Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

JALUR MUDIK: Langgar lalin, polisi tegus pakai bahasa madura

Recommended Posts

PAMEKASAN: Petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan berupaya melakukan antisipasi potensi rawan kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan media pengeras suara.

 

Menurut Kapolres Pamekasan Nanang Chadarusman, Minggu malam, penggunaan pengeras suara untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas itu merupakan salah satu upaya alternatif yang dilakukan polisi, selain memasang poster dan spanduk di berbagai lokasi.

 

"Tujuan kami, agar pengendara kendaraan bermotor bisa memperhatian imbauan yang kami sampaikan," kata Nanang Chadarusman.

 

Penggunaan pengeras suara untuk menekan kecelakaan arus lalu lintas ini, ditempatkan di pusat keramaian yakni di pos pengamanan (pospam) induk Operasi Ketupat 2012 di Are Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

 

Kapolres yakin, dengan menggunakan pengeras suara, pengendara akan lebih memperhatikan imbauan yang disampaikan petugas kepolisian untuk disiplin berlalu lintas.

 

"Disamping itu, kalau misalnya ada pengendara, seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan kita tegur melalui pengeras suara, dia pasti akan merasa malu, karena kita tegur dengan pengeras suara," ucap dia.

 

Oleh sebab itu, pihaknya menunjuk beberapa orang polisi menjadi petugas khusus melakukan siaran, mengingatkan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di pospam Lebaran yang melanggar disiplin lalu lintas.

 

Petugas yang ditunjuk secara khusus itu yang mengerti Bahasa Madura karena siaran pada pengendara kendaraan bermotor agar tertib lalu lintas itu menggunakan Bahasa Madura.

 

"Tujuan kami agar bisa dimengerti semua pengendara, termasuk mereka yang belum pahan berbahasa Indonesia. Kalau dari desa kan masih ada yang belum paham Bahasa Indonesia," paparnya, menambahkan.

 

Kapolres menuturkan, sebenarnya, siaran tertib lalu lintas dengan menggunakan pengeras suara itu sejak beberapa tahun lalu.

 

"Hasil evaluasi kami, ternyata sangat efektif. Makanya kami berlakukan lagi pada Lebaran tahun ini," tukas Nanang Chadarusman menambahkan. (Antara/arh)

 

 

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...