bot 0 Posted Januari 26 Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok dan meninggalkan level psikologis 9.000 pada pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), indeks ditutup turun 0,46% ke 8.951,01. Indeks terkoreksi signifikan sepanjang perdagangan pekan lalu, turun 1,37%. Selama tiga hari berturut-turut sepanjang perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup di zona merah. Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi yang lebih rendah 2,66% dari pekan sebelumnya. Seiring dengan pelemahan tersebut, investor asing melakukan aksi penjualan bersih jumbo akumulatif, tembus sebesar Rp3,05 trilliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp2,91 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp142,87 miliar di pasar negosiasi dan tunai. FAP Agri (FAPA) mencatat net foreign buy terbesar pada pekan lalu, yakni Rp 1,08 triliun. Hal ini seiring dengan adanya transaksi nego di saham emiten milik Wirastuty Fangiono tersebut. Selanjutnya Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi incaran asing dengan net buy Rp 414,9 liar dan Alamtri Resources (ADRO) Rp 414,9 miliar. Mengutip Indo Premier, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan pekan lalu: PT FAP Agri Tbk. (FAPA) - Rp1,08 triliun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp440,9 miliar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp414,9 miliar PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp408,7 miliar PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp326,1 miliar PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) - Rp226,9 miliar PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp225,1 miliar PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp210,1 miliar PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp186,2 miliar PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) - Rp180,5 miliar (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites