Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

bot

Moderators
  • Jumlah Konten

    130.442
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

    Never

Everything posted by bot

  1. Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menilai pandemi Corona (COVID-19) dari sudut pandang yang positif. Adanya pandemi ini, menurut Erick mendorong negara menjadi lebih inovatif. "Di lain pihak tentu COVID-19 ini mengajarkan kita untuk terus berinovasi, mencari breakthrough," ujar Erick dalam acara Inauguration Milenial Innovation Summit 2020, Kamis (30/7/2020). Indonesia menurutnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi maju. Segala perbaikan pun terus diupayakan terlaksana setiap tahunnya seperti perbaikan logistik. Namun, dengan adanya pandemi Corona, membuat semua pihak sadar bahwa masih ada yang kurang dari kerja keras tersebut yakni inovasi. "Karena kenapa? Ada 3 landasan yang kita punya, satu kita negara besar, kedua sumber daya alamnya bagus, ketiga di masa pemerintah Pak Jokowi terus kita memperbaiki logistik kita tetapi masih ada yang kurang 1 yaitu inovasi," kata Erick. Sebuah negara wajib berinovasi. Jika tidak, nasibnya mungkin bakal serupa seperti bisnis-bisnis besar yang dulu sangat digandrungi namun kini perlahan ditinggalkan karena kurang mengikuti zaman seperti perusahaan Nokia dan Kodak. "Kalau kita melihat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang dulu terkenal sekarang sudah tidak ada atau masih ada tapi bisnisnya berubah. Ada Nokia, ada Kodak dan lain-lainnya. Tetapi kalau kita tidak terus berinovasi, akhirnya menjadi sebuah yang absolut," tambahnya. Inovasi-inovasi tersebut tentunya perlu melibatkan peran milenial yang hadir dengan ide-ide segar dan ramah terhadap teknologi. "Karena itu di 5 pilar BUMN yang sudah kita luncurkan sebelumnya, ada salah satu pilar yang sangat penting yaitu teknologi. Nah, di sini saya harapkan para milenial BUMN terus menjadi inspirasi buat kami dan terus mengembangkan hal ini," tutur Erick. Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak" [==] (hns/hns) Sumber
  2. Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menilai pandemi Corona (COVID-19) dari sudut pandang yang positif. Adanya pandemi ini, menurut Erick mendorong negara menjadi lebih inovatif. "Di lain pihak tentu COVID-19 ini mengajarkan kita untuk terus berinovasi, mencari breakthrough," ujar Erick dalam acara Inauguration Milenial Innovation Summit 2020, Kamis (30/7/2020). Indonesia menurutnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi maju. Segala perbaikan pun terus diupayakan terlaksana setiap tahunnya seperti perbaikan logistik. Namun, dengan adanya pandemi Corona, membuat semua pihak sadar bahwa masih ada yang kurang dari kerja keras tersebut yakni inovasi. "Karena kenapa? Ada 3 landasan yang kita punya, satu kita negara besar, kedua sumber daya alamnya bagus, ketiga di masa pemerintah Pak Jokowi terus kita memperbaiki logistik kita tetapi masih ada yang kurang 1 yaitu inovasi," kata Erick. Sebuah negara wajib berinovasi. Jika tidak, nasibnya mungkin bakal serupa seperti bisnis-bisnis besar yang dulu sangat digandrungi namun kini perlahan ditinggalkan karena kurang mengikuti zaman seperti perusahaan Nokia dan Kodak. "Kalau kita melihat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang dulu terkenal sekarang sudah tidak ada atau masih ada tapi bisnisnya berubah. Ada Nokia, ada Kodak dan lain-lainnya. Tetapi kalau kita tidak terus berinovasi, akhirnya menjadi sebuah yang absolut," tambahnya. Inovasi-inovasi tersebut tentunya perlu melibatkan peran milenial yang hadir dengan ide-ide segar dan ramah terhadap teknologi. "Karena itu di 5 pilar BUMN yang sudah kita luncurkan sebelumnya, ada salah satu pilar yang sangat penting yaitu teknologi. Nah, di sini saya harapkan para milenial BUMN terus menjadi inspirasi buat kami dan terus mengembangkan hal ini," tutur Erick. Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak" [==] (hns/hns) Sumber
  3. Nusa Dua - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia nanti bisa memproduksi Paracetamol. Oleh sebab itu Indonesia nantinya tidak perlu mengimpor lagi obat tersebut. "Saya baru dari Banyuwangi minggu lalu, itu petrochemicalnya Pertamina sudah bisa memproduksi Paracetamol. Paracetamol ini adalah ujung daripada obat pada yang lain, yang berpuluh-puluh tahun kita impor saja," tutur Luhut dalam acara Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata berbasis QRIS serta Launching Aplikasi Love Bali di Kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020). "Jadi keadaan dari COVID-19 ini kalau kita lihat menguntungkan kita melakukan reformasi hampir semua bidang, yang membuat negara kita ini jauh lebih efisien daripada yang lalu," sambung Luhut. Produksi Paracetamol tersebut merupakan hasil dari kerja sama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyediakan bahan baku farmasi. Kerja sama tersebut juga merupakan sinergi antara KPI sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari PT Pertamina (Persero) dan Kimia Farma dalam mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti Paracetamol. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi impor bahan baku farmasi, Pertamina telah menetapkan produk Petrokimia sebagai business line yang menjadi andalan saat terjadi transisi energi. "Untuk itu, Pertamina mencoba identifikasi peluang untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik. Dan gayung bersambut dengan Kimia Farma dan kita sudah melakukan penjajakan. Kami berterima kasih atas support Pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020). Selain soal produksi Paracetamol, Luhut menambahkan BPPT akan memproduksi alat rapid test, dengan tingkat akurasinya 90-an persen dan harganya Rp 75.0000. Angka Rp 75.000 itu menurut Luhut masih bisa turun lagi. "Karena keadaan kita terpaksa ini kita sekarang bisa terbitkan itu, dan Itu wajib hukumnya tidak impor lagi rapid test," tutur Luhut. Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir" [==] (hns/hns) Sumber
  4. Nusa Dua - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia nanti bisa memproduksi Paracetamol. Oleh sebab itu Indonesia nantinya tidak perlu mengimpor lagi obat tersebut. "Saya baru dari Banyuwangi minggu lalu, itu petrochemicalnya Pertamina sudah bisa memproduksi Paracetamol. Paracetamol ini adalah ujung daripada obat pada yang lain, yang berpuluh-puluh tahun kita impor saja," tutur Luhut dalam acara Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata berbasis QRIS serta Launching Aplikasi Love Bali di Kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020). "Jadi keadaan dari COVID-19 ini kalau kita lihat menguntungkan kita melakukan reformasi hampir semua bidang, yang membuat negara kita ini jauh lebih efisien daripada yang lalu," sambung Luhut. Produksi Paracetamol tersebut merupakan hasil dari kerja sama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyediakan bahan baku farmasi. Kerja sama tersebut juga merupakan sinergi antara KPI sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari PT Pertamina (Persero) dan Kimia Farma dalam mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti Paracetamol. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi impor bahan baku farmasi, Pertamina telah menetapkan produk Petrokimia sebagai business line yang menjadi andalan saat terjadi transisi energi. "Untuk itu, Pertamina mencoba identifikasi peluang untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik. Dan gayung bersambut dengan Kimia Farma dan kita sudah melakukan penjajakan. Kami berterima kasih atas support Pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020). Selain soal produksi Paracetamol, Luhut menambahkan BPPT akan memproduksi alat rapid test, dengan tingkat akurasinya 90-an persen dan harganya Rp 75.0000. Angka Rp 75.000 itu menurut Luhut masih bisa turun lagi. "Karena keadaan kita terpaksa ini kita sekarang bisa terbitkan itu, dan Itu wajib hukumnya tidak impor lagi rapid test," tutur Luhut. Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir" [==] (hns/hns) Sumber
  5. Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali kepincut balon internet Google alias Project Loon. Sebelumnya, teknologi tersebut sudah ditaksir pemerintah untuk membantu pemerataan akses internet di wilayah pelosok. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu ia berkomunikasi dengan perusahaan teknologi yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat. Johnny tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut. Ia hanya mengungkapkan teknologi yang dimaksud adalah sebuah balon. Diketahui, teknologi balon internet itu milik Google. "Untuk mengjangkau wilayah jauh, sangat terpencil, dan sulit, saya dua hari yang lalu berkomunikasi juga dengan pimpinan perusahaan di Mountain View, California, yang punya teknologi loon technology," tuturnya. Akan tetapi, pembahasan ketertarikan Pemerintah Indonesia terhadap balon internet besutan Google itu masih dalam tahap awal. "Masih dalam penjajakan yang harus diselesaikan," kata Menkominfo. Project Loon atau balon internet Google ini beberapa waktu lalu memperlihatkan kelihaiannya sebagai solusi sebagai pemancar sinyal internet di Kenya. Dahulu ada tiga operator seluler besar Indonesia yang menjalin kerja sama dengan Google untuk menerbangkan Project Loon pada 2015 lalu, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. Seiring berjalannya waktu, kini proyek balon internet tersebut dipegang oleh Loon, anak perusahaan induk Google, yaitu Alphabet. Dan, Loon telah mengomersilkan Project Loon di Kenya untuk memancarkan sinyal 4G untuk masyarakat di sana. Simak Video "Menkominfo Gandeng Paltform Digital Dukung Kegiatan dari Rumah" [==] (agt/fyk) Sumber
  6. Jakarta - Pandemi COVID-19 langsung telah melemahkan perekonomian global, termasuk Indonesia. Berbagai bisnis ikut terdampak. Namun, menurut Sandiaga Uno ada sejumlah bisnis yang moncer selama masa pandemi ini. "Pertama digitalisasi, bagaimana digitalisasi ini bukan lagi disrupsi, tapi menjadi satu akselerasi adaptasi masyarakat terhadap kehidupan masa COVID-19," kata Sandi dalam teleconference Seremoni Penerjunan KKN Muhammadiyah Mengajar 2020 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Kedua adalah bisnis kesehatan. Sebab semakin banyak orang yang peduli akan gaya hidup sehat seperti boomingnya sepeda saat ini, sehingga semakin banyak orang menggunakan sepeda ketimbang naik kendaraan umum. "Ini menunjukkan bahwa konsekuensi adopsi tren masyarakat ingin hidup sehat," jelas pria yang beken disapa Sandi itu. Ketiga, berkaitan dengan data revolusi, karena sekarang seluruh aspek terkait dengan virtual menjadi data yang harus disimpan di penyimpanan digital atau cloud storage. "Sehingga bisnis yang berkaitan dengan penyimpanan sesuatu, terutama data konten dan sebagainya menurutnya menjadi sangat prospektif ke depannya," sambungnya. Sementara produk-produk yang sangat diminati berkaitan dengan kesehatan dan kebutuhan primer, seperti sarung tangan, alat dapur, obat-obatan, beras, buah-buahan, susu, dan alat olahraga. Langsung klik halaman selanjutnya. Simak Video "Sandiaga Uno Beri Bocoran Peluang Bisnis Paling Laku" [==] Sumber
  7. Jakarta - Pandemi COVID-19 langsung telah melemahkan perekonomian global, termasuk Indonesia. Berbagai bisnis ikut terdampak. Namun, menurut Sandiaga Uno ada sejumlah bisnis yang moncer selama masa pandemi ini. "Pertama digitalisasi, bagaimana digitalisasi ini bukan lagi disrupsi, tapi menjadi satu akselerasi adaptasi masyarakat terhadap kehidupan masa COVID-19," kata Sandi dalam teleconference Seremoni Penerjunan KKN Muhammadiyah Mengajar 2020 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Kedua adalah bisnis kesehatan. Sebab semakin banyak orang yang peduli akan gaya hidup sehat seperti boomingnya sepeda saat ini, sehingga semakin banyak orang menggunakan sepeda ketimbang naik kendaraan umum. "Ini menunjukkan bahwa konsekuensi adopsi tren masyarakat ingin hidup sehat," jelas pria yang beken disapa Sandi itu. Ketiga, berkaitan dengan data revolusi, karena sekarang seluruh aspek terkait dengan virtual menjadi data yang harus disimpan di penyimpanan digital atau cloud storage. "Sehingga bisnis yang berkaitan dengan penyimpanan sesuatu, terutama data konten dan sebagainya menurutnya menjadi sangat prospektif ke depannya," sambungnya. Sementara produk-produk yang sangat diminati berkaitan dengan kesehatan dan kebutuhan primer, seperti sarung tangan, alat dapur, obat-obatan, beras, buah-buahan, susu, dan alat olahraga. Langsung klik halaman selanjutnya. Simak Video "Sandiaga Uno Beri Bocoran Peluang Bisnis Paling Laku" [==] Sumber
  8. Nusa Dua - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhur Binsar Pandjaitan mengungkap kembali alasan pemerintah tidak memilih lockdown. Seperti diketahui bersama kebijakan yang dipilih pemerintah adalah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB agar sebagian kegiatan ekonomi tetap berjalan. Luhut mengatakan banyak yang mengkritik soal tidak memilih lockdown. Namun, Luhut menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membuat keputusan mencari format yang pas buat Indonesia. Langkah ini diambil karena tidak pernah diketahui COVID-19 berapa lama akan terjadi dan berapa besar dampaknya. "Nah oleh karena itu, akhirnya dalam perdebatan yang panjang dan intensif akhirnya diputuskanlah istilah PSBB ini. PSBB ini tidak lockdown, dan ternyata keputusan itu sangat benar pada hari ini karena dengan demikian ekonomi kita tidak seluruhnya mati, tapi masih ada hidup," ujar Luhut dalam acara Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata berbasis QRIS serta Launching Aplikasi Love Bali di Kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020). Selain itu, Luhut menjelaskan pemerintah telah mengambi langkah-langkah yang komprehensif dalam penanganan COVID-19, dan semua sektor tertangani. Semua program bantuan maupun stimulus dilakukan dengan baik. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena kontribusi bagi penerimaan negara sangat tinggi, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang. Luhut juga menambahkan, dalam menjalankan kebijakan saat ini, penanganan COVID dan penanganan ekonomi harus berjalan seiring. "Penanganan COVID yang benar akan menstimulus ekonomi kita dengan benar. Jadi, semua negara di dunia mengalami masalah ini dan orang atau negara lain melihat juga bagaimana kita menangani COVID," tutur Luhut. Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir" [==] (hns/idn) Sumber
  9. Jakarta - Sejumlah investor ByteDance menawar TikTok -- anak usahanya -- dengan nilai sekitar USD 50 miliar atau sekitar Rp 733 triliun, jauh lebih tinggi dibanding pesaingnya seperti Snap. Menurut sejumlah sumber yang dikutip Reuters, Kamis (30/7/2020), para investor ByteDance seperti Sequoia dan General Atlantic sudah mengajukan proposal untuk memindahkan mayoritas kepemilikan TikTok ke mereka. Tak cuma itu, ada sejumlah perusahaan lain yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi TikTok. Penawaran yang diajukan oleh para investor ByteDance itu mencapai USD 50 miliar, atau 50 kali lebih besar dari proyeksi pemasukan TikTok pada 2020, yang hanya USD 1 miliar. Sebagai perbandingan, valuasi Snap saat ini hanya 15 kali dari proyeksi pemasukan mereka pada 2020, atau sekitar USD 33 miliar. Padahal, ByteDance 'hanya' mengeluarkan uang sebesar USD 1 miliar untuk mengakuisi Musical.ly pada 2017, yang kemudian mereka sulap menjadi TikTok pada tahun yang sama. Belum jelas langkah apa yang akan diambil oleh pendiri dan CEO ByteDance Yiming Zhang. Baru-baru ini para eksekutif ByteDance mendiskusikan valuasi TikTok yang melebihi USD 5 miliar. TikTok saat ini tumbuh sangat cepat karena mereka menghasilkan sangat banyak uang dari iklan. Mereka memperkirakan pemasukannya akan mencapai USD 6 miliar pada 2021. Sementara itu, Douyin -- TikTok versi China -- saat ini punya target pemasukan mencapai USD 28 miliar pada 2020. ByteDance yang merupakan induk TikTok saat ini mempunyai valuasi USD 140 miliar, yang terungkap saat Cheetah Mobile -- salah satu pemegang sahamnya -- menjual sebagian kecil sahamnya di perusahaan itu. ByteDance sendiri saat ini memang tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk TikTok, yang saat ini berada dalam tekanan dari pemerintah Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, TikTok sendiri sangat populer di kalangan remaja. Namun di sisi lain, TikTok terus menjadi bulan-bulanan pemerintah AS lewat berbagai pernyataan dan pelarangan penggunaan aplikasi tersebut. Seperti melarang semua pegawai pemerintah federal AS menggunakan TikTok di perangkat milik negara karena masalah keamanan. Bahkan, Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk memblokir aplikasi tersebut secara penuh di AS, sama seperti yang mereka lakukan pada Huawei. Simak Video "TikTok Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Privasi Anak-anak" [==] (asj/asj) tiktok bytedance Sumber
  10. [unable to retrieve full-text content] Nantinya Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan diperuntukkan untuk lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair.Sumber
  11. Jakarta - Agar pertumbuhan ekonomi dapat terus dijaga dengan mempertahankan beban operasional, kini muncul sharing economy di sektor industri telekomunikasi, atau sharing infrastruktur. Untuk melihat potensi dan tantangan tersebut Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia mengadakan webinar dengan tema Penerapan Sharing Economy di Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada diskusi tersebut Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia mengatakan, Sharing Economy adalah sebuah model bisnis berbentuk ekonomi berbagi yang sedang menjadi sorotan lantaran maraknya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selain itu sharing economy membawa semangat perubahan dalam memanfaatkan TIK. "Sharing economy itu ditandai dengan kompetisi itu dijadikan partner. Sesama pelaku usaha yang satu bidang atau berbeda dapat melakukan kolaborasi atau kerjasama. Ini lebih baik jika mereka tak menjadi kompetitor. Di dalam industri telekomunikasi juga dikenal dengan sharing infrastructure. Sharing infrastructure telekomunikasi ditujukan untuk mempercepat pembangunan jaringan," terang Meutya dalam diskusi tersebut. Lanjut Meutya, Komisi I DPR RI mendukung prinsip sharing economy sebagai langkah pemanfaatan TIK dengan memperhatikan aturan dan kaidah yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menerapkan prinsip usaha yang legal dan transparan. Nonot Harsono, pengamat telekomunikasi membenarkan bahwa sharing infrastruktur di industri telekomunikasi sudah terjadi. Mantan Komisioner BRTI mengingatkan bahwa saat ini sharing di industri telekomunikasi hanya sebatas sharing infrastructure pasif seperti menara, backbone dan ducting. Sedangkan sharing infrastructure aktif belum diperkenankan diberlakukan di Indonesia. "Industri telekomunikasi di Indonesia itu high resolution. Saat ini untuk sharing infrastruktur aktif seperti Open Access Networks (OAN) dan MVNO belum dapat diterapkan di Indonesia. Sharing hanya dapat dilakukan di jaringan backbone dengan skema sewa. Regulasi telekomunikasi Indonesia masih menggunakan UU 36/1999 yang berbasis kompetisi terbuka. Dalam konsep ini setiap perusahaan harus membangun jaringannya masing-masing. Dengan diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan. Mereka harus melakukan efisiensi sendiri. Sehingga konsep sharing tidak bisa dijalankan," terang Nonot dalam diskusi yang sama. Sumber
  12. Jakarta - Kookmin Bank (KB), bank internasional asal Korea Selatan resmi menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin usai selesainya proses Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Kookmin menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan dan pemesanan tambahan HMETD. Selain Kookmin, Bosowa Corporindo juga melaksanakan porsi HMETD-nya dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham. Secara keseluruhan, Bukopin menerbitkan saham baru sejumlah 4.660.763.499 saham baru kelas B, sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang diperoleh pada RUPS Luar Biasa tanggal 24 Oktober 2019. Menurut data Biro Administrasi Efek yang menjadi partner Bukopin, Datindo Entrycom, selain melaksanakan HMETD yang menjadi porsinya, beberapa pemegang saham melakukan pemesanan saham tambahan sehingga terjadi kelebihan nominal pemesanan (oversubscribe) hingga 2 kali lipat. Partisipasi pemegang saham ritel (masyarakat) dalam PUT V ini juga cukup besar. Dengan selesainya PUT V ini, Bank Bukopin mendapat tambahan modal baru senilai Rp 838 miliar. Dengan berakhirnya transaksi perdagangan pada PUT V, komposisi urutan Pemegang Saham di Bank Bukopin menjadi Kookmin dengan porsi kepemilikan 33,90% disusul Bosowa sebesar 23,40%. Lalu Negara Republik Indonesia pada 6,37% dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5% mencapai 36,33%. Dengan kepemilikan tersebut, Kookmin Bank semakin dekat lagi untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin. "Kami sangat bersyukur aksi korporasi ini berjalan lancar, dan mengapresiasi KB, Bosowa serta pemegang saham publik yang telah berpartisipasi memperkuat permodalan Bukopin pada PUT V ini," ungkap Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan Purwantono dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). "Kami juga berterima kasih kepada OJK, BEI, dan seluruh lembaga dan profesi penunjang pasar modal yang membantu kelancaran PUT V ini dari awal hingga berhasil dituntaskan hari ini," tambahnya. Rivan mengatakan adanya oversubscription pada PUT V ini menunjukkan minat yang tinggi dari pemegang saham. "PUT V ini juga menjadi sejarah baru buat Bukopin. Minat pemegang saham publik sangat luar biasa, mencapai 24% dari total porsi saham publik berhasil ditransaksikan di PUT V," ujarnya. Bukopin melanjutkan aksi korporasi melalui Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah dipublikasikan pada 14 Juli 2020. Sesuai komitmen, Kookmin akan menyetorkan tambahan modal baru melalui skema tersebut untuk memperkuat permodalan Bank Bukopin. Lalu sesuai rencana, Bukopin akan meminta persetujuan kepada pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 mendatang. Saat ini dalam proses finalisasi dengan regulator. Rivan mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Kookmin untuk memperkuat fundamental Bukopin agar dapat berkembang lebih baik ke depannya. Manajemen dan stakeholder Bukopin menaruh harapan besar dengan bertambahnya porsi kepemilikan KB Kookmin Bank. Dijelaskannya, diharapkan kolaborasi antara Kookmin dan Bank Bukopin yang memiliki segmen bisnis serupa di segmen ritel, dapat memperkuat posisi Bukopin di pasar ritel dengan pertumbuhan yang berkesinambungan. "Kookmin Bank memiliki karakteristik bisnis yang serupa dengan Bank Bukopin, yaitu fokus di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta segmen konsumer. Adapun 57% dari portofolio kredit Bank Bukopin berada di segmen UMKM, dan KB berkomitmen mengembangkan segmen ritel ini," ujar Rivan. Rivan menambahkan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mendukung Bukopin dan KB, karena dengan pengembangan sektor ritel juga akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia, yang sekitar sepertiganya bergantung pada sektor konsumsi domestik. (prf/hns) Sumber
  13. Jakarta - Pengusaha keramik dan baja di Jawa Timur bisa bernapas lega karena harga gas untuk industri turun. Kamis (30/07), PT Pertagas Niaga (PTGN), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Minarak Brantas Gas, Inc (MBGI) menandatangani Letter Of Agreement (LOA) sebagai bentuk Implementasi Kepmen ESDM No 89.K/10/MEM//2020 yang mengatur penyesuaian harga gas bumi untuk sejumlah industri tertentu. Penandatanganan LoA dilakukan oleh President Director PTGN, Linda Sunarti, Commercial Director PT PGN, Fariz Aziz dan President MBGI Faruq Adi Nugroho secara virtual yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Penyesuaian harga gas bagi PTGN di wilayah Jawa Timur diperoleh dari MBGI dengan alokasi sebanyak 2,5 MMSCFD dengan harga US$ 5,12/MMBTU yang diperuntukkan khusus untuk industri keramik dan baja. Penurunan harga gas hulu dan industri ini dihitung mulai berlaku sejak 13 April 2020. "Di tengah masa pandemi ini kami berharap penurunan harga gas ini menjadi angin segar pelaku industri sehingga bisa terus optimis menumbuh- kembangkan bisnisnya ke depan, " ujar Linda Sunarti dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Sebagai informasi demi mendorong pertumbuhan industri domestik, Pemerintah menurunkan harga gas bagi tujuh sektor industri yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung karet. Sebelumnya, PTGN juga telah menandatangani LoA serupa guna mendukung penurunan harga gas hulu untuk gas bagi industri pupuk, oleochemical, keramik, dan petrokimia di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Diharapkan penurunan harga gas ini akan memberi multiplayer effect untuk mendorong peningkatan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi pertumbuhan industri. Sebagai informasi, penandatanganan ini terdiri dari 21 Letter of Agreement/Side Letter of Agreement (LoA) antara penjual dan pembeli serta 7 Side Letter atas kontrak bagi hasil (PSC) antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Sehingga, saat ini telah ditandatangani sebanyak 23 Side Letter of PSC dan 59 Letter of Agreement atau Side Letter sebagai perjanjian untuk implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 dan Kepmen ESDM 91K/2020 tersebut. "Implementasi dari Permen dan Kepmen ESDM merupakan komitmen keberpihakan pemerintah untuk mendukung peningkatan daya saing industri dan peningkatan nilai tambah di industri pengguna gas, hal ini juga menjadi bukti atas dukungan industri hulu migas terhadap penguatan kapasitas industri hilir," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Langsung klik halaman selanjutnya. Simak Video "Gas 3 Kg Langka, Warga Parepare Berdesakan di Agen Penjualan" [==] Sumber
  14. Jakarta - Pengusaha keramik dan baja di Jawa Timur bisa bernapas lega karena harga gas untuk industri turun. Kamis (30/07), PT Pertagas Niaga (PTGN), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Minarak Brantas Gas, Inc (MBGI) menandatangani Letter Of Agreement (LOA) sebagai bentuk Implementasi Kepmen ESDM No 89.K/10/MEM//2020 yang mengatur penyesuaian harga gas bumi untuk sejumlah industri tertentu. Penandatanganan LoA dilakukan oleh President Director PTGN, Linda Sunarti, Commercial Director PT PGN, Fariz Aziz dan President MBGI Faruq Adi Nugroho secara virtual yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Penyesuaian harga gas bagi PTGN di wilayah Jawa Timur diperoleh dari MBGI dengan alokasi sebanyak 2,5 MMSCFD dengan harga US$ 5,12/MMBTU yang diperuntukkan khusus untuk industri keramik dan baja. Penurunan harga gas hulu dan industri ini dihitung mulai berlaku sejak 13 April 2020. "Di tengah masa pandemi ini kami berharap penurunan harga gas ini menjadi angin segar pelaku industri sehingga bisa terus optimis menumbuh- kembangkan bisnisnya ke depan, " ujar Linda Sunarti dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Sebagai informasi demi mendorong pertumbuhan industri domestik, Pemerintah menurunkan harga gas bagi tujuh sektor industri yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung karet. Sebelumnya, PTGN juga telah menandatangani LoA serupa guna mendukung penurunan harga gas hulu untuk gas bagi industri pupuk, oleochemical, keramik, dan petrokimia di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Diharapkan penurunan harga gas ini akan memberi multiplayer effect untuk mendorong peningkatan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi pertumbuhan industri. Sebagai informasi, penandatanganan ini terdiri dari 21 Letter of Agreement/Side Letter of Agreement (LoA) antara penjual dan pembeli serta 7 Side Letter atas kontrak bagi hasil (PSC) antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Sehingga, saat ini telah ditandatangani sebanyak 23 Side Letter of PSC dan 59 Letter of Agreement atau Side Letter sebagai perjanjian untuk implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 dan Kepmen ESDM 91K/2020 tersebut. "Implementasi dari Permen dan Kepmen ESDM merupakan komitmen keberpihakan pemerintah untuk mendukung peningkatan daya saing industri dan peningkatan nilai tambah di industri pengguna gas, hal ini juga menjadi bukti atas dukungan industri hulu migas terhadap penguatan kapasitas industri hilir," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Langsung klik halaman selanjutnya. Simak Video "Gas 3 Kg Langka, Warga Parepare Berdesakan di Agen Penjualan" [==] Sumber
  15. Jakarta - Samsung resmi merilis Galaxy M31s di India. Dibanderol Rp 3 jutaan, banyak keunggulan yang dibawa. Ponsel ini masih mengusung baterai 6.000 mAh seperti Galaxy A31. Tapi Samsung meningkatkan dukungan pengisian baterainya dari 15W menjadi 25W. Masih tersemat empat kamera belakang. Sensor utamanya IMX682 64MP, bersanding ultrawide 12 MP, 5 MP depth sensor dan 5 MP makro. Vendor asal Korea Selatan ini memberikan fitur Single Take yang pertama kali diperkenalkan di Galaxy S20 series. Selain itu diberikan Night Hyperlapse. Galaxy M31s tidak ada notch tetesan air, digantikan dengan punch hole yang menjadi rumah bagi kamera depan 32 MP. Ini yang membuat layarnya lebih lapang. Ukurannya 6,5 inch, sementara Galaxy M31 bentangannya 6,4 inch. Galaxy M31s Foto: Samsung Panelnya menggunakan Super AMOLED dengan resolusi Full HD+. Samsung melindunginya dengan Gorilla Glass 3 dan menempatkan sensor fingerprint di layar. Dapur pacunya masih menggunakan Exynos 9611. Menjalankan One UI 2.1 berbasis Android 10. Galaxy M31s hadir dalam dua konfigurasi. Varian RAM 6 GB dan ROM 128 GB dilepas 19.499 rupee atau sekitar Rp 3,8 juta . Sementara versi paling gaharnya RAM 8 GB dan ROM 128 GB dibanderol 21.499 rupee atau kisaran Rp 4,2 juta. Simak Video "Samsung Rilis Monitor Lengkung dengan Teknologi Pertama di Dunia" [==] (afr/afr) samsung galaxy m31s Sumber
  16. Jakarta - Berita terpopuler detikFinance Kamis (30/7/2020) tentang aturan baru manajemen PNS. Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2020, yang merupakan aturan perubahan dari PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS. Salah satu materi yang diatur adalah cuti PNS. Menurut Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto menegaskan cuti yang diajukan PNS tidak bisa ditolak atasan, hanya bisa ditunda. Selain itu ada pula tentang Hong Kong resmi resesi setahun penuh. Selain itu, berita terpopuler lainnya tentang Bank Indonesia (BI) menetapkan uang rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran serta tak bisa digunakan pada 2021 mendatang. Pengin tahu informasi selengkapnya? Baca berita terpopuler detikFinance berikut ini. Langsung klik halaman selanjutnya. Simak Video "RUU Keamanan Baru Disahkan, Polisi Tangkap Pedemo di Hong Kong " [==] Sumber
  17. Jakarta - Petrokimia Gresik telah menandatangani seluruh Letter of Agreement (LoA) dengan penyedia gas alam sejak Mei sampai dengan Juli 2020. Hal ini sebagai bentuk implementasi penyesuaian harga gas bumi atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia No. 89K/10/MEM/2020. Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengungkapkan kebijakan penyesuaian harga gas dari Kementerian ESDM akan meningkatkan daya saing industri nasional, termasuk industri pupuk. Sebab, gas alam merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA. "Bahkan komponen biaya gas memiliki porsi hingga 70% dalam struktur biaya produksi pupuk Urea. Sehingga dengan adanya penyesuaian harga gas ini dampaknya tentu akan mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Adapun penyesuaian harga gas bumi diatur untuk tujuh sektor, yang salah satunya industri pupuk. Harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga US$ 6 per MMBTU (Million British Thermal Units). "Dengan penyesuaian harga gas terbaru ini, kami memproyeksikan Petrokimia Gresik dapat menghemat biaya sebesar Rp 743,97 miliar," ujar Rahmad. Rahmad menjelaskan penyesuaian harga gas membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Efisiensi ini sejalan dengan program transformasi bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak tahun 2019 melalui perbaikan dan peningkatan efisiensi value chain. "Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya. Lebih lanjut Rahmad menyampaikan tahun ini Petrokimia Gresik juga akan bertransformasi dari Single Industry Firm menjadi Related Diversified Industry dengan meneruskan hilirisasi produk. "Untuk itu, kita juga akan mengkaji produk hilir berbasis gas alam yang mempunyai nilai tambah yang besar," ujar Rahmad. Salah satunya adalah Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas karbondioksida hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. Kata Rahmad, melalui program hilirisasi ini, diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu meningkatkan profitabilitas sebagai bagian dari perusahaan milik negara. Penyesuaian harga gas, lanjut Rahmad, juga berdampak positif dalam mengefisienkan dana subsidi yang dibayar oleh pemerintah melalui APBN. Melalui efisiensi tersebut, pemerintah memiliki opsi untuk menambah kuantum produksi pupuk bersubsidi bagi petani. Efisiensi tersebut juga dapat digunakan untuk peningkatan kualitas produk dan pelayanan dari Petrokimia Gresik. "Sehingga pada akhirnya kebijakan penyesuaian harga gas ini akan dirasakan oleh petani di seluruh Nusantara," ujar Rahmad Rahmad menjelaskan pada tahun 2020, Petrokimia Gresik mendapat amanah atas alokasi penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 4,7 juta ton atau 59% dari total alokasi nasional (7,9 juta ton) yang menjadi tanggung jawab holding company PT Pupuk Indonesia (Persero). Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyediakan pupuk nonsubsidi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan petani, terutama saat musim tanam. Terakhir, Rahmad menyampaikan sektor pertanian menjadi salah satu pilar pengaman bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi wabah COVID-19. Produksi pertanian harus tetap berjalan, bahkan semakin digenjot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan yang sehat, guna menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. "Oleh karena itu, sarana produksi pertanian, termasuk pupuk, harus selalu terjamin ketersediaannya, baik secara kuantitas maupun kualitas," tutup Rahmad. Untuk diketahui Petrokimia Gresik baru-baru ini melakukan penandatanganan kerja sama dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) secara virtual dan disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto di Jakarta. Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menandatangani LoA dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya, yaitu Kangean Energy Indonesia (KEI) dan Pertamina Hulu Energi-West Madura Offshore (PHE WMO). (prf/hns) Sumber
  18. Siemens M55 dulu lumayan diminati dengan desainnya yang jantan. Harganya termasuk menengah ke atas. Foto: istimewa Ini Siemens C55 dengan desain khas Siemens masa itu. Foto: istimewa Kalau ini model A55 yang lebih murah daripada Siemens C55. Foto: istimewa Samsung tahun 2000-an belum bicara banyak di Indonesia. Tapi produknya lumayan beragam termasuk C100 ini. Foto: istimewa Samsung R220 dulu lumayan diminati karena harganya murah. Foto: istimewa Motorola Razr bagi yang ingin tampil trendi dengan salah satu ponsel tercanggih zaman itu. Namun harganya termasuk mahal. Foto: istimewa Motorola T190 sangat murah bagi yang kantongnya cekak. Foto: istimewa Ini juga ponsel murah Motorola zaman dulu buat remaja yang ingin hemat, Motorola C115. Foto: istimewa Kalau ini Sony Ericsson T310 yang bisa dipasangi kamera. Foto: istimewa Ini adalah Sony Ericsson T100 yang dulu lumayan diminati remaja wanita maupun pria. Foto: istimewa Sony Ericsson T610 yang jadi dambaan remaja era milenium. Foto: istimewa Duet Nokia 3310 dan 3315 sangat laris dan dijuluki ponsel sejuta umat. Cukup murah dan handal. Foto: istimewa Nokia 1100 juga tak kalah laris. Foto: istimewa Kalau ini Nokia 6600 yang bergengsi di zaman itu dan dipunyai remaja kaya. Foto: istimewa Nokia N Gage bagi remaja yang ingin merasakan sensasi ngegame yang berbeda. Foto: istimewa Sumber
  19. Jakarta - Kementerian ESDM mencatat pembangkit listrik yang telah operasi dalam proyek 35.000 mega watt (MW) sebesar 8.187 MW. Realisasi tersebut setara dengan 23% dari proyek 35.000 MW. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan, program 35.000 MW atau secara jelasnya 35,53 giga watt (GW) mencakup 397 unit pembangkit. "Dari 35 sekian GW ada yang sudah COD (commercial operation date), COD itu artinya sudah operasi kurang lebih 200 unit, itu dalam MW 8,2 GW atau 23% dari 35,5 GW," kata Rida dalam teleconference, Kamis (30/7/2020). Dia melanjutkan, untuk yang sudah konstruksi sebanyak 98 unit dengan kapasitas pembangkit 19,25 GW. Angka ini setara dengan 54% total proyek. Kemudian, untuk yang sudah kontrak tapi belum konstruksi 45 unit dengan kapasitas 6,52 GW. "Yang sudah kontrak tapi belum mulai konstruksi ini berbagai alasan ada itu ada 45 unit dalam MW itu kurang lebih 6,5 GW itu kira-kira 19% dari 35,5 GW," paparnya. Dia mengatakan, sisanya sebanyak 54 pembangkit belum terkontrak yang terdiri dari 30 unit perencanaan dan 24 unit pengadaan. Total kapasitas 1,56 GW. Rida mengatakan, proyek tersebut milik PLN yang kemungkinan digeser jadwal operasinya. "Selebihnya masih dalam pengadaan dan perencanaan kurang lebih 4% atau kalau dijumlah 1.563 MW itu yang kebanyakan, bukan kebanyakan, seluruhnya di PLN karena penurunan demand di RUPTL akan digeser jadwal COD untuk tidak membebani lebih jauh operasional PLN," ungkapnya. Simak Video "Lucy Wiryono Bicara Holycow dan Tren Bisnis Kuliner" [==] (acd/zlf) Sumber
  20. Jakarta - Target rasio elektrifikasi 100% atau semua wilayah terlistriki pada tahun ini diperkirakan tak tercapai. Sebab, upaya untuk mengejar rasio elektrifikasi ini terkendala oleh COVID-19. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, realisasi rasio elektrifikasi sampai Juni 2020 sebesar 99,09%. Angka ini sedikit meningkat dibanding Maret 2020 yakni 98,93%. Dia melanjutkan, target 100% itu tidak tercapai karena proyek listrik 443 desa mesti ditunda hingga tahun depan karena dampak Corona. "Kemungkinan karena ada COVID ini dan teman-teman juga sudah dengar kita mencanangkan ada 443 desa dilistriki dalam rangka mencapai rasio elektrifikasi. Tapi pada perjalanannya program tersebut postponed (tertunda) 2021 itu artinya capaian rasio elektrifikasi 2020 kemungkinan besar tidak akan sampai 100%," katanya dalam teleconference, Kamis (30/7/2020). Sementara itu, dia menjelaskan, realisasi rasio elektrifikasi dari 2015 hingga 2018 mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2015, rasio elektrifikasi hanya 88,30% kemudian melesat sampai 98,30% di tahun 2018. Setelah 2018 pertumbuhannya landai karena wilayah yang akan dilistrik semakin sulit ditembus. "Kenapa 2015 sampai 2018 tajam naiknya sementara tahun-tahun selanjutnya landai karena perlu dipahami sisanya itu untuk saudara-saudara yang kebetulan bermukimnya makin sulit dijangkau PLN," terang Rida. Simak Video "Mantap! Subsidi Listrik Diberikan hingga September 2020" [==] (acd/zlf) Sumber
  21. Jakarta - Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dan Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengunjungi Kalimantan Barat dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan sektor Migas. Salah satu agenda kunjungan kerja yakni pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji di Kantor Gubernur. Adapun pertemuan tersebut membahas dua isu utama, yaitu pengawasan Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), serta sinergitas dan dukungan dalam pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan. Berdasarkan data BPH Migas tahun 2020, untuk JBT (solar subsidi) memiliki kuota sebesar 328.227 KL dan JBKP (premium) memiliki kuota 273.854 KL. Sementara, hingga 20 Juli 2020 realisasi JBT sebesar 158.526 KL atau 48,30%, dan realisasi JBKP sebesar 150.242 KL atau 54,86%. Terkait hal ini, Maman meminta agar kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan oleh BPH Migas tepat sasaran dan dapat mencukupi hingga akhir tahun 2020, serta tidak terjadi over kuota yang tahun lalu realisasinya mencapai 328.667,34 KL atau sebesar 105,13 %. Maman juga meminta agar Pemerintah Daerah ikut mengawasi penyaluran BBM subsidi dan digitalisasi SPBU agar dapat efektif dan tepat sasaran. Hal ini juga akan berdampak terhadap penghematan subsidi yang digelontorkan oleh pemerintah bagi rakyat dalam rangka pemenuhan kebutuhan terhadap energi. "Sampai dengan 16 Juli 2020 ini perkembangan digitalisasi SPBU yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina (Persero) telah mencapai 49 % atau sejumlah 2.704 SPBU dari target 5.518 SPBU di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk Kalimantan Barat sendiri dari target implementasi 126 IT nozzle yang tersambung di dashboard PT.Pertamina Persero, baru 24 SPBU yang terealisasi (19%)," jelas Maman dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). Hingga saat ini, sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan masih terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi dan nilai penjualan transaksi. Sementara, pencatatan nomor polisi kendaraan manual dilakukan menggunakan EDC (electronic data capture). "Saya harapkan program ini dapat terlaksana sampai mencapai target 100%, sesuai dengan janji Pertamina dan Telkom yang disampaikan ke BPH Migas bahwa digitalisasi SPBU akan selesai seluruhnya pada Agustus 2020 dan ke depan perlu ditingkatkan dalam kualitas digitalisasinya, seperti adanya monitoring dengan perangkat video analytic (CCTV)," tegas Maman. Menurut Maman, digitalisasi SPBU merupakan hal penting. Pasalnya, apabila di lapangan dilakukan pencatatan secara manual, hal ini dapat menambah pekerjaan bagi operator SPBU dan berdampak terhadap tingkat kelelahan dan kualitas kinerjanya. "Untuk itu mutlak diperlukan sistem pencatatan dengan menggunakan CCTV yang berlangsung secara otomatis dan real time, dapat dipantau secara terus-menerus," imbuhnya. Program digitalisasi SPBU merupakan tindak lanjut dari Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2013 tentang Penggunaan Sistem Teknologi Informasi Dalam Penyaluran Bahan Bakar Minyak. PT. Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia membangun program digitalisasi SPBU sebanyak 5.518 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dimulai pada 31 Agustus 2018 dengan target awal penyelesaian pada akhir Desember 2018, namun kendala di lapangan membuat adanya perubahan target. Saat ini, Pertamina dan Telkom Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan digitalisasi nozzle hingga akhir Agustus 2020. Sementara, terkait pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan, Ifan menyampaikan komitmen BPH Migas dalam mendorong pembangunan Jaringan Pipa Trans. Dalam pembangunan Pipa Trans Kalimantan, diperlukan dukungan nyata dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. "Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan sepanjang ±2.219 km yang melewati wilayah Kaltim-Kalsel-Kalteng-dan Kalbar masuk kedalam Daftar Proyek Prioritas Strategis (Major Project) Nomor 37 sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020 - 2024, dengan pelaksana antara lain Kementerian ESDM dan Badan Usaha (BUMN/Swasta)," jelasnya. Dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 2700 tahun 2012 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan masuk ke dalam Matriks Rencana Jaringan Pipa Gas Bumi Nasional Pulau Kalimantan kategori Open Access wilayah Kaltim, Kalsel, dan Kalbar. Secara paralel, saat ini Badan Pengatur tengah mendorong PT Bakrie & Brother sebagai pemenang lelang tahun 2006, yaitu ruas transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) untuk merealisasikan pembangunan ruas transmisi Gas Bumi Balikpapan-Banjarmasin (Kaltim-Kalsel) sebagai bagian dari ruas Kalija dengan panjang ±522 km. Sejalan dengan proses pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, selain PT PLN yang akan menambah pembangkit peaker di Jungkat dengan kapasitas 100 MW dan industri kelapa sawit existing, terdapat beberapa industri besar yang akan mengembangkan usaha di Mempawah seperti PT Inalum, PT Wilmar, Smelter PT Antam dan Pupuk Indonesia, yang akan menambah potensi demand gas bumi. Dari sisi suplai, ada potensi gas dari LNG Tangguh, Bontang, Natuna dan blok Bengkanai. Terkait belum tersedia jaringan pipa gas bumi dan demand yang belum terlalu besar, untuk jangka pendek dan secara bertahap direncanakan membangun FSRU skala kecil atau Receiving Terminal LNG berbasis ISO Tank di sekitar Pelabuhan Kijing. Pembangunan ini akan menjadi KEK di Kab Mempawah atau di kawasan PLTG 100 MW PLN di Jungkat Kab Mempawah Kalbar sebagai fasilitas pendukung penyediaan dan pendistribusian LNG. Sebagai informasi, PLTG 100 MW tersebut belum difungsikan sejak diresmikan oleh Presiden pada tahun 2017 karena fasilitas gasifikasi yang belum siap. Sementara, untuk memenuhi suplai listrik PT PLN (Persero), dilakukan pembelian listrik dari Serawak Malaysia sebesar 170 MW seharga Rp 1.050/kwh. Dengan terciptanya potensi demand gas bumi di Kalbar, khususnya di Mempawah, diharapkan badan usaha dapat menjadi dasar pertimbangan untuk berperan serta dalam pembangunan Pipa Trans Kalimantan dengan sistem investasi badan usaha. Adapun penggunaan gas diharapkan diutamakan untuk dalam negeri, terutama untuk pembangkit listrik, pelabuhan, industry. Sehingga menciptakan demand yang signifikan untuk penggunaan gas yang akan dialirkan melalui Pipa Trans Kalimantan. Hal ini tentunya akan mendukung kebutuhan clean energy sekaligus mewujudkan keadilan energi di berbagai wilayah Indonesia Terkait hal ini, Maman mendukung Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan ataupun penggunaan FSRU untuk memenuhi demand di Kalimantan Barat sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai target. Oleh karena itu, Maman meminta agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memasukan ke dalam rencana strategis Kementerian ESDM dan segera memasukan pipa gas bumi Trans Kalimantan ke dalam revisi Keputusan Menteri ESDM Nomor 2700 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN) agar sejalan dengan RPJM Nasional. (prf/hns) Sumber
  22. Jakarta - Huawei menjadi produsen smartphone terbesar di dunia pada kuartal II 2020 dan untuk pertama kalinya mengalahkan Samsung. Hal ini cukup mengejutkan lantaran Huawei sedang kena sanksi dari Amerika Serikat dan tak bisa menggunakan aplikasi Google. Penjualan Huawei ternyata disumbang dari negara asalnya sendiri, yakni China. Secara total, Huawei mengapalkan 55,8 juta perangkat, turun 5% dibanding tahun sebelumnya, menurut perusahaan riset Canalys. Sementara itu, tempat kedua ditempati Samsung yang mengirimkan 53,7 juta smartphone, turun sampai 30% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year atau YoY). Ini adalah pertama kalinya Huawei meraih posisi teratas selama satu kuartal penuh, yang mana ini sejalan dengan ambisi yang mereka canangkan selama beberapa tahun belakangan. Tetapi sejumlah analis meragukan apakah ini akan berkelanjutan atau tidak. "Akan sulit bagi Huawei untuk mempertahankan keunggulannya dalam jangka panjang," kata Mo Jia, analis di Canalys, dalam siaran persnya. "Mitra utamanya di wilayah kunci seperti Eropa, semakin waspada terhadap perangkat Huawei, mengambil model yang lebih sedikit, dan membawa merek baru untuk mengurangi risiko. Kekuatan di China saja tidak akan cukup untuk menopang Huawei di puncak begitu ekonomi global mulai pulih," sambungnya. Diketahui, Huawei menjual lebih dari 70% smartphone di daratan China pada kuartal kedua. Sementara itu, pengiriman smartphone di pasar internasional anjlok 27% YoY di kuartal April hingga Juni, seperti dikutip detikINET dari CNBC. Simak Video "Huawei Nova 7 Bisa Rekam Video 2 Arah, Ini Spesifikasinya" [==] (ask/ask) Sumber
  23. Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengunjungi lokasi pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Batang, Jawa Tengah pada 30 Juni lalu. KIT akan dibangun di atas lahan seluas 4.300 hektare (Ha) milik PTPN itu. Selain di Batang, ternyata Jokowi sudah memerintahkan jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk membangun kawasan industri lain, tepatnya di Subang, Jawa Barat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. "Arahan Bapak Presiden tidak hanya di Batang. Kemarin Bapak Presiden sudah perintah dalam rapat, saya kira perlu juga di Subang, Jawa Barat," kata Bahlil dalam program Indonesia Bicara yang ditayangkan melalui Youtube Media Indonesia, Kamis (30/7/2020). "Keputusan Subang sebagai kawasan industri baru diputuskan kemarin (Kamis 29 Juli) oleh Bapak Presiden dalam rapat, kami sudah diperintahkan untuk mempersiapkan itu," sambungnya. Bahlil mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyampaikan permintaan kepada pemerintah pusat agar di Subang dibangun kawasan industri. Lokasi KIT itu akan berdekatan dengan Bandara Kertajati. "Itu atas permintaan Pak Gubernur Jawa Barat, Kang Emil. Kemarin sudah kita putuskan di dalam rapat dengan Pak Presiden. Sudah diperintahkan juga untuk segera menyiapkan," terangnya. Bahlil mengatakan, pemerintah pusat membuka peluang jika ada daerah lain yang mengajukan untuk dibangun kawasan industri. Ia pun mengajak agar pemda aktif dan dapat memberikan usulan. "Jadi kita siapkan semua, kita ingin semua berkompetisi antar-provinsi dengan tetap mengedepankan persaingan yang sehat," tandas dia. Simak Video "Jokowi Senang Ada 7 Investor Masuk ke Indonesia" [==] Sumber
  24. Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk masuk dalam kategori Top 1.000 World Banks 2020 versi The Banker. Naik 16 peringkat, tahun ini BRI berada di urutan 112 dunia dari peringkat tahun lalu di 128. Di peringkat regional, BRI mengalahkan Bangkok Bank dan Kasikorn Bank asal Thailand serta jauh mengalahkan CIMB Group asal Malaysia yang berada di urutan 148. Mengutip CNBCIndonesia, Kamis (30/7/2020), BRI menjadi bank nomor satu di Indonesia mengalahkan PT Bank Mandiri Tbk yang berada di urutan 113, PT Bank Central Asia Tbk di urutan 129, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk di urutan 180. Dalam risetnya, The Banker menyatakan Indonesia telah mencapai pertumbuhan yang kuat. Hal ini terlihat dalam catatan bank dunia di tahun 2020, sebanyak empat bank berhasil membukukan kenaikan modal inti hampir 20% sepanjang 2019. Hal ini ditunjukan oleh BRI yang menempati posisi tertinggi di Indonesia, dan berada di urutan 112 di dunia dengan modal inti US$ 14,2 miliar. Adapun peningkatan ini terjadi berkat peningkatan modal inti sebesar 19,2%. Hal ini juga membuat Bank Mandiri harus turun ke peringkat kedua di Indonesia. Namun, secara global peringkat Bank Mandiri melonjak dari 122 menjadi 113 dengan peningkatan modal inti sebesar 18,25%. Di sisi lain, BCA berada di urutan 129 secara global dengan kenaikan modal inti sebesar 19,05%. Kenaikan ini membuat BCA berada di urutan tiga di Indonesia, dan peringkat keempat di Asia Pasifik di luar China dan Jepang dengan return of asset (ROA) sebesar 3,11%. Sementara itu BNI dan Bank of Tokyo Mitsubishi Indonesia beralih peringkat. Tahun ini, BNI berada di urutan keempat di Indonesia dengan peningkatan modal 19,12% sedangkan Bank of Tokyo Mitsubishi Indonesia hanya naik 5,22%. Sebagai anak usaha bank milik asing (FOS), Bank of Tokyo Mitsubishi Indonesia kali ini tidak muncul dalam kategori Top 1.000 Worlds Banks. Dalam hasil survei ini, dua bank BUMN terbesar, BRI dan Bank Mandiri masing-masing menempati urutan keempat dan ketiga dalam tabel berkinerja terbaik. BRI menduduki peringkat tertinggi dalam likuiditas dan berada di urutan kedua sebagai imbalan atas risiko, namun sedikit di bawah pada kategori kualitas aset, kesehatan dan leverage. Sementara, Bank Mandiri menduduki peringkat teratas dalam kualitas aset, tetapi berada di urutan terakhir dalam efisiensi operasional. Sebagai informasi, terdapat 23 bank asal Indonesia yang masuk pada peringkat global di tahun 2020. Tahun ini, Bank Bukopin kembali berada di urutan 975, dan menjadi bank dengan peringkat terendah di Indonesia, meskipun mencatat kenaikan modal inti sebesar 16,85%. Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan" [==] (prf/hns) Sumber
  25. Jakarta - Dalam laporan pemasukan Qualcomm Q3 2020, terindikasi kalau Apple tak akan meluncurkan iPhone dengan koneksi 5G pada 2020 ini. Hal ini terlihat dari proyeksi pemasukan Qualcomm pada Q4, yang mencakup bulan Juli, Agustus, dan September, yang menunjukkan adanya dampak dari penundaan peluncuran ponsel flagship dengan koneksi 5G. Biasanya Apple meluncurkan iPhone anyar pada September, dan biasanya penjualan iPhone anyar ini akan terlihat dalam proyeksi keuangan Qualcomm karena jumlahnya yang besar, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (30/7/2020). Sebelumnya memang sudah beredar rumor kalau Apple bakal menunda kehadiran perangkat dengan koneksi 5G karena melambatnya tingkat produksi akibat pandemi Corona. Namun menurut CFO Qualcomm Akash Palkhiwala dalam sebuah wawancara, penundaan itu tak akan terlalu lama. Hanya mundur dari September ke Desember, yang bagi Qualcomm artinya penundaan satu kuartal. Apple dan Qualcomm sendiri sebelumnya berdamai setelah sebelumnya saling gugat terkait masalah paten, setelah Apple membayar USD 4,5 miliar ke Qualcomm. Tujuannya adalah agar Apple bisa menggunakan modem 5G buatan Qualcomm di iPhone dan produk lainnya. Qualcomm memprediksi pengapalan ponsel bakal menurun sebanyak 30% dalam beberapa bulan mendatang karena pandemi Corona. Mereka pun menurunkan proyeksi yang sebelumnya sudah ditetapkan untuk kuartal mendatang. Selama Q2 2020 Qualcomm memang masih bisa memenuhi ekspektasi pemasukannya meski adanya penurunan permintaan. Pemasukan mereka selama Q2 mencapai USD 5,2 miliar, lebih tinggi dari proyeksinya sebesar USD 5,02 miliar. Meskipun memperkirakan adanya penurunan permintaan perangkat baru, Qualcomm masih mempertahankan perkiraan jumlah perangkat 5G yang dikapalkan pada 2020. Yaitu akan ada antara 175 juta sampai 225 juta perangkat 5G yang dikapalkan pada tahun ini. Simak Video "iPhone SE 2 Plus Bakal Jadi Ponsel Murah Apple Selanjutnya" [==] (asj/asj) Sumber
×
×
  • Create New...