bot 0 Posted kemarin, jam 06:33 Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 2,85% pada perdagangan sesi 1 hari ini, Jumat (6/2/2026). Di tengah tekanan terhadap pasar, investor asing ternyata justru agresif masuk. Sepanjang sesi 1, asing membukukan foreign buy Rp 3,5 triliun dan foreign sell Rp 3,1 triliun. Alhasil net foreign buy tercatat sebesar Rp 440,7 miliar. Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 274,2 miliar. Pada sesi 1, saham BMRI mengalami koreksi 1,19% ke level 4.990. Di urutan selanjutnya Telkom (TLKM) dan Antam (ANTM) menjadi saham yang masuk dalam keranjang belanja asing. TLKM mencatat Rp 118,3 miliar dan ANTM Rp 105,6 miliar. Menyusul, dua emiten Bakrie, Bumi Resources (BUMI) dan Bumi Resources Minerals (BRMS) juga masuk dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar. Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 74,9 miliar. Kemudian diikuti oleh Petrosea (PTRO) Rp 43,8 miliar dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 40,4 miliar. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy dan net foreign sell terbesar sepanjang sesi 1 hari ini: Net foreign buy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 274,2 miliar PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 118,3 miliar PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp 105,6 miliar PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp 103,7 miliar PT Bumi Reources Minerals Tbk (BRMS) - Rp 31,5 miliar PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) - Rp 22,9 miliar PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) - Rp 22 miliar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp 18,6 miliar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 17,7 miliar PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp 17,1 miliar Net foreign sell PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 74,9 miliar PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp 43,8 miliar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp 40,4 miliar PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) - Rp 29 miliar PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 22,8 miliar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Rp 21,5 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp 20,8 miliar PT Timah Tbk (TINS) - Rp 17,7 miliar PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Rp 17,5 miliar PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp 17,1 miliar (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites