Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

GANGGUAN LISTRIK: Iklim investasi daerah terpengaruh

Recommended Posts

MAKASSAR: Terjadinya gangguan sistem kelistrikan beberapa waktu yag lalu dikhawatirkan akan mempengaruhi iklim investasi daerah

 

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang menyayangkan, penjelasan PLN mengenai kondisi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan dianggap pembohongan publik.

 

"Ini sudah pembohongan publik karena hingga saat ini, gangguan teknis masih terus terjadi. Kita bisa lihat dimana-mana terjadi pemadaman meskipun tidak merata," keluh Ilham saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Makassar, Jumat (2/11).

 

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengaku gerah dengan penjelasan pihak PLN sebab insiden kebakaran travo di PLTD Tello itu bisa mengancam investor hengkang dari daerah ini.

 

"Saya saja nyaris pergi mandi di hotel akibat listrik padam beberapa pada saat kejadian itu, apalagi investor yang akan menanamkan modalnya disini. Ketersediaan listrik yang menjadi syarat mereka untuk masuk kesini," ungkap dia.

 

Data PT PLN menyebutkan, peristiwa terbakarnya travo PLTD Tello telah mengakibatkan PLN Sulselrabar mengalami defisit daya 139 mega watt (MW).

 

Sehingga pemadaman tejadi pada pelanggan umum sebesar 114 MW dan pelanggan industri dan usaha sebesar 25 MW.

 

PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat hingga saat ini mengaku belum mengatahui secara pasti penyebab ledakan disertai kebakaran pada salah satu transformat pembangkit tegangan di PLTD Tello Makassar yang mengakibatkan 70% wilayah Sulselbar mengalami pemadaman.

 

GM PLN Sulselrabar Zulkifli Abdullah Puteh mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan insvestigasi penyebab ledakan salah satu transformat dengan sistem paralel dan terkoneksi dengan travo lain dalam areal PLTD Tello.

 

Sehingga saat terjadi ledakan, suplai listrik untuk 70 persen wilayah Sulsel dan Sulbar terpaksa diputuskan sementara.

 

“Kami masih melakukan investigasi penyebab ledakan tersebut, tapi yang terbakar memang trafo yang terhubung ke gardu induk, dan itu peralatan untuk listrik cadangan. Sehingga saat terbakar otomatis interkoneksi jaringan lain ikut terganggu. Tetapi sekarang pasokan listrik untuk wilayah yang mengalami pemadaman sudah mulai pulih kembali,” ujarnya.

 

Menurutnya, ledakan yang terjadi di PLTD Tello secara keseluruhan tidak akan mengganggu ketersediaan suplai listrik untuk wilayah Sulselrabar mengingat yang mengalami kerusakan adalah peralatan untuk listrik cadangan pembangkit listrik.

 

Adapun PLTD Tello menghasilkan daya sebesar 70 Mega Watt (MW), sementara secara keseluruhan PLN Sulselrabar telah mampu menyediakan 896 MW per Oktober 2012 dengan beban puncak 734 MW. “Sehingga suplai listrik untuk wilayah Sulselbar dalam kondisi aman,” kata Zulkifli.

 

Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga yang ditemui dalam kesempatan yang sama mengatakan trafo yang meledak dan terbakar tersebut berkapasitas 15 Mega Watt (MW) seyogyanya sudah dipindahkan, karena tidak lagi berfungsi dan hanya bersifat cadangan.

 

“Trafo itu pula tidak lagi digunakan untuk mensuplai tegangan. Hanya saja, karena masih terhubung dengan gardu induk, posisinya dalam menyebabkan black out massal masih besar. Apalagi PLTU Jeneponto belum memiliki block start untuk bangkit sendiri, masih harus dibantu oleh PLTA Bakaru,” ujar Vickner. (k15/Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...