Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

Penarikan tunai di BII naik drastis

Recommended Posts

JAKARTA: PT Bank International Indonesia Tbk mengatakan lonjakan penarikan kas di anjungan tunai mandiri mencapai rata-rata Rp200 miliar per hari dari rata-rata Rp150 miliar pada hari biasa, nominal tersebut tumbuh 33,33%.

Direktur Consumer Banking Bank International Indonesia (BII) Stephen Liestyo mengatakan puncak penarikan kas melalui anjungan tunai mandiri (ATM) biasanya terjadi selama 10 hari-3 hari menjelang lebaran.

"Kalau setelah tiga hari menuju lebaran biasanya penarikan sudah berkurang 60%-80%, tetapi 10 hari-3 hari menuju lebaran tarik tunai lewat ATM bisa meningkat sampai 150% dari biasanya," ujarnya saat dihubungi Bisnis, hari ini.

Dengan demikian, pada puncak penarikan, nasabah dapat menarik dana hingga Rp375 miliar per hari. Kendatipun transaksi yang terjadi selama masa perayaan ini sangat fluktuatif, bisa menjadi sangat tinggi lalu tiba-tiba-tiba turun drastis.

Menurut Stephen, secara kumulatif tarik tunai yang dilakukan melalui ATM bisa mencapai Rp4 triliun-Rp5 triliun selama 1 bulan masa perayaan Ramadhan-Lebaran. Padahal pada bulan biasa hanya mencapai Rp3 triliun-Rp4 triliun.

Guna menanggulangi hal tersebut, dia melanjutkan, saat ini perseroan menyiapkan dana Rp1,2 triliun sampai Rp1,5 triliun per hari. "Kami tidak perlu menyiapkan dana banyak untuk waktu 1 bulan, kami siapkan per hari saja, kalau kurang ambil saja di BI," ungkapnya.

Dia juga menambahkan, selama masa 3 hari menuju lebaran, transaksi di daerah perkotaan turun drastis dan pindah ke jalur mudik atau daerah di luar kota-kota besar. Oleh sebab itu, sejak jauh-jauh hari perseroan sudah menyebarkan dana tunai ke titik-titik ATM BII.

Selain tarik tunai, BII juga mencatatkan pertumbuhan transaksi alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). 

Stephen menjelaskan, transaksi menggunakan kartu kredit tumbuh 30%-50% dari transaksi pada bulan biasa Rp4 triliun-Rp5 triliun saat menyambut lebaran. Artinya pertumbuhan transaksi kartu kredit bisa menyentuh Rp10 triliun pada puncaknya.

Sementara itu, Stephen mengakui transaksi kartu debet tidak mengalami perubahan. "Transaksi debet kami kan masih sedikit. Walaupun lebaran juga tidak banyak, bisa diabaikan," tegasnya. Dia menyatakan pola tersebut sudah biasa terjadi selama 20 tahun terakhir, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan, meski nominal penarikan makin lama semakin besar.(mmh)

 

 

 

 

Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | Amazon Plugin | Settlement Statement | WordPress Tutorials

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...