Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

bot

Moderators
  • Jumlah Konten

    133.997
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

    Never

Everything posted by bot

  1. Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan untuk 'menggembok' sementara atau suspensi saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU). Suspensi dimulai sejak 2 April, 2026 lalu. AKKU, yang merupakan emiten perusahaan investasi dan jasa dengan fokus utama pengelolaan hotel, disuspensi lantaran perusahaan memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer) selama 2 periode berturut-turut. Dalam pantauan atas Laporan Keuangan Auditan PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, Perseroan memperoleh opini Disclaimer. Berdasarkan ketentuan III.1.1 Peraturan Bursa No. I-L tentang Suspensi Efek, Suspensi Efek dapat terjadi pada kondisi Laporan Keuangan Auditan Perusahaan Tercatat memperoleh sebanyak 2 kali berturut-turut opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer) atau sebanyak 1 kali opini Tidak Wajar (Adverse) oleh Akuntan Publik. "Atas hal tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction pada hari Kamis, 2 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," kata BEI dalam pengumumannya, Selasa (14/4/2026). Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan. AKKU terakhir berada di harga 38,00 per saham. Harga saham ini terus mengalami penurunan dalam lima terakhir. Mengutip data Stockbit, AKKU berada di harga tertinggi 50 per saham dan harga terendah 8 per saham dalam 5 tahun terakhir. Di sisi kinerja keuangan, AKKU membukukan rugi bersih Rp27,3 miliar pada tahun 2025, meningkat signifikan dari rugi Rp9,1 miliar pada 2024. Perusahaan ini mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO) pada 1 November 2004 lalu. Harga penawaran saham dalam IPO saat itu adalah Rp100 per saham. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  2. Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan sejumlah investor potensial di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Melansir keterangan resminya, di hadapan para investor Purbaya menjelaskan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI. Dengan demikian, para investor yakin akan arah dan kebijakan fiskal pemerintah. "Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (14/4/2026). Dalam pertemuan, Purbaya menjelaskan bahwa para investor sempat memastikan kembali kondisi terkini fundamental makro RI demi kenyamanan berinvestasi Sebagai informasi, sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management. "Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar," kata Purbaya. "Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,"ujarnya. Para investor pun sempat menyoroti pemberian outlook negatif oleh beberapa lembaga rating internasional kepada perekonomian Indonesia. Purbaya menjelaskan para investor beranggapan pemerintah telah mengambil kebijakan yang tepat kendati mendapatkan outlook negatif. "Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap," ujar Purbaya. (mij/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  3. Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO[1]) memperingatkan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz [2]berpotensi memicu bencana pangan global, seiring terganggunya pengiriman energi dan pupuk yang krusial bagi produksi pertanian. Melansir Anadolu Agency (AA), FAO menyebut keterlambatan pasokan kebutuhan pertanian dapat menekan hasil panen, serta mendorong kenaikan harga pangan hingga 2027. Ekonom Kepala FAO, Maximo Torero, mengingatkan dampak krisis ini paling besar akan dirasakan negara-negara miskin yang rentan terhadap lonjakan harga dan kelangkaan pasokan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Waktu terus berjalan," ujar Torero, menekankan waktu yang semakin sempit untuk mencegah dampak lebih luas. Ia menjelaskan, kalender tanam di banyak negara membuat sektor pertanian sangat sensitif terhadap gangguan pasokan pupuk dan energi. Jika distribusi tidak segera pulih, produktivitas pertanian berisiko menurun signifikan. FAO menilai kondisi ini dapat mendorong lonjakan inflasi pangan pada tahun depan, yang pada akhirnya memaksa pemerintah melakukan intervensi harga di dalam negeri. Langkah tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap suku bunga dan pertumbuhan ekonomi global. [Gambas:Youtube][3] Kepala Divisi Ekonomi Agrifood FAO, David Laborde, mengatakan dunia saat ini sudah berada dalam krisis input pertanian. "Kita sudah berada dalam 'krisis pasokan input'," ujarnya, seraya mengingatkan agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi bencana global. FAO juga mencatat sekitar 20 hingga 45 persen ekspor input agrifood global masih bergantung pada jalur laut melalui Selat Hormuz. Gangguan pada jalur ini dinilai berdampak besar terhadap stabilitas pasokan global. Selain itu, pasar pupuk dan energi disebut bersifat tidak elastis, sehingga gangguan kecil pada volume perdagangan dapat memicu lonjakan harga yang tajam. FAO memperingatkan risiko saat ini bahkan bisa melampaui krisis pada 2022, terutama jika diperparah oleh fenomena El Nino yang kuat. Meski indeks harga pangan global pada Maret masih relatif stabil karena pasokan yang cukup, FAO melihat tekanan mulai meningkat pada April dan diperkirakan akan semakin kuat pada Mei. Hal ini seiring keputusan petani terkait pola tanam yang sangat bergantung pada ketersediaan pupuk dan tingginya harga energi. Lembaga tersebut pun mendesak pemerintah di berbagai negara untuk menghindari pembatasan ekspor energi dan pupuk, serta meninjau kembali kebijakan biofuel yang berpotensi memperketat pasokan pangan. Lembaga tersebut juga mendorong pemanfaatan pembiayaan multilateral, termasuk fasilitas dari International Monetary Fund, guna membantu negara rentan mengamankan pasokan pupuk tanpa memicu persaingan subsidi. FAO menekankan pemulihan arus distribusi melalui Selat Hormuz menjadi kunci untuk mencegah krisis yang lebih dalam di sektor pangan global. (lau/pta) Add as a preferred source on Google [4] References^ FAO (www.cnnindonesia.com)^ Selat Hormuz (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  4. Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah[1] kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pada level Rp17.142 per dolar AS[2] pada pukul 10.40 WIB, Selasa (14/4). Mata uang Garuda ini tercatat turun 37 poin atau 0,22 persen dari posisi pembukaan awal. Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan sebelumnya level penutupan terendah Rupiah ada pada level Rp17.090 dan intrayday bervariasi sekitar Rp17.130 per dolar AS. "Betul (terendah sepanjang sejarah Rp17.142)," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lukman menyebutkan kondisi geopolitik global bukan lagi menjadi penyebab utama depresiasi rupiah. Sebab, di tengah penurunan harga minyak dunia, mata uang regional, Asia dan utama dunia hari ini menguat terhadap dolar AS. "Namun secara mengejutkan, Rupiah malah melemah cukup besar, hal ini mengarisbawahi sentimen domestik yang masih sangat lemah," kata Lukman. Ia memperkirakan kekhawatiran akan kondisi perekonomian, terutama kondisi defisit yang makin melebar menjadi pendorong utama pelemahan Rupiah sendirian. [Gambas:Youtube][3] "Kekhawatiran akan defisit anggaran, downgrade outlook pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa yang terus menurun, surplus perdagangan yang semakin kecil," pungkasnya. Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus US$100 per barel. Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak membuat kebutuhan dolar untuk impor meningkat, sehingga memberi tekanan tambahan terhadap rupiah. "Pemerintah kan membutuhkan dana untuk membeli minyak 800-900 ribu paralel per hari. Itu berarti pemerintah harus mengimpor minyak yang cukup besar ya dengan dolar yang cukup besar. Inilah yang membuat Rupiah mengalami pelemahan," ujar Ibrahim, Senin (13/4). Ia memprediksi tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut sepanjang April. Nilai tukar diperkirakan melemah hingga Rp17.400 per dolar AS. Ibrahim menilai ketidakpastian konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak menjadi faktor utama. Apalagi, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya memberi harapan mereda, dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. (ldy/ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ rupiah (www.cnnindonesia.com)^ dolar AS (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  5. Jakarta, CNN Indonesia -- International Energy Agency (IEA[1]), International Monetary Fund (IMF[2]), dan World Bank Group memperingatkan harga bahan bakar dan pupuk global berpotensi tetap tinggi dalam waktu lebih lama, meski arus pengiriman melalui Selat Hormuz[3] kembali normal. Ketiga lembaga tersebut menyatakan gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menahan pemulihan harga komoditas global, melansir Anadolu Agency. Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut dampak konflik tersebut bersifat luas dan tidak merata, terutama membebani negara-negara pengimpor energi, khususnya negara berpendapatan rendah. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Dampak perang ini signifikan, berskala global, dan sangat tidak merata," menurut pernyataan bersama, dilansir Selasa (14/4). Ketiga lembaga menilai lonjakan harga minyak, gas, dan pupuk akibat konflik telah meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan serta potensi kehilangan lapangan kerja di berbagai negara. Di sisi lain, sejumlah negara produsen energi di kawasan juga dilaporkan mengalami penurunan tajam pendapatan ekspor. [Gambas:Youtube][4] Mereka juga mengingatkan bahwa arus pengiriman melalui Selat Hormuz hingga kini belum sepenuhnya pulih. Bahkan jika jalur tersebut kembali normal, pemulihan pasokan global diperkirakan membutuhkan waktu. "Bahkan setelah arus kembali normal, diperlukan waktu bagi pasokan komoditas global untuk kembali ke level sebelum konflik," tulis pernyataan itu. Gangguan pasokan bahan baku penting juga dinilai berpotensi merembet ke sektor lain, termasuk energi dan pangan. Selain itu, dampak sosial-ekonomi seperti pengangguran, penurunan aktivitas perjalanan, serta pariwisata diperkirakan tidak akan cepat pulih. Ketiga lembaga tersebut menyatakan tengah memperkuat koordinasi untuk membantu negara-negara terdampak melalui rekomendasi kebijakan dan dukungan pembiayaan. "Tim kami bekerja sama secara erat, termasuk di tingkat negara, untuk memberikan saran kebijakan yang disesuaikan serta dukungan keuangan jika diperlukan," tulis mereka. Ke depan, International Energy Agency, International Monetary Fund, dan World Bank Group menyatakan akan terus memantau dampak konflik terhadap pasar energi dan ekonomi global, serta mengoordinasikan respons guna mendukung pemulihan yang lebih tangguh. "Kami akan terus memantau dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, ekonomi global, dan masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan bagi negara anggota," demikian pernyataan tersebut. (lau/ins) Add as a preferred source on Google [5] References^ IEA (www.cnnindonesia.com)^ IMF (www.cnnindonesia.com)^ Selat Hormuz (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  6. Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks harga saham gabungan ebrhasil menguat 1,7% ke level 7.627 pada perdagangan pukul 10:02 WIB Selasa (14/04/2026) saat Rupiah masih mengalami tekanan dan terjermbab ke Rp 17.130 per Dolar AS Selengkapnya simak ulasan Serliana Salsabila dalam Profit, CNBC Indonesia(Selasa, 14/04/2026) Sumber
  7. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini terus memasuki tren pelemahan, hingga semakin betah di level atas Rp 17.000/US$ yang seolah menjadi equilibrium atau titik kesimbangan baru. Per hari ini saja, nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar pada saat pembukaan perdagangan. Merujuk data Refinitiv, Selasa (14/4/2026) rupiah mengawali perdagangan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,09% ke level Rp17.110/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (13/4/2026), mata uang Garuda ditutup melemah tipis 0,06% di posisi Rp17.095/US$. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran atas Rp 17.000 ini pun sebetulnya sudah terjadi sejak 1 April 2026. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada 1 April kurs rupiah diperdagangkan antar bank rata-rata di level Rp 17.002. Sejak saat, Jisdor tak mencatat mata uang garuda mampu bergerak di level bawah Rp 17.000, bahkan terus bergerak naik hingga Rp 17.122/US$ pada 13 April 2026. Level baru rupiah ini pun tercatat sudah melampaui level tertinggi saat krisis moneter 1998. Sebagaimana diketahui, saat itu, nilai tukar rupiah yang semula stabil di kisaran Rp2.500 per dolar AS tiba-tiba merosot tajam hingga menyentuh lebih dari Rp15.000 per dolar pada awal 1998. Bahkan, rupiah sempat berada di level yang sangat lemah, yakni Rp16.800/US$. Walaupun kurs rupiah tengah mengalami tekanan, hingga secara nilai malampaui periode krismon, tapi ekonom senior yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, melihat kondisi ekonomi Indonesia masih jauh lebih kuat dibandingkan zaman krisis 1998. Adapun yang menjadi letak pembeda kekuatan ekonomi Indonesia saat ini dibandingkan dengan zaman krisis diantaranya yakni ada pada sektor riil. Menurutnya, kondisi sektor riil pada 1998 sangat rapuh sehingga tidak mampu menjaga pertumbuhan ekonomi kala itu hingga berjung pada mencuatnya sentimen negatif investor yang membuat rupiah terdepresiasi dalam. "Beberapa diantaranya sektor riil, kondisi fiskal, termasuk sektor keuangan. Sektor rill, jika dibandingkan dengan 1998, 2020 saat pandemi. Di 1998 riil rapuh, meski saat 1997 pertumbuhan ekonomi sempat tinggi," ujarnya dalam Central Banking Forum 2026 di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta, Senin, (13/4/2026). Penguatan sektor riil sendiri dinilainya sangat penting. Mengingat sektor ini menjadi tulang punggung utama perekonomian yang berkontribusi langsung pada pembentukan PDB. Jika pemerintah saat ini berhasil menjaga sektor riil tetap kuat dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang terjaga. Ketahanan ekonomi Indonesia bakal tetap kuat di tengah kondisi geopolitik global. Ia pun melihat beberapa waktu terakhir, ada indikasi dalam 5 bulan akhir 2025 penjualan ritel naik terus hingga 3 bulan pertama 2026. "Di 2020 saat COVID, kuat riilnya. Tapi setelah COVID, pelemahan signifikan di sektor riil, ini yang harus kita balikkan," terangnya. Kedua, ialah soal fiskal. Ia mengakui tingkat utang Indonesia dan negara-negara lain tetap tinggi usai pandemi. Oleh sebab itu ia berharap pemerintah bisa mengelola dengan baik, atau menjaga defisit fiskal tidak lebih dari 3% untuk tetap menjaga kepercayaan pasar. "Yang membedakan kelembagaan dan sektor keuangan. Saat ini jauh lebih baik, jadi daya tahan dan antisipasi lebih baik untuk sekarang," tutupnya. Di sisi lain, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan bank sentral pun hingga kini sudah banyak belajar dari periode krisis keuangan 1998, dalam mengatasi guncangan yang menekan pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar uang RI. Ia menekankan, bank sentral dalam keadaan penuh ketidakpastian yang menekan pasar keuangan saat ini cenderung akan mendorong mekanisme pasar bekerja secara efektif, bukan lagi melakukan kontrol devisa. Tujuannya mendorong arus modal asing atau capital inflow masuk sesuai faktor fundamentalnya, sehingga BI sifatnya hanya menjaga pasar. Jika ada volume likuiditas berlebihan, BI akan menyerap tanpa menganggu mekanisme pasar. Dalam menjaga nilai tukar dan pasar keuangan dalam negeri, BI akan memanfaatkan makensime layer of defense, termasuk cadangan devisa. BI pun memiliki swap agreement untuk mendukung cadangan devisa dengan berbagai bank sentral negara lain. 'Amunisi' ini bisa digunakan juga diperlukan kapan saja. Sebagai catatan, Indonesia telah memiliki kerja sama bilateral swap arrangement dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Kerja sama ini dituangkan dalam Chiang Mai Initiative dan selain itu, ada pula skema multilateral dengan negara-negara ASEAN. "Belajar dari 98, bank sentra belajar dengan safety net jadi kita punya arrangement bersifat regional dan global. Layer of defense ready dan dalam jumlah yang memadai. Sekarang bagaimana jika berkepanjangan, kita tentunya berharap hope for the best," tegas Erwin. Kendati memiliki layer of defense yang kuat, BI juga mendorong pengusaha untuk melakukan hedging atau lindung nilai. Lindung nilai ini digunakan untuk mengunci paparan (exposure) terhadap tekanan terhadap rupiah. "Kami dorong bapak - ibu kalau layaknya orang mau mudik baiknya booking ticket jangan go show. Instrumen hedging sudah berkembang, silahkan gunakan sebagai insurance untuk mengunci exposure nilai tukar," kata Erwin. Dengan hedging yang terukur, maka pengusaha tidak perlu langsung datang ke pasar spot untuk membeli dolar. Dia pun meminta pengusaha membeli instrumen hedging yang sudah disediakan perbankan. Langkah ini membantu distribusi dolar. "Jangan datang ke pasar beli spot...Kami himbau ada hedging, bisa secara natural dan instrumen sesuai yang sudah dibolehkan oleh regulator. Sebut saja reservasi lewat instrumen hedging itu membantu agar permintaan dolar bisa terdistribusi," tegasnya. Kepala Ekonom BCA David Sumual menambahkan, pelaku industri jasa keuangan juga sebetulnya kini telah melakukan berbagai mekanisme pengamanan sistemik untuk mencegah terulangnya periode krisis yang ia sebut traumatik. Salah satunya ialah mempertebal rasio kecukupan modal (CAR) di atas level 8% Otoritas Jasa Keuangan (OJK). CAR perbankan kini di kisaran 25,83%. "Jadi CAR kita itu memang salah satu yang tertinggi mungkin di dunia. Mungkin kita masih ingat pengalaman krisis-krisis sebelumnya terutama krisis 98 itu kenapa mungkin bankers-bankers kita itu masih relatif menginginkan modal yang tebal," ucap David. Berbagai kondisi inilah yang membuat pergerakan kurs sebetulnya tidak mengalami volatilitas atau gejolak ekstrem seperti 1998, meskipun secara nilai telah bertengger di level atas Rp 17.000/US$. "Pengusaha itu sebenarnya, utamanya, buat mereka itu bukan level atau threshold tertentu dari Rupiah. Tapi yang dilihat oleh mereka itu volatilitasnya. Kalau terlalu volatil seperti ada satu negara South Africa 4%-5% menguat atau melemah itu buat mereka malah menurunkan confidence mereka untuk mengambil keputusan bisnis," kata David. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fsikal (DJSEF) Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad juga menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih terus terjadi hingga hari ini ternyata tidak seburuk dibanding mata uang negara-negara lain yang memiliki kapasitas ekonomi setara dengan Indonesia. Ia menekankan, volatilitas rupiah yang lebih baik ini disebabkan fundamental ekonomi makro Indonesia yang memang kuat. Terlihat dari purchasing managers index (PMI) manufaktur yang masih di level ekspansi 50,1 pada Maret 2026, hingga pertumbuhan kredit yang masih mencapai kisaran 9,37% secara tahunan atau year on year. "Jadi tekanan RI masih moderat dibandingkan peers. Depresiasi rupiah masih terkendali," kata Faisal dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026). Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. 7 Negara itu seperti India rupee 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah ke level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan ini sejak awal tahun hanya 2,91%, padahan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Jadi Indonesia kuat dibanding peers, inflasi terkendali, fiskal prudent, kita jaga defisit prudent. Rasio utang di bawah batas 60%," tutur Faisal. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  8. Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK[1]) memutuskan utang[2] atau pembiayaan kredit di bawah Rp1 juta tidak ditampilkan dalam laporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK[3]). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan kebijakan ini untuk mendukung program prioritas pembangunan tiga juta rumah. "Dalam Rapat Dewan Komisioner kemarin, kami memutuskan bahwa dalam laporan SLIK, informasi yang akan ditampilkan adalah kredit dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya," kata Friderica dalam keterangan resmi tertulis, Senin (13/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Selain itu, OJK juga menetapkan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Hal ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan. "Ketika seseorang telah melunasi pinjamannya, maksimal dalam tiga hari status pelunasan tersebut sudah muncul dalam SLIK yang akan diimplementasikan paling lambat akhir Juni 2026. Hal ini penting untuk membantu rekan-rekan pengembang mempercepat proses pembiayaan perumahan," terangnya. Adapun OJK juga memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera. [Gambas:Youtube][4] Saat ini, riwayat kredit yang ditampilkan saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya mencakup pinjaman dengan nominal Rp1 juta ke atas. Friderica menyebut kebijakan akan mulai berlaku paling lambat akhir Juni 2026 setelah proses penyesuaian sistem. Menurut dia, OJK memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk penyesuaian sistem dan sosialisasi kepada pelaku jasa keuangan. Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan kebijakan ini ingin diimplementasikan tanpa adanya hambatan birokrasi, baik dari pihak OJK maupun perbankan. "Jadi yang selama ini ada catatan SLIK OJK satu juta ke bawah, mulai detik ini boleh mengajukan kredit rumah subsidi. Ini kabar baik bagi rakyat," kata Maruarar. (fln/ins) Add as a preferred source on Google [5] References^ OJK (www.cnnindonesia.com)^ utang (www.cnnindonesia.com)^ SLIK (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  9. Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengumumkan perubahan jadwal penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang sebelumnya tanggal 17 April 2026 menjadi 5 Mei 2026. Rencananya, RUPST akan diselenggarakan pada pukul 14.00 WIB di Jakarta Pusat, melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI ("eASY.KSEI") dalam tautan https://akses.ksei.co.id/ yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), agenda RUPST tersebut akan membahas sejumlah agenda mulai dari persetujuan laporan keuangan, penggunaan laba bersih tahun buku 2025, hingga perubahan pengurus BRIS. "Keputusan RUPS mengenai pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris Perseroan juga menetapkan saat mulai berlakunya pengangkatan dan pemberhentian tersebut. Dalam hal RUPS tidak menetapkan, maka pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris tersebut mulai berlaku sejak penutupan RUPS," tulis manajemen. Para anggota Dewan Komisaris Perseroan diangkat untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal yang ditetapkan oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ke-5 setelah tanggal pengangkatannya. (ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  10. Jakarta, CNBC Indonesia- Perang AS Vs Iran yang masih memanas mendorong pelemahan nilai tukar Rupiah menyentuh level terendah dan pada awal perdagangan Selasa, (14/04/2026) Rupiah anjlok ke posisi Rp 17.118 per Dolar AS. Seperti apa analisa pergerakan nilai tukar Rupiah? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026) Sumber
  11. Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) memperoleh fasilitas kredit senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,56 triliun dari sejumlah bank swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Fasilitas pendanaan ini efektif berlaku pada 10 April 2026. Dalam keterbukaan informasi, Corporate Secretary EMAS menjelaskan fasilitas kredit tersebut memiliki jangka waktu satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 12 bulan berikutnya. Pinjaman ini dikenakan margin sebesar 2% per tahun di atas suku bunga acuan majemuk yang berlaku. Adapun sejumlah bank yang terlibat dalam fasilitas kredit tersebut antara lain Kasikorn Bank, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), serta PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS). Perseroan menegaskan bahwa tidak terdapat jaminan yang diberikan dalam fasilitas kredit tersebut. Namun selama masa perjanjian, EMAS dibatasi untuk melakukan sejumlah aksi korporasi, seperti pelepasan aset, penjualan piutang tertentu, hingga memperoleh pendanaan baru dari bank lain tanpa persetujuan kreditur. Corporate secretary EMAS menyebutkan dana hasil fasilitas kredit ini akan digunakan untuk membiayai keperluan korporasi secara umum, termasuk belanja modal serta penyertaan modal sesuai ketentuan dalam perjanjian. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan usaha grup. Sebagai catatan, nilai fasilitas kredit tersebut setara dengan sekitar 39,38% dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025. Karena nilainya melebihi 20% ekuitas, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan yang berlaku. EMAS sendiri merupakan emiten tambang emas yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 dan mayoritas sahamnya masih dikendalikan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  12. Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak[1] dunia turun nyaris 2 persen ke US$97 per barel pada perdagangan awal Selasa (14/4), seiring munculnya harapan terjadinya dialog antara Amerika Serikat[2] (AS) dan Iran[3]. Kemungkinan dibukanya kembali perundingan AS-Iran berhasil meredakan kekhawatiran pasar terkait gangguan pasokan energi global. Harga minyak berjangka Brent turun US$1,86 atau 1,87 persen menjadi US$97,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$2,25 atau 2,27 persen ke level US$96,83 per barel pada pukul 00.03 GMT. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Penurunan ini terjadi setelah kedua acuan harga minyak tersebut menguat tajam pada sesi sebelumnya. Brent sempat melonjak lebih dari 4 persen, sedangkan WTI naik hampir 3 persen setelah militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan Iran. Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pasar mulai merespons peluang tercapainya kesepakatan antara kedua negara. "Meski pembicaraan damai di Pakistan akhir pekan lalu gagal, Trump berhasil meredam kenaikan harga minyak dengan kembali memberikan harapan adanya kesepakatan," ujarnya dikutip Reuters. Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut dialog antara Iran dan AS masih berlangsung. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menegaskan upaya de-eskalasi terus dilakukan, sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran 'ingin membuat kesepakatan'. Kemarin harga minyak ngegas gara-gara militer AS menyatakan blokade di Selat Hormuz akan diperluas hingga ke Teluk Oman dan Laut Arab. Data pelacakan kapal juga menunjukkan dua kapal berbalik arah saat kebijakan tersebut mulai berlaku. Sebagai respons, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan negara-negara di kawasan Teluk menyusul gagalnya perundingan akhir pekan di Islamabad untuk meredakan konflik. Analis ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan minyak telah terpengaruh dari pasar akibat situasi ini. Jika blokade berlanjut, tambahan 3 hingga 4 juta barel per hari pasokan berpotensi terganggu. "Pasar minyak tidak lagi membutuhkan eskalasi terburuk untuk membenarkan harga yang lebih tinggi. Keseimbangan pasokan yang ketat saja sudah cukup untuk mempertahankan harga Brent di dekat atau di atas ambang terbaru," tulis ANZ dalam catatan kepada klien. Sejumlah sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis, memilih tidak ikut dalam blokade dan mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran penting tersebut. Menteri Energi AS Chris Wright memperkirakan harga minyak dapat mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan, seiring kemungkinan kembali normalnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) mengimbau negara-negara untuk tidak menimbun pasokan energi atau memberlakukan pembatasan ekspor di tengah gejolak pasar energi global. Kepala IEA Fatih Birol mengatakan lembaganya siap mengambil langkah jika diperlukan, meski saat ini pelepasan cadangan minyak strategis belum menjadi kebutuhan mendesak. Di tengah situasi tersebut, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas proyeksi permintaan minyak global kuartal kedua sebesar 500 ribu barel per hari dalam laporan bulanan terbarunya. ====[4] (ldy/pta) Add as a preferred source on Google [5] References^ Harga minyak (www.cnnindonesia.com)^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)^ Iran (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  13. Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak[1] dunia turun nyaris 2 persen ke US$97 per barel pada perdagangan awal Selasa (14/4), seiring munculnya harapan terjadinya dialog antara Amerika Serikat[2] (AS) dan Iran[3]. Kemungkinan dibukanya kembali perundingan AS-Iran berhasil meredakan kekhawatiran pasar terkait gangguan pasokan energi global. Harga minyak berjangka Brent turun US$1,86 atau 1,87 persen menjadi US$97,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$2,25 atau 2,27 persen ke level US$96,83 per barel pada pukul 00.03 GMT. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Penurunan ini terjadi setelah kedua acuan harga minyak tersebut menguat tajam pada sesi sebelumnya. Brent sempat melonjak lebih dari 4 persen, sedangkan WTI naik hampir 3 persen setelah militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan Iran. Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pasar mulai merespons peluang tercapainya kesepakatan antara kedua negara. "Meski pembicaraan damai di Pakistan akhir pekan lalu gagal, Trump berhasil meredam kenaikan harga minyak dengan kembali memberikan harapan adanya kesepakatan," ujarnya dikutip Reuters. Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut dialog antara Iran dan AS masih berlangsung. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menegaskan upaya de-eskalasi terus dilakukan, sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran 'ingin membuat kesepakatan'. Kemarin harga minyak ngegas gara-gara militer AS menyatakan blokade di Selat Hormuz akan diperluas hingga ke Teluk Oman dan Laut Arab. Data pelacakan kapal juga menunjukkan dua kapal berbalik arah saat kebijakan tersebut mulai berlaku. Sebagai respons, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan negara-negara di kawasan Teluk menyusul gagalnya perundingan akhir pekan di Islamabad untuk meredakan konflik. Analis ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan minyak telah terpengaruh dari pasar akibat situasi ini. Jika blokade berlanjut, tambahan 3 hingga 4 juta barel per hari pasokan berpotensi terganggu. "Pasar minyak tidak lagi membutuhkan eskalasi terburuk untuk membenarkan harga yang lebih tinggi. Keseimbangan pasokan yang ketat saja sudah cukup untuk mempertahankan harga Brent di dekat atau di atas ambang terbaru," tulis ANZ dalam catatan kepada klien. Sejumlah sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis, memilih tidak ikut dalam blokade dan mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran penting tersebut. Menteri Energi AS Chris Wright memperkirakan harga minyak dapat mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan, seiring kemungkinan kembali normalnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) mengimbau negara-negara untuk tidak menimbun pasokan energi atau memberlakukan pembatasan ekspor di tengah gejolak pasar energi global. Kepala IEA Fatih Birol mengatakan lembaganya siap mengambil langkah jika diperlukan, meski saat ini pelepasan cadangan minyak strategis belum menjadi kebutuhan mendesak. Di tengah situasi tersebut, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas proyeksi permintaan minyak global kuartal kedua sebesar 500 ribu barel per hari dalam laporan bulanan terbarunya. ====[4] (ldy/pta) Add as a preferred source on Google [5] References^ Harga minyak (www.cnnindonesia.com)^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)^ Iran (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  14. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih memiliki kapasitas untuk menguat, menurun sejumlah ekonom dan pejabat Bank Indonesia (BI). Meskipun, beberapa hari terakhir dalam tren pelemahan, hingga betah bertengger di level atas Rp 17.000/US$. Salah satu yang percaya diri kurs rupiah akan mengalami penguatan dalam jangka menengah panjang ialah Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan, di dasari oleh sejumlah indikator acuan. "Kami sangat yakin bahwa dalam jangka menengah panjang bahwa rupiah akan punya kecenderungan untuk menguat," kata Erwin dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026). Setidaknya ada tiga indikator yang menjadi acuan Erwin menilai, kurs rupiah akan menguat dalam periode jangka menengah panjang. Ia mengatakan, yang pertama ialah masih rendahnya defisit transaksi berjalan Indonesia yang saat ini di kisaran 0,69% dari produk domestik bruto (PDB). Didukung oleh terjaganya surplus neraca perdagangan. "Jadi ketika neraca perdagangan kita inefisien, mau tidak mau terjadi memang koreksi pada nilai tukar. Namun, kalau kita surplus ya nilai tukar akan cenderung menguat," ucap Erwin. Indikator kedua, ia sebut inflasi yang masih berada di kisaran target BI sepanjang tahun ini, 2,5% plus minus 1%, yakni 3,48% angka terakhir yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2026. Tekanan inflasi yang terjaga ini memberi ruang bagi Indonesia untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi, yang bisa memperkuat stabilitas kurs. "Sehingga dari sisi inflasi, fundamental kita menunjukkan bahwa stabilitas nilai rupiah dalam konteks inflasi itu terjaga," paparnya. Ketiga, ialah cadangan devisa yang kini masih di kisaran US$ 148,2 miliar. Besaran cadev ini setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Masih terjaganya level cadev ini memberi ruang bagi BI untuk menjaga jaring pengaman valas untuk melakukan intervensi ketika kurs melemah. Artinya, pasokan dolar darurat di dalam negeri masih tersedia untuk mengamankan stabilitas kurs. "Ini juga fundamental yang kita gunakan untuk menjaga stabilitas dan juga memfasilitasi seluruh pembayaran luar negeri adalah cadangan devisa. Angka cadangan devisa kita terakhir 148 million dolar. Angka ini masih memenuhi 6 bulan kewajiban untuk kita melakukan pembayaran impor," papar Erwin. Kepala Ekonom BCA David Sumual sependapat dengan Erwin. Ia mengatakan, kurs rupiah sebetulnya memang dalam posisi yang cenderung menguat. Pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir menurutnya lebih disebabkan sentimen risk off investor jangka pendek terhadap kondisi eksternal, yakni perang Presiden AS Donald Trump dengan Iran. "Jadi walaupun tadi dari sisi relative strength, rupiah itu sebenarnya layak menguat, tapi ada persoalan-persoalan jangka pendek mungkin yang dilihat oleh investor terutama portfolio," kata David. "Karena memang dalam 70 bulan berturut-turut sebenarnya kita mengalami trade surplus. Sejak Mei 2022, sejak perang Ukraina-Rusia sampai sekarang kita mengalami penguatan trade surplus kita. Di samping itu juga inflasi kita sebenarnya under control," tegasnya. Namun, terkait kapannya rupiah bisa menguat terhadap dolar AS, David menuturkan, hanya akan terjadi bila sentimen risk off, yakni perang berakhir dan membuat pergerakan dolar kembali normalisasi atau dalam tren penurunan indeks DXY. Sebagaimana diketahui, saat pembukaan perdagangan pasar keuangan di Indonesia kemarin, dan rupiah langsung tertekan ke level Rp17.100/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09% dibanding perdagangan akhir pekan lalu, DXY memang tengah mengalami penguatan hebat, hingga ke level 99,01 berdasarkan data Revinitif pukul 09.00 WIB. DXY terpantau menguat 0,37% saat itu. "Tidak bisa misalnya kondisi dolar menguat 3%, kita menguat juga 10% misalnya, enggak bisa seperti itu. Memang kelihatannya kalau kita lihat seperti bermain surfing. gelombangnya arahnya seperti apa, ya kita bermanuver dengan gelombang yang terjadi, terutama gelombang globalnya yang belum kita pastikan arahnya ke mana," ucap David. Selain itu, David menekankan, dalam melihat tren penguatan rupiah, juga tidak bisa hanya mengandalkan seberapa besar level penguatan yang akan dicapai. Melainkan seberapa kuat rupiah dalam meredam volatilitas atau gejolak indeks dolar AS. "Ini sebenarnya kalau saya ngobrol-ngobrol dengan banyak pengusaha itu sebenarnya utamanya buat mereka itu bukan level atau threshold tertentu dari Rupiah. Tapi yang dilihat oleh mereka itu volatilitasnya. Kalau terlalu volatil seperti ada satu negara South Africa 4%-5% menguat atau melemah itu buat mereka malah menurunkan confidence mereka untuk mengambil keputusan bisnis," tegas David. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fsikal (DJSEF) Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad menegaskan, terkait volatilitas rupiah, sebetulnya hingga saat ini masih lebih baik dibanding negara lain. Ini disebabkan fundamental makro ekonomi Indonesia yang memang kuat untuk mendukung pertumbuhan. Terlihat dari purchasing managers index (PMI) manufaktur yang masih di level ekspansi 50,1 pada Maret 2026, hingga pertumbuhan kredit yang masih mencapai kisaran 9,37% secara tahunan atau year on year. "Jadi tekanan RI masih moderat dibandingkan peers. Depresiasi rupiah masih terkendali," kata Faisal dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. 7 Negara itu seperti India rupee 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah ke level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan ini sejak awal tahun hanya 2,91%, padahan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Jadi Indonesia kuat dibanding peers, inflasi terkendali, fiskal prudent, kita jaga defisit prudent. Rasio utang di bawah batas 60%," tutur Faisal. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  15. Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mendukung percepatan program prioritas penyediaan tiga juta rumah melalui kelonggaran kebijakan kredit bagi masyarakat. Dalam hal ini, OJK yang berperan sebagai pengawas dan regulator jasa keuangan memberikan dukungan melalui kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, OJK telah memutuskan hanya akan menampilkan kredit dengan nominal di atas Rp 1 juta di SLIK. "Dalam Rapat Dewan Komisioner kemarin, kami memutuskan bahwa dalam laporan SLIK, informasi yang akan ditampilkan adalah kredit dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya," kata Friderica dalam keterangan tertulis dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, dikutip Selasa (14/4/2026). Sebagaimana diketahui, SLIK merupakan catatan informasi yang digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses analisis kredit atau pembiayaan. SLIK kerap digunakan bank untuk melakukan penilaian untuk menyetujui permintaan KPR. Selain itu, OJK juga memutuskan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan. "Ketika seseorang telah melunasi pinjamannya, maksimal dalam tiga hari status pelunasan tersebut sudah muncul dalam SLIK yang akan diimplementasikan paling lambat akhir Juni 2026. Hal ini penting untuk membantu rekan-rekan pengembang mempercepat proses pembiayaan perumahan," ujar Friderica. Di sisi lain, untuk mendukung percepatan program perumahan, OJK juga memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera. Selanjutnya, OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun akan menerbitkan penegasan mengenai pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah. Penegasan tersebut dinilai penting karena memiliki implikasi terhadap aspek penjaminan dalam pembiayaan perumahan. OJK bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah. Satuan tugas ini akan melibatkan OJK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan terkait lainnya guna memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala program perumahan yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan. Di samping itu, OJK akan menambahkan penegasan informasi di SLIK bahwa data dalam SLIK tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya pemberian kredit atau pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan. Sebelumnya, OJK juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain melalui Surat OJK Nomor S-2/D.03/2025 tanggal 14 Januari 2025 perihal Dukungan terhadap Program Pemerintah dalam Pengadaan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Peningkatan Kualitas Pelaporan SLIK. Melalui surat tersebut, OJK menegaskan bahwa SLIK berisi informasi yang bersifat netral dan bukan merupakan daftar hitam. OJK juga menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan yang melarang pemberian kredit atau pembiayaan kepada debitur yang memiliki kredit dengan kualitas selain lancar, termasuk apabila dilakukan penggabungan dengan fasilitas kredit atau pembiayaan lain, khususnya untuk kredit atau pembiayaan bernilai kecil. Selain itu, keputusan pemberian KPR kepada MBR tetap merupakan kewenangan masing- masing bank dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. OJK juga terus meminta bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK, termasuk melakukan pengkinian data secara berkala. "OJK akan terus mendukung dan mendorong berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah tersebut. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," tutupnya. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  16. Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa pagi (14/4/2026), setelah reli tajam sehari sebelumnya. Pasar mulai merespons sinyal bahwa jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terbuka, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan sedikit mereda. Merujuk data Refinitiv pada pukul 08.35 WIB, harga Brent berada di US$97,34 per barel, turun 2,03% dibanding penutupan Senin di US$99,36 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$96,80 per barel, melemah 2,30% dari posisi sebelumnya US$99,08 per barel. Melansir Reuters, penurunan ini terjadi sehari setelah pasar sempat melonjak kuat. Pada Senin, Brent ditutup naik lebih dari 4%, sedangkan WTI menguat hampir 3%. Lonjakan itu dipicu langkah militer AS yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran, termasuk jalur strategis Selat Hormuz. Investor mulai menimbang kemungkinan negosiasi baru setelah sejumlah sumber menyebut komunikasi Washington-Teheran masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan Iran "ingin membuat kesepakatan" pada Senin, 13 April 2026 waktu Amerika Serikat . Nada tersebut cukup menenangkan pasar yang sebelumnya bersiap menghadapi skenario terburuk. Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena merupakan jalur vital energi global. Gangguan di kawasan itu dapat menghambat aliran minyak dari Timur Tengah menuju Asia, Eropa, dan Amerika. Data ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan crude telah terdampak secara efektif. Jika blokade berlangsung lama, tambahan 3-4 juta barel per hari pengiriman minyak berisiko tertahan. Meski harga turun pagi ini, level minyak masih jauh lebih tinggi dibanding pekan lalu. Pada 8 April, Brent sempat berada di US$94,75 per barel dan kini masih bertahan dekat US$97. Artinya, premi risiko geopolitik belum benar-benar hilang dari pasar. Di sisi lain, faktor fundamental juga ikut berubah. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global kuartal II sebesar 500 ribu barel per hari dalam laporan bulanan terbarunya. Revisi ini memberi sinyal bahwa konsumsi energi global tidak sekuat perkiraan sebelumnya. Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan IEA juga meminta negara-negara dunia tidak menimbun pasokan energi atau menerapkan larangan ekspor. Jika aksi panik itu terjadi, tekanan harga bisa datang lagi dalam waktu singkat. CNBC Indonesia (emb/emb) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  17. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama bulan ini melemah hingga betah bertengger di level atas Rp 17.000/US$. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada 1 April menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar diperdagangkan antar bank rata-rata di level Rp 17.002. Sejak saat, Jisdor tak mencatat mata uang garuda mampu bergerak di level bawah Rp 17.000, bahkan terus bergerak naik hingga Rp 17.122/US$ pada 13 April 2026. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, kondisi kurs rupiah itu tak terlepas dari sentimen negatif pelaku pasar keuangan terhadap perkembangan peperangan di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran membuat nilai tukar dolar terhadap berbagai mata uang dunia menguat, tak terkecuali rupiah. Konflik itu memunculkan sentimen risk off atau menghindari faktor risiko di tengah investor global, sehingga mereka melepas investasinya di instrumen portofolio negara-negara berkembang, termasuk Indonesia untuk membeli surat berharga AS beserta dolar. Akibatnya indeks dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia (DXY) menguat. "Makanya, agak aneh juga kalau dalam situasi semua negara mata uangnya melemah terhadap US Dollar, tiba-tiba rupiah menguat. Itu anomali karena gerakannya semuanya yang melemah," ucap Erwin dalam agenda Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, dikutip pada Selasa (14/4/2026). Saat pembukaan perdagangan pasar keuangan di Indonesia kemarin, dan rupiah langsung tertekan ke level Rp17.100/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09% dibanding perdagangan akhir pekan lalu, DXY memang tengah mengalami penguatan hebat, hingga ke level 99,01 berdasarkan data Revinitif pukul 09.00 WIB. DXY terpantau menguat 0,37% saat itu. Akibatnya, bukan hanya rupiah yang tertekan melawan dolar AS. Sejumlah mata uang negara-negara berkembang yang memiliki kapasitas ekonomi setara Indonesia juga mengalami pelemahan mata uang, bahkan lebih buruk dibanding Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, indeks volatilitas rupiah memang masih menjadi yang terendah dibanding 7 negara lain, besarannya hanya 4,75. Adapun 7 negara lain seperti India rupee angka indeksnya di level 8,92, Filipina peso 10,55, Thailand bath 12,40, Meksiko peso 13,20, Brazil real 13,69, Argentina peso 14,50, dan Afrika Selatan rand 16,34. Depresiasi atau pelemahan kurs rupiah pun masih lebih baik dibanding banyak negara, meskipun nilainya sudah betah di level Rp 17.100 per dolar AS. BI mencatat, depresiasi hingga pekan dari sejak awal tahun hanya 2,91%, sedangkan Korea won mencapai 2,85% terhadap dolar AS, India rupee 3,08%, dan Turki lira 3,69%. "Ya kita melemah, tapi kalau bisa kita melemahnya jangan yang paling gede. Kita melemahnya terukur. Tentunya kami berharap kita semua lewat sinergi kolaborasi dengan otoritas dan juga bapak ibu sebagai pelaku pasar, pelaku ekonomi kita berada pada bagian dari mengupayakan agar rupiah itu bisa terkelola volatilitasnya," ucap Erwin. Kepala Ekonom BCA David Sumual juga memiliki pandangan serupa dengan Erwin. Ia menekankan, perdagangan mata uang antar negara, khususnya terhadap dolar AS memang tidak bisa satu arah. Misalnya, ketika dolar menguat, kurs rupiah ikut menguat. Maka, ketika dolar menguat rupiah kecenderungannya terdepresiasi, begitu juga sebaliknya. "Tidak bisa misalnya kondisi dolar menguat 3%, kita menguat juga 10% misalnya. Enggak bisa seperti itu. Memang kelihatannya kalau kita lihat seperti bermain surfing, gelombangnya arahnya seperti apa, ya kita bermanuver dengan gelombang yang terjadi," ucap David. Oleh sebab itu, David menilai, untuk mengurangi risiko tekanan terhadap pergerakan kurs dolar, bank sentral sudah sewajarnya mengurangi ketegantungan transaksi Indonesia dengan dolar di pasar global, baik pasar keuangan maupun perdagangan internasional. Caranya ialah dengan mempertebal kesepakatan swap dengan mata uang negara lain. "Kita sudah ada dengan Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, Korea Selatan, itu jumlahnya sekitar US$ 90-100 billion, tolong koreksi jika saya kelir. Itu semacam asuransi juga atau secondary buffer. Mungkin kita masih traumatik kondisi krisis 1998, kita kan tidak ada perjanjian seperti ini, perlu disampaikan juga posisi devisa ada secondary buffer yang US$ 100 miliar, ini bisa menjaga volatilitas kalau dibutuhkan," paparnya. Cara kedua, ia menilai sudah benar BI melakukan pengetatan syarat kebutuhan transaksi tunai dolar di alam negeri untuk transaksi tanpa underlying di pasar spot. "Itu batas keharusan adanya underlying untuk transaksi dinaikkan ke US$ 10 juta. Ini untuk mengurangi tekanan di pasar spot. Karena kebanyakan transaksi kita itu masih terkonsentrasi di spot market. Jadi kita perlu spreading, perlu kita didistribusikan ke pasar NDF, sehingga tidak menumpuk di pasar spot," papar David. "Kebutuhan yang baru 2-3 bulan lagi sudah terjadi sekarang. kita harus aktifkan kembali transaksi yang sifatnya hedging ke depannya," tegasnya. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  18. Jakarta, CNN Indonesia -- Harga emas[1] batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam[2]) naik pada perdagangan Selasa (14/4). Harga dasar emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,863 juta per gram, menguat dibandingkan posisi kemarin. Berdasarkan data resmi situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga emas Antam hari ini naik Rp45 ribu dibandingkan harga pada Senin (13/4) yang berada di level Rp2,818 juta per gram. Penguatan harga juga tercermin pada sisi pembelian kembali. Logam Mulia mencatat harga buyback emas Antam hari ini berada di Rp2,639 juta per gram, naik Rp54 ribu dibandingkan posisi sebelumnya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp224 ribu per gram. Penguatan tidak hanya terjadi pada pecahan 1 gram. Seluruh ukuran emas Antam tercatat ikut naik. Emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1,481 juta, sementara ukuran 5 gram dibanderol Rp14,090 juta dan emas 10 gram naik ke Rp28,125 juta. Untuk ukuran besar, emas 100 gram kini berada di level Rp280,512 juta. Sementara itu, pergerakan harga emas ritel di Pegadaian justru turun meski masih bertahan di level tinggi. [Gambas:Youtube][3] Berdasarkan data situs Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 saat ini berada di Rp2,838 juta per gram, sedangkan emas UBS dipatok lebih mahal di level Rp2,853 juta per gram. Perbedaan harga antarproduk tersebut dipengaruhi oleh produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek. Berikut daftar harga emas per 14 April 2026: Antam (harga dasar, belum termasuk pajak 0,25 persen) 0,5 gram: Rp1.481.500 1 gram: Rp2.863.000 2 gram: Rp5.666.000 3 gram: Rp8.474.000 5 gram: Rp14.090.000 10 gram: Rp28.125.000 25 gram: Rp70.187.000 50 gram: Rp140.295.000 100 gram: Rp280.512.000 250 gram: Rp701.015.000 500 gram: Rp1.401.820.000 1.000 gram: Rp2.803.600.000 Galeri24 0,5 gram: Rp1.489.000 1 gram: Rp2.838.000 2 gram: Rp5.607.000 5 gram: Rp13.916.000 10 gram: Rp27.757.000 25 gram: Rp69.021.000 50 gram: Rp137.932.000 100 gram: Rp275.758.000 250 gram: Rp687.625.000 500 gram: Rp1.375.248.000 1.000 gram: Rp2.750.495.000 UBS 0,5 gram: Rp1.542.000 1 gram: Rp2.853.000 2 gram: Rp5.662.000 5 gram: Rp13.991.000 10 gram: Rp27.834.000 25 gram: Rp69.448.000 50 gram: Rp138.612.000 100 gram: Rp277.115.000 250 gram: Rp692.584.000 ‎500 gram: Rp1.383.540.000 (fln/ins) Add as a preferred source on Google [4] References^ Harga emas (www.cnnindonesia.com)^ Antam (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  19. Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI[1]) mencatatkan total nilai transaksi Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif [2](SPPA[3]) mencapai Rp1.382,1 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat sebesar 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Sepanjang tahun 2025, SPPA juga menunjukkan peningkatan kinerja transaksi yang signifikan dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.382,1 triliun atau meningkat sebesar 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dalam acara SPPA Award 2025 di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Manullang mengungkapkan peningkatan jumlah transaksi tersebut karena terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada 10 Maret 2025 lalu. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Peningkatan jumlah transaksi ini disebabkan oleh telah terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement atau Repo pada tanggal 10 Maret 2025 di SPPA dengan total nilai transaksi mencapai Rp751,6 triliun," terangnya. Kemudian, nilai transaksi outright atau jual-beli putus juga melesat 196,2 persen year-on-year menjadi Rp630,5 triliun. Adapun pangsa pasar transaksi outright setara 23 persen dan transaksi REPO sebesar 28 persen. Manullang mengatakan peningkatan nilai transaksi tersebut merupakan dukungan dari berbagai pihak yang memanfaatkan SPPA sebagai platform untuk transaksi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dan REPO dengan underlying Surat Utang Negara (SUN). "Menjawab kebutuhan industri atas sebuah platform transaksi yang terstandardisasi, aman, transparan, dan efisien sekaligus memperkuat likuiditas dan pendalaman pasar surat utang dan pasar uang Indonesia," ujar Manullang. Lebih lanjut, ia menegaskan BEI terus mengembangkan SPPA sebagai bisnis penyelenggara pasar alternatif sebagai sarana perdagangan resmi di pasar sekunder untuk instrumen surat utang. Adapun SPPA akan terus mengacu terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, SPPA telah mengakomodasi perdagangan surat utang oleh 39 pengguna jas, dengan 14 di antaranya merupakan pengguna jasa REPO. Pengguna jasa SPPA pun terdiri dari Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah, dan Sekuritas. "Baik dengan mekanisme order book sampai dengan mekanisme bilateral OTC trading dan menjadikan SPPA sebagai platform dengan mekanisme matching yang paling lengkap khususnya untuk instrumen OTC," imbuhnya. [Gambas:Youtube][4] (fln/sfr) Add as a preferred source on Google [5] References^ BEI (www.cnnindonesia.com)^ Pasar Alternatif (www.cnnindonesia.com)^ SPPA (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber
  20. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (14/4/2026). Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,09% ke level Rp17.110/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (13/4/2026), mata uang Garuda ditutup melemah tipis 0,06% di posisi Rp17.095/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 98,348. Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, DXY terkoreksi 0,29% ke posisi 98,366. Stabilnya dolar AS di level yang relatif lebih rendah menjadi sentimen positif bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah. Kondisi ini memberi ruang bagi rupiah untuk menguat setelah sebelumnya tertekan oleh dominasi dolar AS di pasar global. Pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Dolar AS bergerak cenderung stabil ketika investor menimbang risiko pasokan energi akibat blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz, di tengah peluang berlanjutnya dialog antara Washington dan Teheran yang bisa membuka jalan bagi terobosan baru. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas pergerakan rupiah. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral akan tetap hadir di pasar secara terukur, baik di pasar spot, NDF, maupun DNDF. "Secara terukur, continue BI akan masuk di market, spot, NDF, DNDF, kita juga akan perluas basis pelaku nanti untuk NDF di luar. Hari ini NDF terbang di atas Rp 17.100/US$. Itu belum ada transaksi real di sana," kata Destry dalam acara Central Banking Forum 2026 CNBC Indonesia, dikutip pada Selasa (14/4/2026). Destry menambahkan, langkah intervensi BI di pasar luar negeri kini juga berada dalam posisi siaga selama 24 jam. Artinya, BI dapat sewaktu-waktu mengambil langkah terukur untuk menjaga pergerakan rupiah di berbagai pusat pasar keuangan global. "Jadi BI 24 jam, karena misal dari jam pasar Singapura buka, kita sudah buka juga. Kita tutup jam 3, Eropa masih jalan pasarnya. Jam 9 pagi AS, Amerika buka, kita melek, kita optimalkan kanwil di luar negeri di London dan New York. Tapi sambil kita jaga likuiditas," ujarnya. (evw/evw) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  21. Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 1,4% atau 105,19 poin ke level 7.605,38 pagi ini, Selasa (14/4/2026). Sebanyak 425 saham naik, 73 turun, dan 461 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 662,6 miliar, melibatkan 923,7 juta saham dalam 80,560 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.515 triliun. Adapun pergerakan pasar finansial dan komoditas global pada hari ini diwarnai oleh berbagai rilis data makroekonomi utama dari kawasan Asia seperti Neraca Perdagangan China, PPI AS, serta dinamika geopolitik yang masih memanas karena tidak ditemukannya titik tengah negosiasi perang Iran-AS. Militer Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran pada Senin sementara Teheran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk setelah perundingan akhir pekan di Islamabad untuk mengakhiri perang mengalami kegagalan. Seorang pejabat AS mengatakan komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung, dan terdapat kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa upaya penyelesaian konflik masih berjalan. Namun, harga minyak kembali naik menembus US$100 per barel, tanpa tanda-tanda pembukaan cepat Selat Hormuz untuk meredakan gangguan pasokan terbesar yang pernah terjadi, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan gencatan senjata dua pekan yang dicapai pekan lalu. Trump mengatakan Iran telah menghubungi AS pada Senin dan ingin mencapai kesepakatan, tetapi ia tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir. "Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras atau mengancam dunia," kata Trump dikutip dari Reuters. Sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi semua kapal kecuali miliknya sendiri, dengan menyatakan bahwa pelayaran hanya diizinkan di bawah kendali Iran dan dengan pembayaran biaya tertentu. Trump mengatakan Washington akan memblokir kapal-kapal Iran dan kapal mana pun yang membayar biaya tersebut, serta kapal-kapal "serangan cepat" Iran yang mendekati blokade akan dimusnahkan. Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, memperingatkan bahwa upaya militer asing untuk mengawasi selat itu akan memperparah krisis dan ketidakstabilan terhadap keamanan energi global. Sekutu NATO termasuk Inggris dan Prancis mengatakan mereka tidak akan terseret ke dalam konflik dengan ikut serta dalam blokade tersebut. Mereka justru menekankan pentingnya membuka kembali jalur laut itu, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Adapun eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memberikan tekanan pada ekonomi global yang merambat ke Indonesia melalui tiga jalur utama. Pertama adalah jalur finansial, di mana ketidakpastian memicu sentimen risk-off.Modal asing bergerak keluar dari negara berkembang menuju aset safe haven di AS, yang secara otomatis menguatkan indeks dolar (DXY) dan menekan nilai tukar Rupiah. Kedua, jalur komoditas; potensi gangguan pelayaran di Selat Hormuz menaikkan harga minyak mentah dunia. Namun, hal ini memberikan kompensasi tidak langsung bagi Indonesia melalui kenaikan harga komoditas ekspor andalan seperti batu bara, CPO, nikel, dan emas. Ketiga, jalur perdagangan; gangguan rantai pasok dan logistik maritim berpotensi memicu stagflasi global, yaitu kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan lonjakan inflasi. Di tengah tekanan tersebut, fundamental ekonomi domestik dinilai tetap solid. Inflasi yang sempat meninggi pada awal tahun akibat efek basis rendah dari pencabutan subsidi listrik kini mulai melandai dan berada pada target sasaran BI, yakni 2,5% ± 1%. Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi juga dinilai krusial untuk menjaga daya beli sekaligus menstabilkan Rupiah. Dengan indikator produksi yang masih ekspansif, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diyakini mampu mencapai 5,2%. Sebagai bentuk respons mitigasi, Bank Indonesia menyiagakan pemantauan pasar 24 jam dengan mengoptimalkan kantor perwakilan di London dan New York, serta melakukan intervensi likuiditas secara terukur di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF) global, maupun Domestic NDF (DNDF). (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  22. Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan rupiah yang menembus level Rp 17.000 per dolar AS serta lonjakan harga minyak dunia menyebabkan kekhawatiran akan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua faktor tersebut, dinilai berpotensi melebar defisit fiskal pemerintah yang dijaga untuk tetap berada di bawah level 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Mohammad Faisal Direktur CORE Indonesia menjelaskan pihaknya pernah melakukan simulasi terhadap dampak gejolak kurs dan harga minyak terhadap fiskal pemerintah. Menurutnya, ketika isu stabilitas ekonomi menjadi sorotan, salah satu aspek yang harus dicermati adalah tata kelola fiskal. "Pernah kami lakukan untuk simulasi saat bahasa stabilitas yang jadi sorotan, tata kelola fiskal," ujar Faisal dalam acara Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dalam simulasinya, tambahan beban subsidi energi menjadi salah satu pendorong pelebaran defisit. "Kalau harga minyak US$84 per barrel, atau lebih dgn nilai tukar Rp16.800-17.000/US$ subsidi energi yg dibutuhkan lebih dari Rp 100 triliun, kalau dipresentasikan PDB, sebetulnya sudah tembus 3%," ujarnya. "Sehingga tata kelola fiskal, jadi tantangan yang sangat besar dan dihindari agar tdk sampai 3%," ujarnya. Dalam presentasinya, Faisal menjelaskan pelebaran defisit dapat berubah dalam beberapa skenario harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar akibat ketidakpastian global dampak peran Amerika Serikat dan Iran. Dalam skenario kurs rupiah menembus Rp 17.000/US$ dengan harga minyak berada di US$70-75 per barel sepanjang tahun, defisit diperkirakan berada di level 2,79% terhadap PDB. Sementara untuk skenario kurs rupiah RP 17.000/US$ dengan level harga minyak US$84-90 per barrel defisit dapat melebar ke level 3,13%. Di sisi lain, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah masih menggunakan asumsi harga minyak Indonesian Crude Price (ICP) sebagai acuan dalam perhitungan fiskal. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan, Noor Faisal Achmad menjelaskan saat ini berdasarkan pantauan terkini, harga masih berada di sekitar US$ 78 per barel. "Makanya tadi kita lihat pantauan terkini masih di 78, walaupun tadi berikutnya adalah menggunakannya mana, gitu kan. Kita masih pake ICP, jadi komunikasi kita dengan kementerian ESDM, SKK Migas, ini yang kita gunakan. Pasti ada adjustment dengan brent dan lain-lainnya, ini yang kita gunakan asumsi dasar," ujar Noor Faisal dalam acara Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dirinya menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang penyesuaian apabila perkembangan harga minyak global bergerak jauh dari asumsi awal. "Tapi kalaupun nanti ada, ya pasti kalau gitu masih ada adjustmentnya. Walaupun tadi ada yang spesifik disampaikan, mungkin nanti kami lihat kembali bagaimana pengaruhnya" ujarnya. (mij/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  23. Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) akan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilain Rp 52,10 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan Rp 346 per saham. Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). "Jumlah tersebut termasuk Dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 15 Januari 2026 sejumlah Rp20.632.254.718.348,00 atau sebesar Rp137 per saham," tulis manajemen salam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4/2026). Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp31.470.159.890.136,00 atau sebesar Rp209,00 per saham. Adapun jadwal pembagian dividen tersebut sebagai berikut: Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen): - Pasar reguler dan negosiasi: 20 April 2026 - Pasar tunai: 22 April 2026 Awal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) - Pasar reguler dan negosiasi: 21 April 2026 - Pasar tunai: 23 April 2026 Tanggal daftar pemegang saham yang berhak dividen (recording date): 22 April 2026 Tanggal pembayaran dividen: 8 Mei 2026 Dividen tunai akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan dan/atau Pemilik Saham Perseroan pada Sub Rekening Efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal 22 April 2026 (Recording Date). Bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan melalui KSEI dan didistribusikan ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian pada tanggal 8 Mei 2026. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
  24. Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/04) di zona hijau dengan kenaikan 0,56% ke level 7.500,19. Penguatan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham-saham grup petrokimia seperti BRPT yang melesat 14,36%, disusul BREN naik 4,74% dan TPIA menguat 6,58%. Sebaliknya, tekanan pada indeks datang dari saham perbankan dan konglomerasi, dengan BBCA terkoreksi 1,87%, SMMA turun 6,12%, dan BMRI melemah 1,50%. Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp626,14 miliar di pasar reguler, meskipun secara keseluruhan pasar mencatatkan pembelian bersih Rp396,77 miliar. Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor ditutup menguat, dengan sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,64%. Sementara itu, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mencatatkan penurunan paling dalam, yakni sebesar 1,31%. Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,63% ke level 48.218, diikuti S&P 500 yang menguat 1,02% ke 6.886, serta Nasdaq yang naik 1,23% ke 23.183. Optimisme pasar dipicu oleh harapan adanya potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong penguatan ETF Indonesia (EIDO) sebesar 1,06%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak relatif datar. Dari sisi kinerja emiten, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 17,35% secara tahunan menjadi Rp76,60 triliun, dibandingkan Rp65,28 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga naik 17,24% menjadi Rp1,32 triliun dari Rp1,12 triliun pada 2024. Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan turut meningkat 17,67% menjadi Rp68,25 triliun. Kontribusi terbesar terhadap penjualan ERAA masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet dengan porsi 78,42%, meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 80,31%. Kinerja ini didukung oleh jaringan distribusi yang luas, mencakup 2.333 gerai ritel dan 70 pusat distribusi. Manajemen menyebutkan bahwa fokus pada segmen menengah ke atas menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga konsistensi kinerja perusahaan. Sementara itu, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp330,36 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp400,48 miliar. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp45, meningkat dari Rp43 pada tahun sebelumnya, dengan rasio pembagian dividen mencapai 82,40%. Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan yang digelar pada 8 April. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler ditetapkan pada 16 April, dengan pembayaran dividen direncanakan pada 28 April. Sisa laba bersih sebesar Rp70,11 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][1] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][2] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][3] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][4] [Gambas:Produk Investasi by Investasiku][5] Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh) References^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Produk Investasi by Investasiku] (app.cnbcindonesia.com)Sumber
  25. Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok koordinasi khusus yang dibentuk untuk memantau efek ekonomi dari perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengadakan pertemuan perdana, kemarin, Senin (13/4/2026). Seusai pertemuan, kelompok yang terdiri dari para pimpinan International Energy Agency, International Monetary Fund, dan World Bank Group itu menyatakan, dampak perang tersebut sangat besar, berskala global, dan sangat tidak merata, dengan dampak yang secara tidak proporsional dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi, khususnya negara berpendapatan rendah. "Guncangan ini telah menyebabkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, yang juga memicu kekhawatiran terkait ketahanan pangan serta hilangnya lapangan pekerjaan. Beberapa produsen minyak dan gas di Timur Tengah juga mengalami penurunan pendapatan ekspor yang drastis," dikutip dari pernyataan bersama lembaga internasional itu, Selasa (14/4/2026). Mereka menganggap, situasi yang disebabkan perang di kawasan Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, dan pengiriman melalui Selat Hormuz masih belum kembali normal. Bahkan setelah arus pengiriman reguler melalui selat tersebut kembali berlangsung normal, mereka menilai akan diperlukan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk kembali mendekati tingkat sebelum konflik-dan harga bahan bakar serta pupuk kemungkinan tetap tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama akibat kerusakan infrastruktur. "Gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan kekurangan bahan baku utama yang berdampak pada sektor energi, pangan, dan industri lainnya," tegas para pemimpin tiga lembaga internasional itu. Mereka menekankan, perang ini juga telah menyebabkan perpindahan penduduk secara paksa, mempengaruhi lapangan kerja, serta menurunkan aktivitas perjalanan dan pariwisata, yang pemulihannya kemungkinan memerlukan waktu. "Hari ini, kami berbagi penilaian terbaru kami menjelang rilis pada Selasa, 14 April, yaitu laporan bulanan Oil Market Report dari IEA serta laporan World Economic Outlook dari IMF. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan ini serta respons dari lembaga kami masing-masing" ucap mereka. Tim yang dibentuk dalam kelompok koordinasi itu mereka pastikan bekerja secara erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing serta membantu negara-negara melalui rekomendasi kebijakan yang disesuaikan dan, dalam hal dukungan keuangan IMF dan World Bank jika diperlukan. "Kami akan terus memantau secara saksama dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, perekonomian global maupun masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan kami kepada negara-negara anggota-dengan bekerja sama dan memanfaatkan keahlian organisasi internasional lainnya sesuai kebutuhan guna meletakkan dasar bagi pemulihan yang tangguh yang menghasilkan stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja," tulis para pimpinan IEA, IMF, dan World Bank itu dalam joint statement. (arj/mij) [Gambas:Video CNBC] [1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber
×
×
  • Create New...