Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

PIPA TRANS JAWA: Jika tidak bisa sinergi BUMN, PGN akan jalan sendiri

Recommended Posts

JAKARTA: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyatakan akan mulai melakukan pembicaraan dengan perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan transmisi pipa gas Trans Jawa pada akhir 2012 ini. Rencananya,PGN berkeinginan untuk menghubungkan area penjualan PGN yang berada di Jawa Barat dengan area penjualan di Jawa Timur.

 

Heri Yusup, Sekretaris Perusahaan PGN mengatakan pihaknya sedang melakukan penelitian engineering untuk bisa membangun pipa dari Jawa Barat ke Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar kedua daerah tersebut dapat saling mendukung untuk memenuhi pasokan gas.

 

“Gas dari Jawa Barat itu harus bisa di bawa ke Jawa Timur, begitu juga kalau gas di Jawa Timur berlebih, harus bisa dibawa ke Jawa Barat,” kata Heri akhir pekan lalu.

 

Rencananya, akhir 2012 ini PGN akan melakukan pembicaraan dengan perusahaan yang saat ini mengelola proyek ruas pipa gas Trans Jawa. Adapun proyek ruas pipa gas Trans Jawa antara lain meliputi Cilegon-Sunyaragi, Cirebon-Semarang, dan Semarang-Gresik. Proyek pipa gas Semarang-Gresik sepanjang 250 km akan dibangun oleh Pertagas, anak usaha PT Pertamina. Sementara ruas Semarang-Cirebon sepanjang 230 km akan dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), anak perusahaan PT Pupuk Sriwijaya.

 

“Saat ini kami masih mencoba perhitungan sendiri karena belum berbicara dengan mereka. Tidak menutup kemungkinan kami akan bersinergi, namun kalau sulit kami akan jalan sendiri untuk memenuhi kebutuhan penjualan kami,” jelasnya. Heri mengatakan, saat ini semuanya dalam persiapan dan jika semua sudah fix maka akan disampaikan ke publik.

 

Pembangunan transmisi pipa gas Trans Jawa ini, menurut Heri merupakan salah satu bentuk komitmen PGN dalam membangun infrastruktur gas di Indonesia. Pembangunan pipa gas di Indonesia masih lambat, baru sekitar 5000 km, dibandingkan dengan negara lain yang sudah berada di atas 10.000 km bahkan ratusan km.

 

“Pembangunannya (Pipa gas Jawa Barat-Jawa Timur) belum bisa dipastikan, mungkin di atas 2014. Yang pasti kami tidak bermasalah sinergi dengan BUMN, kalau tidak sampai kami jalan sendiri,” terangnya.

 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Resiko PT Pertamina Afdal Bahaudin mengatakan akan tetap berkomitmen untuk membangun pipa gas Semarang-Gresik. “Kita akan bangun, itu kan proyek kita, namun kita masih belum bisa menentukan kapan itu selesai,” jelasnya.

 

Seperti diberitakan Bisnis sebelumnya, PGN berkeinginan untuk menghubungkan area penjualan PGN yang berada di Jawa Barat (yang ujungnya ada di Cikampek) dengan area penjualan di Cirebon.

 

“Jadi pantura mau kita pasang pipa sehingga transportasi kendaraan umum sepanjang pantura bisa menggunakan BBG,” ujar Jobi Triananda Hasjim, Direktur Pengusahaan PGN. Selain itu, daerah atau kota yang dilalui oleh jalur pipa gas tersebut nantinya bisa memanfaatkan gas milik PGN untuk keperluan rumah tangga, komersial, dan industri yang ada.

 

Jobi mengatakan bahwa jalur dari Cirebon hingga Cikampek tersebut belum ada pemegang ruasnya sehingga pihaknya ingin masuk ke sana. Saat ini, konsumen rumah tangga di Pantura alternatif bahan bakarnya kalau tidak kayu bakar, minyak tanah atau LPG 3 kg.

 

 “Kalau kita bisa memasang pipa dan menyalurkan ke rumah tangga, kan bagus, harga gas kita bisa murah dr lpg 3 kg, itu yang kita ingin bangun,” tambahnya kemudian.  Jobi menegaskan bahwa keinginannya membangun pipa di Pantutra bukan hanya fokus pada gas untuk transportasi, namun juga untuk konsumen rumah tangga, komersial, dan industri.

 

Nantinya, komposisi untuk konsumen rumah tangga akan  dari konsumen industri jika dilihat dari sisi konsumen. Namun kalau dilihat dari sisi volume, maka konsumen industri lebih haus gas.(api)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...