Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Pemerintah Diminta Gelontori Insentif Ekspor Bahan Baku

Recommended Posts

NyMFrVUOI6.jpgIlustrasi. (Foto: Tangguh Putra/okezone)

 

 

 

MEDAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintah memberikan insentif kepada pelaku ekspor bahan baku dalam negeri. Pasalnya, selagi infrastruktur hilirisasi belum ada, ekspor bahan mentah tetap harus dilakukan ditengah tingginya produksi.Hal ini tercetus di tengah upaya pemerintah menggalakkan industri hilir guna meningkatkan devisa yang terus tergerus akibat menurunnya ekspor.

 

Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, di tengah krisis yang terjadi saat ini, pemerintah harusnya mengambil kebijakan yang dapat melindungi realisasi ekspor. Karena jika kebijakan yang diambil justru menghambat, maka penerimaan devisa akan terganggu, dan tentunya tak baik untuk perekonomian negara, daerah maupun masyarakat.

 

Ia menyebutkan, saat ini kecenderungan pengusaha indonesia masih berusaha di sektor bahan baku, sehingga tidak pula harus mematikan bisnis para pelaku usaha untuk menggenjot realisasi hilirisasi yang dilakukan pemerintah.

 

"Kalau industri hilirnya sudah ada, memang ekspor bahan baku bisa dibatasi. Tapi kalau seperti sekarang, yang ada malah menyudutkan pengusaha. Pemerintah juga merugi kok, karena penerimaan devisa terganggu. Makanya pemerintah jangan salah ambil kebijakan. Jangan ada kebijakan yang mempersulit ekspor sejumlah komoditas. Ada beberapa memang yang harus dibatasi, tapi yang sifatnya tak terbarukan," jelasnya di Medan, Rabu (17/10/2012).

 

Suryo juga menegaskan jika pemerintah memiliki kewajiban untuk terus menggenjot ekspor, karena saat ini importasi dari sejumlah negara masih cukup tinggi dan memiliki tren meningkat. Sehingga jika ekspor terganggu keuangan negara juga akan mengalami masalah.

 

"Perekonomian kita masih bisa bertahan dibandingkan India dan Cina karena konsumsi kita tinggi. Kita bahkan menjadi salah satu negara dengan potensi pasar terbaik, disamping Korea Selatan dan Meksiko. Aktifitas produksi masih bisa terus berjalan karena kemampuan pasar domestik kita. Tapi kita harus sadar kalau impor terus meningkat. Sehingga jika tidak diimbangi dengan kegiatan ekspor, tentunya keuangan negara akan terganggu, dan berdampak sistemik juga bagi sektor perekonomian secara menyeluruh," tukasnya.

 

Suryo juga meminta agar percepatan pembangunan industri hilirisasi segera dilakukan. Termasuk sektor-sektor pendukung industrinya. Karena produk hasil hilirisasi memang akan memberikan hasil yang lebih baik.

 

“Kita meminta ekspor dipermudah, sekaligus meminta percepatan pembangunan hilirisasi. Jangan ditunda-tunda lagi. Tahun depan harus sudah selesai agar tren positif pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan. Persiapan hilirisasi juga harus dilakukan terhadap infrastruktur terserta sarana dan prasarana. Perijinan dan administrasi bisnisnya juga garus diperbaiki. Komitmen pemerintah kita tagih untuk itu," tutupnya. (ade)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...