Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

HARGA MINYAK: Insiden teluk angkat minyak ke US$88,43

Recommended Posts

NEW YORK: Harga minyak naik pada Senin (16/07) atau Selasa pagi waktu Jakarta (17/07) didorong oleh euro yang lebih tinggi dan laporan bahwa Angkatan Laut AS menembaki sebuah kapal kecil di Teluk Dubai.

 

Harga minyak mempertahankan keuntungan mereka sekalipun setelah pejabat Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan kapal tersebut membawa nelayan India, salah satunya tewas dan tiga lainnya luka-luka.

 

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet untuk penyerahan Agustus, naik US$1,33 dari harga akhir Jumat menjadi US$88,43 per barel.

 

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus mengakhir hari terakhir kontrak Agustus pada US$103,55, per barel, naik US$1,15 dari penutupan Jumat.

 

Matt Smith dari Summit Energy mengatakan, kenaikan euro terhadap dolar membantu harga minyak naik. Euro bertambah 0,24 persen dari akhir Jumat.

 

Insiden Teluk terjadi di tengah ketegangan konstan antara Iran dan kekuatan Barat atas program yang diduga untuk membangun senjata nuklir dan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, jalur utama pelayaran minyak global.

 

Pejabat pertahanan AS mengatakan, perahu motor itu mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Rappahannock di dekat pelabuhan UEA Jebel Ali, dan pelaut di kapal Amerika itu mengkhawatirkan itu dapat menimbulkan ancaman.

 

"Awak AS berulang kali mencoba untuk memperingatkan operator kapal untuk menjauh dari pendekatan mereka yang disengaja," kata pejabat AS.

 

Sebelumnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab membuka jaringan pipa minyak yang melewati Selat Hormuz.

 

Saluran pipa UEA dan Saudi membuat rute transportasi opsional untuk minyak mentah, mengurangi kekhawatiran bahwa Iran dapat mengganggu pasokan dalam negosiasi dengan Barat atas program nuklirnya, IG Markets mengatakan dalam sebuah laporan.

 

"Sementara kemampuan tambahan untuk memotong Selat Hormuz meningkatkan keamanan ekspor Arab Saudi dan UEA, meredam risiko harga di pasar minyak global yang kurang jelas," komentar analis komoditas JPMorgan.

 

"Rute pengiriman Teluk Timur Tengah benar-benar menjadi ancaman serius, harga akan cepat menyesuaikan untuk mencerminkan durasi yang diharapkan dari gangguan dan potensi untuk rilis mitigasi cadangan strategis OECD." (Antara/Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...