Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Yunani di Ambang Default

Recommended Posts

ZhqJFAWSIw.jpgIlustrasi. (Foto: Reuters)

 

 

 

ATHENA - Peluang Yunani keluar dari zona euro semakin besar menyusul belum adanya kepastian pencairan dana talangan (bailout) terakhir senilai 31,5 miliar euro dari total 130 miliar euro sesuai kesepakatan Maret lalu.Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tekanan dari kreditur internasional yakni Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sehingga memaksa Athena berpacu dengan waktu untuk tetap berada di zona euro. Besarnya peluang Yunani keluar dari zona euro juga diperkuat laporan Citigroup.

 

Perbankan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu kemarin merilis hasil riset yang menyatakan bahwa dalam 12-18 bulan ke depan peluang Yunani keluar dari euro mencapai 90 persen. Persentase tersebut naik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya di mana hanya 50-75 persen peluang Yunani keluar dari euro.

 

"Artinya, dalam dua atau tiga kuartal ke depan Yunani akan keluar dari sistem mata uang tunggal Eropa," kata Citi dalam pernyataan resminya dikutip Reuters.

 

Pada laporan tertanggal 25 Juli yang didistribusikan sehari kemudian, Citi juga memperkirakan bahwa Italia dan Spanyol bakal memanfaatkan bailout dari Uni Eropa dan IMF untuk menyelamatkan perbankan.

 

"Kami melihat krisis di zona euro masih suram. Dalam beberapa tahun ke depan, kawasan ini akan tambah rumit karena menumpuknya jumlah utang negara dan restrukturisasi perbankan," kata ekonom Citigroup.

 

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kalangan berspekulasi mengenai kemungkinan default Yunani dan keluar dari blok mata uang tunggal. Anggota parlemen konservatif Jerman bahkan menyarankan agar Yunani mulai membayar setengah uang pensiun dan pekerja publik dengan mata uang lama yakni drachma.

 

Langkah tersebut dianggap penting untuk melatih negara tersebut jika positif keluar dari Eropa. Sumber diplomatik Brussels mengatakan, ada dua hal yang menghambat pencairan bailout Yunani. Pertama, Athena tidak menghormati kewajibannya dengan baik dan karena kurangnya kemauan politik dari parlemen.

 

"Tidak ada solusi. Jika Pemerintah Yunani dan troika menyepakati reformasi, negara tersebut bahkan tidak dapat mencapai tujuannya," ujar sumber tersebut dikutip AFP kemarin.

 

Dia menambahkan, akibat hal itu, Perdana Menteri (PM) Yunani Antonis Samaras telah meminta perpanjangan waktu selama dua tahun untuk melaksanakan program reformasi tentang pemangkasan pengeluaran dan utang. Analis Capital Economics memperkirakan, kemungkinan perpanjangan masa reformasi akan sama dengan sebuah bantuan tambahan sebesar 40 miliar euro (USD48,4 miliar) untuk Yunani.

 

Analis Societe Generale bahkan meyakini jumlahnya bisa membengkak menjadi sekitar 60 miliar euro. Juru Bicara Pemerintah Yunani Simos Kedikoglou mengatakan, perpanjangan reformasi keuangan Yunani akan mencakup upaya restrukturisasi dan saat ini negosiasinya tengah berlangsung.

 

Pada bagian lain, Menteri Keuangan Yunani Yannis Stournaras kemarin bertemu auditor lembaga pemberi pinjaman untuk membicarakan pelunasan obligasi sebesar 3,2 miliar euro yang dimiliki oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang akan jatuh tempo 20 Agustus mendatang.

 

Pada pertemuan tersebut,Pemerintah Yunani diminta melakukan penghematan sebesar 11,7 miliar euro untuk periode 2013-2014. Namun, langkah tersebut harus mendapatkan persetujuan akhir dari parlemen. (chindya citra/yanto kusdiantono) (Koran SI/Koran SI/ade)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...