Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Skandal? AS Selidiki Transaksi Aneh Jelang Pernyataan Trump soal Iran

Recommended Posts

Jakarta CNBC Indonesia - Regulator derivatif AS sedang memeriksa sejumlah transaksi berjangka minyak yang tidak biasa yang terjadi beberapa menit sebelum pengumuman mengejutkan oleh Presiden Donald Trump yang menandakan jeda dalam serangan terhadap Ira. Hal ini dimuat pertama kali oleh Bloomberg News, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (16/4/2026).

Investigasi ini dipimpin oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Lembaga itu akan meneliti aktivitas di tempat perdagangan yang dijalankan oleh CME Group dan Intercontinental Exchange, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

CME Group sendiri adalah perusahaan bursa terbesar di dunia untuk perdagangan derivatif, menyediakan kontrak berjangka dan opsi, dengan produk minyak mentah (WTI), emas, suku bunga, dan indeks saham. Sementara ICE adalah perusahaan bursa global yang juga mengoperasikan berbagai pasar keuangan, mulai dari energi (minyak Brent dan gas), lalu komoditas derivatif lain, dan memiliki bursa saham terbesar dunia New York Stock Exchange.

"Kedua bursa telah diminta untuk menyerahkan catatan yang relevan," muat laman tersebut.

Lebih lanjut dikatakan CFTC memfokuskan perhatian pada setidaknya dua kejadian selama periode sekitar dua minggu ketika volume perdagangan melonjak tajam tepat sebelum pengumuman penting. Informasi yang dicari termasuk apa yang disebut pengidentifikasi Tag 50, yang dapat digunakan untuk menentukan siapa yang berada di balik transaksi tersebut.

Tag 50 sebenarnya bukan nama pasar atau instrumen melainkan kode identifikasi dalam sistem perdagangan elektronik di AS. Ini digunakan sebagai sistem pelaporan transaksi untuk melacak siapa sebenarnya pelaku di balik order trading.

Sayangnya, masih dimuat CNBC International, CFTC dan ICE menolak berkomentar. CME juga tidak secara khusus berkomentar tentang transaksi yang tidak biasa yang terkait dengan pengumuman Trump meski mengatakan mengatakan bahwa investigasi apa pun juga harus mencakup platform baru misalnya prediction markets.

"Tidak ada yang lebih penting daripada integritas pasar," kata seorang juru bicara CME kepada CNBC International.

"Kami secara ketat mengawasi pasar kami dan bekerja sama erat dengan CFTC untuk mengawasi aktivitas perdagangan. Yang penting, setiap tinjauan perilaku pasar harus mencakup semua tempat perdagangan, termasuk prediction market seperti Polymarket dan Kalshi yang mencantumkan produk terkait dengan visibilitas yang sangat rendah atau bahkan tanpa visibilitas sama sekali," jelasnya.

CNBC International sendiri sebelumnya melaporkan aktivitas mencurigakan pada 23 Maret. Ini ketika kontrak berjangka S&P 500 e-mini dan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Mei tiba-tiba mengalami lonjakan volume dan terisolasi dalam perdagangan pra-pasar yang relatif tenang.

Sekitar 15 menit kemudian, Trump mengatakan di Truth Social bahwa AS dan Iran telah mengadakan pembicaraan dan bahwa ia menghentikan serangan yang direncanakan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Pengumuman tersebut memicu reaksi langsung di seluruh pasar, dengan kontrak berjangka S&P 500 melonjak lebih dari 2,5% sebelum pembukaan pasar, dan kontrak berjangka minyak mentah WTI anjlok hampir 6%.

Lonjakan volume yang tiba-tiba dan serentak pada indeks saham dan kontrak berjangka minyak mentah menimbulkan kecurigaan di kalangan pedagang, terutama karena terjadi tanpa adanya berita atau pemicu yang jelas pada saat itu. Minggu lalu, Senator AS Elizabeth Warren, dan Sheldon Whitehouse meminta CFTC untuk membuka penyelidikan terhadap perdagangan yang tidak biasa tersebut, dan menimbulkan pertanyaan apakah telah terjadi penyalahgunaan informasi pemerintah nonpublik yang berulang.

(sef/sef) Add cnbc-logo.svg?v=6.9.3 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...