Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

HARGA GAS NAIK: Kepastian Harga Gas Tunggu Sidang Kabinet

Recommended Posts

JAKARTA- Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan bahwa kesepakatan harga gas industri yang kini sedang dibahas dalam sidang kabinet menunggu pengumuman Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  

 

“Belum, soal harga gas masih menunggu, kan itu di Kementerian ESDM, cuma yang saya dengar sih sepertinya diturunkan, jadi naiknya sekitar 45 %-50 % saja, tidak sampai 55 %, tapi saya tidak tahu juga, hanya mendengar saja, kami menunggu,” kata R Priyono usai mengisi acara Workshop Debottlenecking Pembangunan Nasional, Kamis (28/6).

 

Sama halnya dengan Priyono, Anggota Komite BPH Migas, Qoyum Tjandranegara mengatakan bahwa seharusnya PGN tidak perlu menaikan hingga 55 %. Kalau kenaikan harga di hulu, menurutnya sudah tepat. Qoyum mengatakan bahwa jika volume dinaikkan dan harga gas industri PGN diturunkan lagi marginnya (dibawah 55 %), maka PGN tidak akan rugi.

 

Qoyum menjelaskan, dalam pembahasan dengan pemerintah, skema baru penetapan kenaikan harga gas ini sudah dibicarakan meski belum bisa dikatakan kesepakatannya seperti apa. Kemungkinan, bisa saja harga gas industri akan diturunkan dari 55% menjadi misalnya 50%. Tetapi, volume untuk PGN akan ditambahkan. "Tapi itu belum keputusan, itu hanya usulan yang saya dengar. Yang pasti volume harus nambah, PGN mintanya paling tidak sama dengan kontrak, " ujarnya.

 

Meski begitu, menurutnya, keputusan akhir tetap ada di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik. Pekan lalu, Jero menjanjikan penetapan harga gas ke industri di Jawa Barat ini akan diumumkan pekan ini.

 

Sementara itu, Evita Herawati Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menuturkan bahwa kesepakatan harga gas industri yang saat ini ramai diperbincangkan harus disepakati bersama-sama. “Tunggu saja deh, aku nggak mau cerita, nggak mau mendahulukan Pak Menteri (Jero Wacik), ini akan disepakati dalam sidang kabinet,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, PT Perusahaan Gas negara (PGN) baru saja menaikkan harga gas di wilayah Jawa bagian Barat yang per 15 Mei, dinaikkan sekitar US$ 3,6 per MMBTU dari US$6,7 per MMBTU menjadi US$10,2 per MMBTU. Hal tersebut membuat industri keberatan dengan adanya kenaikan harga tersebut.(api)

 

BACA JUGA:

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...