Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Nilai Belanja Iklan Naik 15%

Recommended Posts

pDaOWjbtn9.jpgIlustrasi. (Foto: Corbis)

 

 

 

JAKARTA — Belanja iklan pada tahun ini diperkirakan akan naik 15 persen dari realisasi pada tahun lalu yang sekira Rp86 triliun. Meski begitu, nilai anggaran iklan diyakini belum menembus Rp100 triliun.Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Harris Thajeb, mengatakan saat ini iklan di Indonesia didominasi oleh 10 besar industri, seperti telekomunikasi, fast moving consumer goods (FMCG), perbankan, dan pemerintahan.

 

“Saat ini jumlah agensi iklan banyak sekali. Tapi yang mendominasi adalah 10 besar industri. Untuk pemerintahan saat ini saja sudah besar. Masing- masing industri itu ada kategori-kategorinya sendiri,” kata Harris ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (18/7/2012).

 

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Agensi Iklan Indonesia (Appina) Bambang Sumaryanto pernah mengatakan, rate belanja iklan melalui program acara regular di televisi akan meningkat 10-15 persen pada tahun ini. Sedangkan melalui program utama akan naik 20-25 persen.

 

"Para agensi iklan harus bisa membuat iklan yang lebih efisien di tahun ini. Saya rasa iklan produk perawatan akan terus bertumbuh dua digit. Untuk sektor lain saya belum lihat pertumbuhannya seperti apa,” kata dia.

 

Sementara itu, Harris menuturkan, nilai belanja iklan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun ini juga diperkirakan akan mengalami kenaikan sekira 10-15 persen. Sehingga, kata dia, setelah satu agensi iklan berhasil mem-book iklan untuk satu jenis produk, maka kompetitor lain dengan produk sejenis akan sulit untuk memasang iklan.

 

Tak hanya itu, lanjutnya, anggaran para agensi iklan yang digunakan khusus untuk momen-momen itu juga akan mengalami kenaikan sekira 10-15 persen.

Lebih lanjut dia menjelaskan, para agensi iklan biasanya sudah mem-book iklan di media-media dua sampai tiga bulan sebelum Ramadhan. Langkah itu, kata dia, dilakukan agar iklan tidak jatuh kepada kompetitor lain.

 

Harris menjelaskan, pada momen Ramadhan dan Idul Fitri, memang banyak sekali jenis produk yang ditawarkan kepada para pengiklan. Dia menambahkan, iklan-iklan tertentu yang jarang sekali muncul selama kurun waktu setahun, biasanya akan muncul pada momen Ramadan. Harris mencontohkan, iklan produk sarung dan peci.

 

Harris mengatakan, selain program acara regular, para agensi iklan biasanya membidik program acara khusus untuk memasang iklannya. “Para agensi iklan akan memilih acara-acara yang bernuansa religi, seperti sinetron,” tukas dia. (Sandra Karina/Koran SI/mrt)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...