antam mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas. Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis Antam dalam memenuhi kebutuhan emas nasional," kata Handi. Ia menambahkan, penguatan sinergi ini juga merupakan bagian dari upaya Antam dalam mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terintegrasi, mulai dari sisi pasokan, distribusi, hingga perluasan akses layanan keuangan berbasis emas. "Ke depan, Antam memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat," tambah Handi. Tercatat, nasabah layanan bullion BSI kini mendekati 1 juta dengan pertumbuhan fantastis 658% secara tahunan. Sementara nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu Nasabah atau tumbuh 54,67% YoY Per Maret 2026. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah[1] masih berada dalam bayang-bayang tekanan ketidakpastian global yang belum mereda. Kombinasi sentimen global dan dinamika dalam negeri membuat arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS[2] kian sulit diprediksi, dengan potensi pelemahan dan penguatan sama-sama terbuka dalam jangka pendek. Mata Uang Garuda bahkan sudah beberapa kali bergerak di atas Rp17.000 per dolar AS. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung lama, apalagi kondisi perang di Timur Tengah masih memanas. Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, dalam waktu dekat rupiah masih berpeluang melemah hingga kisaran Rp17.200-Rp17.300 per dolar AS. Namun, arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada sejumlah faktor kunci. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Jangka pendek Rp17.200-Rp17.300 bisa. Penguatan tergantung apakah karna intervensi, data ekonomi atau perdamaian di Timteng. Kalau damai bisa balik ke Rp16.500-Rp16.700. Di luar itu Rp16.900-Rp17.000," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/4). Ia menekankan bahwa sentimen geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, masih menjadi penentu utama pergerakan rupiah. Meski demikian, tekanan dari dalam negeri juga tidak bisa diabaikan. "Sentimen eksternal geopolitik masih yang utama. Walau domestik juga ikut menekan rupiah, seperti cadev yang menurun, surplus mengecil, defisit angggaran," imbuhnya. [Gambas:Youtube][3] Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman. Ia menilai, posisi rupiah di atas Rp17.000 per dolar AS saat ini masih tergolong aman secara fundamental, tetapi sudah masuk dalam zona rentan. "Rupiah di atas Rp17.000 per dolar AS saat ini masih relatif aman secara fundamental, tetapi jelas berada dalam zona rentan. Pelemahan lebih dipicu faktor eksternal yaitu menguatnya US dollar, suku bunga global tinggi, dan capital outflow," jelas Rizal. Namun demikian, Rizal menilai tekanan terhadap rupiah belakangan tidak hanya datang dari faktor global, tetapi juga semakin dipengaruhi oleh persepsi pasar terhadap kondisi domestik. "Terapresiasinya rupiah ini bukan karena faktor eksternal saja, justru karena didominasi oleh faktor domestik isu. Meskipun sementara indikator makro Indonesia masih cukup solid seperti pertumbuhan sekitar 5 persen, rasio utang sekitar 40 persen PDB, dan cadangan devisa di atas US$150 miliar," ujarnya. Ia menambahkan, tekanan juga datang dari sisi fiskal yang semakin ketat serta menurunnya kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini membuat stabilitas rupiah sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah. "Tekanan tetap ada dari sisi fiskal yang makin ketat dan penurunan kepemilikan asing di SBN, sehingga stabilitas rupiah sangat bergantung pada kepercayaan pasar dan respons kebijakan," lanjutnya. Dalam proyeksinya, pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut, meski level Rp18 ribu per dolar AS bukanlah skenario dasar, melainkan skenario stres jika terjadi kombinasi shock global dan penurunan trust domestik. Untuk skenario normal, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.800-Rp17.300 per dolar AS. Sementara jika tekanan meningkat, pelemahan bisa berlanjut hingga Rp17.500-Rp18 ribu. Di sisi lain, ruang penguatan rupiah dinilai cukup terbatas dalam jangka pendek. Kembali ke level Rp15 ribu per dolar AS dinilai sulit terealisasi dalam waktu dekat. "Apabila ruang penguatan terbatas kembali ke Rp15 ribu hampir tidak realistis dalam jangka pendek, dengan kisaran penguatan optimal hanya paling di sekitar Rp16 ribu-Rp16.500. Intinya, isu utama bukan level rupiah, tetapi daya tahannya terhadap tekanan eksternal dan kemampuan menjaga kepercayaan pasar domestik," tegasnya. Rizal menambahkan, pelemahan rupiah yang cenderung persisten belakangan ini mencerminkan meningkatnya peran faktor domestik, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan kebutuhan pembiayaan. "Tidak hanya eksternal, namun dalam beberapa waktu terakhir pelemahan rupiah juga semakin dipengaruhi faktor domestik terutama persepsi pasar terhadap arah kebijakan fiskal, meningkatnya kebutuhan pembiayaan, serta penurunan kepemilikan asing di SBN," katanya. Meski demikian, ia menilai fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat, ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil, rasio utang yang terjaga, serta cadangan devisa yang relatif tinggi. Ke depan, Rizal menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal, misalnya dengan defisit tetap di bawah 3 persen dan memperkuat koordinasi kebijakan untuk meredam tekanan terhadap rupiah. "Koordinasi fiskal dan moneter harus diperkuat agar kebijakan tidak saling meniadakan. Dalam kondisi saat ini penguatan rupiah bukan hanya soal intervensi pasar, tetapi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah memulihkan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi," tutupnya. (ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ rupiah (www.cnnindonesia.com)^ dolar AS (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN[1]) Dadan Hindayana[2] menjelaskan bahwa penggunaan Event Organizer (EO) merupakan bagian dari kebutuhan strategis sebagai lembaga baru yang tengah membangun sistem dan tata kelola operasional. Pernyataan tersebut untuk menjawab kabar penggunaan anggaran kisaran Rp113 miliar untuk jasa EO yang menjadi sorotan publik. "Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," katanya di Jakarta, Sabtu (11/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Apalagi dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks, diperlukan dukungan pihak profesional. EO, lanjut Dadan, memiliki keahlian yang belum sepenuhnya dimiliki BGN saat ini. "Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya. Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis. [Gambas:Youtube][3] "Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan. Menurut Dadan, kegiatan BGN yang dihandle oleh EO bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan juga kegiatan strategis lainnya seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih. "Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," jelasnya. Dari sisi efisiensi, penggunaan EO disebut lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat. Proses pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya pelatihan, serta rekrutmen yang tidak instan, sementara program harus segera berjalan. "Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," ujar Dadan. Dalam praktiknya, kata Dadan, EO juga berperan sebagai mitra strategis yang memberikan masukan terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi, pengelolaan audiens, hingga optimalisasi anggaran agar memberikan dampak maksimal. Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. Seluruh pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas. "Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal," tutupnya. (ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ BGN (www.cnnindonesia.com)^ Dadan Hindayana (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah memasuki titik keseimbangan baru, setelah mengalami tekanan hingga menembus level Rp 17.000/US$ sejak 1 April 2026. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada 1 April kurs rupiah diperdagangkan antar bank rata-rata di level Rp 17.002. Sejak saat, Jisdor tak mencatat mata uang garuda mampu bergerak di level bawah Rp 17.000, bahkan terus bergerak naik hingga Rp 17.122/US$ pada 13 April 2026. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, pergerakan kurs beberapa hari terakhir tak terlepas dari efek peperangan di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran membuat nilai tukar dolar terhadap berbagai mata uang dunia menguat, tak terkecuali rupiah. Konflik itu memunculkan sentimen risk off atau menghindari faktor risiko di tengah investor global, sehingga mereka melepas investasinya di instrumen portofolio negara-negara berkembang, termasuk Indonesia untuk membeli surat berharga AS beserta dolar. Akibatnya indeks dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia (DXY) menguat. "Terjadi risk off. Artinya investor menjauhi risiko sehingga ada safe haven activity. Mau enggak mau flow ke advance economies termasuk ke AS. DXY mengalami peningkatan," kata Destry dalam Central Banking Forum 2026 dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026). Foto: Keynote Speech Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam acara Central Banking Forum 2026, di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Saat pembukaan perdagangan pasar keuangan di Indonesia kemarin, dan rupiah langsung tertekan ke level Rp17.100/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09% dibanding perdagangan akhir pekan lalu, DXY memang tengah mengalami penguatan hebat, hingga ke level 99,01 berdasarkan data Revinitif pukul 09.00 WIB. DXY terpantau menguat 0,37% saat itu. Akibatnya, bukan hanya rupiah yang tertekan melawan dolar AS. Sejumlah mata uang negara-negara berkembang yang memiliki kapasitas ekonomi setara Indonesia juga mengalami pelemahan mata uang, bahkan lebih buruk dibanding Indonesia. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fsikal (DJSEF) Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad menegaskan, volatilitas rupiah yang lebih baik ini disebabkan fundamental makro ekonomi Indonesia yang memang kuat. Terlihat dari purchasing managers index (PMI) manufaktur yang masih di level ekspansi 50,1 pada Maret 2026, hingga pertumbuhan kredit yang masih mencapai kisaran 9,37% secara tahunan atau year on year. "Jadi tekanan RI masih moderat dibandingkan peers. Depresiasi rupiah masih terkendali," kata Faisal dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. Adapun 7 negara lain seperti India rupee angka indeksnya di level 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah betah di level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan dari sejak awal tahun hanya 2,91%, sedangkan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Jadi Indonesia kuat dibanding peers, inflasi terkendali, fiskal prudent, kita jaga defisit prudent. Rasio utang di bawah batas 60%," tutur Faisal. Foto: Suasana acara Central Banking Forum 2026, di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan menambahkan, masih terkendalinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu juga tak terlepas dari masih terjaga ya fundamental rupiah itu sendiri. Fundamental kurs itu seperti defisit transaksi berjalan yang masih di kisaran 0,69%. "Ini masih dalam batas toleransi kita," ucap Erwin. Lalu, tekanan inflasi yang masih berada di kisaran target BI sepanjang tahun ini, 2,5% plus minus 1%, yakni 3,48% angka terakhir yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2026. Ketiga, ialah cadangan devisa yang kini masih di kisaran US$ 148,2 miliar. Besaran ini di atas standar global untuk memenuhi kewajiban 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Jadi dari tiga itu rupiah fundamentalnya baik-baik saja, meski kita bukannya imun terhadap gejolak global," tegasnya. Oleh sebab itu, Erwin percaya diri, rupiah trennya malah akan menguat dalam jangka menengah panjang, karena tekanan kurs sejauh ini masih terkait dengan faktor risiko di eksternal, yakni perkembangan dinamika perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. "Sehingga dalam jangka menengah panjang rupiah punya harapan tren menguat. Kita harus sabar melihat konflik," tutur Erwin. Pernyataan ini pun diamini oleh Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David E. Sumual. "Saya cuma mau menunjukkan dari sisi fundamental strength rupiah cukup baik. Biasanya ekonom menghitungnya relative strength dibanding mata uang lain - membaik," katanya, dalam Central Banking Forum 2026. David pun menuturkan Indonesia memang melakukan impor yang cukup besar hingga memerlukan pasokan dolar yang berlimpah. Namun, David mengingatkan impor yang dilakukan oleh Indonesia kecenderungannya untuk mendorong ekspor. Kemudian, inflasi Indonesia masih terkendali. Inflasi di dalam negeri, menurut David, relatif rendah. Meskipun melonjak pada Februari dan Maret, tetapi perlahan mulai menurun. Oleh karena itu, dia memastikan rupiah layak menguat, namun David mengakui pelemahan rupiah saat lebih dipengaruhi oleh investor jangka pendek yang keluar dari pasar aset portofolio. "Pergerakan rupiah dominan memang relatif lebih digerakkan oleh investor portofolio," paparnya. Oleh sebab itu, untuk menghadapi masalah sentimen investor jangka pendek yang sampai membuat rupiah tertekan, David menekankan, otoritas moneter dan fiskal harus mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap mereka dan menggantikannya dengan investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). "Bagaimana kita menarik investasi langsung itu adalah kunci, supaya kita tidak bergantung terus pada dana hot money," ungkapnya. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menganggap, FDI pada akhirnya juga akan mampu menjaga aktivitas ekonomi riil terus berputar di tengah tingginya faktor risiko global. Aktivitas ekonomi riil yang berputar menandakan keberhasilan pemerintah dalam menjaga penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. "Pada 2020 saat COVID, kuat riilnya. Tapi setelah COVID, pelemahan signifikan di sektor riil, ini yang harus kita balikkan," terangnya. Terlepas dari itu, BI memastikan, terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS, mulai dari pasar spot, non delivery forward (NDF), hingga domestic non delivery forward (DNDF). Bahkan, langkah kebijakan intervensi kini dalam tahap stand by 24 jam. Artinya, BI sewaktu-waktu bisa mengambil langkah-langkah terukur untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di berbagai negara. Dalam menjaga nilai tukar dan pasar keuangan dalam negeri, BI turut memanfaatkan skema layer of defense, termasuk cadangan devisa. BI pun memiliki swap agreement untuk mendukung cadangan devisa dengan berbagai bank sentral negara lain. 