Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Minyak Mentah Mixed Cermati Pertemuan OPEC

Recommended Posts

NEW YORK - Harga minyak mentah berfluktuasi menjelang pertemuan OPEC, Arab Saudi, dan Iran yang akan menjadi kunci produksi organisasi pengekspor minyak ini. Minyak mentah Amerika serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), cenderung naik sementara Brent merosot.WTI naik 62 sen menjadi USD83,32 per barel. Meski demikian, harga minyak Brent turun 86 sen ke USD97,14 per barel. Harga Brent, sudah jatuh 23 persen, semenjak mencapai rekor tertingginya pada USD126,22 per barel Maret lalu.

 

Sebagai negara produsen minyak terbesar dunia, seperti dikutip Asosiated Press, Rabu (13/6/2012), Arab Saudi mengatakan akan meningkatkan produksinya hampir 10 ribu barel per hari, untuk menangkal agar harga Brent tak terlalu tergelincir ke USD100 per barel. Meski, Arab sendiri yakin ekonomi global tak akan jatuh seburuk itu. Negara tetangganya, Iran, menginginkan harga minyak lebih mahal pasca sanksi yang dijatuhkan negara barat atas nuklirnya.

 

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan OPEC kemarin, produksi minyak mentah dunia mencapai sebesar 33 juta barel pada April lalu. Angka ini lebih tinggi tiga juta barel dari kuota keseluruhan organisasi selama empat tahun terakhir.

 

Dalam konferensi negara pengekspor minyak (OPEC) yang akan dilakukan di Wina, Austria, besok, Iran mungkin akan mengatakan bahwa produksi minyak dunia seharusnya dipotong. Sementara pendapat lain diutarakan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Dia mengatakan harga minyak mentah idealnya berada pada USD100 per barel.

 

Pertemuan yang digelar OPEC, dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi dunia yang makin melemah, seperti China sebagai konsumen terbesar minyak AS. Proses pemilihan umum Yunani juga berpengaruh terhadap keputusan apakah negeri para dewa tersebut akan dikeluarkan dari zona Euro. 

 

US Energy Information memperkirakan minyak Brent Texas sepanjang tahun ini akan bergerak di angka USD95 per barel, dan relatif akan stabil tahun depan melihat lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. (gna)

(rhs)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...