Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

INDEKS KETAHANAN PANGAN: Daya Dukung Infrastruktur Jadi Penghambat di Indones

Recommended Posts

Food Security Index Negara Asia Tenggara 

 

Negara

 

Kategori

 

Indeks

 

Malaysia

 

good

 

63,9

 

Thailand

 

good

 

57,9

 

Vietnam

 

moderate

 

50,4

 

Filipina

 

moderate

 

47,1

 

Indonesia

 

moderat

 

46,8

 

Myanmar

 

moderat

 

37,2

 

Kamboja

 

moderat

 

30,0

 

Sumber: Economist Intelligence Unit

 

SINGAPURA: Minimnya infrastruktur dasar menyebabkan Indonesia hanya memperoleh level moderat dengan peringkat ke-64 dari 105 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan yang dirilis Economist Intelligence Unit.

 

Pratibha Thaker, Regional Director Middle East and Africa EIU, menyampaikan Indonesia mendapat skor 46,8 dari rentang 0-100 dan termasuk dalam kategori moderat. Dalam indeks, tercatat empat level kategori, yakni best, good, moderate, dan need improvement.

 

“Pemeringkatan dilakukan menggunakan 25 indikator yang terbagi ke dalam tiga kategori besar, yakni jangkauan dan akses finansial, ketersediaan, kualitas dan keamanan pangan” ujarnya dalam Seminar Food Security Index di Singapura Jumat(27/7/2012).

 

Di ASEAN, Indonesia hanya tercatat di urutan kelima dari tujuh negara kawasan yang termasuk dalam Indeks Ketahanan Pangan. Di peringkat pertama Asia Tenggara terdapat Malaysia, disusul Thailand, Vietnam, dan Filipina.

 

Berdasarkan data EIU, ketahanan pangan suatu negara terukur ketika penduduk memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi untuk memenuhi makanan bernutrisi yang dibutuhkan bagi kesehatan dan berkegiatan.

 

Dia memaparkan, Indonesia cukup menonjol pada kategori persediaan pangan. Pada indikator volatilitas persediaan pangan, Indonesia memasuki peringkat kedua di Asia dengan skor 98,4, di bawah China yang mendapat skor 100.

 

George Hadi Santoso, President Director PT Dupont Indonesia, menambahkan salah satu tantangan terbesar Indonesia yakni pembenahan infrastruktur dasar pertanian untuk mendukung akses logistik dan kegiatan pertanian.

 

"Pembangunan jalan perdesaan masih dibutuhkan. Petani seringkali harus menghabiskan biaya banyak untuk distribusi. sistem irigasi dan jembatan juga," ujarnya.

 

Selain itu, penyuluhan terkait pertanian yang tidak terorganisir juga menjadi kendala. Menurut dia, perubahan struktur pemerintah daerah yang desentralisasi saat ini justru menghambat proses edukasi petani.

 

Tantangan terakhir yang perlu diselesaikan, katanya, ialah regulasi yang rumit terhadap perizinan produk bahan baku pangan terbaru.  (sut)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...