Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KEMARAU, panen teh Tasikmalaya turun

Recommended Posts

TASIKMALAYA: Produksi teh di daerah perkebunan teh Kecamatan Taraju dan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami penurunan sejak 3 bulan lalu, akibat musim kemarau.

 

"Faktor cuaca di musim kemarau menentukan pertumbuhan tanaman teh, sehingga saat ini hasil panen mengalami penurunan," kata mandor Perkebunan Teh Sambawa, Dadang, di Tasikmalaya, Jumat.

 

Ia menjelaskan penurunan produksi teh diperkirakan mencapai 70% dari kondisi normal sebelumnya (12 ton pucuk teh) dari satu blok perkebunan teh.

 

Sementara untuk mendapatkan 3 ton pucuk teh dari satu areal blok perkebunan, kata Dadang, sulit tercapai.

 

Menurut dia, penurunan produksi itu karena tidak banyak pucuk teh yang bisa dipetik untuk memenuhi standar permintaan pasar.

 

Kebanyakan, kata Dadang, pucuk teh bewarna hitam akibat terserang hama penyakit blister yang merata di seluruh perkebunan yang mencapai ratusan hektare.

 

"Hama itu menyerang pucuk tanaman hingga mengering dan hitam, kemudian pucuk teh mati," katanya.

 

Jika kondisi tersebut terus berlangsung lama, menurut Dadang, perkebunan teh milik masyarakat maupun perkebunan besar yang dikelola perusahaan, usahanya akan mengalami kehancuran.

 

Upaya sementara mengatasi serangan hama itu, kata Dadang, dengan melakukan penyemprotan cairan pestisida, meskipun hasilnya kurang maksimal.

 

"Kami telah melakukan berbagai cara, tapi hasilnya masih saja kebun teh diserang hama," katanya.

 

Sementara itu, harga jual teh di pasaran masih normal pada kisaran Rp1.800 per kilogram. Sedangkan upah para pemetik teh di perkebunan sebesar Rp300 per kg. (Antara/arh)

 

 

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...