Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

INDEKS BEI : Besok, IHSG diprediksi menguat tipis

Recommended Posts

JAKARTA : Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (6/9/2012) diperkirakan dapat menguat tipis.

 

Analis NISP Sekuritas Kam Lipto mengatakan sentimen global masih mendominasi pergerakan indeks. Namun, peluang rebound tetap terbuka menyusul terkoreksinya indeks sebesar 0,72% yang terjadi pada perdagangan lalu.

 

Angka support dan resistance akan berada di kisaran 4050-4115. Sementara saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading antara lain BJBR, MDLN, dan ITNG.

 

Lipto menilai trader masih dapat melakukan aksi beli terhadap saham baru bara walau sektor tambang masih belum menunjukan tanda-tanda tren naik.

 

"Penurunan harga saham sektor batu bara bukan disebabkan oleh fundamental perusahaan melainkan harga komoditasnya yang menurun. Pada kuartal IV ketika Amerika mengalami musim dingin, permintaan batu bara diperkirakan bisa meningkat," katanya.  

 

Berbeda, menurut analis PT Panin Sekuritas Tbk, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

 

"Penurunan IHSG pada perdagangan lalu telah mengkonfirmasikan terjadinya bearish reversal jangka pendek," katanya.

 

Kisaran support-resistance jangka pendek, menurut Purwoko akan berada dikisaran 4.020-4.090.

 

Pada penutupan Rabu (5/9/2012) indeks terkoreksi 29,9 poin atau 0,73% menjadi 4.075,35. Sementara indeks Bisnis27 juga terkoreksi 1,88 poin atau 0,54% menjadi 344,46.

 

Hampir semua sektor saham melemah dipimpin oleh sektor konsumer dan agribisnis sebesar 2,48% dan 2,37%. Sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,04%.

 

Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp3,01 triliun sementara investor asing membukukan jual bersih Rp213 miliar terhadap saham BBCA dan BBRI.

 

Menurut Purwoko, penurunan IHSG mengikuti gerak bursa regional menyusul sentimen negatif yang dipicu oleh data manufaktur Amerika yang mengalami penurunan terus menerus selama tiga bulan terakhir.

 

"Dorongan negatif pelemahan juga berasal dari data produk domestik bruto (PDB) Australia kuartal II/2012 yang tumbuh 0,6% di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,7%," katanya. (ra)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...