Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

HARGA MINYAK: Melemah, Pedagang Berhati-hati Jelang Jurang Fiskal AS

Recommended Posts

NEW YORK--Harga minyak mentah sedikit lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB) karena para pedagang tetap bersikap berhati-hati menjelang "jurang fiskal" (fiscal cliff) AS yang mulai efektif 1 Januari.

 

Para pedagang juga hati-hati karena Yunani sedang menunggu keputusan Uni Eropa tentang pencairan pinjaman tahap berikutnya untuk menghindari gagal bayar (default).

 

Kontrak berjangka minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) di New York untuk pengiriman Desember, turun 50 sen dollar ASdari tingkat penutupan Jumat, mengakhiri sesi di US$ 85,57  per barel.

 

Dalam perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun 33 sen dollar AS menjadi US$109,07 per barel.

 

"Minyak mentah tetap rumit di dalam kekuasaan perkembangan dan non-perkembangan di dua kawasan yang sedang mendikte fokus, berasal dari 'jurang fiskal' AS dan krisis utang euro," kata Matt Smith dari Summit Energy seperti dikutip AFP.

 

Kongres AS tetap terbagi setelah pemilu pekan lalu, dengan Demokrat menguasai Senat dan Partai Republik menguasai DPR, menggarisbawahi tantangan dalam mencapai kompromi untuk menghindari "jurang fiskal" akhir tahun ini dari pemotongan belanja dan kenaikan pajak yang diperkirakan bisa berujung perekonomian kembali ke dalam resesi.

 

Perekonomian Yunani juga mengkhawatirkan pasar, karena para menteri keuangan zona euro masih berdebat, tentang apakah Athena telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan kreditur internasional untuk memperoleh dana talangan guna mencegah bencana gagal bayar utang negara.

 

"Namun, ketegangan di Timur Tengah, khususnya di Israel, telah memperlambat penurunan harga minyak, " jelas Smith dari Summit Energy.

 

Harga minyak juga terpukul oleh berita bahwa ekonomi Jepang menyusut pada kuartal Juli-September, namun penurunannya dibatasi oleh bukti bahwa permintaan energi di China -- lokomotif Asia -- menguat.

 

Para pedagang mengatakan, pasar juga tertekan lebih rendah setelah Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan Amerika Serikat akan menjadi produsen minyak utama dunia pada 2020. (Antara/if)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...