Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

bot

Moderators
  • Jumlah Konten

    129.935
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

    Never

Everything posted by bot

  1. Jakarta - Negara pimpinan Kim Jong Un, Korea Utara, berada di peringkat No 1 di dunia dalam hal porsi belanja untuk kebutuhan militer dalam produk domestik bruto (PDB) antara 2007-2017. Menurut laporan Pengeluaran Militer Dunia dan Transfer Senjata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2019 yang dilansir dari Yonhap News Agency, Minggu (26/4/2020), pengeluaran militer Korea Utara rata-rata sekitar US $ 3,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 54 triliun (dalam kurs Rp 15 ribu). Informasi itu jadi salah satu dari deretan berita terpopuler detikFinance hari ini. Ada juga informasi menarik lain yang banyak dibaca yakni soal bergugurannya saham BUMN hingga pasokan beras dan gula sepanjang Ramadhan Berikut selengkapnya: Simak Video "Isu Kim Jong-Un Meninggal, #KIMJONGUNDEAD Trending di Twitter" [Gambas:Video 20detik] Sumber
  2. Jakarta - Negara pimpinan Kim Jong Un, Korea Utara, berada di peringkat No 1 di dunia dalam hal porsi belanja untuk kebutuhan militer dalam produk domestik bruto (PDB) antara 2007-2017. Menurut laporan Pengeluaran Militer Dunia dan Transfer Senjata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2019 yang dilansir dari Yonhap News Agency, Minggu (26/4/2020), pengeluaran militer Korea Utara rata-rata sekitar US $ 3,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 54 triliun (dalam kurs Rp 15 ribu). Informasi itu jadi salah satu dari deretan berita terpopuler detikFinance hari ini. Ada juga informasi menarik lain yang banyak dibaca yakni soal bergugurannya saham BUMN hingga pasokan beras dan gula sepanjang Ramadhan Berikut selengkapnya: Sumber
  3. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 20:42 WIB Foto Bisnis Wisma Putra - detikFinance Bandung - Masker dan sarung tangan kini jadi hal yang wajib untuk dikenakan guna cegah Corona. Hal itu dimanfaatkan pedagang asongan di Bandung untuk jual sarung tangan. Foto 1 dari 5 Pedagang sarung tangan menawarkan dagangannya kepada pengendara motor yang melintas di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/4/2020). Baca Juga detikNews PSBB di Sidoarjo Rencananya Terapkan Jam Malam, Surabaya dan Gresik Tidak detikNews Tambah Satu, Total Pasien Positif COVID-19 di Pacitan Jadi Dua detikNews Update Corona di Banten: 310 Positif, 52 Sembuh dan 44 Meninggal detikNews Satu PDP di Pasuruan Meninggal, Sebelumnya Diare dan Dehidrasi Berat detikNews Bantuan 20 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Bojongloa Kidul Bandung detikNews Pandemi Virus Corona, Imam dan Marbot Masjid Dapat Paket Sembako detikSport Tetap Digelar, Pertandingan Tinju di Nikaragua Terapkan Social Distancing detikNews Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak COVID-19 Sumber
  4. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 20:42 WIB Foto Bisnis Wisma Putra - detikFinance Bandung - Masker dan sarung tangan kini jadi hal yang wajib untuk dikenakan guna cegah Corona. Hal itu dimanfaatkan pedagang asongan di Bandung untuk jual sarung tangan. Foto 1 dari 5 Pedagang sarung tangan menawarkan dagangannya kepada pengendara motor yang melintas di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/4/2020). Baca Juga detikNews 3 Warga Parepare Sulsel Positif Corona detikNews Prediksi Ilmuwan Singapura: Corona di Indonesia Berakhir Mulai Juni detikNews Jalani Rapid Test, 7 Nakes di Sukabumi Terindikasi Positif Corona detikNews Kasus Positif Corona di Sultra Bertambah 4, Total Ada 45 Orang detikNews Update Corona Tangsel 26 April: 86 Positif, 15 Sembuh, 18 Meninggal detikNews Jalur Protokol di Makassar yang Biasanya Macet Kini Sepi Bak Kota Hantu detikSport Tetap Digelar, Pertandingan Tinju di Nikaragua Terapkan Social Distancing detikNews Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak COVID-19 Sumber
  5. Jakarta - Menyusun skripsi dan bimbingan dari rumah selama pandemi virus Corona (COVID-19) tak menghentikan langkah Jessica Cornellia Anggita (23), seorang mahasiswa jurusan akuntansi untuk mencari cuan. Jessica yang baru saja mencoba berjualan camilan basreng (bakso goreng) sambil melanjutkan aktivitas perkuliahannya itu sukses meraup omzet Rp 10 juta dalam 1 bulan. Ia mengatakan, baru pertama kali ini ia mencoba berjualan. Jessica memutuskan berjualan basreng karena melihat banyak temannya yang membutuhkan camilan untuk menemani aktivitas selama di rumah saja. "Awalnya Ibu saya mau jual nastar, tapi pasti hanya laku di Lebaran atau Natal, jadi nggak bisa seterusnya. Terus saya tiba-tiba kepikiran saja bikin basreng. Karena anak muda di rumah saja pasti butuh camilan, dan harganya terjangkau," kata Jessica kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020). Ketika memulai berjualan, Jessica hanya bermodalkan uang tak sampai Rp 100.000. Ia pun mulai memasarkan basrengnya melalui akun Instagram pribadi pada tanggal 25 Maret 2020 lalu, di mana penerapan social distancing sudah marak dilakukan. Ternyata, hari pertama berjualan membuahkan feedback yang positif. "Hari pertama yang pesan langsung 26 orang. Nah pertama