Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Jahja Setiaatmadja Sukses Berkat Belajar Autodidak

Recommended Posts

KISAH SUKSES

Rabu, 10 Juli 2013 04:04 wib

Rezkiana Nisaputra - Okezone

gGwVtXdgSq.jpgDirut BCA Jahja Setiaatmadja. (Foto: Okezone)

MENJADI orang sukses tentunya butuh perjuangan dan usaha yang keras, untuk mencapai titik terang tersebut, pastinya jalan akan berliku, namun tetap saja ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang dan kebuntuan merupakan musuh semua orang. Berlikunya jalan pasti akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati, niat dan kerja keras yang nantinya akan kita nikmati.

Begitulah kisah yang terjadi pada sosok Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dia hanya anak dari seorang ayah yang hanya bekerja sebagai karyawan biasa namun dengan kerja keras dan jerih payahnya, saat ini sang anak telah menjadi orang nomor satu dalam sebuah perusahaan perbankan swasta terbesar di Indonesia.

Perjuangan Jahja untuk mencapai itu semua tidaklah semudah seperti memetik mangga di kebun sendiri, akan tetapi membutuhkan usaha dan ketekunan yang ditanam di dalam jiwa masing-masing seseorang.

Dalam menjadi orang sukses, kebanyakan seseorang pastinya memiliki panutan-panutan tertentu, di mana sosok panutan tersebut dinilainya mampu mendorong atau bahkan menopang semangat pada jiwa orang yang ingin sukses. Namun demikian ini sama sekali tidak terjadi pada Jahja Setiaatmadja, dia mengaku untuk bisa menjadi seperti ini hanyalah sebatas autodidak dan belajar dari segala kehidupan yang telah dilaluinya. Jahja yang pernah menjual kaset video semasa kuliahnya dahulu, di mana ini dilakukan semata-mata untuk menambah uang sakunya.

 

"Setiap orang itu pasti memiliki kelebihan dan pasti punya kekurangan, namun bagaimana kita melihat dari berbagai dua figur tersebut. Hingga dengan sampai saat ini, terus terang saya enggak ada orang yang menjadi panutan saya, tetapi saya mencoba untuk autodidak dalam arti kita belajar dari kehidupan-kehidupan kita sebelumnya, dan melihat orang-orang itu seperti apa, inikan autodidak," ujar Jahja dalam wawancara ekslusif dengan Okezone di kantornya Menara BCA, Jakarta.

Sesempurnanya seseorang, dia mengatakan, tak ada gading yang retak. Jahja bisa menyebutkan kata-kata tersebut, karena menurutnya, semua orang pasti ada salahnya dan tidak semua orang itu selalu benar. Pun untuk dirinya sendiri, ia mengaku dirinya bukanlah sosok yang sempurna, oleh karenanya Jahja meminta jangan pernah melihat saya untuk menjadi panutan sebagai orang yang sukses.

"Saya sendiri merasakan bukan sosok yang paling sempurna, janganlah orang mengambil panutan dari saya, akan tetapi ambillah yang menurut orang itu baik tentang saya tapi jangan lakukan orang melihat seperti, ‘wah Pak Jahja kurang bagus’, jadi saya sih seperti itu. Kalau figur panutan, terus terang saya enggak ada," pungkas Jahja.

Sedangkan untuk kepuasan seseorang dalam mencapai kesuksesannya, Jahja sendiri mengingatkan bahwa kontribusi kita haruslah lebih baik, di mana ini yang memacu kita untuk selalu tidak puas dengan apa yang sudah dilakukan dan diraihnya. Namun demikian, dirinya sudah sangat bersyukur dengan apa yang sudah diraihnya selama ini. Karena menurutnya, di saat dia berjuang untuk menjadi seperti ini banyak keluh kesahnya, terlebih ketika sang ayah harus bekerja keras demi anak tunggalnya itu.

"Kalau ditanya puas atau tidak, saya sendiri terus terang saya sudah sangat bersukur dengan apa yang saat ini, apalagi saya dari keluarga yang dari zaman ayah saya susah-susahan, saat itukan masih susah-susahnya dan saya sudah seperti ini, ya saya sangat bersyukur," ucap Jahja.

Akan tetapi untuk mencapai kepuasan di dalam mencapai kesuksesan tersebut, Jahja menjelaskan bahwa seseorang tidaklah boleh berkata, “jika sudah puas dan cukup sukses maka kita tidak boleh memikirkan hal baru”, itu salah. Jika memang di depan kita ada peluang dan hal baru yang harus kita coba maka cicipilah. Namun, jika untuk karier sendiri ini dirasanya sudah lebih dari puas ini merupakan keputusan berbeda di setiap orang.

"Kalau apa yang kita lakukan masih belum puas itu memang jika ingin sukses dan belum puas itu harus seperti itu, ini tidak boleh misalnya kalau sudah puas lalu kita enggak memikirkan hal yang baru lagi. Tapi kalau untuk karier sendiri ini sudah lebih dari puas, ya sudah itu keputusanmu, untuk saya sendiri saya sudah sangat bersyukur bisa seperti ini. Inikan harus kita syukuri tentunya," ungkap Jahja.

Jahja yang merupakan anak tunggal dari seorang ayah yang bukanlah sebagai pejabat teras, melainkan hanya sebagai karyawan biasa yang menempati jabatan kepala kasir di Bank Indonesia hingga 35 tahun lamanya dan pensiun di tahun 1979. Bertitik tolak dari latar belakang keluarga yang pas-pasan, terlebih pada tahun 1970-an, saat itu di BI sendiri jika dilihat dari segi gaji, honor dan segalanya masih sangat minim.

Saat ini, Jahja telah menjadi Direktur Utama BCA. Di mana dalam kariernya di BCA, dia sudah 23 tahun menjajaki dunia persilatan di bidang perbankan. Memang awal karier Jahja saat masuk ke BCA yakni pada tahun 1990 tidak langsung menjadi Direktur Utama melainkan masih menjabat sebagai General Manager, dan pada tahun 1995 dirinya diangkat menjadi Kepala Divisi, lalu pada tahun 1999 Jahja diangkat menjadi Direktur BCA.

Hingga tahun 2005 dia kembali diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur BCA dan Mei 2011 Jahja akhirnya diberikan kepercayaan untuk menjadi Presiden Direktur BCA. (wdi)

Berita Selengkapnya Klik di Sini [h=4]Berita Terkait: Wawancara khusus Dirut BCA Jahja Setiaatmadja[/h]

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...