Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

JELANG PUASA: Harga sapi & daging di Malang naik tajam

Recommended Posts

MALANG: Mendekati hari puasa harga sapi potong dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang dan sekitarnya mulai melambung. Kenaikan harga tersebut diprediksi akan berlangsung hingga mendekati Lebaran mendatang.

 

Harga sapi potong melambung dari sebelumnya Rp9 juta per ekor menjadi Rp13 juta per ekor. Sapi potong tersebut rata-rata berbobot 23 kwintal. Sedangkan harga daging sapi sudah menembus Rp70.000 per kg dari sebelumnya yang cuma Rp58.000 per kg.

 

Abu Hasan, pedagang sapi di Kota Lama Malang, mengatakan kenaikan tersebut membuat pedagang seperti dirinya sulit menjangkau. Akibatnya pedagang banyak yang merugi.

 

“Harga sapi mahal menyusul ketersediaan stok di lapangan. Mengingat populasi sapi anjlok sejak impor sapi dari Australia dihentikan tahun lalu. Sulitnya mencari sapi ini membuat sapi betina pun disembelih,” kata Abu Hasan di Malang, Senin (9/7).

 

Menurutnya, selama ini pedagang banyak memasok sapi dari wilayah Kabupaten Malang. Sementara populasi sapi di Kabupaten Malang diperkiarakan mencapai 116.000 ekor dimana 60.000 ekor diantaranya adalah sapi potong.

 

“Rendahnya populasi sapi ini menyebabkan pedagang kesulitan memasok di wilayah Malang.”

 

Selama ini, pihaknya mengaku memasok sapi ke pedagang daging di pasar tradisional di Kota Malang rata-rata setiap hari dibutuhkan 50 ekor sapi. Sapi tersebut dipasok dari sejumlah sentra peternakan sapi di Kecamatan Gondanglegi, Dampit, Singosari, Lawang dan Kecamatan Tumpang.

 

Sementara itu, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang juga melonjak dari semula Rp58.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg. Kenaikan dipicu meningkatnya permintaan pasar sementara populasi sapi lokal di wilayah Malang relatif menyusut akibat banyak dikirim ke luar pulau.

 

Rosianti, pedagang daging sapi di Pasar Besar Malang (PBM), mengatakan kenaikan harga daging sapi tersebut dipicu oleh kenaikan harga sapi potong.

 

“Kami prediksi kian dekat dengan puasa harga daging sapi bisa berada di kisaran Rp80.000 per kg. Apalagi musim libur sekolah yang dekat dengan puasa ini juga ditandai dengan banyaknya hajatan sehingga penjualan meningkat,” jelasnya.

 

Penentuan harga daging sapi, ujarnya, didasarkan keputusan pedagang sapi dan Rumah Potong Hewan (RPH).  Setiap hari pihaknya rata-rata menghabiskan dua ekor sapi. Daging sapi sebagian besar dipasok untuk memenuhi pedagang bakso dan rumah makan. Selebihnya dijual eceran untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Sementara itu, Kepala RPH Kota Malang, Djoko Sudadi, mengatakan untuk  mengantisipasi beredarnya daging rusak yang dijual di pasaran menjelang puasa pihaknya akan menyiapkan surat keterangan (SK) kepada para jagal atau tukang sembelih sapi yang direncanakan awal Agustus mendatang.

 

“Dengan adanya SK tersebut daging sapi yang boleh dijual di pasaran hanya sapi yang dipotong di RPH Kota Malang.  Karena SK tersebut merupakan member bagi jagal sapi. Hewan yang dipotong di RPH terjamin karena proses pemotongannya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Djoko.

 

Selain itu, harga daging sapi yang dijual di pasaran juga akan sama sebab Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (Hipmi) seksi jagal bersama RPH akan menentukan harga minimal sapi.

 

Jika ditemukan harga daging sapi di pasaran yang jauh lebih murah dari yang ditentukan, ada kemungkinan daging sapi tersebut dicampur dengan daging babi. Jadi konsumen dalam hal ini harus berhati-hati.

 

Saat ini jumlah jagal sapi di lingkungan RPH Kota Malang, kata dia, sebanyak 40 orang dengan jumlah sapi yang disembelih rata-rata mencapai 60 ekor  per hari. (k25/Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...