Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Siap Meluncur 2026, Kemenaker Garap Program Pelatihan Kerja Difabel

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker[1]Yassierli[2] menyiapkan program pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas (difabel) guna meningkatkan akses dan kesempatan kerja yang setara di Indonesia. Diharapkan tahun ini bisa segera diluncurkan.

Yassierli mengatakan, pemerintah berkomitmen menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok difabel, dalam dunia kerja. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari visinya dalam mengelola sektor ketenagakerjaan.

"Ketika saya mengelola sektor ketenagakerjaan, saya mempunyai mimpi bahwa setiap orang di negara ini harus memiliki akses dan kesempatan yang sama. Itu adalah mimpi saya, termasuk bagi mereka yang memiliki kemampuan berbeda atau disabilitas," ujar Yassierli dalam acara a Labor Day Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng perusahaan multinasional untuk membangun vocational training center khusus bagi difabel. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat mulai direalisasikan tahun ini.

"Alhamdulillah saya dapat support dari sebuah perusahaan multinational juga untuk membangun vocational training center untuk difable. Semoga tahun ini bisa diwujudkan," jelasnya.

Melalui program ini, pemerintah akan melatih penyandang disabilitas sesuai dengan potensi dan jenis pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Misalnya, tunanetra untuk pekerjaan operator call center, tunarungu di bidang pengemasan (packaging), serta tunadaksa yang didukung dengan fasilitas kerja ramah kursi roda.

[Gambas:Youtube][3]

Yassierli mengungkapkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia yang siap untuk bekerja mencapai sekitar 1 hingga 2 juta orang, yang dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi dalam dunia kerja.

"Saya berharap saya bisa mewujudkan mimpi ini. Ya seribu, dua ribu, sepuluh ribu kemudian kita bisa rekrut mereka. Dan kebahagiaan kita adalah ketika mereka tersenyum," imbuhnya.

Menurutnya, stigma bahwa difabel menjadi beban bagi perusahaan perlu diubah. Pemerintah ingin memastikan mereka dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi industri, meski dengan pola kerja yang disesuaikan.

"Mungkin kita membayangkan dengan disability, mereka akan menjadi burden for the company (beban perusahaan). Kita ingin ubah itu, sehingga kami siap untuk melatih mereka. They have to contribute value added to the company (mereka bisa berkontribusi bagi perusahaan)," katanya.

Ia juga menyinggung adanya regulasi yang mewajibkan perusahaan merekrut minimal 1 persen tenaga kerja dari kalangan disabilitas. Namun, pemerintah lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif dibandingkan pemaksaan.

"Kami tidak ingin memaksa, tapi mengajak. Pemerintah siap menyiapkan tenaga kerjanya agar bisa terserap di industri," pungkasnya.

(ldy/ins) Add logo.png?v=12.3.2 as a preferred
source on Google
[4]

References

  1. ^ Menaker (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Yassierli (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)
  4. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...