Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

EKONOMI ASIA: Perusahaan Jepang beroperasi lagi di China

Recommended Posts

TOKYO: Toyota Motor Corp. dan Aeon Co. telah memulai kembali kegiatan usahanya di China setelah gelombang unjuk rasa sengketa wilayah mengganggu penjualan dan produksi perusahaan-perusahaan Jepang.

 

Juru Bicara Toyota Joichi Tachikawa mengatakan (23/9) perusahaan otomotif terbesar di Jepang itu menargetkan akan beroperasi penuh mulai awal pekan ini. Sementara itu, Aeon telah membuka kembali hampir semua tokonya di China.

 

Menurut Juru Bicara Aeon Tomohiro Itosaka mengatakan peritel terbesar di Jepang itu masih menutup dua tokonya di China untuk kepentingan perhitungan kerugian dan perbaikan akibat pengerusakan oleh para pengunjuk rasa.

 

Para pengunjuk rasa memprotes tindakan Jepang yang membeli kepulauan yang masih dalam persengketaan dengan China. Pekan lalu, mereka menyerang toko-toko dan showroom otomotif milik perusahaan-perusahaan Jepang.

 

Aksi para pengunjuk rasa ini memaksa perusahaan Jepang mulai dari Fast Retailing Co. hingga Honda Motor Co. menutup toko dan pabriknya di China daratan.? Juru Bicara Fast Keiji Furukawa memprediksi penjualan sepekan lalu turun 20% dari biasanya.

 

Furukawa mengungkapkan pihaknya juga akan membuka seluruh tokonya awal pekan ini.

 

?18 September adalah yang terparah sehingga kami menutup 60 toko kami untuk sementara. Penjualan pada hari itu hanya sepertiga dari yang biasanya kami bukukan,? jelasnya.

 

Presiden Honda Takanobu Ito mengungkapkan (21/9) produsen otomotif Jepang itu mampu membuka kembali pabriknya di China, meskipun belum sepenuhnya pulih dari kejadian pekan lalu tersebut.

 

Pekan lalu Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan penjualan mobil di China akan anjlok bulan depan akibat ketegangan ini. Tiga perusahaan otomotif terbesar Jepang, yakni Toyota, Nissan Motor Co., dan Honda telah melaporkan penyerangan terhadap showroom mereka.

 

Penyerangan paling parah terjadi di kota Qingdao, sehingga memaksa mereka menghentikan produksi pabrik-pabriknya di China. Perusahaan-perusahaan tersebut memulai kembali bisnisnya setelah unjuk rasa mereda pada akhir pekan lalu.

 

Konflik antaran dua negara dengan perekonomian terbesar di Asia ini memanas pada awal bulan ini setelah pemerintah Jepang menyatakan telah membeli kepulauan yang dikenal dengan Diaoyu di China dan Senkaku du Jepang.

 

Pemerintah Jepang membeli dari pemilik administratif kepulauan yang merupakan pihak swasta asal Jepang.

 

China mengklaim pihaknya telah memiliki kepulauan itu selama berabad-abad, sedangkan Jepang merasa telah memeroleh pulau itu secara administratif sejak 1895.

 

Jepang kehilangan hak atas pulau itu setelah kalah perang pada Perang Dunia II. Namun, pihaknya berhasil mendapatkan kembali kepulauan itu pada 1972. Konflik diplomasi terburuk antara dua negara sejak 2005 itu memancing gelombang unjuk rasa di Shanghai, Beijing, dan kota-kota China lainnya. (Bloomberg/03/Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...