kali itu modal saya nggak sampai Rp 100.000. Seterusnya itu saya buat modal jualan nggak ambil dari uang pribadi lagi. Murni dari omzet penjualan saja," ujar Jessica. Bisnis Basreng Foto: Basreng Valipala (Istimewa/Jessica Cornellia Anggita) Penjualan di pekan pertama sangat laris manis, bahkan tembus 450 bungkus. Menurut Jessica, produknya ini memang sangat terjangkau dengan harga Rp 12.000/bungkus. "Saya nggak menyangka bakal sebanyak itu. Ternyata banyak orang yang Work From Home (WFH), School From Home (SFH), itu pengaruh banget. Banyak yang beli buat camilan di rumah," urainya. Jessica sendiri memang aktif di media sosial pribadinya, sehingga pemasarannya tak begitu sulit. Selain itu, dengan bantuan teman-teman dekatnya, hingga review dari pembeli, hingga hari ini ia terus memproduksi basreng sekitar 60 bungkus per hari. "Saya kebantu banget sih teman-teman dekat saya juga memasarkan di akun-akun Instagramnya. Terus setiap pembeli saya itu baik banget, langsung kasih review di akun Instagramnya," papar Jessica. Meski tak bisa ke mana-mana, ia merasa bersyukur bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan ia dan ibunya sehari-hari. Kini, kesehariannya pun selalu sibuk, mulai dari produksi basreng di siang hari, dan berlanjut menyusun skripsi di malam hari. "Saya jualan sambil menyusun skripsi karena saya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Tarumanagara. Puji Tuhan omzet dari penjualan basreng sudah lebih dari Rp 10 juta dalam 1 bulan pertama ini. Kalau ditotalin modal belanja dan semuanya itu Rp 2,5 juta saja," pungkas dia. Simak Video "Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Sandi: Ini Bisa Ciptakan Peluang Usaha" [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) Sumber
  6. Jakarta - Negara pimpinan Kim Jong Un, Korea Utara, berada di peringkat No 1 di dunia dalam hal porsi belanja untuk kebutuhan militer terhadap produk domestik bruto (PDB) antara 2007-2017. Menurut laporan Pengeluaran Militer Dunia dan Transfer Senjata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2019 yang dilansir dari Yonhap News Agency, Minggu (26/4/2020), pengeluaran militer Korea Utara rata-rata sekitar US $ 3,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 54 triliun (dalam kurs Rp 15 ribu). Jumlahnya menyumbang 13,4 hingga 23,3% dari rata-rata PDB negara itu sebesar US$ 17 miliar selama periode tersebut atau sekitar Rp 255 triliun selama 7 tahun. Sementara itu Oman yang bercokol pada urutan ke dua menghabiskan sekitar 12,1% dari PDB untuk militer. Kemudian, diikuti Arab Saudi dengan 9,3%. Namun, apabila dibandingkan jumlahnya, pengeluaran militer tahunan Korea Utara lebih kecil daripada Korea Selatan. Negara rivalnya ini menghabiskan US$ 34,8 miliar atau sekitar Rp 522 triliun untuk militer. Namun memang kalau dibandingkan dengan jumlah PDB, Korea Selatan cuma sebesar 2,6% pengeluaran militernya. Simak Video "Isu Kim Jong-Un Meninggal, #KIMJONGUNDEAD Trending di Twitter" [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) Sumber
  7. Jakarta - Negara pimpinan Kim Jong Un, Korea Utara, berada di peringkat No 1 di dunia dalam hal porsi belanja untuk kebutuhan militer terhadap produk domestik bruto (PDB) antara 2007-2017. Menurut laporan Pengeluaran Militer Dunia dan Transfer Senjata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2019 yang dilansir dari Yonhap News Agency, Minggu (26/4/2020), pengeluaran militer Korea Utara rata-rata sekitar US $ 3,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 54 triliun (dalam kurs Rp 15 ribu). Jumlahnya menyumbang 13,4 hingga 23,3% dari rata-rata PDB negara itu sebesar US$ 17 miliar selama periode tersebut atau sekitar Rp 255 triliun selama 7 tahun. Sementara itu Oman yang bercokol pada urutan ke dua menghabiskan sekitar 12,1% dari PDB untuk militer. Kemudian, diikuti Arab Saudi dengan 9,3%. Namun, apabila dibandingkan jumlahnya, pengeluaran militer tahunan Korea Utara lebih kecil daripada Korea Selatan. Negara rivalnya ini menghabiskan US$ 34,8 miliar atau sekitar Rp 522 triliun untuk militer. Namun memang kalau dibandingkan dengan jumlah PDB, Korea Selatan cuma sebesar 2,6% pengeluaran militernya. Simak Video "Isu Kim Jong-Un Meninggal, #KIMJONGUNDEAD Trending di Twitter" [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) Sumber
  8. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 19:35 WIB Foto Bisnis ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari - detikFinance Jakarta - Penjualan kurma kini lesu akibat ditutupnya Pasar Tanah Abang sebagai dampak terjadinya pandemi COVID-19 dan penerapan PSBB di kawasan Jakarta. Foto 1 dari 4 Pedagang menawarkan kurma kepada calon pembeli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Baca Juga detikNews Positif Corona di Kaltim Tambah 8 Orang, Semuanya dari Klaster Gowa detikNews Polda DIY: 119 Kendaraan Pemudik Dihadang, Terbanyak dari Jabar-DKI detikNews Heboh Bupati Boltim Marah dan Memaki Menteri terkait BLT dan Sembako detikNews Ribuan Kendaraan dari Jakarta Dihalau Petugas di GT Bitung detikOto Kata Polisi Soal Pemudik yang 'Kucing-kucingan' Sampai ke Jalan Tikus detikNews Niat Sholat Subuh Sendiri atau Berjamaah Beserta Tata Caranya detikNews Potret Keseharian Umat Muslim Senegal Berpuasa di Kala Wabah Corona detikNews Semangat Santri di Banten Mengaji Kitab Kuning Saat Bulan Ramadhan Sumber
  9. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 19:35 WIB Foto Bisnis ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari - detikFinance Jakarta - Penjualan kurma kini lesu akibat ditutupnya Pasar Tanah Abang sebagai dampak terjadinya pandemi COVID-19 dan penerapan PSBB di kawasan Jakarta. Foto 1 dari 4 Pedagang menawarkan kurma kepada calon pembeli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Baca Juga Sepakbola Pesepakbola Ini Sempat 'Dibuat Koma' Akibat Corona detikNews Tambah Satu, Total Pasien Positif COVID-19 di Pacitan Jadi Dua detikNews Update Corona di Banten: 310 Positif, 52 Sembuh dan 44 Meninggal detikNews Satu PDP di Pasuruan Meninggal, Sebelumnya Diare dan Dehidrasi Berat Sepakbola Es Kopyor, Menu Buka Puasa Wajib buat Bek PSS Sleman Ini detikNews Bantuan 20 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Bojongloa Kidul Bandung detikSport Tetap Digelar, Pertandingan Tinju di Nikaragua Terapkan Social Distancing detikNews Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak COVID-19 Sumber
  10. Jakarta - Sejak diumumkan kasus pertama penderita COVID-19 di Indonesia, pasar modal mengalami gejolak luar biasa. Banyak saham yang terjun bebas, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun begitu dalam. Kejatuhan IHSG ini serupa dengan kejadian krisis-krisis sebelumnya. Namun yang berbeda, pada saat pulih nanti, saham-saham BUMN tidak lagi menjadi penggeraknya. Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan menerangkan, pada krisis 2008 saham-saham BUMN pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasar. IHSG butuh 16 bulan untuk pulih, sedangkan saham BUMN saat itu pulih hanya butuh waktu 10 bulan. "Jadi 10 bulan dari level paling bawah saham BUMN sudah bisa pulih kembali. Pada 2009 saham-saham BUMN sudah pulih, baik itu perbankan, infrastruktur, dan energi," tuturnya saat diskusi virtual, Minggu (26/4/2020). Tapi kondisi saat ini sedikit berbeda dengan 2020. Saham-saham BUMN diperkirakan tak bisa lagi menjadi penggerak IHSG, malahan pemulihan saham-saham BUMN diprediksi akan lebih lama ketimbang IHSG. Sebab belakangan ini saham-saham BUMN rata-rata dinaungi sentimen negatif, baik dari segi fundamental maupun rumor. Buktinya rata-rata saham BUMN saat ini kapitalisasinya turun 37,8%, sedangkan saham emiten non BUMN turun sekitar 25,4%. "Saham BUMN memang punya kinerja lebih buruk dibandingkan emiten non BUMN. Jadi dari sisi persepsi lebih berat dalam 5 tahun terakhir. Artinya saham-saham BUMN sulit untuk mengulang seperti di 2007-2008," terangnya. Oleh karena itu, Alfred memprediksi ketika pasar modal Indonesia mulai pulih nanti akan didorong oleh saham-saham non BUMN. Sedangkan saham BUMN akan pulih jauh lebih lama dari pulihnya pasar. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  11. Jakarta - Sejak diumumkan kasus pertama penderita COVID-19 di Indonesia, pasar modal mengalami gejolak luar biasa. Banyak saham yang terjun bebas, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun begitu dalam. Kejatuhan IHSG ini serupa dengan kejadian krisis-krisis sebelumnya. Namun yang berbeda, pada saat pulih nanti, saham-saham BUMN tidak lagi menjadi penggeraknya. Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan menerangkan, pada krisis 2008 saham-saham BUMN pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasar. IHSG butuh 16 bulan untuk pulih, sedangkan saham BUMN saat itu pulih hanya butuh waktu 10 bulan. "Jadi 10 bulan dari level paling bawah saham BUMN sudah bisa pulih kembali. Pada 2009 saham-saham BUMN sudah pulih, baik itu perbankan, infrastruktur, dan energi," tuturnya saat diskusi virtual, Minggu (26/4/2020). Tapi kondisi saat ini sedikit berbeda dengan 2020. Saham-saham BUMN diperkirakan tak bisa lagi menjadi penggerak IHSG, malahan pemulihan saham-saham BUMN diprediksi akan lebih lama ketimbang IHSG. Sebab belakangan ini saham-saham BUMN rata-rata dinaungi sentimen negatif, baik dari segi fundamental maupun rumor. Buktinya rata-rata saham BUMN saat ini kapitalisasinya turun 37,8%, sedangkan saham emiten non BUMN turun sekitar 25,4%. "Saham BUMN memang punya kinerja lebih buruk dibandingkan emiten non BUMN. Jadi dari sisi persepsi lebih berat dalam 5 tahun terakhir. Artinya saham-saham BUMN sulit untuk mengulang seperti di 2007-2008," terangnya. Oleh karena itu, Alfred memprediksi ketika pasar modal Indonesia mulai pulih nanti akan didorong oleh saham-saham non BUMN. Sedangkan saham BUMN akan pulih jauh lebih lama dari pulihnya pasar. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  12. Jakarta - Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un sedang menjadi pembicaraan masyarakat dunia. Kim disebut-sebut baru saja meninggal dunia. Kim dan negaranya, sangat terobsesi untuk mengembangkan senjata nuklir. Bahkan, Kim pernah dikabarkan mencuri uang dari banyak bank dan mata uang kripto untuk membiayai rencana nuklirnya. Menurut sebuah laporan yang disusun Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB untuk Korea Utara yang dilansir dari Reuters, Minggu (26/4/2020), Kim telah mencuri hingga US$ 2 miliar atau berkisar Rp 28 triliun (dalam kurs Rp 14 ribu). Korea Utara disebut telah menggunakan peretas alias hacker di dunia maya yang semakin canggih untuk mencuri dana dari lembaga keuangan dan pertukaran mata uang kripto demi menghasilkan pendapatan. "Peretas Republik Demokratik Rakyat Korea, banyak yang beroperasi di bawah arahan Biro Pengintaian, mengumpulkan uang untuk program senjata pemusnah massal, dengan total hasil hingga saat ini diperkirakan mencapai US$ 2 miliar," sebut laporan tersebut. Setidaknya ada sekitar 35 kasus pencurian yang dilaporkan dan telah menyerang lembaga keuangan dan pertukaran mata uang kripto di sekitar 17 negara. "Alasan Korea Utara mengincar pertukaran mata uang kripto karena memungkinkannya menghasilkan pendapatan dengan cara yang lebih sulit untuk dilacak, dan tunduk pada pengawasan dan regulasi pemerintah yang lebih sedikit daripada sektor perbankan tradisional," kata laporan tersebut. Dewan Keamanan PBB sendiri telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara sejak 2006 karena program nuklirnya. PBB telah menghentikan pendanaan untuk program nuklir dan rudal balistik Pyongyang. Simak Video "Isu Kim Jong-Un Meninggal, #KIMJONGUNDEAD Trending di Twitter" [Gambas:Video 20detik] (Herdi Alif Al Hikam/dna) Sumber
  13. Jakarta - Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un sedang menjadi pembicaraan masyarakat dunia. Kim disebut-sebut baru saja meninggal dunia. Kim dan negaranya, sangat terobsesi untuk mengembangkan senjata nuklir. Bahkan, Kim pernah dikabarkan mencuri uang dari banyak bank dan mata uang kripto untuk membiayai rencana nuklirnya. Menurut sebuah laporan yang disusun Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB untuk Korea Utara yang dilansir dari Reuters, Minggu (26/4/2020), Kim telah mencuri hingga US$ 2 miliar atau berkisar Rp 28 triliun (dalam kurs Rp 14 ribu). Korea Utara disebut telah menggunakan peretas alias hacker di dunia maya yang semakin canggih untuk mencuri dana dari lembaga keuangan dan pertukaran mata uang kripto demi menghasilkan pendapatan. "Peretas Republik Demokratik Rakyat Korea, banyak yang beroperasi di bawah arahan Biro Pengintaian, mengumpulkan uang untuk program senjata pemusnah massal, dengan total hasil hingga saat ini diperkirakan mencapai US$ 2 miliar," sebut laporan tersebut. Setidaknya ada sekitar 35 kasus pencurian yang dilaporkan dan telah menyerang lembaga keuangan dan pertukaran mata uang kripto di sekitar 17 negara. "Alasan Korea Utara mengincar pertukaran mata uang kripto karena memungkinkannya menghasilkan pendapatan dengan cara yang lebih sulit untuk dilacak, dan tunduk pada pengawasan dan regulasi pemerintah yang lebih sedikit daripada sektor perbankan tradisional," kata laporan tersebut. Dewan Keamanan PBB sendiri telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara sejak 2006 karena program nuklirnya. PBB telah menghentikan pendanaan untuk program nuklir dan rudal balistik Pyongyang. Simak Video "Isu Kim Jong-Un Meninggal, #KIMJONGUNDEAD Trending di Twitter" [Gambas:Video 20detik] (Herdi Alif Al Hikam/dna) Sumber
  14. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 18:10 WIB Foto Bisnis ANTARA FOTO/Anis Efizudin - detikFinance Temanggung - Meningkatnya permintaan madu di tengah pandemi Corona membuat harga madu alami lonjakan. Kenaikan harga madu itu pun bervariasi tergantung jenisnya. Foto 1 dari 3 Peternak merawat lebah madu di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (26/4/2020). Baca Juga detikNews Dalam Sehari 4 Pasien Positif Corona Terkonformasi di Klaten detikNews Camat Pulo Gadung Jelaskan soal Viral Remaja Rusak Pagar Warga Saat Sahur detikNews Dokumen Politik AS Agar "Menyerang" China Bocor detikNews Update Global: Kasus Corona di Amerika Tembus 900.000 detikNews Sandiaga Gelar Rapid Test Corona dan Bagi-bagi Sembako di Parkiran Wisma Atlet detikNews Pasien Positif Corona ke-12 Pasuruan Ini Awalnya Mengeluh Kaki Bengkak detikNews Potret Keseharian Umat Muslim Senegal Berpuasa di Kala Wabah Corona detikSport GOR di Jakarta Beralih Fungsi Jadi Tempat Tinggal Tunawisma Sumber
  15. Follow detikFinance Minggu, 26 Apr 2020 18:10 WIB Foto Bisnis ANTARA FOTO/Anis Efizudin - detikFinance Temanggung - Meningkatnya permintaan madu di tengah pandemi Corona membuat harga madu alami lonjakan. Kenaikan harga madu itu pun bervariasi tergantung jenisnya. Foto 1 dari 3 Peternak merawat lebah madu di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (26/4/2020). Baca Juga detikNews Positif Corona di Kaltim Tambah 8 Orang, Semuanya dari Klaster Gowa detikNews Polda DIY: 119 Kendaraan Pemudik Dihadang, Terbanyak dari Jabar-DKI detikNews Heboh Bupati Boltim Marah dan Memaki Menteri terkait BLT dan Sembako detikNews Ribuan Kendaraan dari Jakarta Dihalau Petugas di GT Bitung detikOto Kata Polisi Soal Pemudik yang 'Kucing-kucingan' Sampai ke Jalan Tikus detikNews 10 Ton Beras dan Sembako Disalurkan untuk Warga Trenggalek Terdampak Corona detikNews Potret Keseharian Umat Muslim Senegal Berpuasa di Kala Wabah Corona detikSport GOR di Jakarta Beralih Fungsi Jadi Tempat Tinggal Tunawisma Sumber
  16. Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Depok 0508 untuk melihat langsung program ATM Beras hasil kerja sama Kementerian Pertanian, TNI, dan beberapa mitra. Ia mengatakan program yang menyalurkan bantuan beras ke masyarakat melalui ATM Pertanian Si Komandan berjalan dengan baik. Ia pun mengapresiasi upaya dan dukungan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang turut bergerak menjadikan Makodimnya membantu penyaluran beras untuk masyarakat yang kurang mampu. "Ini adalah bentuk keterpanggilan untuk menghadirkan negara, hadirnya kebersamaan, kebangsaan di saat pandemi COVID-19 seperti ini rakyat membutuhkan itu," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020). Menurut Syahrul, COVID-19 tidak hanya masalah kesehatan, melainkan juga mengenai kehidupan. Pada satu titik, salah satu yang menjadi masalah adalah ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat kurang mampu. Lebih lanjut Syahrul menjelaskan sudah banyak bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah Daerah, dan juga program lainnya. Namun menurutnya, program ATM Beras ini menyasar pihak-pihak yang belum mendapat manfaat bantuan saat pandemi COVID-19. "Saya dan KSAD berusaha menyentuh orang-orang, para dhuafa yang mungkin belum pernah menerima bantuan di dekat sekitar kita. ATM ini sehari diperuntukkan untuk 1.000 penerima, setiap kali kartu digesek akan keluar beras 1,5 kilogram," jelasnya. Selain mengunjungi Makodim Depok 0508, Syahrul juga direncanakan mengunjungi Makodim Kabupaten Bogor 0621 dan Makodim Kota Bogor 0606. Ia berharap ATM Pertanian Si Komandan dapat dikembangkan di tempat lain sehingga penerimanya semakin banyak. "Sekecil apa pun kontribusi dan andil kita, semoga itu bernilai manfaat. Kita berharap COVID-19 ini bisa kita lalui dan selamat menjalankan ibadah puasa," pungkasnya. Erfa, ibu rumah tangga (46) yang merupakan salah satu penerima bantuan di Kelurahan Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas mengatakan selama ini dirinya membeli beras di warung sekitar. Meski tidak ada kenaikan harga beras, namun ia bersyukur dengan bantuan yang diterima tersebut. Menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaat dan uang belanja bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lain. "Syukur Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga seperti kami. Terima kasih Pak Menteri," kata Erfa. Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar" [Gambas:Video 20detik] (akn/hns) Sumber
  17. Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Depok 0508 untuk melihat langsung program ATM Beras hasil kerja sama Kementerian Pertanian, TNI, dan beberapa mitra. Ia mengatakan program yang menyalurkan bantuan beras ke masyarakat melalui ATM Pertanian Si Komandan berjalan dengan baik. Ia pun mengapresiasi upaya dan dukungan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang turut bergerak menjadikan Makodimnya membantu penyaluran beras untuk masyarakat yang kurang mampu. "Ini adalah bentuk keterpanggilan untuk menghadirkan negara, hadirnya kebersamaan, kebangsaan di saat pandemi COVID-19 seperti ini rakyat membutuhkan itu," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020). Menurut Syahrul, COVID-19 tidak hanya masalah kesehatan, melainkan juga mengenai kehidupan. Pada satu titik, salah satu yang menjadi masalah adalah ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat kurang mampu. Lebih lanjut Syahrul menjelaskan sudah banyak bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah Daerah, dan juga program lainnya. Namun menurutnya, program ATM Beras ini menyasar pihak-pihak yang belum mendapat manfaat bantuan saat pandemi COVID-19. "Saya dan KSAD berusaha menyentuh orang-orang, para dhuafa yang mungkin belum pernah menerima bantuan di dekat sekitar kita. ATM ini sehari diperuntukkan untuk 1.000 penerima, setiap kali kartu digesek akan keluar beras 1,5 kilogram," jelasnya. Selain mengunjungi Makodim Depok 0508, Syahrul juga direncanakan mengunjungi Makodim Kabupaten Bogor 0621 dan Makodim Kota Bogor 0606. Ia berharap ATM Pertanian Si Komandan dapat dikembangkan di tempat lain sehingga penerimanya semakin banyak. "Sekecil apa pun kontribusi dan andil kita, semoga itu bernilai manfaat. Kita berharap COVID-19 ini bisa kita lalui dan selamat menjalankan ibadah puasa," pungkasnya. Erfa, ibu rumah tangga (46) yang merupakan salah satu penerima bantuan di Kelurahan Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas mengatakan selama ini dirinya membeli beras di warung sekitar. Meski tidak ada kenaikan harga beras, namun ia bersyukur dengan bantuan yang diterima tersebut. Menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaat dan uang belanja bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lain. "Syukur Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga seperti kami. Terima kasih Pak Menteri," kata Erfa. Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar" [Gambas:Video 20detik] (akn/hns) Sumber
  18. Jakarta - Permintaan bahan pangan di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DI Yogyakarta saat bulan Ramadhan meningkat tiga sampai empat kali lipat dibandingkan bulan lainnya. Kenaikan permintaan juga disokong oleh layanan belanja online saat pandemi COVID-19. "TTIC kami bermitra dengan Gojek melalui fitur GoShop dan aplikasi belanja lokal bernama Titipku. Terobosan ini telah meningkatkan omset penjualan TTIC 3-4 kali lipat dibandingkan sebelumnya," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta Arofa Noor Indriani, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020). Selain menggalakkan penjualan online, lanjut Arofa, TTIC DIY juga melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan di bulan puasa dan di tengah pandemi COVID-19. Bahan pangan yang disediakan oleh TTIC antara lain beras, gula pasir, minyak, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, telur ayam dan berbagai olahan daging ayam seperti nugget, sosis,dan abon. "TTIC melakukan GPM berkeliling wilayah DI Yogyakarta agar masyarakat mampu mengakses bahan pangan berkualitas dan terjangkau, tentunya memperhatikan SOP pelayanan konsumen di tengah pendemi COVID-19 ini," beber Arofa. Suparmi, salah satu pembeli di GPM TTIC mengaku sangat terbantu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia menilai, bahan pangan yang dijual berkualitas baik. "Saya senang belanja di sini karena harganya murah, saya bisa dapat beras harga Rp. 8.800/kg dengan kualitas yang baik padahal di toko biasanya dijual dengan harga Rp 9.500/kg," ungkapnya. Sebelumnya, pada Senin (20/4/2020) lalu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi meluncurkan kegiatan GPM serentak di 34 Provinsi. "Kami gerakkan seluruh pasar mitra tani di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi pasar/gelar pasar murah (GPM). GPM ini dilaksanakan secara intensif sampai mendekati lebaran. Karena sebagian daerah diberlakukan PSBB, maka kegiatan GPM di pusatkan di Pasar Mitra Tani/TTIC di masing-masing provinsi dengan SOP physical distancing," ujar Agung. Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar" [Gambas:Video 20detik] (akn/hns) Sumber
  19. Jakarta - Permintaan bahan pangan di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DI Yogyakarta saat bulan Ramadhan meningkat tiga sampai empat kali lipat dibandingkan bulan lainnya. Kenaikan permintaan juga disokong oleh layanan belanja online saat pandemi COVID-19. "TTIC kami bermitra dengan Gojek melalui fitur GoShop dan aplikasi belanja lokal bernama Titipku. Terobosan ini telah meningkatkan omset penjualan TTIC 3-4 kali lipat dibandingkan sebelumnya," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta Arofa Noor Indriani, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020). Selain menggalakkan penjualan online, lanjut Arofa, TTIC DIY juga melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan di bulan puasa dan di tengah pandemi COVID-19. Bahan pangan yang disediakan oleh TTIC antara lain beras, gula pasir, minyak, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, telur ayam dan berbagai olahan daging ayam seperti nugget, sosis,dan abon. "TTIC melakukan GPM berkeliling wilayah DI Yogyakarta agar masyarakat mampu mengakses bahan pangan berkualitas dan terjangkau, tentunya memperhatikan SOP pelayanan konsumen di tengah pendemi COVID-19 ini," beber Arofa. Suparmi, salah satu pembeli di GPM TTIC mengaku sangat terbantu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia menilai, bahan pangan yang dijual berkualitas baik. "Saya senang belanja di sini karena harganya murah, saya bisa dapat beras harga Rp. 8.800/kg dengan kualitas yang baik padahal di toko biasanya dijual dengan harga Rp 9.500/kg," ungkapnya. Sebelumnya, pada Senin (20/4/2020) lalu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi meluncurkan kegiatan GPM serentak di 34 Provinsi. "Kami gerakkan seluruh pasar mitra tani di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi pasar/gelar pasar murah (GPM). GPM ini dilaksanakan secara intensif sampai mendekati lebaran. Karena sebagian daerah diberlakukan PSBB, maka kegiatan GPM di pusatkan di Pasar Mitra Tani/TTIC di masing-masing provinsi dengan SOP physical distancing," ujar Agung. Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar" [Gambas:Video 20detik] (akn/hns) Sumber
  20. Round-Up 5 Berita Terpopuler Kenapa RI Tak Cetak dan Bagi-bagi Uang? detikFinance | Sabtu, 25 Apr 2020 21:05 WIB Berita terpopuler detikFinance, Sabtu (25/4/2020) tentang langkah pemerintah dalam menghadapi virus Corona. Kenapa pemerintah tak cetak dan bagi-bagi uang? Sumber
  21. Jakarta - Properti menjadi salah satu dari deretan industri yang terkena dampak dari wabah COVID-19. Oleh karena itu pemerintah menyiapkan tambahan insentif perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 1,5 triliun. Insentif itu masuk dalam total belanja pemerintah untuk penanganan dampak COVID-19 yang mencapai Rp 405,1 triliun. Namun insentif itu dianggap salah sasaran dan percuma. Insentif itu bersifat tambahan insentif perumahan bagi MBR. Terdiri dari Rp 800 miliar untuk insentif subsidi selisih bunga untuk 175 ribu unit, bunga konsumen 5%, subsidi bank pelaksana 6-7%. Sedangkan Rp 700 miliar untuk subsidi bantuan uang muka Rp 4 juta per unit untuk 175 ribu unit. Pengamat Properti sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai bentuk stimulus yang diberikan pemerintah terhadap properti itu salah sasaran. "Menurut saya stimulus yang diberikan agak salah prioritas. Yang diberikan berupa kuota, kenaikan batas penghasilan dan subsidi