Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

STRATEGI MANDIRI: Mandiri bidik market share 15% di Jatim

Recommended Posts

SURABAYA: PT Bank Mandiri Tbk kantor Wilayah VIII Surabaya siap membidik market share di Jatim sebesar 15% pada akhir tahun menyusul penambahan jaringan dan ekspansi kredit yang   sudah mencapai 99% dari target sebesar Rp32,9 triliun.

 

Jasmin Kepala Kantor Wilayah VIII Bank Mandiri Surabaya mengatakan saat ini market share BUMN itu di Jatim baru mencapai 13%. Relatif kecil dibandingkan dengan banyaknya potensi pasar yang belum bisa tergarap bank tersebut.

 

Apalagi untuk saat ini jaringan layanan Mandiri di Provionsi Jatim belum sampai ke pelosok. "Kami berharap dengan terus melakukan ekspansi jaringan kantor dan pelayanan serta penyaluran kredit secara meluas akan dapat mendongkrak market share Mandiri di Jatim," ungkapnya di hubungi Bisnis hari ini.

 

Setidaknya, lanjutnya, sampai akhir tahun ini Mandiri harus bisa meningkatkan market share-nya di Jatim  dari 13% menjadi 15%. "Kuenya masih banyak meskipun tingkat persaingannya juga ketat terutama untuk kota besar seperti Surabaya, Malang, Jember dan Madiun.

 

Jasmin mengatakan, pihaknya akan agresif untuk memperluas jaringan playanan di luar kota kabupaten dan kecamatan. Selama semester I 2012 perseroan tersebut telah menambah sedikitnya 18 kantor cabang baru di Jatim sehingga  jumlah keseluruhannya menjadi 150  kantor. Sementara total layanan ATM mencapai 1.434 unit.

 

Jasmin optimistis  target pertumbuhan market share tersebut akan tercapai. Apalagi selain ekspansi jaringan bank milik pemerintah ini  juga agresif  memacu penyaluran kredit.

 

Per Juni 2012 bank plat merah itu telah membukukan penyaluran pinjaman sebesar Rp32,5 triliun. Naik 22% dibandingkan dengan posisi kredit pada Juni 2011 sebesar Rp24,3 triliun atau 99% dari target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp32,9 triliun pada akhir 2012.

 

Namun sebagian besar dana pinjaman tersebut terserap di sektor produktif. Sementara porsi pinjaman konsumer-nya baru tercatat Rp3.8 triliun.  Itupun penyebarannya masih terbatas di perkotaan yakni Surabaya, Malang dan Jember.

 

Begitu juga dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Per Juni 2012 DPK Mandiri di Jatim tercatat Rp33,98 triliun naik 20,7% dibandingkan periode sama 2011 senilai Rp28,25 triliun.(api)

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...