Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

CESSNA JATUH: Panglima TNI Izinkan Penggunaan Heli M17 untuk Evakuasi

Recommended Posts

SAMARINDA: Helikopter MI17 yang digunakan TNI untuk menjaga perbatasan Republik Indonesia (RI)- Malaysia di bagian utara Kalimantan Timur, disiapkan untuk evakuasi pesawat Cessna jenis  PA31 Piper Navajo Chieftain yang dikabarkan hilang ketika hendak melakukan survei pemetaan di kota Bontang.

 

Komandan Kodim 0901/Samarinda Letnan Kolonel Infanteri Junaidi M menjelaskan penggunaan helikopter M17 sudah mendapat izin dari dari Panglima TNI.

 

Helikopter itu kini berada di kota Tarakan akan menuju Bandara Temindung Samarinda untuk persiapan evakuasi.

 

“Heli M17 memiliki daya angkut yang besar dan mampu membawa 35 orang. Nantinya, tim terpadu yang dibentuk dari Basarnas, TNI dan kepolisian menggunakan heli itu ketika lokasi pesawat telah ditemukan. Sampai saat ini, titik lokasi pesawat masih dilakukan pencarian,” jelas Junaidi M, hari ini.

 

Dikatakan Junaidi, timnya kini masih menunggu kabar informasi yang disampaikan oleh tim pencarian udara dilakukan pihak perusahaan angkutan pesawat yang hilang yakni PT Intan Angkasa.

 

Seiring itu, tim pasukan darat TNI terus melakukan pencarian pesawat dikosentrasikan di Gunung Pilar yang berjarak 13 kilometer dari pantai Teluk Tabah kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

 

“Sejak hari Jumat (24/8) pukul 16.00 Wita, pasukan TNI darat telah dikerahkan ke lokasi pencarian. Dari Kodim Bontang dan Kodim Sangatta sudah melakukan pencarian. Kemudian, pasukan tempur Batalyon Infanteri 611 Awang Long sudah menuju arah ke Sangatta Kutai Timur sebanyak 1 SST (Satuan Setingkat Pleton) dan ada pula 1 SST dari Danrudal Bontang,” jelas Junaidi M.

 

Pesawat yang hilang dicarter oleh Eliot Geophsycics International. Selain pilot, ikut pula Sus Suyoto sebagai SO (Security Officer) beserta dua penumpang, Peter John Iliot warga Australia dan Jandri Hendrizal sebagai surveyor. Pesawat mulanya take off dari Samarinda pukul 07.51 Wita kemudian alami last contact dengan TM D tower Bandara Temindung Samarinda pukul 08.40 Wita.

Lalu, pesawat melakukan first contact dengan Bontang pukul 08.05 Wita dan last contact 08.11 Wita.

 

Rencananya pesawat terbang selama 4 jam untuk melakukan survei pemetaan pertambangan dan membawa bahan bakar untuk selama 6 jam. Pesawat dengan no register pesawat udara PK-IWH terbang ketika cuaca sedang gerimis atau slight rain. (K26/faa)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...