'Amunisi' ini bisa digunakan kapan saja. Sebagai catatan, Indonesia telah memiliki kerja sama bilateral swap arrangement dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Kerja sama ini dituangkan dalam Chiang Mai Initiative dan selain itu, ada pula skema multilateral dengan negara-negara ASEAN. "Belajar dari krisis 1998, bank sentral belajar dengan safety net jadi kita punya arrangement bersifat regional dan global. Layer of defense ready dan dalam jumlah yang memadai. Sekarang bagaimana jika berkepanjangan, kita tentunya berharap hope for the best," tegas Erwin. Kendati memiliki layer of defense yang kuat, BI juga mendorong pengusaha untuk melakukan hedging atau lindung nilai. Lindung nilai ini digunakan untuk mengunci paparan (exposure) terhadap tekanan terhadap rupiah. Dengan hedging yang terukur, maka pengusaha tidak perlu langsung datang ke pasar spot untuk membeli dolar. BI pun meminta pengusaha membeli instrumen hedging yang sudah disediakan perbankan. Langkah ini membantu distribusi dolar. Simak tayangan lengkapnya hari ini pukul di 12.00 WIB di sini![1] (arj/mij) [Gambas:Video CNBC] [2] References^ di sini! (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada perdagangan Senin (13/4/2026), usai sempat melemah pada pembukaan. Indeks ditutup naik 0,56% atau 41,69 poin ke level 7.500,19. Nilai transaksi mencapai Rp 20,45 triliun, melibatkan 42,51 miliar saham dalam 2,56 juta kali transaksi. Sebanyak 264 saham turun, 397 naik, dan 156 tidak bergerak. Seiring dengan itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp396,77 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp626,16 miliar di pasar reguler. Di samping itu, investor asing juga tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp229,36 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Emiten Prajogo Pangestu mengisi daftar teratas 10 0saham dengan net foreign buy terbesar. Petrosea (PTRO) membukukan net buy Rp 135,16 miliar dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp 131,97 miliar. Selain itu sejumlah saham komoditas dan energi juga masuk dalam keranjang belanja asing, seperti Merdeka Gold (EMAS), Medco Energi (MEDC), hingga Adaro Andalan Indonesia (AADI). Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp135,16 miliar PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp131,97 miliar PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp72,28 miliar PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp65,82 miliar PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp61,19 miliar PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp51,84 miliar PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp49,57 miliar PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp48,19 miliar PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp34,19 miliar PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) - Rp31,93 miliar (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
-
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham[1] Gabungan (IHSG[2]) diproyeksi menguat pada perdagangan Selasa (14/4). Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meski tetap dibayangi potensi koreksi terbatas. "Kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat menguji 7.592-7.856, dengan area koreksi minor di 7.390-7.443," ujar Herditya dalam riset hariannya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.274, 7.184 dan resistance 7.585, 7.700 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ARCI, DSNG, INET, dan JPFA. Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham sedang menguji garis resisten tren turun dan berpotensi mengalami koreksi terbatas jika belum mampu menembus level tersebut pada perdagangan hari ini. "IHSG berpotensi memasuki fase koreksi minor dengan target di area 7.160-7.230," ujar Ivan. [Gambas:Youtube][3] Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 7.261, 7.015, dan 6.838 dan resistance 7.677, 7.856, 8.000, dan 8.111 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, INKP, PGAS, PTBA, dan UNVR. IHSG ditutup di level 7.500 pada perdagangan Senin (13/4) sore. Indeks saham menguat 41,69 poin atau naik 0,56 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp20,44 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,50 miliar saham. Pada penutupan kemarin, 397 saham menguat, 264 terkoreksi, dan 156 stagnan. Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. (del/ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ Saham (www.cnnindonesia.com)^ IHSG (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber