bot
Moderators-
Jumlah Konten
130.058 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Jakarta - Penyedia jasa penukaran uang baru dengan pecahan kecil yang tidak resmi biasanya ketiban untung menjelang Lebaran. Sebab banyak orang yang memilih menggunakan jasa mereka ketimbang perbankan, walaupun harus membayar lebih. Pantauan detikcom di jaringan toko online, masing-masing pelapak penyedia uang baru mematok harga berbeda-beda. Ada yang mematok keuntungan Rp 25.000. Jadi uang pecahan kecil senilai Rp 100.000 dibanderol Rp 125.000. Ada pula pelapak yang menawarkan pecahan Rp 5.000 senilai Rp 100.000 dengan harga Rp 110.000. Dengan kata lain dia mengambil keuntungan Rp 10.000. Tak hanya uang dengan nominal Rp 100.000, ada juga yang menawarkan uang pecahan total Rp 1 juta dengan biaya Rp 1.070.000. Namun itu belum dihitung dengan biaya pengiriman yang harus dibayar. Besaran biayanya pun beragam tergantung jarak pengiriman dan jenis layanan kurir yang digunakan. Dilihat dari domisilinya, mereka tersebar mulai dari Jakarta, Jawa, hingga Sumatera. Pembelinya pun cukup banyak. Lapak-lapak tersebut dapat ditemui di kolom pencarian dengan mengetik 'uang THR', 'uang lebaran', atau 'uang baru'. Kalau ditanya aman atau tidak menukar uang via toko online, para pelapak tentu menjamin keamanan tersebut. Namun jika ragu sebaiknya menukar uang di tempat resmi, yaitu di bank. Simak Video "Nikita Mirzani Senang Lebaran Kali Ini Tak Perlu Siapkan THR " [==] (toy/ara) Sumber
-
Jakarta - Penyedia jasa penukaran uang baru dengan pecahan kecil yang tidak resmi biasanya ketiban untung menjelang Lebaran. Sebab banyak orang yang memilih menggunakan jasa mereka ketimbang perbankan, walaupun harus membayar lebih. Pantauan detikcom di jaringan toko online, masing-masing pelapak penyedia uang baru mematok harga berbeda-beda. Ada yang mematok keuntungan Rp 25.000. Jadi uang pecahan kecil senilai Rp 100.000 dibanderol Rp 125.000. Ada pula pelapak yang menawarkan pecahan Rp 5.000 senilai Rp 100.000 dengan harga Rp 110.000. Dengan kata lain dia mengambil keuntungan Rp 10.000. Tak hanya uang dengan nominal Rp 100.000, ada juga yang menawarkan uang pecahan total Rp 1 juta dengan biaya Rp 1.070.000. Namun itu belum dihitung dengan biaya pengiriman yang harus dibayar. Besaran biayanya pun beragam tergantung jarak pengiriman dan jenis layanan kurir yang digunakan. Dilihat dari domisilinya, mereka tersebar mulai dari Jakarta, Jawa, hingga Sumatera. Pembelinya pun cukup banyak. Lapak-lapak tersebut dapat ditemui di kolom pencarian dengan mengetik 'uang THR', 'uang lebaran', atau 'uang baru'. Kalau ditanya aman atau tidak menukar uang via toko online, para pelapak tentu menjamin keamanan tersebut. Namun jika ragu sebaiknya menukar uang di tempat resmi, yaitu di bank. Simak Video "Nikita Mirzani Senang Lebaran Kali Ini Tak Perlu Siapkan THR " [==] (toy/ara) Sumber
-
Jakarta - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo membuka Webinar bertema Leading Virtually, More Productively, yang dilaksanakan dengan memanfaatkan CloudX Conference dari Telkomsel. Dalam kesempatan tersebut, Kartika mengatakan BUMN harus siap menghadapi tantangan baru dari kondisi New Normal yang dibawa oleh pandemi Corona. "BUMN harus bisa merespon tantangan untuk tumbuh dalam situasi pandemi Corona saat ini serta mendorong kondisi New Normal dapat berjalan baik agar segera memulihkan ekonomi," ujar Kartika, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020). Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar pada Rabu (20/5) kemarin. Kegiatan daring yang merupakan kerja sama dari Kementerian BUMN dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk serta McKinsey & Company ini diikuti oleh 223 jajaran direksi dan manajemen puncak dari 104 BUMN di Indonesia. Memandu diskusi, moderator dari McKinsey Indonesia Phillia Wibowo menjelaskan tiga bahasan utama dalam webinar kali ini yaitu bagaimana BUMN bisa kembali normal, bagian apa saja yang harus diubah, dan bagaimana caranya berubah dengan memerhatikan pengalaman pelanggan. Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara selaku pembicara dari sektor jasa, menyatakan kesiapan Telkom dalam mengantisipasi penerapan The New Normal di lingkungan kerja nantinya. Edi mengatakan bahwa upaya monitoring dan review berkelanjutan dari setiap kebijakan agar efektif dalam merespon kondisi baru, kata kuncinya adalah iterasi dan inovasi. "Agar produktivitas karyawan tetap terjaga meski dalam kondisi work from home, berbagai tools dan aplikasi disediakan sehingga aktivitas kerja karyawan terbantu menjadi lebih mudah," ujar Edi. Hampir sama dengan Edi, tiga pembicara lainnya juga berbagi pengalaman terkait kesiapan yang dilaksanakan di masing-masing lokasi kerjanya dalam menghadapi skenario kerja baru ini. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memaparkan strategi yang dijalankan KAI dalam mengalihkan fokus bisnis di layanan pengiriman barang. Dari sektor farmasi, Direktur Produksi & Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos menjelaskan penerapan protokol perlindungan karyawan dan pelanggan di Kimia Farma. Sementara Wakil Dirut Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan pentingnya memahami pelanggan dan pertimbangan untuk menggeser proses bisnis menuju digital. Di akhir diskusi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian BUMN Alex Denni berpesan agar setiap BUMN siap mengadopsi The New Normal dan ikut bergerak cepat dalam gelombang transformasi. "Komunikasi adalah kunci yang dapat mempengaruhi organisasi untuk maju ke depan, jangan sampai ada BUMN tertinggal," pungkas Alex. Sebagai informasi, hadir sebagai pembicara di Webinar tersebut, direksi BUMN dari sektor industri yang berbeda antara lain Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Produksi & Supply Chain Kimia Farma Andi Prazo. Dengan moderator dari McKinsey Indonesia Phillia Wibowo. Diskusi ini membahas lebih dalam terkait perspektif masing-masing BUMN dalam mengantisipasi skenario The New Normal dan bagaimana kesiapan yang telah dilakukan.Diharapkan diskusi ini dapat memberikan output dan insight tidak hanya bagi BUMN tapi juga pelaku industri lainnya untuk tetap produktif di situasi baru. (prf/fay) Sumber
-
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) memperketat pengawasan kepada calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Menurut Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, mayoritas penumpang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan dinas. Sebagian besar penumpang yang berangkat adalah mereka memenuhi kriteria melakukan perjalanan dinas, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang tertentu sebagaimana diperbolehkan di Surat Edaran Nomor 04/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. "Dalam 10 hari terakhir atau pada 10-19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90% dari total jumlah penumpang setiap harinya," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020). Sebagai gambaran, kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan COVID-19. Lalu pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum. Kemudian kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, dan fungsi ekonomi penting. Selain melakukan perjalanan dinas, orang-orang yang menggunakan layanan angkutan udara di Bandara Soetta adalah para warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air. "Kriteria lainnya adalah mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi lalu melanjutkan penerbangan ke daerah asal," jelasnya. Berlanjut di halaman berikutnya. Simak Video "Ingin Terbang via Bandara Soetta? Penuhi Dulu Syaratnya!" [==] Sumber
-
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) memperketat pengawasan kepada calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Menurut Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, mayoritas penumpang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan dinas. Sebagian besar penumpang yang berangkat adalah mereka memenuhi kriteria melakukan perjalanan dinas, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang tertentu sebagaimana diperbolehkan di Surat Edaran Nomor 04/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. "Dalam 10 hari terakhir atau pada 10-19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90% dari total jumlah penumpang setiap harinya," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020). Sebagai gambaran, kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan COVID-19. Lalu pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum. Kemudian kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, dan fungsi ekonomi penting. Selain melakukan perjalanan dinas, orang-orang yang menggunakan layanan angkutan udara di Bandara Soetta adalah para warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air. "Kriteria lainnya adalah mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi lalu melanjutkan penerbangan ke daerah asal," jelasnya. Berlanjut di halaman berikutnya. Simak Video "Ingin Terbang via Bandara Soetta? Penuhi Dulu Syaratnya!" [==] Sumber
-
"Fotoku saat wisuda menggendong anak gadis kecil di tahun 2020. Kini tahun 2020 aku memeluknya saat ia wisuda," (Foto: Brightside) "Diriku dan kakak-kakaku berpose dengan gaya konyol, tahun 1995 vs 2013. (Foto: Brightside) "24 tahun kemudian" (Foto: Brightside) "Mengulang foto favorit ibuku di hari perayaan Hari Ibu' (Foto: Brightside) "Foto ini dibuat untuk ulang tahun ibuku ke 60, saya dan saudara-saudara mengulang foto di mana hari pertama saya masuk taman kanak-kanak" (Foto: Brightside) "Saya dan saudara 25 tahun kemudian" (Foto: Brightside) "Salah satu foto terbaik kami mengulang foto di mana aku menggendong saudara perempuanku tahun 1994, dan di bawah foto tahun 2015" (Foto: Brightside) "Pacarku memiliki foto yang sama saat anak-anak ketika menggunakan kaos bergambar Ninja Turtles. Dan kami pun mengulang foto tersebut" (Foto: Brightside) "Warna dan baju yang tak berubah dari tahun 1991 dan 2019" (Foto: Brightside) "Foto tahun 2019 dan 1999" (Foto: Brightside) "Mengulang ekspresi yang sama di Hari Natal" (Foto: Brightside) "Mengulang foto yang sama 11 tahun kemudian" (Foto: Brightside) "Bride & Maid, dulu dan sekarang" (Foto: Brightside) "Hadiah foto untuk ibuku di hari Natal, 27 tahun kemudian" (Foto: Brightside) "3 saudara perempuan, 37 tahun kemudian. Saya tidak tahu mengapa kami membutuhkan waktu lama untuk membuat foto ini." (Foto: Brightside) Sumber
-
Jakarta - Setelah melakukan alih fungsi Hotel Patra Comfort Jakarta menjadi RS Darurat COVID-19, Patra Jasa kembali menerima penugasan dari Induk Perusahaan, PT Pertamina (Persero) untuk mendayagunakan aset Pertamina dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dalam penanganan tanggap darurat COVID-19. Sejak 21 April 2020, Patra Jasa mulai membangun rumah sakit (RS) di lahan sebesar 10.200 meter persegi di Lapangan Bola Simprug. RS ini merupakan extension dari RS Pusat Pertamina (RSPP). RS dibangun dengan menggunakan bahan atau material yang mudah dipasang yaitu modular yang diproduksi di Indonesia. Patra Jasa memastikan bahwa RS ini dibangun sesuai dengan standar. "Alhamdulillah, berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh pihak yang terlibat, RSPP Extension COVID-19 telah selesai dibangun tepat waktu, tanggal 20 Mei 2020, sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh induk perusahaan kami (1 bulan). Penyelesaian Pembangunan RSPP Extension COVID-19 merupakan prioritas utama sekaligus komitmen kami sebagai anak Perusahaan PT Pertamina (Persero), yang mendukung penuh upaya Pemerintah Indonesia memerangi COVID-19," kata Direktur Utama Patra Jasa Dani Adriananta, Kamis (21/5/2020). Direktur Teknik Patra Jasa, Ferry Febrianto menambahkan karena waktu yang diberikan kepada cukup singkat, yaitu hanya 1 bulan, RS ini dibangun dengan konsep prefabricated-construction, yaitu menggunakan modular-system. "Sistem ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain, tahan gempa, pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan cepat, dan dilakukan dengan knock-down system. Metode konstruksi yang dipakai adalah Metode Kit Building, yaitu metode yang komponen bangunannya dibuat di pabrik untuk kemudian dirakit di site. Hal ini jelas sangat membantu kami dalam proses pembangunan Rumah Sakit," katanya. Fasilitas-fasilitas kesehatan lain dibangun untuk dapat memberikan layanan yang prima, antara lain ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi hingga ruang dekontaminasi. Dengan selesainya pembangunan RS ini, secara pararel langsung dilakukan persiapan pemasangan alat-alat kesehatan serta persiapan tenaga medis. Rencananya beberapa hari ke depan akan dilakukan uji fungsi peralatan sehingga rumah sakit dapat segera beroperasi di awal bulan Juni. Seluruh kegiatan pembangunan dan penyediaan alat kesehatan berada dalam pengawasan Pertamedika IHC. Demikian pula pengadaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis lainnya, termasuk penyediaan tenaga medis dan non medis, dilaksanakan oleh Pertamedika IHC. "Semoga sinergi yang kami lakukan antar Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan sarana prasarana penanganan tanggap darurat COVID-19 ini, dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan khusus COVID-19", pungkas Dani. Simak Video "RS Corona di Pulau Galang Siap Dioperasikan, Kapasitas 360 Bed" [==] (ara/ara) Sumber
-
Jakarta - Setelah melakukan alih fungsi Hotel Patra Comfort Jakarta menjadi RS Darurat COVID-19, Patra Jasa kembali menerima penugasan dari Induk Perusahaan, PT Pertamina (Persero) untuk mendayagunakan aset Pertamina dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dalam penanganan tanggap darurat COVID-19. Sejak 21 April 2020, Patra Jasa mulai membangun rumah sakit (RS) di lahan sebesar 10.200 meter persegi di Lapangan Bola Simprug. RS ini merupakan extension dari RS Pusat Pertamina (RSPP). RS dibangun dengan menggunakan bahan atau material yang mudah dipasang yaitu modular yang diproduksi di Indonesia. Patra Jasa memastikan bahwa RS ini dibangun sesuai dengan standar. "Alhamdulillah, berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh pihak yang terlibat, RSPP Extension COVID-19 telah selesai dibangun tepat waktu, tanggal 20 Mei 2020, sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh induk perusahaan kami (1 bulan). Penyelesaian Pembangunan RSPP Extension COVID-19 merupakan prioritas utama sekaligus komitmen kami sebagai anak Perusahaan PT Pertamina (Persero), yang mendukung penuh upaya Pemerintah Indonesia memerangi COVID-19," kata Direktur Utama Patra Jasa Dani Adriananta, Kamis (21/5/2020). Direktur Teknik Patra Jasa, Ferry Febrianto menambahkan karena waktu yang diberikan kepada cukup singkat, yaitu hanya 1 bulan, RS ini dibangun dengan konsep prefabricated-construction, yaitu menggunakan modular-system. "Sistem ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain, tahan gempa, pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan cepat, dan dilakukan dengan knock-down system. Metode konstruksi yang dipakai adalah Metode Kit Building, yaitu metode yang komponen bangunannya dibuat di pabrik untuk kemudian dirakit di site. Hal ini jelas sangat membantu kami dalam proses pembangunan Rumah Sakit," katanya. Fasilitas-fasilitas kesehatan lain dibangun untuk dapat memberikan layanan yang prima, antara lain ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi hingga ruang dekontaminasi. Dengan selesainya pembangunan RS ini, secara pararel langsung dilakukan persiapan pemasangan alat-alat kesehatan serta persiapan tenaga medis. Rencananya beberapa hari ke depan akan dilakukan uji fungsi peralatan sehingga rumah sakit dapat segera beroperasi di awal bulan Juni. Seluruh kegiatan pembangunan dan penyediaan alat kesehatan berada dalam pengawasan Pertamedika IHC. Demikian pula pengadaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis lainnya, termasuk penyediaan tenaga medis dan non medis, dilaksanakan oleh Pertamedika IHC. "Semoga sinergi yang kami lakukan antar Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan sarana prasarana penanganan tanggap darurat COVID-19 ini, dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan khusus COVID-19", pungkas Dani. Simak Video "RS Corona di Pulau Galang Siap Dioperasikan, Kapasitas 360 Bed" [==] (ara/ara) Sumber
-
Jakarta - Setelah sempat libur, PLN akan melakukan pencatatan meter secara langsung lagi ke rumah pelanggan untuk tagihan rekening bulan Juni 2020. Petugas yang datang akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). "Akhir bulan Mei ini petugas kami akan kembali mencatat ke rumah pelanggan untuk rekening bulan Juni. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Kamis (21/5/2020). PLN juga menyiapkan layanan lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123, pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik. "Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kWh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan," tutur Bob. Jika pelanggan tidak mengirim laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi petugas, pilihan terakhirnya PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik. Implikasinya akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika petugas PLN melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. "Ada wilayah yang ditutup karena protokol COVID-19, tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan. Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik," katanya. Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik. Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN. Di antaranya melalui ATM, internet banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya. Atau bisa juga melalui aplikasi e-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lainnya. Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan. Simak Video "Detik-detik Kabel Listrik di Panglima Polim Jaksel Terbakar" [==] (ara/ara) Sumber
-
Jakarta - Setelah sempat libur, PLN akan melakukan pencatatan meter secara langsung lagi ke rumah pelanggan untuk tagihan rekening bulan Juni 2020. Petugas yang datang akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). "Akhir bulan Mei ini petugas kami akan kembali mencatat ke rumah pelanggan untuk rekening bulan Juni. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Kamis (21/5/2020). PLN juga menyiapkan layanan lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123, pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik. "Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kWh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan," tutur Bob. Jika pelanggan tidak mengirim laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi petugas, pilihan terakhirnya PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik. Implikasinya akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika petugas PLN melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. "Ada wilayah yang ditutup karena protokol COVID-19, tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan. Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik," katanya. Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik. Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN. Di antaranya melalui ATM, internet banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya. Atau bisa juga melalui aplikasi e-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lainnya. Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan. Simak Video "Detik-detik Kabel Listrik di Panglima Polim Jaksel Terbakar" [==] (ara/ara) Sumber
-
Sebanyak 28.116 debitur dari sejumlah LJK mendapat persetujuan restrukturisasi kredit == PALU -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng), Gamal Abdul Kahar, mengajak debitur terdampak pandemi Covid-19 yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng agar mengajukan permohonan restrukturisasi atau keringanan kredit. "Debitur agar menghubungi masing-masing bank atau perusahaan pembiayaan melalui sarana telekomunikasi untuk menyampaikan permohonan restrukturisasi atau keringanan kredit," kata Gamal di Palu, Kamis (21/5). Ia menambahkan nantinya pihak bank dan perusahaan pembiayaan akan menganalisa dan meninjau kondisi debitur yang terdampak Covid-19. Langkah itu dilakukan untuk memperoleh konfirmasi dan verifikasi terkait kelayakan debitur untuk diberikan kebijakan restrukturisasi kredit. "Bentuk pelaksanaan restrukturisasi dapat berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu pelunasan cicilan, pengurangan tunggakan bunga, pengurangan tunggakan pokok, penambahan fasilitas dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara," jelasnya. Berdasarkan data 15 Mei 2020, Gamal menjelaskan sebanyak 28.116 debitur dari sejumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) telah mendapat persetujuan restrukturisasi kredit dengan nilai mencapai Rp 1,49 triliun. "Sementara permohonan restrukturisasi kredit 13.512 debitur yang mencapai Rp 649,08 miliar sedang diproses, proses yang dimaksud yaitu analisa kelayakan mendapat persetujuan restrukturisasi kredit," katanya. Gamal mengatakan kebijakan stimulusitu dilakukan berdasarkan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19. Kebijakan itu juga mengacu pada Peraturan OJK Nomor 14/POJK.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank. Sumber
-
Jakarta - Pemerintah membatalkan cuti bersama tahun 2020 yang jatuh pada 22 Mei 2020. Keputusan itu berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian soal dihapuskannya cuti bersama besok (22/5) diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PAN-RB Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. SKB baru ini diteken oleh 3 menteri yakni Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerjasama BKN Paryono mengatakan sesuai SKB terbaru, maka tidak ada pergeseran cuti bersama. "Oh iya tidak ada pergeseran cuti bersama, yang tanggal 22 Mei ditiadakan," kata Paryono kepada detikcom, Kamis (21/5/2020). Dalam SKB terbaru yang diteken tiga menteri pada 20 Mei kemarin, hanya menetapkan penghapusan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada 22 Mei. Tak ada cuti pengganti dengan dihapuskannya cuti bersama besok. Sebelumnya pemerintah menggeser cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 baik untuk PNS, pegawai BUMN dan swasta ke 28, 29, 30, dan 31 Desember 2020. Tanggal 22 Mei 2020 sebelumnya juga ditetapkan sebagai cuti bersama. Simak Video "Bukan Corona, Ini Alasan Pemerintah Tambah Cuti Bersama 4 Hari" [==] (das/ara) Sumber
-
Follow detikFinance Kamis, 21 Mei 2020 16:41 WIB Foto Bisnis Dian Utoro Aji - detikFinance Kudus - Penjualan beduk di Desa Kedungsari Kecamatan Gebog, Kudus tampak lesu selama bulan Ramadhan karena mengalami penurunan pesanan saat pandemi. Foto 1 dari 5 Dari pantauan detikcom di lapangan, tampak aktivitas pembuatan beduk sedang sepi. Sejumlah beduk pun masih menumpuk di gudang. Baca Juga detikNews Klik di Sini, Lur! Jadwal Berbuka Puasa se-Yogyakarta detikFood Bali Ning Solo Bareng Detikcom, Ada 5 Oleh-oleh Khas Menanti! detikNews Hari Terakhir PSBB, Warga Kota Tegal Dilarang Keluar Rumah Besok Siang detikNews Surat Asy-Syams ayat 9-10: Beruntungnya Orang yang Menyucikan Jiwa detikNews Jadwal Buka Puasa 21 Mei untuk 38 Daerah di Jatim detikNews Kultum Ustaz Hanan Attaki: 4 Cara Mengetahui Aib Diri detikNews Potret Buka Puasa Bersama di Pakistan saat Pandemi Corona detikNews Potret Kepadatan Pengunjung di Pasar Kota Rembang Sumber
-
Jakarta - Pandemi COVID-19 membuat 115 gerai KFC tutup sementara. Berkaitan dengan itu, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pemegang merek makanan cepat saji itu merumahkan 4.988 karyawannya. Dikutip detikcom dari idx.co.id, Kamis (21/5/2020), selain karyawan dirumahkan, 4.847 karyawan juga terkena dampak pemotongan gaji hingga 50% dan dampak lainnya yang diakibatkan pandemi virus Corona. Perusahaan Fast Food Indonesia mengakui bisnis mereka terganggu oleh COVID-19. Manajemen memperkirakan penghentian/pembatasan operasional mencapai tiga bulan. "Hingga saat ini terdapat 115 gerai perseroan yang ditutup karena mal/plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-19 di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta," demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen. Mereka memperkirakan penurunan pendapatan dan laba akibat kondisi pandemi COVID-19 sebesar 25-50%. Pihaknya pun sangat mengharapkan semua jenis pelayanan sudah dapat dibuka, termasuk dine-in atau makan di tempat, walaupun ada pembatasan kapasitas pelanggan di dalam gerai. Untuk sementara, di tengah pandemi virus Corona, pihaknya hanya memberikan layanan take-away, home delivery, drive-thru, dan online order. "Perseroan menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara menyediakan menu dengan harga terjangkau dan cara-cara untuk memperluas jenis pelayanan yang dapat diberikan kepada pelanggan," tambahnya Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (toy/ara) Sumber
-
Jakarta - Dua perusahaan bioteknologi Hong Kong melakukan inovasi keren untuk melawan COVID-19. Mereka membuat alat yang bisa meramal penyakit dan tes swab 15 menit. Diberitakan South China Morning Post, dilihat Kamis (21/5/2020) di Hong Kong ada perusahaan Sanwa BioTech's. Baru-baru ini mereka meluncurkan alat tes swab yang selesai dalam 15 menit dan hasilnya akurat. "Kompetitor kamu butuh waktu 30 menit untuk tes swab," kata CEO Sanwa, Kelvin Chiu. Hal ini tentu sudah lebih cepat dari rata-rata tes swab virus Corona di dunia yang bisa makan waktu setengah hari atau lebih. Inovasi ini tentu kabar baik untuk tenaga medis yang menghadapi pasien dalam jumlah banyak. Alat ini dinamakan ALiA atau Array Based LED induced fluorescence Immunoassay. Ukurannya sebesar rice cooker dengan berat alat cuma 5 kg. Cara kerjanya adalah dengan menganalisa sampel droplet tes swab hidung atau darah yang ditaruh pada chip kecil. Sekali uji bisa sampai 5 panel sekaligus untuk deteksi aneka penyakit berbeda. Analisa akan selesai dalam 15 menit. ALia sedang diuji di RS Prince of Wales Hong Kong. Kalau layak medis, dia akan siap digunakan tenaga medis dalam 3 bulan mendatang. Satu lagi adalah Govita Tech. Mereka membuat alat pemindai biomarker. Alat ini akan memindai molekul, gen, dan karakter lain untuk 'meramalkan' potensi penyakit pada seseorang. CEO Govita Tech, Vince Gao mengatakan pihaknya bertujuan mengembangkan teknologi yang menyusun road map kesehatan pada individu pasien. Dengan begitu, seseorang bisa uji dini dan mencegah penyakit sebelum terjadi termasuk COVID-19. "Dengan kombinasi genetik atau genotip dengan fenotip, kita bisa menggunakan semua informasi itu untuk mendapatkan program kesehatan yang cocok untuk seseorang," kata Gao. Teknologinya akan melibatkan Artificial Intelligence untuk menganalisa 300 biomarker terkait imunitas, kondisi mental, kesehatan kardiovaskular, komposisi tubuh, hormon dan potensi kanker. Teknologi ini sudah dipakai di beberapa klinik di Hong Kong sebagai upaya pencegahan penyakit pada pasien. Simak Video "Bentuk Dukungan Selebriti untuk Memerangi COVID-19" [==] (fay/rns) Sumber
-
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat kegiatan impor barang dalam rangka penanggulangan COVID-19 sampai awal Mei 2020 lalu telah mencapai Rp 1,142 triliun. Menurut Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai (DJBC) Syarif Hidayat, dari total nilai impor tersebut barang terbanyak yang diimpor merupakan masker dan kebanyakan berasal dari China. "Ini angkanya besar Rp 1,142 triliun. Komoditas terbesar yang diimpor adalah masker sebanyak 38 juta unit dan negara terbanyak adalah China 55,19%," ujar Syarif, Rabu (20/5/2020). Syarif menyebutkan sebagian besar impor tersebut masuk melalui jalur udara. Mayoritas masuk melalui Kantor Pelayanan Utama (KPU) Ditjen Bea Cukai Soekarno-Hatta yang porsinya mencapai 57,01%. Pintu masuk impor selanjutnya berasal dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Bogor sebesar 17,64%, KPPBC Bandung sebesar 9,22%, KPU Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 8,08%, KPPBC Yogyakarta 2,61%, KPPBC Cikarang 1,39%, KPPBC Kendari 1,24%, KPPBC Halim 1,16%, lain-lain 1,67%. "Utamanya melalui KPU Soekarno Hatta, karena banyak didatangkan melalui pesawat terbang, barang-barang ini datang ke KPU Soekarno-Hatta sebanyak 57,01%, lebih dari separuh barang-barang untuk penanganan COVID-19 ini masuk melalui Soekarno-Hatta. Negaranya pun adalah China. China mencapai 55,94%, jadi hampir setengah lebih barang-barang tersebut berasal dari China," ungkapnya. Berlanjut di halaman berikutnya. Simak Video "Bawa Ponsel dari Luar Negeri? Begini Cara Registrasi IMEI-nya!" [==] Sumber
-
Jakarta - Pemerintah mensyaratkan sejumlah hal bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota, dengan catatan bukan mudik. Salah satunya harus menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes polymerase chain reaction (PCR)/rapid test dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan. Namun dokumen hasil tes Corona tersebut ada masa kedaluwarsanya. Dijelaskan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf, pihaknya hanya menerima hasil tes dengan umur paling lama 10 hari sejak tes dilakukan. "Kita menggunakan pedoman yang dipakai yaitu 7 sampai 10 hari. Namun demikian ada beberapa yang menggunakan 14 hari. Jadi itu bisa kita terima sesuai dengan rapid test. Tapi rata-rata 7 sampai 10 hari sesuai dengan pedoman penanggulangan COVID-19," kata dia dalam konferensi pers virtual melalui saluran YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020). Jika hasil rapid test yang digunakan sudah lama maka akan dianggap tidak valid sehingga calon penumpang bakal dilarang terbang. Nah, hasil tes cepat COVID-19 ini sifatnya wajib dibawa dan ditunjukkan ke petugas. Bila tidak disertakan sebelum melakukan perjalanan dipastikan tidak akan bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat. "Yang penting kan tes cepat ini, rapid test, karena kan kita dalam masa pandemi COVID-19 ini yang penting adalah menjamin supaya alat angkut itu berjalan dengan sehat, alat angkutnya, orangnya, krunya semua dalam keadaan sehat sehingga tidak terjadi risiko penyebaran COVID-19," jelasnya. Tapi sekalipun dokumen lengkap belum menjamin calon penumpang bisa terbang. Sebab pihaknya akan melakukan pengecekan kembali. Jika, pada waktu dicek ternyata kondisi kesehatannya tidak memenuhi syarat maka tidak akan diberikan izin. "Kita melakukan pembersihan kembali karena seseorang bisa saja dokumen lengkap tapi pada waktu dicek kondisi kesehatannya tidak memenuhi, suhunya dan sebagainya. Setelah itu kemudian kalau memang syarat dipenuhi semua, baru kemudian diterbitkan izin kesehatan atau clearance kesehatan," tambahnya. Simak Video "Hilir Mudik Penumpang Terminal 2 Bandara Soetta" [==] (toy/ara) Sumber
-
Follow detikFinance Kamis, 21 Mei 2020 15:19 WIB Foto Bisnis Ari Saputra - detikFinance Jakarta - Penjual jasa penukaran uang receh mulai menjamur jelang Lebaran. Salah satunya di kawasan Pondok Indah, Jakarta. Foto 1 dari 5 Seorang pedagang memperlihatkan lembaran uang baru untuk menarik para warga yang ingin menukarkan uang. Baca Juga detikNews Kultum Ustaz Hanan Attaki: 4 Cara Mengetahui Aib Diri detikNews Ustaz Hanan Attaki Bicara Soal Cara Memperbaiki Aib Diri Sendiri detikNews Protes Masjid Masih Ditutup, Umat Islam di Kosovo Salat di Lapangan detikNews Jelang Sidang Isbat 1 Syawal 1441 H, Lebaran Tanggal Berapa? detikFood Larangan Mudik Jadi Derita Bagi Pedagang Sate Kambing di Brebes detikNews Bupati Pati Perbolehkan Salat Id di Masjid dan Larang Takbir Keliling detikNews Potret Buka Puasa Bersama di Pakistan saat Pandemi Corona detikNews H-4 Lebaran, Stasiun Bekasi Masih Penuh Penumpang Sumber
-
Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sempat banjir kritik karena terjadi penumpukan calon penumpang di tengah larangan mudik. Namun ramainya massa di bandara tersebut membuat publik curiga ada yang melakukan mudik colongan. Sementara yang diperbolehkan bepergian adalah untuk kepentingan tertentu, misalnya perjalanan dinas atau urusan bisnis. Menanggapi itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta Anas Ma'ruf menjelaskan bahwa tim yang bertugas telah melakukan pengecekan dan validasi terkait surat perjalanan si calon penumpang, yaitu hanya untuk kepentingan tertentu. "Ya menurut kami kan semua itu seluruh orang yang melakukan perjalanan dilakukan pemeriksaan dokumen oleh tim gugus tugas, oleh satgas di sana," kata dia dalam konferensi pers virtual melalui saluran YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020). Dia menegaskan ramainya kerumunan calon penumpang di bandara Soetta bukanlah orang-orang yang berbondong-bondong ingin mudik. Menurutnya kepadatan yang terjadi karena masalah jam penerbangan antarpesawat yang berdekatan. Sedangkan jumlah penumpang berdasarkan pemantauan petugas normal-normal saja. "Nah itu sebenarnya sih waktu itu tidak sampai, 1.500 (penumpang) lah kurang lebih. Artinya dengan sekarang pun hampir sama. Tapi waktu itu barangkali karena ada beberapa slot penerbangan yang waktunya hampir bersamaan," ujarnya. Namun dia menjamin saat ini situasinya sudah normal. Artinya tidak ada lagi kepadatan penumpang yang menyebabkan terabaikannya jaga jarak fisik (physical distancing), seperti 14 Mei lalu. "Sekarang sudah bagus. Jadi pada waktu tanggal 14 itu memang terjadi penumpukan. Kemudian setelah itu langsung dilakukan rekayasa. Dan itu terjadi kan hanya pagi saja. Kan waktu itu mungkin banyak orang yang baru melakukan penerbangan dan mereka belum tahu betul apa sih aturannya sehingga datang lebih awal," tambahnya. Simak Video "Ingin Terbang via Bandara Soetta? Penuhi Dulu Syaratnya!" [==] (toy/ara) Sumber
-
Shenzhen - Sudah lama tak bisa memakai aplikasi Google semacam YouTube atau Gmail di ponselnya karena sanksi Amerika Serikat, Huawei mengembangkan sendiri alternatif sistem operasi Android. Mereka pun yakin HarmonyOS buatannya akan mampu menandingi Android dan iOS. Saat ini HarmonyOS yang diperkenalkan tahun silam itu belum digunakan di ponsel Huawei, Android masih dipakai meski tanpa aplikasi Google. Dalam perkembangan terbaru, eksekutif Huawei meyakini ekosistem HarmonyOS mampu bersaing dengan Google dan Apple. "Huawei berada dalam posisi untuk membuat ekosistem yang setara dengan ekosistem Google dan Apple. Kami punya kepercayaan diri untuk menjadi salah satu ekosistem developer top di dunia," kata Vice President of Consumer Cloud Services Huawei, Eric Tan. Huawei Mobile Services (HMS) juga terus dikembangkan, merupakan koleksi dari aplikasi Huawei semacam peta atau layanan pembayaran. Menurut Tan pada akhir Maret, 1,4 juta developer gabung Huawei, kenaikan 115% dari tahun sebelumnya. Huawei menunjukkan kemampuan HarmonyOS yang dapat digunakan di berbagai jenis perangkat, tidak hanya smartphone. Itu diharapkan mampu menarik para developer karena mereka bisa menciptakan aplikasi yang bekerja di hardware berbeda. Di China, Huawei yang punya pangsa pasar terbesar sebenarnya tidak terlalu terdampak dengan larangan memakai aplikasi Google, lantaran di sana user sudah lama tidak bisa memakainya. HarmonyOS pun punya peluang mencapai kesuksesan di pasar domestik. Tapi beda ceritanya di pasar internasional yang banyak mengandalkan aplikasi Google. Huawei kemungkinan harus berjuang sangat keras agar OS-nya nanti diterima oleh pasar. "Tidak akan mudah bagi Huawei membuat perpustakaan aplikasi pokok di luar China karena banyak pengguna bergantung kepada Google," cetus Bryan Ma dari biro riset IDC. Bagaimana menurut kalian? Apakah OS Huawei akan bisa menandingi Android dan iOS? Simak Video "Tanggapan Huawei Soal Kabar 'CLBK' dengan Google" [==] (fyk/rns) Sumber
-
Follow detikFinance Kamis, 21 Mei 2020 14:40 WIB Foto Bisnis Agung Pambudhy - detikFinance Jakarta - H-3 Lebaran, sejumlah warga Bekasi memadati salah satu pusat perbelanjaan untuk berburu baju. Berikut foto-fotonya. Foto 1 dari 7 Begini potret sejumlah warga saat berburu baju Lebaran. Baca Juga detikHealth Bukan Penanda Keperawanan, Ini Fungsi Selaput Dara yang Sebenarnya detikNews Jasa Marga: 306.682 Kendaraan Tinggalkan DKI Sejak H-7 sampai H-4 Lebaran detikNews Lebaran dalam Bayang-bayang Corona detikNews Pasien Corona Terus Meningkat, Wisma Atlet Akan Tambah Tower detikOto Penjualan Kendaraan Komersial Ikut Terseok-seok Akibat Corona Sepakbola N'Golo Kante Masih Takut COVID-19, Minta Cuti ke Chelsea detikNews Suasana Ibadah Kenaikan Isa Almasih Secara Online di Tangsel detikNews Dapur Umum Corona di Delhi Sanggup Masak 100 Ribu Makanan Per Hari Sumber
-
Jakarta - Akhirnya ada kejelasan mengenai jadi atau tidaknya cuti bersama 22 Mei 2020 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang baru. PNS dan pegawai BUMN besok bekerja seperti biasa. SKB baru ini diteken oleh 3 menteri yakni Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. Dalam SKB perubahan ketiga yang diterima detikcom, Kamis (21/5/2020) itu tertulis menghapus cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tanggal 22 Mei 2020. Keputusan itu ditetapkan pada 20 Mei 2020. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerjasama BKN Paryono mengatakan, dengan adanya SKB yang baru itu maka seluruh PNS akan masuk besok. Namun sejatinya cuti bersama khusus untuk PNS diatur dalam keputusan presiden (keppres). "Berdasarkan PP 11/2017 cuti bersama untuk PNS diatur dalam keppres," tuturnya. Sebagai informasi, untuk ketiga kalinya, pemerintah memperpanjang pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi PNS. Melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 54/2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Surat Edaran Menteri PAN-RB No. 19/2020, PNS tetap bekerja dari rumah hingga 29 Mei 2020. Simak Video "Bukan Corona, Ini Alasan Pemerintah Tambah Cuti Bersama 4 Hari" [==] (das/ara) Sumber
-
Debitur-debitur tersebut merupakan debitur dari 14 perusahaan pembiayaan di Papua == JAYAPURA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat menyebutkan sebanyak 8.764 debitur perbankan di wilayahnya telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit per 8 Mei 2020. Kepala OJK Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak di Jayapura, Kamis, mengatakan 8.764 debitur perbankan tersebut mendapatkan restrukturisasi kredit dengan baki debet sebanyak Rp 1,45 triliun. "Selain itu terdapat 3.953 debitur perusahaan pembiayaan (leasing) juga telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit dengan baki debet Rp 143,7 miliar," katanya. Menurut Adolf, debitur-debitur tersebut merupakan debitur dari 14 perusahaan pembiayaan di Papua di mana jika diakumulasikan tercatat 12.840 debitur yang telah mendapatkan proses persetujuan relaksasi dengan total kredit sebesar Rp 1,6 triliun. "Jumlah restrukturisasi kredit yang telah disetujui merupakan gambaran bahwa perbankan dan perusahaan pembiayaan di Papua telah melaksanakan kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dan OJK," ujarnya. Namun, lanjut dia, OJK meminta agar restrukturisasi kredit atau pembiayaan dilaksanakan dengan hati-hati, bertanggungjawab dan sesuai prosedur, agar tidak terjadi moral hazard (risiko moral). "Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari risiko penyalahgunaan kebijakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sebagai aji mumpung," katanya lagi. Dia menambahkan sejauh ini sasaran utama dari restrukturisasi kredit atau pembiayaan diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pekerja harian, pekerja informal, dan karyawan swasta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sumber
-
Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal tenaga kerja asing (TKA) dari China. Dia mengatakan bahwa di pabrik pemurnian alias smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mempekerjakan TKA China hanya 8% dari seluruh pekerja yang ada. Luhut mengklaim jumlahnya pun makin berkurang dengan adanya pekerja terlatih lulusan Politeknik di Morowali. Hal ini diungkapkannya saat melakukan video conference bersama beberapa rektor Universitas Islam Negeri. "Terkait TKA China, sebenarnya jumlah mereka seperti di Konawe hanya kurang lebih 8% dari para pekerja yang ada. Saat ini jumlah TKA juga makin berkurang dengan adanya Politeknik di Morowali," ungkap Luhut dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020). Rencana penggunaan TKA China di Konawe memang jadi polemik. Rencana ini ditolak habis-habisan oleh pemerintah daerah setempat, Gubernur Sultra Ali Mazi menolak apabila ratusan TKA ini masuk ke Konawe. Ali menilai suasana kebatinan masyarakat belum bisa menerima 500 pekerja China ini. "Meskipun rencana kedatangan TKA tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat dan sudah melalui mekanisme protokol COVID-19, namun suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA," ujar Ali di Kendari, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4/2020). Pemerintah pun telah menunda izin masuk 500 tenaga kerja China untuk PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel, yang sebelumnya telah mendapatkan izin mendatangkan ratusan pekerja ini pada 22 April lalu. Kembali ke Luhut, dia mengklaim Indonesia saat ini menjadi tujuan investasi ke-4 di dunia. Dia menyebut fokus Indonesia untuk mendorong green economy alias ekonomi ramah lingkungan dalam rangka menghadapi risiko perubahan iklim. "Indonesia saat ini menjadi tujuan investasi nomor empat di dunia dan fokus kita ke green economy untuk mengurangi resiko perubahan iklim," kata Luhut. Simak Video "Demi Keselamatan Bersama, Luhut Ajak Masyarakat Jangan Mudik" [==] (ara/ara) Sumber
-
Jakarta - Publik belakangan ini dihebohkan dengan surat keterangan sehat maupun surat hasil tes cepat virus Corona (COVID-19) palsu yang dijual di toko online. Surat tersebut ditawarkan untuk masyarakat yang ingin mengelabui petugas agar bia melakukan perjalanan, misalnya menggunakan pesawat. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf menjelaskan bahwa kecurangan tersebut bisa ketahuan. Pihaknya dapat mengecek langsung ke instansi kesehatan yang dicatut namanya dalam surat palsu. "Kami kan konsentrasinya mengecek kesehatannya ya. Jadi dokumen itu kita cek betul, kita validasi, dan kalau memang meragukan, kita bisa melakukan cross check kepada yang bersangkutan maupun kepada fasilitas kesehatan yang menerbitkannya," kata dia dalam konferensi pers virtual melalui saluran YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020). Dalam rangka menjamin kesehatan dalam penerbangan, dia menekankan agar para calon penumpang betul-betul mematuhi protokol dengan membawa dokumen yang lengkap, baik dokumen perjalanan, dokumen kesehatan, juga identitas diri. "Pastikan ketika melakukan perjalanan dalam kondisi sehat. Jangan kemudian melakukan dalam tanda kutip beberapa kan ada pemalsuan. Jangan sampai melakukan itu," ujarnya. Hal itu perlu dipatuhi dalam rangka bersama-sama bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan para penumpang pesawat. "Artinya sekali lagi bahwa jangan sampai kemudian menggunakan surat keterangan palsu, baik itu surat keterangan kesehatan maupun hasil tes cepatnya," tambahnya. Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga" [==] (toy/ara) Sumber