Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

INVESTASI ASING: Investor Polandia & Kroasi minati NTB

Recommended Posts

MATARAM:  Investor dari Polandia dan Kroasia berminat investasi di wilayah Nusa Tenggara Barat, setelah Kedutaan Besar kedua negara itu menginformasikan potensi bisnis di sektor pariwisata, peternakan dan perikanan.

 

 

"Akhir Juni lalu, Dubes Polandia dan Dubes Kroasia berkunjung ke NTB dan mengemukakan minat investasi itu, terutama di sektor pariwisata, peternakan dan perikanan," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) Tri Budiprayitno di Mataram, Jumat.

 

 

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB itu mengatakan, Dubes Polandia untuk Indonesia, Grzegorz Wisniewski, dan Dubes Kroasia untuk Indonesia HE Zeljko Cimbur, sempat berkoordinasi langsung dengan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, saat menjajaki potensi investasi di wilayah NTB.

 

 

Dubes kedua negara itu berkesempatan menghadiri seminar nasional tentang menggali potensi ekonomi Provinsi NTB, yang digelar di The Santosa Hotel, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, 26 Juni 2012.

 

 

Keduanya sempat mengungkapkan bahwa NTB merupakan daerah potensial investasi di sektor pariwisata, peternakan dan perikanan.

 

 

Selain mengagumi potensi investasi, kedua dubes itu juga mempromosikan keunggulan ekonomi di negaranya masing-masing, dan mengungkapkan peluang kerja sama saling menguntungkan antarnegara.

 

 

"Potensi investasi NTB itu kemudian disampaikan kepada kalangan pengusaha di negara masing-masing agar ada aksi nyata di kemudian hari, dan itu sangat menguntungkan NTB yang sedang berbenah menuju kemajuan di berbagai sektor," ujarnya.

 

 

Tri mengatakan, selain pariwisata, peternakan dan perikanan, NTB juga potensial investasi di bidang perkebunan dan pertanian dalam arti luas.

 

 

Pemerintah Provinsi NTB juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi investasi termasuk penataan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, ketersediaan energi listrik, pelabuhan laut maupun konektifitas hubungan udara.

 

 

"Sudah banyak investor yang meminati potensi daerah NTB, yang memang masih belum tergarap secara optimal, terutama sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan," ujarnya.

 

 

Khusus pengembangan pariwisata, NTB telah menetapan 15 kawasan pengembangan pariwisata berdasarkan karakteristik kawasan, yang mengacu kepada Perda Nomor 3 Tahun 1999 Kawasan Pariwisata di NTB.

 

 

Ke-15 Kawasan pariwisata tersebut, terdiri dari sembilan kawasan di Pulau Lombok dan enam kawasan di Pulau Sumbawa.

 

Sembilan kawasan pariwisata di Pulau Lombok itu, yakni Kawasan Sire, Gill Air, Gill Meno, Gili Trawangan dan Senggigi dan sekitarnya, yang memiliki objek wisata bahari (laut), pemandangan pegunungan dan wisata alam (ekowisata).

 

 

Kawasan ini memiliki akomodasi hotel, penginapan. dan restoran yang cukup lengkap dan memadai untuk wisatawan.

 

 

Selanjutnya, Kawasan Suranadi, merupakan kawasan dengan udara sejuk dengan nuansa religius dan budaya yang kental (wisata religi), kawasan Gili Gede, merupakan kawasan wisata bahari, pembenihan mutiara dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya (wisata alam laut), dan merupakan perkampungan suku Sasak (penduduk asli Lombok) serta penangkapan ikan secara tradisional.

 

 

Kawasan Kute, Seger dan Aan, merupakan kawasan wisata pantai dengan hamparan pasir putih yang mempesona.

 

 

Kawasan Selong Belanak, merupakan kawasan wisata pantai yang dikenal dengan panorama pantainya dan menghadap ke Samudera Hindia.

 

Kawasan Gunung Rinjani, merupakan kawasan untuk kegiatan wisata alam (ekowisata) dengan kegiatan tracking (jalan kaki) menuju kawasan Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anakan dan air panas serta desa tradisional (wisata budaya).

 

 

Kawasan Gili Indah, merupakan wisata bahari dengan pemandangan bawah laut (ekowisata laut), dan Kawasan Gili Sulat merupakan wisata bahari dengan pemandangan bawah laut, serta Kawasan Dusun Sade/desa tradisional Rembitan, merupakan kawasan wisata berupa cagar budaya suku Sasak (suku asli Lombok) yang memiliki budaya arsitektur rumah asli sasak.

 

 

Sedangkan kawasan pariwisata Pulau Sumbawa meliputi, Kawasan Pulau Moyo, merupakan kawasan wisata bahari dan ditetapkan sebagai taman buru nasional dengan luas sekitar 12.250 ha. Jenis binatang yang terdapat di Pulau Moyo meliputi sapi liar, kerbau liar, babi hutan, dan burung gosong.

 

 

Kawasan pariwisata Pantai Maluk (foto) merupakan kawasan pantai pasir putih dan pantainya yang menghadap ke Samudera Indonesia dapat dipergunakan untuk selancar angin (surfing).

 

 

Kawasan wisata Pantai Hu yang  merupakan kawasan wisata bahari dan untuk kegiatan selancar baik taraf nasional maupun internasional.

 

Kawasan Sape merupakan kawasan pelabuhan (dermaga) penumpang yang menghubungkan NTB dan NTT.

 

Kawasan Teluk Bima merupakan kawasan yang dikembangkan untuk olahraga laut dan kegiatan wisata bahari lainnya, dan Kawasan Gunung Tambora merupakan kawasan kegiatan ekowisata dan merupakan pusat produksi madu alam. (Antara/msb)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...