Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Harga Minyak Mentah Bergerak Flat

Recommended Posts

r9aVndFsLZ.jpgIlustrasi. (Foto: Corbis)

 

 

 

NEW YORK - Minyak mentah bergerak flat, karena kekhawatiran akan adanya Badai Tropis di Debby, akan mengganggu platform produksi Amerika Serikat (AS) di Teluk Meksiko. selain itu, harapan akan pertemuan puncak para petinggi Eropa dapat menghasilkan solusi, nampaknya tidak dapat tercapai.Perusahaan minyak telah menutup lebih dari 44 persen produksi minyak di Teluk, karena adanya perkiraan badai menuju ke wilayah ini, namun produsen sudah mengembalikan pekerja ke platform dan mengembalikan output karena ancaman berkurang. Ancaman badai ini telah mendorong harga minyak naik sekitar dua persen akhir pekan kemarin.

 

Namun, Investor juga berhati-hati karena KTT Uni Eropa pekan ini, dapat menenangkan kecemasan pasar tentang krisis utang zona euro, karena tindakan positif dari para pemimpin Uni Eropa tidak tercapai. Euro bahkan jatuh ke titik terendah dua minggu perdagangan terhadap dolar Amerika serikat (AS).

 

"Minyak terus terbebani oleh sentimen negatif pertumbuhan global menjelang pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa pada 28-29 Juni," kata senior director riset pasar Tradition Energy, Addison Armstrong, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (26/6/2012).

 

Short-covering membantu harga minyak mentah jenis Brent naik 3 sen menjadi USD91,01 per barel, dari posisi terendah awal USD89,60 per barel. Pasca penutupan perdagangan, harga minyak terus naik 40 sen ke USD91,38 per barel. Harga minyak mentah Brent menguat, didorong pemogokan oleh pekerja minyak Norwegia dan memukul produksi di dua kilang Statoil (STL.OL), meskipun ekspor masih belum terpengaruh.

 

Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate, turun 55 sen menjadi USD79,21 per barel, setelah mencapai level tertinggi pada USD80,68 per barel.

Volume perdagangan terjadi tergolong minim, dengan Brent turun 18 persen dari rata-rata 30-hari perdagangan. Sementara minyak mentah AS turun 27 persen.

 

Bensin berjangka AS naik hampir tiga persen karena kekhawatiran tentang pasokan di New York Harbor. Bensin berjangka AS juga naik karena harga di Pantai Teluk AS naik, siklus baru diperdagangkan terhadap berjangka Agustus RBOB bulan Juli.

 

Pada pekan lalu, Brent dan minyak mentah AS telah jatuh lebih dari 25 persen dari level tertinggi mereka di USD128,40 per barel, dan USD110,50 per barel. Level tertinggi ini, dicapai pada Maret.

 

Menteri OPEC mengatakan mereka akan mematuhi batas kolektif, menyiratkan pemotongan 1,6 juta barel per hari dari pasokan 12 anggota. Untuk mencapai itu, Arab Saudi harus mengurangi produksi tajam dan prospek yang muncul minim. (mrt)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...