bot 0 Posted 5 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia — Ketidakpastian geopolitik global yang berlanjut hingga 2026 membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana. Di tengah kondisi ini, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai instrumen investasi defensif yang dinilai efektif menjaga stabilitas nilai kekayaan. Tren tersebut tercermin secara global. World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah melampaui 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir-salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. Di dalam negeri, preferensi serupa juga terlihat. Survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends menunjukkan instrumen berbasis emas dan aset fisik menjadi pilihan utama masyarakat pada 2025. Perhiasan dipilih oleh 67% responden, diikuti logam mulia/emas sebesar 66%, serta properti 63%. Sementara itu, survei Populix pada Januari 2026 mencatat emas sebagai instrumen paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan mencapai 80%. Angka ini jauh melampaui instrumen lain seperti uang tunai (7%), properti (6%), saham (3%), obligasi (2%), hingga kripto dan valuta asing yang masing-masing hanya 1%. Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menilai profil investasi emas telah mengalami perubahan signifikan. Emas kini dipandang tidak hanya sebagai aset pelengkap, tetapi sebagai instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang. "Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (29/4/2026). Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam berbagai fase ketidakseimbangan ekonomi global, emas cenderung mampu mempertahankan daya beli sekaligus memberikan stabilitas nilai aset. Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold. Produk ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas logam mulia 24 karat secara bertahap, dengan tenor pembiayaan 1 hingga 5 tahun dan pilihan gramasi mulai dari 5 gram hingga 100 gram. Flexi Gold juga telah disusun sesuai prinsip syariah dan memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah, mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, serta akad murabahah. Ke depan, perseroan optimistis tren investasi emas akan terus menguat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi dan perlindungan nilai aset. "Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan yang ringan, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas," tambah Benadicto. Dari sisi kinerja, produk ini mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 756% dibandingkan posisi Desember 2025. Secara geografis, minat tertinggi berasal dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar di Pulau Jawa serta Sumatra. Jakarta mendominasi dengan kontribusi 41,79% dari total nilai booking nasional, diikuti Tangerang sebesar 14,08% dan Palembang 7,15%. Sementara kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, hingga Medan secara kolektif menyumbang 36,98% dari total portofolio pembiayaan emas perseroan. (mkh/mkh) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites