Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

Hartadi: Peran dolar AS belum tergantikan

Recommended Posts

JAKARTA: Melemahnya nilai tukar dolar AS akibat penurunan peringkat negara adidaya tersebut tidak serta merta membuat peran mata uang tersebut digantikan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengungkapkan sejumlah mata uang yang digadang-gadang untuk menggantikan dolar AS seperti euro dan yuan relatif belum siap menjalankan peran tersebut.

Dia menjelaskan penurunan peringkat AS dan besarnya beban utang negara tersebut dibandingkan dengan produk domestik bruto membuat pelaku pasar keuangan menangkap sinyal mata uang dolar AS akan melemah.

Total utang AS yang sebesar 14,58 triliun dollar AS, berarti melampaui produk domestik bruto tahun anggaran 2010 yang hanya 14,53 triliun dollar AS.

"Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengubah sistem moneter internasional [yang menggunakan dolar AS]. Kalau menggunakan euro, kawasan Eropa juga sedang mengalami masalah sedangkan yuan belum diperdagangkan secara internasional," ujarnya Selasa malam.

Problem ini, lanjut dia, belum terpecahkan sehingga banyak pihak yang beralih ke komoditas logam mulia seperti emas.

Hartadi mengakui BI juga menyimpan emas. Namun, dia menolak memberi penjelasan ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan BI membeli emas lagi. "Tidak mungkin saya bicara BI akan membeli emas karena nanti harganya pasti akan merangkak naik."

Jumlah cadangan devisa nasional pada pekan lalu sempat menurun sebesar US$500 juta karena dipakai untuk intervensi gejolak nilai tukar. Namun, Hartadi memastikan dana tersebut digunakan untuk intervensi ke pasar supaya rupiah tidak bergerak volatile dan termasuk pembayaran-pembayaran kewajiban luar negeri. "Kami berkepentingan hadir di pasar untuk membuat pelaku pasar tenang karena ada pihak yang menjaga volatilitas nilai tukar rupiah."

Sebelumnya, Hartadi mengungkapkan kepemilikan asing, baik di sertifikat Bank Indonesia (SBI) maupun surat berharga negara (SBN) menurun. SBI asing per 5 Agustus mencapai Rp60,5 triliun menjadi Rp60,1 triliun pada 10 Agustus.

Adapun SBN dari sebelumnya Rp249,6 triliun menjadi Rp243,2 triliun. Penurunan tersebut turut mempengaruhi cadangan devisa yangn menyusut dari US$1232 miliar menjadi US$122,7 miliar.

Hartadi memastikan penurunan itu masih dalam batas normal sehingga tidak membuat fluktuasi nilai tukar yang tajam.(mmh)

 

 

 

 

 

Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | Amazon Plugin | Settlement Statement | WordPress Tutorials

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...