Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

WAPRES: Emma Sudharmono patut diteladani

Recommended Posts

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono menyatakan almarhumah Ratu Emma Norma Sudharmono merupakan  sosok yang  patut diteladani.

 

“Keteladanan itu berupa kesabaran, ketabahan dan kesetiaan  selama mendampingi almarhum Bapak Sudharmono,” ujar Wapres saat menjadi inspektur upacara pemakaman Emma Sudarmono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, hari ini (19/7).

 

Boediono menyampaikan pemerintah juga memberikan penghargaan atas pengabdian Emma Sudharmono selama mengabdi kepada Negara.

 

"Atas nama Negara dan Pemerintah, saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas segala pengabdiannya," katanya.

 

Emma Sudharmono, lanjut Boediono, selalu setia  mendampingi almarhum Sudharmono sejak awal pengabdian kepada Negara, baik dalam tugas kemiliteran, maupun dalam tugas-tugas pemerintahan selaku Sekretaris Presidium Kabinet, Sekretaris Kabinet, Menteri Sekretaris Negara, hingga terakhir ketika Sudharmono mengemban tugas sebagai Wakil Presiden.

 

“Almarhumah juga patut diteladani dalam keikhlasan dan cinta kasih beliau dalam membina keluarga, putra putri, cucu hingga cicit, disamping pengabdian beliau kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan,” ujar Wapres.

 

Emma Sudharmono adalah Istri Wakil Presiden ke-5 RI Sudharmono. Almarhumah meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta Selatan, Rabu. Kemarin pukul 14.25, pada usia 85 tahun.

 

Emma Sudharmono pernah menjadi anggota DPR/MPR RI periode 1992-1997 dan juga tercatat sebagai Ketua Umum Pertama Presidium Dharma Wanita.

 

Sudharmono sendiri wafat pada 25 Januari 2006. Sudharmono pernah menjadi Jaksa Tentara Tertinggi di Medan periode (1957-1961), Jaksa Tentara merangkap Perwira Staf Penguasa Perang Tertinggi, Sekretaris Kabinet merangkap Sekretaris Dewan Stabilitas Ekonomi (1966-1972), Menteri Sekretaris Negara (1983-1988) dan Wakil Presiden (1988-1993).

 

Dalam pemakaman upacara kenegaraan itu, tampak hadir sejumlah pejabat Orde Baru seperti mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Kepala BKKBN Hayono Suyono dan dua putri Presiden Suharto yakni Titiek dan Mamiek Suharto, serta politisi Golkar Akbar Tandjung. (Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...