Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

PAKET LEBARAN: JNE Perkirakan Kiriman Naik 50%

Recommended Posts

SEMARANG--PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan jasa pengiriman paket, tingkatkan layanan guna mengantisipasi lonjakan pengiriman paket domestik menjelang Lebaran yang diperkirakan naik 50% dari hari normal.

 

 

Branch Manager JNE Semarang Murah Lestari mengatakan pengiriman paket domestik pada bulan biasa sebelumnya mencapai sekitar 50.000 transaksi, tetapi  pada masa Lebaran bakal melonjak hingga 50%.

 

 

“Peningkatan itu sesuai dengan tradisi masyarakat Indonesia untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga lainnya melalui kiriman makanan, baju, parcel, atau bahkan motor, untuk menunjang aktivitas Lebaran, dan ini tidak hanya terjadi di Semarang saja, Yogyakarta dan Solo biasanya juga hampir sama prosentase kenaikannya,” ujarnya, Jumat (20/7/2012).

 

 

Menurutnya, meskipun pengiriman paket domestik mengalami peningkatan signifikan, namun untuk kiriman dokumen pada umumnya tidak terlihat adanya peningkatan. Peningkatan yang sifatnya tahunan ini, biasanya mengalami puncaknya mulai antara H-15 hingga H-1 Lebaran.

 

Dia mengatakan untuk menghadapi lonjakan dan menjaga pelayanan kepada konsumen, manajemen JNE sudah mengantisipasi dan memutuskan untuk melakukan penambahan armada., sumber daya manusia, dan sistem blocking space seluruh penerbangan domestik yang ada.

 

 

“Bahkan, meskipun beberapa perusahaan ekspedisi lainnya tutup saat Lebaran, namun untuk kantor pusat JNE di setiap cabang, operasionalnya buka 24 jam,” ujarnya.

 

 

Dia menambahkan melihat kebutuhan pengiriman paket oleh masyarakat yang sangat besar pada momen seperti ini, JNE juga berkomitmen tidak menaikkan harga, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada customer.

 

 

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pada saat menjelang Lebaran, jenis layanan yang paling diminati adalah PESONA (Pesanan Oleh–Oleh Nusantara), yakni pengiriman makanan khas dari daerah asalnya, seperti misalkan dari Semarang di antaranya Bandeng Juwana, Wingko Babad, Lunpia, dan telur asin asli dari Brebes,” tuturnya.

 

Menurutnya, bagi masyarakat yang sangat menghargai originalitas rasa makanan khas suatu daerah, sangat tepat memanfaatkan layanan ini, yang dapat dimanfaatkan sebagai  alternatif jika konsumen tidak sempat mudik saat Lebaran, tetapi masih ingin menikmati dan merasakan suasana berlebaran di kampung halaman, melalui makanan khas dari daerah asalnya.

 

 

“Harga yang harus dibayarkan oleh pelanggan adalah sama dengan harga makanan dari tempat asalnya, pelanggan hanya membayar ongkos kirim yang sudah ditetapkan berdasarkan hitungan per kilogram,” ujarnya.

 

 

Dia mengatakan untuk jasa pengiriman barang, seperti sepeda motor melalui jasa trucking (kiriman layanan darat), diperkirakan juga mengalami kenaikkan sekitar 50% pada saat setelah Lebaran (arus balik) dibanding hari biasa.

 

 

Branch Manager JNE Yogyakarta, Marsudi Suwita dan juga Branch Manager JNE Solo, Bambang Widiatmoko mengatakan hal yang sama. Di kedua kota wilayahnya itu diperkirakan juga mengalami peningkatan sekitar 50%.

 

Marsudi mengatakan masa Lebaran merupakan masa high seasons dengan prediksi peningkatan dapat mencapai 50% dari hari biasa secara outbound. Sedangkan untuk jasa trucking  JNE mengalami kenaikkan sekitar 20%, sebagian besar tujuan pulau Jawa dan Sumatera.

 

 

Menurut Bambang, masa high seasons diperkirakan terjadi pada H-13 sampai H-1, sedangkan untuk kiriman layanan darat atau jasa trucking mengalami kenaikkan sekitar 40% pada saat arus balik. (bas)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...