bot 0 Posted 5 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui bantuan pengembangan program masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (25/4).Program ini berfokus pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, salah satunya lewat pembangunan homestay yang dikelola langsung oleh warga. Inisiatif ini dinilai mampu mengoptimalkan potensi alam Raja Ampat tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, menyampaikan apresiasi terhadap potensi alam Kampung Waifoi yang masih terjaga. Menurutnya, program CSR Pertamina di wilayah tersebut menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan karakter alam setempat. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Ini luar biasa, karena program sosialnya benar-benar disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat," ujar Nanik.Ia menambahkan, keberadaan homestay dengan delapan kamar dan tarif sekitar Rp550 ribu per malam dapat menjadi tambahan penghasilan kelompok masyarakat pengelola. Pendapatan bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga, termasuk pendidikan anak-anak setempat. "Ini contoh CSR yang tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya," katanya.Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina di kampung berawal dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat.Dukungan Pertamina diberikan melalui pembangunan homestay, dapur, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti mesin tempel kapal dan diesel."Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus berjalan hingga sekarang," tutur Zakaria.Ia menilai, program ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan fasilitas, akses transportasi, dan sumber penghasilan warga. Selain itu, masyarakat juga semakin terdorong untuk menjaga lingkungan, termasuk mangrove dan kawasan hutan."Sebagian besar penghasilan masyarakat sekarang bergantung pada homestay ini. Kami juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan seperti mangrove dan hutan agar tetap lestari," ujarnya.Lebih jauh, Zakaria berharap program tetap dikelola secara mandiri oleh masyarakat lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.Sementara, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto menyatakan, bantuan pemberdayaan masyarakat di sektor wisata ini juga menjadi upaya untuk menjaga pelestarian alam."Kami merencanakan program ini dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, agar potensi alam dapat dinikmati wisatawan tanpa mengganggu kehidupan dan tradisi yang sudah ada," jelas Rudi.Selain mendukung pengembangan ekowisata, Pertamina juga menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat Kampung Klayas, serta tas sekolah bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Kilang Kasim, mewujudkan dukungan terhadap pendidikan dan kesejahteraan.Melalui program CSR ini, Pertamina mendorong potensi alam Raja Ampat dapat terus dikelola secara berkelanjutan, sehingga selain menjadi daya tarik wisata, juga sebagai sumber ekonomi yang inklusif bagi masyarakat lokal. (rea/rir) Add as a preferred source on Google ====[2] [1]References^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites