Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KERJA SAMA DAERAH: Pemkot Balikpapan & Malang garap gas metan sampah

Recommended Posts

BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan menggandeng Pemerintah Kota Malang untuk mengelola gas metan dari sampah organik yang akan diubah menjadi energi listrik. Langkah ini guna mengurangi volume sampah di TPA Manggar dan meningkatkan nilai ekonomis sampah.

 

Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Balikpapan Robi Ruswanto mengatakan pihaknya bersama dengan Pemkot Malang telah melakukan kajian awal yang menyebutkan adanya potensi gas metan di TPA Manggar. “Ada sekitar 50%-60% kandungan gas metannya. Tinggal dimanfaatkan saja utamanya untuk pembangkit listrik karena Pemkot Malang punya teknologinya,” ujarnya, Senin (09/07)

 

Robi mengakui nota kesepahaman telah ditandatangani untuk merealisasikan rencana kerja sama dengan sistem swakelola tersebut. Rencananya akhir bulan ini pihaknya akan kembali melakukan pembicaraan dengan Pemkot Malang mengenai perkembangan kerja sama tersebut.

 

Berdasarkan penelitian awal, potensi sampah yang bisa dimanfaatkan untuk diambil gas metannya maksimal mencapai 60% dari sekitar 325 ton sampah yang masuk ke dalam TPA Manggar. Jumlah tersebut akan meningkat ketika hari libur atau pada saat Ramadhan tiba.

 

“Kalau Ramadhan pertambahan volume sampahnya sekitar 10%. Sementara kalau Lebaran bisa lebih tinggi lagi,” tukasnya.

 

Luasan TPA Manggar yang akan dikerjasamakan sekitar 25 ha dengan rencana penambahan areal sekitar 3 ha lagi. Robi mengungkapkan areal di regional 1 dengan luas sekitar 12 ha menjadi salah satu wilayah yang potensial untuk dimanfaatkan gas metannya.

 

Selain bekerja sama dengan Pemkot Malang, Pemkot Balikpapan juga pernah mendapat tawaran pengelolaan limbah dari Swiss guna mengurangi volume buang sampah ke TPA Manggar. Namun, Robi mengatakan kerja sama tersebut masih dalam pembahasan pada hal yang bersifat teknis.

 

Sebelumnya, gagasan pemanfaatan sampah juga rencananya akan dilakukan pada pasar  tradisional yang ada di Balikpapan. Potensi sampah yang cukup baik, utamanya pada Pasar Pandansari, dijadikan alasan untuk membangun pembangkit di pasar tersebut.

 

“Hasil kajian dari UGM sudah ada dan itu layak dibangun. Tetapi kami masih menunggu anggaran karena tahun ini kami melakukan efisiensi beberapa kegiatan termasuk pengadaan pembangkit tersebut,” kata Suryanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan.

 

Total anggaran yang diperlukan untuk membangun pembangkit sebuah pembangkit di pasar tradisional diperkirakan mencapai Rp800 juta. Jumlah itu sudah termasuk pembangunan transmisi serta instalasi pada lapak pedagang yang ada di lingkungan pasar.

 

Kendala pemilahan

 

Salah satu hal yang menjadi kendala untuk merealisasikan pembangunan pembangkit pada TPA Manggar, imbuh Robi, adalah pemilahan sampah dan residu yang tidak memiliki potensi gas metan.

 

Seharusnya pemilahan sudah dilakukan pada tingkat rumah tangga sehingag ketika dibuang pada tempat pembuangan sementara (TPS), sampah tersebut sudah tidak tercampur.

 

“Yang perlu ditingkatkan jadi pemahaman masyarakat untuk melakukan 3R yakni reduce, reuse dan recycle,” tambah Robi.

 

Menurutnya, pembangunan bank sampah yang diinisiasi oleh beberapa warga serta pemerintah bisa menjadi awal untuk memulai proses pemilahan sampah. 

 

Tentunya manfaat pemilahan itu akan dirasakan oleh masyarakat sendiri seperti adanya tambahan penghasilan melalui penjualan sampah yang masih memiliki nilai tambah seperti botol, plastik dan kertas. (Bsi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...