bantuan uang muka yang sebenernya tidak ada urgensinya karena itu stimulus untuk membeli properti," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (26/4/2020). Menurut Ali percuma pemerintah memberikan stimulus MBR untuk membeli properti. Dalam kondisi krisis saat ini mereka lebih cenderung mempertahankan penghasilannya dan bertahan hidup. "Jadi percuma kasih stimulus seperti itu, dampaknya akan sangat kecil," tuturnya. Jika mau menyelamatkan industri properti, menurut Ali pemerintah seharusnya lebih dahulu menyelamatkan perusahaannya. Jangan sampai perusahaan properti bangkrut, sebab akan memberikan dampak yang besar terhadap ekonomi. "Pengurangan pajak, penundaan pinjaman bank, pengurangan bunga, sampai restrukturisasi kredit," tuturnya. Kemudian, daripada memberikan stimulus agar MBR membeli rumah, jauh lebih baik memberikan kelonggaran dari sisi cicilan KPR dari konsumen yang sudah membeli properti. "Konsumen investor diberikan pengurangan pajak-pajak. Di segmen itu fokus mereka tidak untuk membeli properti, yang penting malah mempertahankan cicilan mereka yang telah dibeli," tutupnya. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  22. Jakarta - Properti menjadi salah satu dari deretan industri yang terkena dampak dari wabah COVID-19. Oleh karena itu pemerintah menyiapkan tambahan insentif perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 1,5 triliun. Insentif itu masuk dalam total belanja pemerintah untuk penanganan dampak COVID-19 yang mencapai Rp 405,1 triliun. Namun insentif itu dianggap salah sasaran dan percuma. Insentif itu bersifat tambahan insentif perumahan bagi MBR. Terdiri dari Rp 800 miliar untuk insentif subsidi selisih bunga untuk 175 ribu unit, bunga konsumen 5%, subsidi bank pelaksana 6-7%. Sedangkan Rp 700 miliar untuk subsidi bantuan uang muka Rp 4 juta per unit untuk 175 ribu unit. Pengamat Properti sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai bentuk stimulus yang diberikan pemerintah terhadap properti itu salah sasaran. "Menurut saya stimulus yang diberikan agak salah prioritas. Yang diberikan berupa kuota, kenaikan batas penghasilan dan subsidi bantuan uang muka yang sebenernya tidak ada urgensinya karena itu stimulus untuk membeli properti," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (26/4/2020). Menurut Ali percuma pemerintah memberikan stimulus MBR untuk membeli properti. Dalam kondisi krisis saat ini mereka lebih cenderung mempertahankan penghasilannya dan bertahan hidup. "Jadi percuma kasih stimulus seperti itu, dampaknya akan sangat kecil," tuturnya. Jika mau menyelamatkan industri properti, menurut Ali pemerintah seharusnya lebih dahulu menyelamatkan perusahaannya. Jangan sampai perusahaan properti bangkrut, sebab akan memberikan dampak yang besar terhadap ekonomi. "Pengurangan pajak, penundaan pinjaman bank, pengurangan bunga, sampai restrukturisasi kredit," tuturnya. Kemudian, daripada memberikan stimulus agar MBR membeli rumah, jauh lebih baik memberikan kelonggaran dari sisi cicilan KPR dari konsumen yang sudah membeli properti. "Konsumen investor diberikan pengurangan pajak-pajak. Di segmen itu fokus mereka tidak untuk membeli properti, yang penting malah mempertahankan cicilan mereka yang telah dibeli," tutupnya. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  23. Jakarta - Industri properti turut terkena imbas dari wabah COVID-19. Daya beli yang menurun imbas dari ekonomi yang melambat membuat harga rumah pada kuartal-I tahun ini turun tajam. Menurut hasil survei Indonesia Property Watch (IPW), nilai penjualan perumahan di wilayah Jabodebek-Banten mengalami penurunan. Rata-rata penurunan mencapai 50,1% di kuartal I-2020. Menurut survei tersebut penurunan tertinggi terjadi di segmen harga rumah di bawah Rp 300 jutaan yang turun 62,5% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan turun 68,8% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2019 (yoy). Segmen itu didominasi oleh pasar end-user bukan investor. Segmen ini ternyata tidak sanggup bertahan, apalagi dengan kecenderungan daya beli yang terus menurun. "Dari sisi harga properti saat ini harga relatif sedang di bawah, koreksi terjadi. Tapi dari sisi konsumen tidak semua mereka akan membeli apalagi end user yang tergerus daya belinya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada detikcom, Minggu (26/4/2020). Menurut survei IPW penurunan harga di segmen ini disebabkan potensi terjadinya gelombang PHK dan menurunnya penghasilan masyarakat kelas menengah ke bawah. Sementara itu di segmen harga di atas Rp 1 miliar ke atas yang didominasi investor juga terjadi penurunan sebesar 46,0% dibandingkan kuartal sebelumnya atau 36,4% jika dibandingkan dengan kuartal I-2019. Penurunan di segmen atas itu juga masih lebih rendah dibandingkan penjualan di segmen harga menengah antara Rp 300 jutaan sampai Rp 1 miliaran. Meskipun terjadi penurunan di segmen ini, diperkirakan pasar masih memiliki potensi daya beli yang cukup terjaga. Penurunan ini lebih disebabkan faktor psikologis dalam menunda pembelian. Survei IPW dilakukan terhadap 95 proyek perumahan yang terbagi dalam 4 wilayah besar yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor (termasuk Depok), dan Banten (Serang, Cilegon, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang). Nilai penjualan sebesar Rp 1.440.918.534.767 pada triwulan sebelumnya harus jatuh sampai mencapai Rp 719.056.090.052. Survei itu menunjukkan, penurunan nilai penjualan perumahan tertinggi terjadi di wilayah Bekasi sebesar 56%, lalu diikuti oleh wilayah Bogor sebesar 55,3%, Depok 50,9%. Sementara penurunan paling rendah terjadi di Cilegon sebesar 27,2%. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  24. Jakarta - Industri properti turut terkena imbas dari wabah COVID-19. Daya beli yang menurun imbas dari ekonomi yang melambat membuat harga rumah pada kuartal-I tahun ini turun tajam. Menurut hasil survei Indonesia Property Watch (IPW), nilai penjualan perumahan di wilayah Jabodebek-Banten mengalami penurunan. Rata-rata penurunan mencapai 50,1% di kuartal I-2020. Menurut survei tersebut penurunan tertinggi terjadi di segmen harga rumah di bawah Rp 300 jutaan yang turun 62,5% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan turun 68,8% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2019 (yoy). Segmen itu didominasi oleh pasar end-user bukan investor. Segmen ini ternyata tidak sanggup bertahan, apalagi dengan kecenderungan daya beli yang terus menurun. "Dari sisi harga properti saat ini harga relatif sedang di bawah, koreksi terjadi. Tapi dari sisi konsumen tidak semua mereka akan membeli apalagi end user yang tergerus daya belinya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada detikcom, Minggu (26/4/2020). Menurut survei IPW penurunan harga di segmen ini disebabkan potensi terjadinya gelombang PHK dan menurunnya penghasilan masyarakat kelas menengah ke bawah. Sementara itu di segmen harga di atas Rp 1 miliar ke atas yang didominasi investor juga terjadi penurunan sebesar 46,0% dibandingkan kuartal sebelumnya atau 36,4% jika dibandingkan dengan kuartal I-2019. Penurunan di segmen atas itu juga masih lebih rendah dibandingkan penjualan di segmen harga menengah antara Rp 300 jutaan sampai Rp 1 miliaran. Meskipun terjadi penurunan di segmen ini, diperkirakan pasar masih memiliki potensi daya beli yang cukup terjaga. Penurunan ini lebih disebabkan faktor psikologis dalam menunda pembelian. Survei IPW dilakukan terhadap 95 proyek perumahan yang terbagi dalam 4 wilayah besar yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor (termasuk Depok), dan Banten (Serang, Cilegon, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang). Nilai penjualan sebesar Rp 1.440.918.534.767 pada triwulan sebelumnya harus jatuh sampai mencapai Rp 719.056.090.052. Survei itu menunjukkan, penurunan nilai penjualan perumahan tertinggi terjadi di wilayah Bekasi sebesar 56%, lalu diikuti oleh wilayah Bogor sebesar 55,3%, Depok 50,9%. Sementara penurunan paling rendah terjadi di Cilegon sebesar 27,2%. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (das/dna) Sumber
  25. Jakarta - Berinvestasi di tengah wabah Corona menjadi hal yang cukup berisiko. Di tengah kondisi ketidakpastian seperti ini masyarakat harus super hati-hati untuk investasi. Lalu instrumen investasi apa sih yang aman dan menjanjikan di tengah wabah Corona? Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan bahwa pada dasarnya banyak instrumen yang harganya turun di tengah Corona. Saham misalnya, banyak saham yang harga belinya murah, menurutnya hal ini bisa jadi kesempatan untuk memiliki saham perusahaan besar. "Kalau orang yang berani ambil resiko bisa masuk reksa dana dan pasar saham karena lagi diskon gede-gedean harganya. Saham blue chip aja 20-30%, bahkan 50% harganya lebih rendah dari biasanya," kata Andy kepada detikcom, Minggu (26/4/2020). Hanya saja yang mesti diingat kalau mau bermain saham harus paham aturan main dan skemanya, kapan waktu sebuah saham akan menanjak kapan akan stabil. Kalaupun masih ragu masuk pasar saham, Andy menyarankan untuk mencoba reksa dana. "Itu yang orang mau agresif, cuma kalau pasar saham udah waktu rebound atau di dasar terus kan harus paham. Atau minimal untuk orang yang mau masuk pasar modal di reksadana dulu aja," ujar Andy. Bukan cuma saham, bisnis properti juga jadi pilihan. Di tengah wabah seperti ini banyak pengembang properti yang menawarkan harga murah. Dia meyakini ini saatnya untuk mendapatkan properti menjanjikan dengan harga murah. "Properti juga jadi pilihan nih karena banyak orang promo gede-gedean. Kalau mau invest di properti itu kondisi sekarang repotnya masih harus ketemu muka dengan notaris dan penjualnya. Yang jelas properti itu banyak yang menawarkan promo biar jualan mereka juga laku," jelas Andy. Andy juga bicara soal instrumen emas untuk investasi, menurutnya emas juga dapat diandalkan untuk menjadi dana darurat. Hanya saja kalau mau investasi emas keuntungannya butuh waktu, lebih baik emas untuk investasi jangka panjang. "Kalau emas bisa juga untuk masuk sana, cuma mending buat jangka panjang biar kelihatan untungnya. Cuma memang kelebihan logam mulia apabila kita mau jadikan untuk dana darurat dan cepat sangat bisa diandalkan," papar Andy. "Tapi kalau mau untung harus jangka panjang kalau emas, kalau mau untung cepat nggak bagus," pungkasnya. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) Sumber
×
×
  • Create New...