Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Bos PAM Jaya Ungkap Vendor Pipa Mulai Angkat Tangan Imbas Perang Iran

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PAM Jaya [1]Arief Nasrudin mengungkapkan sejumlah vendor penyedia material pipa mulai menyerah di tengah ketidakpastian global akibat konflik internasional, termasuk perang Iran[2].

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada pasokan bahan baku pipa yang masih bergantung pada impor.

"Saya khawatirkan sekarang justru di situasi kondisi ekonomi global saat ini, global war membuat saya harus mencari inovasi baru, bahwasannya kita terganggu nanti sama material pipa. Saat ini beberapa vendor saya sudah menyatakan menyerah, kalau sampai perang tidak selesai," ujar Arief dalam acara Special Talkshow CNN Indonesia, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan material pipa yang digunakan PAM Jaya sebagian besar masih bergantung pada bahan impor. Meski produksi dilakukan di dalam negeri, bahan bakunya tetap berasal dari luar.

Arief mengungkapkan kalau sebagian besar material masih impor, meskipun HDPE. Adapun untuk produksi dilakukan di dalam negeri. 

"Ini salah satu bentuk tantangan baru, dan saya harus mau tidak mau door to door ke setiap pemilik material ini, untuk mendapatkan harga yang masih sesuai dengan yang kita anggarkan," jelas Arief lebih lanjut.

[Gambas:Youtube][3]

Adapun dari sisi pembiayaan, Arief menegaskan PAM Jaya tidak mengandalkan anggaran pemerintah daerah maupun pusat. Ia menyebut skema pendanaan yang digunakan saat ini lebih mengarah pada kerja sama dengan pihak swasta.

"Saya enggak ada masalah dengan anggaran, walaupun ini bukan APBD atau APBN. Gubernur saya selalu mencoba mencari sumber pendanaan kreatif. Jadi public-private partnership, atau B2B, itu pendekatan yang paling memungkinkan yang kita lakukan saat ini," ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan agar tidak membebani belanja pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur air.

Selain menghadapi kendala pasokan material, PAM Jaya juga tengah mencari alternatif teknologi untuk meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan pipa. Salah satunya melalui penjajakan teknologi dari Turki.

"Kemarin kita sempat juga ke Turki. Di Turki bahkan kita menemukan pipanya bisa masuk ke laut dengan tekanan, tanpa harus kemudian menggali pipa di bawah laut. Jadi dia bisa kemudian tiba-tiba tenggelam dengan berat ketika airnya masuk," ujarnya.

Ia menjelaskan teknologi tersebut memungkinkan pemasangan pipa bawah laut tanpa mengganggu lalu lintas kapal.

"Itu tidak akan mengganggu lalu lintas kapal, lalu lintas air. Ini salah satu yang sedang kami dalami, karena memang perlu ada beberapa attachment regulasi supaya pipa dari Jakarta bisa sampai sana," katanya.

Arief menambahkan penggunaan teknologi tersebut berpotensi menekan biaya pembangunan secara signifikan.

"Ternyata itu bisa mengurangi biaya, jadi lebih efisien. Itu setengahnya dari produksi kita," tandasnya.

(del/ins) Add logo.png?v=12.3.4 as a preferred
source on Google
[4]

References

  1. ^ PAM Jaya (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ perang Iran (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)
  4. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...