Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KREDIT MIKRO: BII jajaki peluang mainkan sektor mikro

Recommended Posts

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk menjajaki opsi untuk masuk ke sektor mikro.

 

 

Presiden Direktur BII Khairussaleh Ramli mengungkapkan langkah ini ditempuh untuk memperbesar marjin dan memperkuat sruktur laba perseroan. "Opsi itu sedang kami kaji," ujarnya kepada Bisnis, Jumat, (3/8/2012).

 

BII pada semester I meraih  laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali  Rp592 miliar melonjak  61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp367 miliar.

 

Selain itu, perolehan laba sebelum pajak dan kepentingan non-pengendali  BII naik 59% menjadi Rp824 miliar  dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu

 

Dia  mengatakan total aset perseroan  kini telah melampaui angka Rp100 triliun, yaitu sebesar Rp102,0 triliun. "Saat ini kami nomer 9 yang terbesar dari sisi aset dan kami harapkan menjadi nomer 7 dalam waktu dekat."

 

Dia memaparkan  pertumbuhan kredit BII mencapai  24% dari Rp59,5 triliun pada  Juni 2011 menjadi Rp73,5 triliun per Juni 2012. Menurutnya, kredit segmen global wholesale banking memberikan kontribusi 38% dari total kredit, sementara kontribusi kredit UKM dan konsumer masing-masing sebesar 25% dan 36%.

 

 

Selain itu, rasio kredit terhadap simpanan nasabah (loan to deposit ratio/LDR) konsolidasian terjaga pada level 95,39% dibandingkan dengan  89,95% pada periode yang sama tahun lalu. Dia menjelaskan LDR untuk BII  saja tanpa anak perusahaan berada pada level 89,40%, sedangkan  modified consolidated LDR dengan memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 82,40% per 30 Juni 2012.

 

 

Khairussaleh memaparkan total simpanan nasabah tumbuh sebesar 16% mencapai Rp76,6 triliun per 30 Juni 2012, naik dari Rp65,9 triliun pada 30 Juni 2011.

 

"Tabungan tumbuh sebesar 9% menjadi Rp16 triliun dari Rp14,6 triliun, giro tumbuh 12% menjadi Rp13,5 triliun dari Rp12,1 triliun, dan deposito naik 20% menjadi Rp47,1 triliun dari Rp39,2 triliun. Pertumbuhan simpanan nasabah ini telah menyebabkan kenaikan aset BII sebesar 21% hingga mencapai Rp102,0 triliun dari Rp84,3 triliun pada 30 Juni 2011."

 

 

Dia menuturkan  pendapatan bunga bersih (net interest margin/NII) meningkat 32% dari Rp1,9 triliun per Juni 2011 menjadi Rp2,6 triliun per Juni 2012 disebabkan oleh biaya dana yang rendah. Menurutnya, persaingan yang ketat dalam industri perbankan memberi tekanan pada marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan.

 

Namun, lanjutnya, pada semester ini BII dapat meningkatkan NIM menjadi 5,89% dari 5,43% pada periode yang sama tahun lalu.

 

 

Menurutnya, pendapatan bunga yang tinggi ini bisa mengimbangi pendapatan operasional lainnya (fee based income) yang turun 8% dari semester pertama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya pendapatan administrasi piutang pembiayaan konsumen yang berkaitan dengan entitas anak (subsidiary) yang bergerak dalam bidang pembiayaan kendaraan bermotor roda dua yang sedang fokus meningkatkan kualitas aset.  

 

"Kami secara agresif memperluas  jaringan serta terus berinvestasi pada infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia.  BII bisa  menjaga kenaikan overhead cost sebesar 12% dari Rp2,2 triliun pada Juni 2011 menjadi Rp2,4 triliun pada Juni 2012."

 

Dia memaparkan  sepanjang semester pertama 2012, BII telah menambah 24 kantor cabang baru dan 66 ATM sehingga perseroan memiliki 375 kantor cabang (termasuk cabang Syariah dan luar negeri) dan 1.218 ATM termasuk 65 CDM (cash deposit machine). (arh)

 

 

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...