bot 0 Posted Februari 2 Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS[1]) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus US$41,05 miliar sepanjang 2025 (Januari-Desember), jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$31,33 miliar.Secara rinci, surplus ditopang oleh komoditas non migas tercatat US$60,75 miliar. Sedangkan komdoitas migas defisit US$19,70 miliar."Surplusnya cukup tinggi, pada kondisi Januari-Desember 2025 dibandingkan januari-Desember 2024," ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (2/2). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Neraca dagang surplus cukup tinggi berkat nilai ekspor sepanjang periode Januari-Desember 2025 tercatat US$282,91 miliar atau meningkat 6,15 persen (yoy). Sedangkan impor hanya tercatat US$241,86 miliar sepanjang tahun lalu. Ada tiga negara penyumbang surplus terbesar untuk Indonesia yakni Amerika Serikat sebesar US$18,11 miliar, India sebesar US413,49 miliar dan Filipina sebesar US48,42 miliar.Sementara, negara penyumbang defisit terbesar adalah China minus US$20,50 miliar, Australia turun sebesar US$5,65 miliar dan Singapura berkurang US$5,47 miliar.Lima komoditas penyumbang surplus adalah lemak dan minyak hewani/nabati; bahan bakar mineral; besi dan baja; nikel dan barang daripadanya; serta alas kaki.Sedangkan, komoditas penyumbang defisit adalah mesin dan peralatan mekanis; mesin dan perlengkapan elektrik; plastik dan barang dari plastik; instrumen optik, fotografi, sinematografi dan medis; serta serealia.====[2] (ldy/pta) References^ BPS (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites