bot 0 Posted Februari 23 Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah melakukan perubahan susunan pengurus. Mengutip website resminya, Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama. Selain itu, Pelindo juga menambah jabatan Wakil Direktur Utama dengan mengangkat Drajat Sulistyo. Lalu, Perlindo mengganti sosok kurso Direktur Operasi dari Putut Sri Muljanto menjadi Prasetyadi. Sementara, Direktur Komersial dijabat oleh Farid Padang. Kemudian, Boy Robyanto bergeser dari Direktur Investasi menjadi Direktur Manajemen Risiko. Sedangkan, Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan. Direktur lainnya, seperti posisi Dwi Fatan Lilyana, Bachtiar Soeria Atmadja dan M Suriawan Wakan tidak beribah Berikut susunan jajaran direksi Pelindo yang baru: Direktur Utama: Achmad MuchtasyarWakil Direktur Utama: Drajat SulistyoDirektur Sumber Daya Manusia dan Umum: Dwi Fatan LilyanaDirektur Manajemen Risiko: Boy RobyantoDirektur Keuangan: Bachtiar Soeria AtmadjaDirektur Teknik: M Suriawan WakanDirektur Komersial: Farid PadangDirektur Pengembangan: PrasetyoDirektur Operasi: PrasetyadiDirektur Kelembagaan: Hendri Ginting Achmad Muchtasyar diketahui menyelesaikan pendidikan S-1 Teknik Perminyakan di Universitas Trisakti (1997), yang menjadi dasar kompetensinya di sektor hulu migas. Kemudian melanjutkan S-2 Teknik Industri di Universitas of New Heaven (2000), memperkuat keahlian manajerial dan sistem industri. Selain itu, Ia juga belajar Ilmu Hukum di Universitas Bhayangkara (2020) S-1, memperluas pemahaman aspek regulasi dan tata kelola. Kemudian, program Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada (2023), yang semakin mengukuhkan profesionalismenya sebagai insinyur bersertifikat. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo, Achmad telah mengisi sejumlah posisi strategis di sektor energi nasional, antara lain, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk (Mei 2021 - November 2023). Di posisi ini, ia berperan dalam pengembangan infrastruktur gas nasional serta penguatan sistem dan teknologi distribusi energi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM (Januari 2025 - Februari 2025) Ia memimpin perumusan dan implementasi kebijakan strategis di sektor minyak dan gas bumi nasional. Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (Juli 2025 - Februari 2026). Dalam jabatan ini, ia terlibat dalam pengelolaan distribusi dan niaga energi, termasuk optimalisasi rantai pasok dan transformasi bisnis. (fsd/fsd) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites