Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Purbaya Akui Jaga Rupiah Lewat Surat Utang Butuh Waktu

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa[1] mengakui upaya pemerintah membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah membutuhkan waktu.

Di samping itu, Bendahara Negara mengklaim kondisi pasar obligasi mulai menunjukkan perbaikan di tengah tekanan rupiah yang sempat tembus Rp17.500 per dolar AS.

"Itu kan perlu waktu. Kita kan enggak masuk ke pasar dolar langsung. Tapi kita hanya menjaga stabilitas bond market," ujar Purbaya usai seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan langkah stabilisasi dilakukan lewat pasar surat utang negara (SBN) atau bond market, bukan intervensi langsung di pasar valuta asing.

"Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti," katanya.

Ia menjelaskan Kementerian Keuangan saat ini fokus menjaga stabilitas pasar surat utang negara agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar.

[Gambas:Youtube][2]

Menurutnya, kondisi pasar obligasi mulai menunjukkan perbaikan seiring kembalinya investor asing ke pasar SBN domestik.

"Asing juga masuk sih. Ini kayaknya bond-nya sudah mulai stabil lagi. Dan kita lihat ke depan seperti apa. Tapi yang jelas kita monitor kondisi di pasar bond sekarang," imbuh Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyatakan pemerintah akan membantu BI melalui skema buyback SBN di pasar sekunder. Namun, ia belum memerinci langkah teknis yang dilakukan pemerintah.

Ia hanya memastikan telah memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) untuk menyiapkan langkah stabilisasi pasar obligasi tersebut.

"Nanti saya sudah perintahkan mereka. Tapi melakukan tindakan, nanti saya lihat hasilnya seperti apa," ujarnya.

Purbaya mengatakan langkah stabilisasi pasar obligasi itu kemungkinan akan terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

"Ini akan berlanjut ke depan. Mungkin beberapa bulan ke depan berjalan seperti ini," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyinggung hasil pertemuannya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait penguatan penerimaan negara dari sektor energi dan pertambangan.

"Pak Bahlil ngomong untuk memperkuat pendapatan lebih lanjut dari sektor migas, termasuk pertambangan," ujar Purbaya.

Ia memastikan pelemahan rupiah ke level Rp17.500 per dolar AS belum mengganggu asumsi subsidi energi pemerintah.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah menghitung risiko fiskal dengan asumsi harga minyak mentah mencapai US$120 per barel dan nilai tukar rupiah di kisaran saat ini.

"Terus rupiah itu dampaknya apa? Waktu kita hitung kemarin 120 per barrel, ya rupiahnya dekat-dekat situ, jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang," pungkasnya.

(lau/ins) Add logo.png?v=12.3.4 as a preferred
source on Google
[3]

References

  1. ^ Purbaya Yudhi Sadewa (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)
  3. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...