Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

5 Fakta Fed Tahan Suku Bunga: 4 Pejabat 'Membelot'-Nasib Baru Powell

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia - Federal Reserve (The Fed/Fed) resmi mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75%, Rabu (29/4/2026). Hal ini didapati dari pertemuan yang diwarnai aksi dissenting votes dari empat anggota dewan.

Perpecahan suara ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak 1992, di mana Gubernur Stephen Miran menginginkan pemangkasan bunga sementara tiga presiden Fed regional menolak sinyal pelonggaran kebijakan. Di saat yang sama, Jerome Powell mengumumkan akan tetap menjabat sebagai anggota dewan gubernur meski masa baktinya sebagai Ketua Fed berakhir pada 15 Mei mendatang.

Berikut sejumlah fakta dan perkembangan detail terkait hal ini mengutip CNBC International, Kamis (30/4/2026):

1. Drama Fed: Suku Bunga Tetap, Empat Pejabat Membelot

Federal Reserve resmi mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan yang penuh drama. Keputusan ini diwarnai oleh aksi "pembangkangan" (dissenting votes) dari empat anggota dewan, sebuah kejadian yang pertama kali terjadi sejak tahun 1992.

Gubernur Fed Stephen Miran memilih opsi pemangkasan suku bunga, sementara tiga presiden Fed regional menolak adanya sinyal pelonggaran kebijakan dalam pernyataan resmi mereka.

"Langkah ini merupakan pernyataan kemandirian baru dan menjadi sinyal peringatan keras bagi Kevin Warsh," ungkap David Kelly, Kepala Strategi Global di JPMorgan Asset Management mengutip CNBC International.

2. Jerome Powell Putuskan Tetap Bertahan di Dewan Fed

Dalam pengumuman yang mengejutkan, Jerome Powell menyatakan tidak akan pensiun sepenuhnya setelah masa jabatannya sebagai Ketua Fed berakhir pada 15 Mei mendatang. Powell akan tetap menjabat sebagai salah satu Gubernur bank sentral untuk mengawal independensi lembaga tersebut.

Powell mengaku keputusan ini diambil karena adanya rentetan tekanan hukum dan serangan politik yang dialamatkan kepadanya dalam beberapa bulan terakhir.

"Hal-hal yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini membuat saya tidak punya pilihan selain tetap bertahan sampai saya bisa menyelesaikannya," tegas Powell dalam konferensi pers mengutip CNBC International.

3. Independensi Fed Terancam Akibat 'Serangan Hukum'

Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa independensi bank sentral AS kini berada dalam kondisi "berisiko" akibat tekanan hukum dan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebut serangan dari administrasi Donald Trump terhadap Fed adalah sesuatu yang ilegal dan tidak memiliki preseden dalam sejarah 113 tahun lembaga tersebut.

Powell menekankan bahwa independensi sangat penting agar keputusan ekonomi diambil berdasarkan analisis data, bukan demi kepentingan politik jangka pendek.

"Lembaga ini sedang dipukuli oleh hal-hal tersebut. Kita terpaksa menggunakan jalur pengadilan. Sejauh ini kita berhasil, tapi ini belum berakhir," kata Powell mengutip CNBC International.

4. Kevin Warsh Selangkah Lagi Pimpin Federal Reserve

Komite Perbankan Senat telah memberikan lampu hijau bagi Kevin Warsh untuk maju ke pemungutan suara final sebagai penerus Jerome Powell. Nominasi pilihan Donald Trump ini lolos dengan dukungan suara yang ketat sesuai garis partai.

Meskipun Powell menyatakan akan mendukung transisi yang standar, hasil survei CNBC menunjukkan masih ada keraguan publik mengenai kemampuan Warsh untuk tetap independen dari tekanan politik Trump.

"Kepemimpinan Kevin Warsh sangatlah krusial bagi Federal Reserve saat ini dibandingkan sebelumnya," ujar Senator Tim Scott, Ketua Komite Perbankan Senat mengutip CNBC International.

5. Suku Bunga Tabungan Turun Meski Fed Tahan Bunga Acuan

Meskipun Federal Reserve belum memangkas suku bunga acuan, sejumlah bank besar di AS dilaporkan sudah mulai menurunkan bunga tabungan mereka. Bank-bank seperti Capital One, Synchrony, dan Marcus oleh Goldman Sachs terpantau memotong imbal hasil tahunan (APY) pada akun tabungan bunga tinggi mereka.

Analis mencatat bahwa langkah ini cukup mengejutkan mengingat pengeluaran dan pinjaman konsumen AS saat ini masih tergolong sangat kuat.

"Capital One sekarang membayar bunga 3,10%, sementara Synchrony berada di level 3,40%," tulis catatan dari analis BTIG mengutip CNBC International.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...