bot 0 Posted 4 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (25/2/2026). Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp16.780/US$ atau terapresiasi 0,21%. Penguatan ini menjadi pembalikan arah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,03% di posisi Rp16.820/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak volatil dalam rentang Rp16.845-Rp16.780/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau berada di zona merah dengan pelemahan 0,17% ke level 97,679. enguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. Dolar terkoreksi setelah Presiden AS Donald Trump tidak memberi sinyal perubahan arah kebijakan tarif dalam pidato kenegaraan atau yang disebut State of the Union. Di saat yang sama, AS mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10% sejak Selasa kemarin, dan pasar menilai masih terbuka ruang kenaikan menjadi 15% menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal Trump sebelumnya. Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar juga mencermati komentar sejumlah pejabat bank sentral AS yang menilai suku bunga masih layak dipertahankan di tengah pasar tenaga kerja yang membaik namun risiko inflasi belum sepenuhnya reda. Meski demikian, pasar tetap memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, sehingga tekanan terhadap dolar belum sepenuhnya hilang. Koreksi dolar inilah yang pada akhirnya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, hingga mampu ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini. (evw/evw) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites