Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KABAR HAJI: Bus terbakar, penyewaan bisa alihkan

Recommended Posts

JAKARTA: Pemerintah siap mengalihkan penyewaan bus ke pihak swasta menyusul terbakarnya sebuah bus pengangkut jamaah calon haji dari Madinah ke Mekkah pada Rabu.

 

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya sangat serius menanggapi kejadian terbakarnya bus jamaah pada Rabu dan akan menanganinya secara langsung.

 

Pemerintah Indonesia, katanya, akan melakukan sesuatu agar persoalan seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. 

 

Padahal dalam klausul kontrak, pemerintah Saudi menyatakan semuanya busnya dalam kondisi layak tapi yang layak itu relatif. 

 

"Buktinya, tempat koper atau bagasi bus tidak muat,” kata Anggito setibanya di Mekkah seperti ditulis situs resmi media informasi dan umrah Ditjen penyelenggaraan haji Kementerian Agama, Kamis (18/10/2012)

 

Anggito mengaku telah mengirim surat teguran keras kepada Nakobah (penyedia layanan bus) serta mengingatkan perjanjian atau kerja sama yang pernah disepakati bersama. 

 

Pihaknya juga telah meminta Nakobah memberikan ganti rugi terhadap semua kerugian yang dialami jamaah.

 

Seandainya Nakobah tidak memenuhi janjinya, bukan tak mungkin layanan bus haji ipercayakan kepada swasta seperti Saptco. 

 

Dalam perkembangan lain, Menag Suryadharma Ali meminta pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

 

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," katanya seperti dikutp Antara, Kamis (18/10/2012).

 

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

 

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," katanya.  (ra) (foto:Kemenag.go.id)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...