Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

MUDIK LEBARAN 2012: Jalur Surabaya-Blitar Rawan Kemacetan

Recommended Posts

MALANG: Sejumlah jalur memasuki H-6 lebaran dari arah Surabaya-Blitar melalui Kabupaten Malang masuk kategori rawan dari kemacetan. Kemacetan juga diprediksi berlangsung hingga H+7 lebaran.

          

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Malang, Nazarudin Selian H.T., mengatakan titik yang rawan kemacetan dan perlu diwaspadai pemudik yakni dari arah Surabaya atau Malang utara berada  di depan Pasar Lawang Kecamatan Lawang dan Pasar Singosari Kecamatan Singosari.

 

“Sedangkan di wilayah Malang Selatan atau menuju Blitar berada di depan Pasar Kepanjen dan Jembatan Metro yang ada di wilayah Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen,” kata Nazarudin di Malang, akhir pekan lalu.

 

Selain itu, menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu, sejumlah titik yang rawan terjadi kemacetan juga berada di depan Pasar Pakisaji Kecamatan Pakisaji yang disebabkan banyaknya masyarakat menyeberang jalan seusai berbelanja dari pasar. Termasuk banyaknya kendaraan yang keluar masuk pasar.

          

“Jalur di depan Pasar Pakisaji merupakan poros utama dari arah Surabaya menuju Blitar.”

          

Titik kemacetan yang juga harus diwaspadai pemudik, lanjut dia, juga berada di depan tempat wisata utamanya di Taman Rekreasi Sengkaling Kecamatan Dau yang menghubungkan wilayah Malang dengan Kota Batu. Dimana saat libur lebaran mendatang jumlah pengunjung Sengkaling dipastikan membeludak.

          

“Sehingga poros utama menuju Kota Batu dari arah Malang tersebut selama ini menjadi titik kemacetan yang patut diwaspadai.”

          

Begitu juga di wilayah Malang Timur atau di depan Taman Wisata  Wendit Kecamatan Pakis, pemudik juga dihimbau untuk berhati-hati karena daerah tersebut juga merupakan kawasan rawan kemacetan.

          

Dalam Lebaran tahun ini, Dishubkominfo Kabupaten Malang, lanjut dia, telah mendirikan delapan titik pos pantau yang didirikan bersama dengan instansi terkait. Pos pantau tersebut diantaranya berada di tempat wisata, di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta pos pantau di sejumlah tempat-tempat keramaian.

          

Karena itu, guna menghindari kemacetan, pihaknya menghimbau kepada pemudik untuk memantau perkembangan yang terjadi di lapangan melalui informasi yang disampaikan media elektronik radio atau bisa memanfaatkan teknologi lainnya.

            

“Harapannya agar pemudik mengetahui jalur mana saja yang terjadi kemacetan pada waktu mudik mulai H-6 hingga arus mudik balik hingga H+7. Sehingga bisa melakukan langkah antisipasi sejak dini,” jelasnya.(K25/api)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...